Makanya Pakai Helm Kalau Tidak…….

Sudah banyak cerita atau pengalaman yang kita alami sehubungan dengan pemakaian helm. Kalau kita bicara helm pasti bersinggungan erat dengan peraturan lalu lintas dan lebih banyak berhubungan dengan aparat yang berkompeten dalam hal ini Polisi Lalu Lintas (Polantas).

Saya mempunyai pengalaman unik dan lucu dengan Polantas. Mudah-mudahan dengan cerita saya dapat memberikan manfaat bagi kita semua terutama pengguna jalan dan aparat yang berwenang.

Doc.Pribadi

Beberapa tahun yang lalu, saya dan Uyut sedang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor. Kebetulan helm yang saya punya hanya satu. Memang saat mau pulang dari  tempat anak buah Uyut di daerah Cacing (Cakung Cilincing) Jakarta Utara, Uyut sudah ditawarkan satu helm lagi untuk dipakai karena saat itu sedang ramai-ramainya operasi lalu lintas. Tetapi tawaran tersebut ditolak Uyut. Alasannya adalah tidak akan ada helm yang muat untuk ukuran kepala Uyut dan benar saja ternyata memang tidak ada yang muat setelah dicoba. Kata beliau biarkan saja diberhentikan polisi tapi yakin tidak akan ada yang berani menilang atau memperkarakan hal ini. Malah beliau bilang kalau polisi tanya maka saya harus jawab sedang bawa orang Badui keliling kota Jakarta (saat itu pakaian Uyut memang hitam-hitam persis kayak orang Badui).

Apa yang saya takutkan ternyata benar-benar jadi kenyataan. Pada saat itu (malam hari) lagi santai-santainya mengendarai motor tiba-tiba dari arah belakang kami diberhentikan oleh seorang polisi lalu lintas. Ketika saya tanya alasan polantas memberhentikan kami maka dijawabnya bahwa kami hanya  menggunakan satu helm (pengendara saja) tapi yang dibonceng tidak memakai helm. Ini jelas-jelas melanggar lalu lintas kata polantas tersebut.

” Anda telah melanggar peratutan lalu lintas, tolong berikan SIM dan STNK Bapak “

” Nanti dulu Pak, apa kesalahannya ? “

” Anda telanggar pasal sekian (saya lupa) yang mengharuskan pengemudi  motor dan pemboncengnya wajib menggunakan helm. Mana SIM dan STNK  ? “

” Begini Pak, saya bukan mau melawan tapi saya hanya mengantarkan Orang Tua saya dari Badui untuk mengunjungi sanak saudaranya di Jakarta. “

” Tidak bisa pokoknya saya tilang. Mana SIM dan STNKnya (dengan nada tinggi) “

” Kalau begitu bapak minta saja sama orang tua saya. Beliaulah yang memegang semuanya “

” Mana orangnya “

” Itu Pak lagi berdiri di dekat tiang listrik “

Selanjutnya Polisi dan saya menghampiri Uyut.

” Malam Pak “

” Malam, ada apa ya ? “

” Anak bapak telah melanggar lalu lintas dan saya akan tilang. Katanya SIM dan STNK motor itu  bapak yang pegang. Tolong serahkan kepada saya, biar saya buatkan surat tilangnya “

” Nanti dulu Pak Polisi, alasannya apa “

” Bapak ini bagaimana sich, Bapak dan anak Bapak melanggar peraturan lalu lintas karena tidak menggunakan helm “

” Lho khan anak saya memakai helm  ”

” Benar tetapi bapak sebagai yang dibonceng tidak pakai helm “

” Terus .. “

” Ya jelas melanggarlah Pak. Bapak seharusnya khan tahu dan mengertilah kalau pengemudi sepeda motor dan pemboncengnya harus memakai helm. Ini juga demi keselamatan kalian berdua “

” Ya saya mengerti, tapi selama ini saya tidak apa-apa kok “

” Bapak saya peringatkan ya, jangan bertele-tele. Sekali lagi saya beritahu mungkin bapak belum pernah mengalami kecelakaan. Nanti bapak  baru akan merasakan akibatnya kalau mengalami kecelakaan akibat  tidak menggunakan helm. Bayangkan seandainya kepala bapak terbentur aspal jalan, pasti akan pecah tuh kepala bapak. Mana SIM dan STNK “

” Oh begitu ya Pak Polisi. Kepala saya pasti pecah ya kalau berbenturan dengan jalan gara-gara saya tidak menggunakan helm……. TONGGGGGGGGGG   TONGGGGGGGGGGG TONGGGGGGGG ga pecah tuh Pak “

Betapa kagetnya polisi tersebut melihat Uyut membenturkan kepalanya sampai 3 kali ke tiang listrik besi dan tampak tiang listrik tersebut melengkung akibat benturan tersebut.

”  Apa bapak polisi tidak melihat rambut dan kepala saya kalau pakai helm apapun tidak bakalan muat “

Belum selesai Uyut bicara, oknum polisi tersebut lari ketakutan  dan buru-buru  menyalakan motornya.

” Ehhhh Pak Polisi, ini SIM dan STNK-nya. Kok malah kabur  “

” Hahahahahahaahahahaha, bagus Pak sekali-kali beri pelajaran buat tuh polisi “

” Benar…. benar Pak, tuh orang memang sering malakin supir-supir truk kontainer yang sering lewat jalan ini “

” Plak plak plak ….. (orang-orang bertepuk tangan) bagus bagus hehehehee biar rasain tuh oknum polisi “

Oh rupanya orang-orang dari tadi memperhatikan kami berdua dan betapa senangnya mereka ketika Uyut memberi pelajaran kepada oknum polisi tersebut  yang sering meresahkan para supir kontainer.

Heheehehehe dasar Uyut tahu aja kalau itu oknum padahal kalau mau sich bisa saja Uyut pakai helm dalam hati saya.

Rambut Uyut dari dekat (Doc.Pribadi)

Tidak terbayang dech kalau oknum polisi tersebut berurusan dengan sesepuh yang penampilannya seperti ini (Doc.Pribadi)

NB: tulisan ini dibuat bukan untuk mendiskreditkan institusi kepolisian. Ini hanya sebuah pengalaman yang mungkin sekedar cerita di siang bolong buat penyegar suasana. Kami tahu kok kalau kami melanggar peraturan lalu lintas karena tidak  menggunakan helm lengkap pada saat berboncengan. Mari kita ikuti aturan lalu lintas dengan baik dan tertib.

Diterbitkan di:  on Februari 1, 2010 at 12:45 pm Tinggalkan sebuah Komentar

10 Fakta Tentang Seks di Amerika Serikat

livescience,com

Mengapa kau melakukannya ?

Tentu saja sudah sangat jelas alasannya yaitu ada argumen yang mengatakan secara biologis laki-laki terdorong untuk melestarikan keturunannya. Pada abad ke-18 seorang wanita Rusia memegang rekor dunia karena telah melahirkan  sebanyak 69 anak melalui proses  27 kali  kehamilan. Dari proses kehamilan tersebut diperoleh 16 pasang kembar, tujuh set kembar tiga, dan empat set kembar empat. Rekor wanita Rusia tersebut dapat dikalahkan  oleh seorang pria dalam hal jumlah anak. Pria tersebut adalah seorang kaisar Maroko yang menurut Guinness Book of World Records menjadi bapak bagi 342 anak perempuan dan 525 anak laki-laki pada tahun 1721. Pria tersebut  juga dikenal memiliki 700 keturunan laki-laki

Sumber: “Why Evolution Is True” (Viking, 2009), by Jerry Coyne

Apakah ukuran penting?

Tenang dan jangan  peduli dengan apa yang orang-orang katakan dalam masalah ukuran. Di Amerika Serikat, besar rata-rata penis seorang pria saat  ereksi adalah 5-7 inci untuk ukuran panjang dan 4-6 inci ukuran lingkar.

Source: Kinsey Institute

Apakah Anda memerlukan bantuan?

Sekitar 5 persen laki-laki berumur 40 tahunan mengalami disfungsi ereksi. Antara 15-25 persen laki-laki berumur 65 tahun juga mengalami masalah yang sama.

Sumber: National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases

Kapan Anda kehilangan keperawanan ?

Laki-laki rata-rata kehilangan keperawanan pada usia 16,9 tahun. Untuk wanita  rata-rata sedikit lebih tua yaitu  17,4 tahun. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa genetika dapat menjadi faktor: Warisan ciri-ciri seperti impulsif,  sebagian orang  bersedia melakukan hubungan seks pada usia dini.

Sumber: Kinsey Institute; California State University

Apakah Anda memiliki sofa yang nyaman ?

Satu dari sepuluh  pernikahan orang dewasa atau sekitar 12 % nya  mengatakan bahwa mereka biasanya tidur sendirian.

Sumber: National Sleep Foundation

Apakah setiap kali Anda mencapai orgasme  ?

75 % laki-laki selalu mencapai orgasme saat berhubungan seks 29 % perempuan mengalami hal yang sama. Sementara itu kebanyakan wanita  mencapai klimaks bukan melalui hubungan seks vagina tetapi melalui rangsangan klitoris.

Sumber: National Health dan Social Life Survey

Apakah Anda mendapatkan keuntungan ?

Dua pertiga  mahasiswa lebih menyukai  hubungan “suka sama suka”. Alasannya adalah tidak ingin melakukan   komitmen. 50%  dari mereka telah terlibat dalam segala bentuk seks. 22,7 %  melakukan  hubungan seksual (bersetubuh).  Sedangkan 8 %  melakukan kegiatan seks lainnya kecuali bersetubuh.

Sumber: Wayne State University dan Michigan State University

Berapa banyak pasangan seks yang Anda miliki ?

Menurut survei terhadap orang dewasa berusia 20-59 tahun dikatakan perempuan mempunyai rata-rata empat pasangan seks selama hidup mereka dan  laki-laki memiliki rata-rata tujuh pasangan seks.

Sumber: National Center for Health Statistics

Apakah Anda mengambil cuti hamil ?

Dua pertiga dari perempuan yang baru memiliki bayi pertama tetap bekerja selama kehamilan mereka antara tahun 2001 dan 2003. Perempuan yang tetap bekerja sampai 1 bulan sebelum melahirkan berkisar 80 %. Bandingkan dengan periode antara 1961 dan 1965,  44 % perempuan tetap bekerja selama kehamilan mereka dan 35 % tetap  bekerja sampai satu bulan sebelum melahirkan.

Sumber: U.S. Census

Apakah Anda terinfeksi ?

Setidaknya 50 persen  pria dan wanita aktif secara seksual akan mengalami infeksi HPV genital pada suatu saat dalam kehidupan mereka. HPV atau Human Papillomavirus terbagi atas resiko rendah dan resiko tinggi. Bentuk-bentuk HPV resiko rendah dapat menyebabkan kutil kelamin. Sedangkan HPV beresiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker lainnya. Dalam 90 persen kasus, sistem kekebalan tubuh hanya dapat melawan penyakit tersebut dalam waktu dua tahun.

Sumber:  Source: Centers for Disease Control and Prevention

NB: Sumber bacaan Live Science

Diterbitkan di:  on at 12:42 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Kerokan di Malam Minggu

Kerokan di bagian tangan (doc. pribadi)

” Waduh kelihatannya saya masuk angin nich ? Tolong dong saya dikerok supaya anginnya bisa keluar “

Itulah salah satu permintaan seorang teman saat saya berkunjung ke tempat kontrakannya di daerah Kemayoran Gempol yang padat penghuninya pada malam minggu ini. Dan segeralah teman satu kontrakannya mengambil uang koin, minyak kayu putih dan tatakan piring

Sang teman membuka bajunya dan duduk di bangku kecil sambil menunggu teman kontrakannya menyiapkan segalanya untuk kerokan. Tampak piring telah diberi minyak kayu putih dan sebuah koin uang Rp 100 jaman dulu tergeletak di tatakan piring.

Mulailah sang teman menikmati kerokan tersebut. Tampak sesekali meringis menahan sakit  dan mulailah garis-garis berwarna merah di punggung teman saya. Ini menandakan bahwa sang teman memang benar-benar masuk angin. Dikerok satu persatu bagian punggung membentuk model kerangka tulang. Selanjutnya diteruskan bagian depan badan  sampai ke tangan. Sang teman mulai menikmati kerokan teman kontakannya dan tanpa disadari mata teman bercair dan kemerahan serta sekali-kali bersenggukan seperti mengeluarkan udara dari mulutnya.

Beberapa saat kemudian sang teman bertanya “Kok belum ada perubahan ya, kelihatannya angin di dalam perut masih berputar-putar “

Saya menjawab, ” Habis dikerok  sebaiknya pakai bajumu supaya badan tidak masuk angin lagi akibat pori-pori di tubuhmu yang dipaksa terbuka dapat dimasuki lagi oleh angin “

Teman saya mengiyakan apa yang saya katakan dan selanjutnya segera memakai bajunya. Kemudian saya sarankan segera meminum air bawang yaitu bawang merah yang telah dicuci tanpa menghilangkan kulit arinya dikeprek dengan batu ulekan dan masukkan ke dalam gelas teh. Kemudian tuangkan air panas yang mendidi ke dalam gelas tersebut sampai seperempat gelas. Tunggu air berisi bawang merah menjadi hangat-hangat kuku  dan langsung diminum. Memang air bawang tersebut mempunyai bau khas yang menyengat tapi harus dipaksakan agar cepat keluar anginnya.

Tak terasa sang teman mulai merasakan angin keluar dari badannya baik lewat kentut maupun segukan mulutnya.  Tampak sekali sang teman merasakan badan yang ringan dan merasa kantuk yang amat sangat. Kemudian sang teman minta ijin kepada saya untuk istirahat. Rupanya kondisi tubuhnya mulai baikan dan tertidurlah.

Kerokan ? Itu mah Indonesia banget, siapapun mengenal istilah kerokan dan tak mengenal tua atau muda, laki-laki atau wanita dan sebagainya. Kerokan sangat identik dengan masuk angin  dan ini cara yang paling mudah dan praktis dalam mengatasi masuk angin. Tanpa perlu obat-obat kimia cukup bahan dan peralatan yang sederhana.

Berikut adalah sebuah artikel yang membahas tentang ” Mengatasi MASUK ANGIN dengan KEROKAN! ” (ISFINATIONAL).

Masuk angin memang bukan penyakit berbahaya. Namun, bila sudah parah, virus mudah masuk tubuh. Untuk pencegahan bisa diatasi salah satunya dengan kerokan.

Kebanyakan orang Eropa mengatasi gejala flu (common cold) seperti pegal linu, perut kembung, batuk-pilek, pusing, sakit kepala, demam, meriang, dll, dengan makan sup panas, minum obat flu yang bisa didapat di toko-toko obat, lalu tidur berbungkuskan selimut.

Mirip dengan itu, orang timur khususnya orang Jawa mengatasi kondisi seperti itu dengan menghirup teh hangat atau minum ‘wedang jahe’ hangat. Sementara badan dibalur dengan minyak telon, kayu putih atau minyak apa saja yang bisa menghangatkan tubuh. Yang paling sering dilakukan adalah dengan kerokan.

Prinsip kerokan menurut Dr. Koosnadi Saputra, Sp.R, akupunkturis klinik, mirip prinsip pemanasan dengan menggunakan moxa yang sering dipakai saat jarum akupunktur ditusukkan pada tubuh untuk mengatasi masuk angin. Prinsip ini juga tidak jauh berbeda dengan model terapi kop yang biasanya menggunakan alat seperti tanduk, gelas, karet, tabung bambu dan lain-lain.

Di negeri asal teknik akupunktur, model terapi ini sudah resmi dipakai sebagai sarana penyembuhan. Menurut Mochtar Wijayakusuma, putra Hembing Wijayakusuma yang juga seorang akupunkturis, penelitian mengapa kerokan memiliki efek menyembuhkan juga pernah dilakukan di Universitas Ghuan Thou, sebuah universitas terkenal di Cina.

1. Memberi Rangsang Tubuh

- Dr. Koosnadi menyebutkan, prinsip kerokan adalah upaya meningkatkan temperatur dan energi pada daerah yang dikerok.

Peningkatan energi ini dilakukan dengan pemberian rangsang kulit tubuh bagian luar. Dengan merangsang permukaan kulit lewat dikerok, saraf penerima rangsang di otak menyampaikan rangsangan untuk menimbulkan efek memperbaiki organ yang terkait dengan titik-titik meridian tubuh seperti misalnya organ paru-paru.

- Dr. Handrawan Nadesul menambahkan, efek kerokan yang hendak dicapai adalah mengembangnya pembuluh darah kulit yang semula menguncup akibat terpapar dingin atau kurang gerak, sehingga darah kembali mengalir deras.

Penambahan arus darah ke permukaan kulit ini meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan virus.

Sementara itu alat kerokan biasanya menggunakan uang logam, koin, atau alat bantu khusus kerok yang terbuat dari plastik, tulang, keramik, batu giok, potongan jahe, potongan bawang, dan lain-lain. Alat-alat tersebut harus tumpul supaya tidak melukai kulit.

2. Berfungsi Menghangatkan

Fungsi minyak ini selain menghangatkan memang untuk melicinkan proses kerokan sehingga menghindari terjadinya kulit lecet.

Berbagai jenis minyak seperti minyak bayi, minyak jahe, dan minyak lain-lain bisa kita peroleh dengan mudah di toko-toko obat atau warung biasa. Namun jika kita malas pergi jauh-jauh atau keadaan sedikit darurat, artinya segera butuh bahan minyak, kita bisa gunakan minyak kelapa yang dicampur dengan jahe, kencur, sereh, laos, minyak kayu putih, bawang, cabai, dan lain-lain.

Bahan-bahan tersebut setelah dilumat dimasukkan ke dalam minyak yang hendak dicampur. Campuran dari bahan-bahan seperti ini sangat berguna karena minyak asiri yang terkandung di dalamnya juga berfungsi menghangatkan tubuh.

Saat dikerok, biasanya akan terjadi perubahan warna kulit. Kalau tidak merah, kulit bisa merah kebiruan, bahkan menghitam. Perubahan warna kulit ini menunjukkan tingkatan rasa sakit. Menurut Mochtar Wijayakusuma, warna kulit yang semakin menua menunjukkan semakin berat gangguan penyakitnya.

3. Sesuai Titik Meridian

- Kerokan biasanya dilakukan pada bagian tubuh seperti leher, bahu, punggung maupun pinggang. Atau bisa saja di seluruh bagian tubuh, kecuali alat kelamin, dubur, dan bola mata.

Koosnadi menyebutkan sebaiknya kerokan dilakukan dari arah atas ke bawah. Bisa juga mendatar. Sebaiknya arah kerokan disesuaikan dengan meridian. Supaya efektif kerokannya, sebaiknya berdasarkan pada titik akupuntur dan meridiannya sesuai dengan keluhan penyakit yang terjadi.

Satu hal yang patut diingat dan dilakukan bila Anda sudah kerokan adalah tidak mandi karena setelah kerokan, pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik sekalah kulit dengan lap basah (yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas).

Selain itu, Anda juga harus ingat bahwa kerokan hanyalah sebuah langkah pencegahan. Anda tetap harus memeriksakan dan mengkonsultasikan kondisi ini bila dalam tiga hari, sakit Anda tidak sembuh. Yang jelas, selama sakit lakukanlah hal-hal pendukung lainnya seperti misalnya banyak minum jus jeruk dan tomat, mengkonsumsi makanan dan minuman hangat (seperti wedang jahe, sup kaldu ayam segar yang ditambah wortel, brokoli, bawang merah dan putih) serta istirahat secukupnya.

Diterbitkan di:  on at 12:39 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Hikmah Mengunjungi Rakyatku

Kontroversikah judulnya ? Silakan menilai sendiri dan saya senang sekali kalau dikatakan demikian. Belagu amat nich orang sampai mengatasnamakan rakyat. Itupun saya terima dengan senang hati. Rakyat yang saya kunjungi hanya sebagian kecil dari jumlah rakyat Indonesia  yang mencapai 200-an juta orang. Saya hanya ingin berkhayal seperti Bupati Gorontalo, David Bobihoe Akib membawa perlengkapan mandi serta kasur lipat ke pelosok demi ”government mobile” yang pernah diekspos dalam acara Kick Andy.

Nah itulah yang membuat saya untuk gerilya di sekitaran tempat tinggal. Tujuannya adalah mencari suasana baru di malam mingguan dimana orang-orang bermasyuk ria di depan televisi nonton film atau sinetron, berantri-antri untuk menonton film di bioskop ehhh Cinema 21, candle light di cafe-cafe ataupun hotel-hotel mewah, pergi berduaan dengan sang kekasih di tempat yang romantis dan ada juga yang mencari sensasi seks di tempat-tempat yang memberikan suasan birahi heheheehe. Tapi itulah hidup dan setiap individu mempunyai kesenangan yang berbeda satu sama lain.

Kembali pada kunjungan ke rakyat adalah bagian dari silaturahim yang telah lama kutinggalkan walaupun kata mereka, itu hanya perasaan saya saja karena baru 3 bulan saya menghilang di tempattinggal mereka. Kalau ada yang tahu Kemayoran Gempol, pasti akan tahu pemukiman padat penduduk. Tapi ini bukan hanya pemukiman padat tapi menjadi tempat untuk hanya sekedar bisa tidur setelah seharian mengais-ngais rejeki di ibu kota. Mereka rata-rata mengontrak kamar dengan ukuran kamar yang sempit dan sumpek. Ada yang tinggal bersama isteri dan anak-anak dan juga dengan sanak famili atau teman sekampung. Tidak ada satu ruang yang tersisa semuanya penuh diisi oleh mereka.

Sekedar informasi, rakyatku ini kebanyakan bekerja di sektor informal yaitu pedagang kecil, penjual nasi goreng, penjual pecel lele, pedagang asongan, warteg, pengamen, penjahit maklun untuk perusahaan konveksi dan masih banyak lagi. Tetapi ada juga yang menjadi karyawan swasta seperti supir, pembantu, tukang potong pakaian, tukang jahit, pembersih jalan dan lain-lain.  Nah itulah rakyatku yang sekaligus saya anggap sebagai saudara sebangsa dan setanah air serta bukan senasib sepenanggungan karena saya merasa malu dikatakan senasib dan sepenanggungan, sementara kondisi saya lebih baik dari mereka kecuali saya mau sama-sama tinggal bersama dan berprofesi sama dengan status pekerjaan mereka. Yang benar adalah teman seperjuangan untuk bangkit bersama-sama secara ekonomi yaitu hidup yang berkecukupan  dan terpenuhinya kebutuhan primer. Kalau kata mereka ya perut keluarga mereka dapat terisi, pakaian murah dan mudah didapat, memiliki tempat tinggal yang layak, pendidikan gratis, dan biaya kesehatan yang murah dan terjangkau tanpa ada embel-embel kepentingan politik. Yang ada hanya kepentingan rakyat atau kepentingan bangsa dan negara (bahasa kerennya hehehe).

Tumben adalah kata pertama yang terucap oleh mereka ketika saya datang berkunjung ke tempat tinggal mereka. Pertama mendengarnya sempat membuat saya terkesiap tapi itu hanya becandaan mereka kepada saya. Tumben yang mereka maksud adalah jarang sekali saya datang tepat pada malam minggu. Yang mereka tahu bahwa saya biasanya tinggal di rumah (otak atik komputer) dan tidak kemana-mana setiap malam minggu. Apakah gerangan yang membuat saya berkunjung ke tempat mereka ? Jawabannya adalah menghilangkan kebosanan dan kejenuhan. Merekalah obat penghilang kebosanan dan kejenuhan saya. Banyak cerita yang saya dapat dari pengalaman hidup sehari-hari dalam mencari rejeki. Lucunya, ketika saya tanyakan tentang kasus Bank Century ataupun isu yang lagi in di jagat nusantara ini. Mereka hanya tersenyum dan menunjukkan sikap masa bodo ataupun diam. Kata mereka, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja sudah menguras energi maka buat apa capek-capek ria menanggapi isu yang berkembang. Toh mau ganti pemerintahan tetap saja hidup mereka belum berubah bahkan was-was kalau-kalau tempat tinggal mereka akan digusur oleh pemerintah untuk kepentingan pembangunan yang berkaitan dengan pengembangan areal strategis bekas Bandara Kemayoran yang ujung-ujungnya adalah kepentingan bisnis dan uang adalah rajanya hehehe. tapi sudahlah mereka hanya bisa pasrah apabila ada kejadian luar biasa yang menimpa mereka.

Sebagian besar cerita yang berkembang di lingkungan tersebut adalah bagaimana caranya agar hidup mereka bisa berubah menjadi lebih baik. mereka adalah orang-orang yang ulet, pekerja keras, pantang menyerah dan yakin terhadap Allah SWT yang akan memberikan rejeki yang pantas akibat ibadah mereka yang dilakukan setiap hari untuk memenuhi kehidupan keluarga mereka.

Peta Kemayoran Gempol (diunduh dari Google)

Selama 24 jam, lingkungan mereka selalu ramai dan saling berinteraksi secara konsisten. Yang bekerja pada siang hari tertidur pulas, sementara yang bekerja malam hari mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pekerja siang hari tersebut. Uniknya adalah jarang sekali saya digigit nyamuk dan tampak mereka yang tertidur di bangku warung ataupun di dipan kayu depan kamar menikmati tidurnya. Sepertinya nyamuk-nyamuk tidak mendapatkan tempat sekalipun untuk memenuhi kebutuhan biologisnya yaitu menghisap darah manusia. Mungkin kalau kita bisa mendengar nyamuk berbicara maka akan terdengar keluhan mereka dan bersumpah serapah kepada manusia yang tinggal di tempat tersebut. ” Sialan amat nich manusia, tidak mau berbagi tempat. Dasar manusia  tidak bisa melihat ruangan kosong langsung disewa dan ditempati hehehehe “

Ada satu cerita menarik pada saat itu dan ini tidak berkaitan dengan urusan kerok mengerok. Cerita ini bisa dikatakan keluhan seseorang  yang menjadi bagian komunitas mereka. Orang ini bercerita tentang kehidupannya yang tidak berubah dan cenderung statis. Setiap dapat rejeki nomplok maka ada saja musibah yang menimpa.

Sudah banyak berkonsultasi dengan “orang pintar” tapi tetap tidak berubah. Setelah lama berbicara ngalor ngidul untuk memancing orang tersebut tentang suatu hal yang menjadi ganjalannya. Akhirnya terungkaplah sebuah cerita yang mencengangkan. Ternyata dia merasa berdosa dengan ibunya di kampung. Saat saya tanya apakah jarang pulang kampung atau berlebaran ke tempat Ibunya ? Dia menjawab kalau dia secara rutin pulang lebaran dan tiap 3 bulan sekali pulang menjenguk ibunya. Bahkan hampir tiap bulan mengirimkan uang ke ibunya. Apakah gerangan yang mengganjal hatinya ?

Saat di kampung halamannya  dia sempat menjual sepeda hasil kerja kerasnya bekerja pada sebuah toko di kota asalnya selama 2 tahun. Uang hasil penjualan tersebut dititipkan ke ibunya  agar disimpan dengan tujuan kalau sewaktu-waktu pergi  merantau ke Jakarta maka biayanya sudah ada. Tetapi yang terjadi adalah 2 hari sebelum berangkat ke Jakarta , uang yang dititipkan ke ibunya tersebut telah berkurang banyak karena terpakai untuk keperluan mendadak ibunya. Sungguh marah dia mendengar penjelasan ibunya tersebut. Diomelinlah ibunya dan parahnya sisa uang tersebut dibuang ke lantai. Saat itu juga dia meninggalkan rumah ibunya tanpa pamit langsung berangkat ke Jakarta.

Walaupun sekarang mempunyai 2 buah outlet roti bakar (bahasa kerennya), beristeri dengan 2 anak, anak buah berjumlah 4 dan masih berlebaran ke tempat ibunya tiap tahun, tetap saja belum nampak perubahan yang berarti. Ada rejeki langsung habis dipakai buat membiayai anak atau isterinya yang tiba-tiba sakit, bahkan secara bergiliran  kayak ada jadwalnya karyawannya mendapatkan musibah seperti sakit, tertabrak motor dan sebagainya.

Setelah saya mendengar cerita tersebut langsung teringat dengan postingan Izzah tentang membaca Al Quran Surat Al Isra di waktu Ashar. Intinya di ayat 23 yang secara garis besar difimankan agar kita selalu mendoakan dan menghormati orang tua kita terutama ibu yang telah merawat dan menjaga kita sampai dewasa. Dan jangan sekali-kali mengucapkan “Ah” kepada orang tua  saat mereka memanggil kita. Saya sampaikan dengan bahasa saya makna dari Surat Al Isra ayat 23 tersebut dan kusuruh dia untuk segera minta maaf kepada ibundanya dengan segera (mumpung beliau masih hidup). Sampaikanlah penyesalan yang mendalam terhadap peristiwa masa lalu tentang  pembuangan uang ke lantai di depan ibunya tersebut. Minta maaf lah kalau perlu cium kaki ibunya.  Tanpa sadar keluarlah air matanya dan baru malam itulah dia bercerita di depan orang lain tentang peristiwa tersebut dan memang benar itulah yang menjadi ganjalan di hatinya. Dikatakan olehnya malam minggu itu adalah malam lailatul qadar bagi dia khususnya dan orang yang mendengarnya.  Dikatakannya kalau besok dia akan langsung pulang ke kampung untuk menemui ibunya dan minta maaf atas kesalahannya tersebut. Mudah-mudahan hidup dia dan keluarganya mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Amin.

Ada sebuah gambaran yang diberikan oleh rekan bisnis saya WNI  keturunan Cina. Tanah akan dikalahkan oleh api. Api akan dikalahkan oleh air. Air akan dikalahkan oleh angin. Maka selanjutnya apakah yang akan mengalahkan angin ?  Jawabannya adalah Shadaqah.  Saya persilakan untuk mencerna makna dari gambaran yang diungkapkan oleh teman saya tersebut.

Banyak orang yang merasa sudah banyak bershadaqah kepada orang lain tetapi ketika ibunya meminta sebagian kecil rejeki yang diperolehnya maka orang tersebut dengan entengnya mengatakan ” Ibu khan sudah dapat uang dari si A atau Si B (saudara-saudara kandung orang tersebut), buat apa sich ? masih kurang ??? ” Pasti ibunya hanya bisa diam memendam kekecewaan atas ucapan anaknya padahal ibu orang tersebut hanya ingin menikmati  hasil kerja keras anaknya walaupun hanya uang receh sekalipun.

Seandainya saja saya jadi pemimpin negeri ini maka ………

Diterbitkan di:  on at 12:37 pm Tinggalkan sebuah Komentar

“Mendingan Ini Daripada Judi Togel”

Pada awalnya saya tidak hiraukan keramaian yang terjadi di warung kecil dekat rumah. Tampak orang-orang kebanyakan orang dewasa menarik secuil kertas (baca kupon) yang di steples pada satu lembaran kertas karton besar. Uniknya diatas kumpulan kertas-kertas kecil terdapat berbagai macam barang yang sepertinya hadiah. Inilah yang membuat saya turut nimbrung untuk mengamati apa yang membuat orang-orang tersebut merasa terhibur.

Hanya orang-orang yang beruntung mendapatkan hadiah-hadiah tersebut, Beruntungnya dimana ? Saat orang menarik, membuka secuil kertas dan di kertas tersebut tertulis angka yang sama dengan angka yang tertempel di hadiah-hadiah tersebut maka orang tersebut berhak atas hadiahnya.

Hadiah-hadiah itu berupa baju, jaket, kain satrung, rokok, sabun mandi, sabun cuci, dan masih banyak lagi. Total hadiah yang diperebutkan berjumlah 70. Masing-masing hadiah ditempeli angka 1 sampai 70.  Tampak sekali orang-orang selalu mampir ke warung kecil tersebut. Canda tawa hingga larut malam sering terdengar layaknya orang-orang sedang menonton pertandingan bola.

Iseng-iseng Membahagiakan (dok.pribadi)

Permainan ini mengingatkan saya pada masa masa kecil dulu. Dengan membayar Rp 25 maka saya mendapatkan 1 kupon berhadiah. Terasa sekali keingintahuan saya tentang hadiah apa yang nantinya akan saya dapatkan. Rasa penasaran terus menghinggapi perasaan saya apabila kupon tersebut kosong melompong alias tidak tertulis angka sama sekali. Lucunya walaupun tidak dapat hadiah maka saya tetap bisa tertawa dan keesokan harinya mencoba lagi peruntungan saya.

Coba anda bayangkan, kita mencoba peruntungan dari 900 kupon untuk mendapatkan 70 hadiah. Kemungkinan mendapatkannya memang kecil tapi kalau beruntung bisa mendapatkan hadiah yang diinginkan. Kata tetangga saya, ” Ya mentok-mentoknya dapat 1 batang rokok (hadiah yang paling rendah) hahahaaha “

Siapa yang lebih beruntung (dok.pribadi)

Judikah ? Saya tidak tahu. Tetapi kebanyakan dari orang-orang yang ikut nimbrung selalu mengatakan ini sekedar hiburan orang kecil yang tidak mampu merasakan hiburan dengan biaya yang mahal seperti nonton film di bioskop, kongkow di cafe, makan di restoran mewah, dan sebagainya. Ini hiburan rakyat kecil Bung daripada pasang togel, penjelasan lugas orang-orang tersebut.  Hehehe benar juga ya.

Ada hal-hal positif dari permainan tersebut yaitu menjadi ajang silaturahim antar warga kampung, ajang diskusi antar warga untuk membicarakan kondisi lingkungan sekitar dan sesekali isu-isu nasional yang sedang ramai dibicarakan, tukar informasi pekerjaan baik formal maupun informal, ikut menjaga keamanan lingkungan (24 jam warung buka) sampai belajar hitung-hitungan  statistik cuma gara-gara ingin  menebak probabilitas keberhasilan mendapatkan hadiah hahahaha.

Memang ada yang keluar banyak uang khususnya orang yang bernafsu mendapatkan hadiah tetapi ada nilai kebersamaan yang terbentuk. Misalnya saya mendapatkan hadiah sebungkus rokok maka semua yang ada di warung tersebut dapat menikmati rokok tersebut dan saya mengikhlaskannya. Begitupun sebaliknya dan aturan tersebut berlaku secara otomatis. Peengecualiannya terhadap hadiah seperti baju, jaket, sarung, sabun cuci, dan lain-lain. Tetapi ada juga yang menawarkan  kembali hadiah yang diperoleh atau dijual  kepada kami dengan alasan kurang sreg, belum butuh atau memang ada yang lebih tertarik terhadap hadian tersebut.

Dapat atau tidak dapat hadiah semuanya tertawa gembira tanpa ada rasa penyesalan karena memang ini sekedar hiburan dan semua orang dapat menjangkaunya. Hanya dengan Rp 500 per kupon siapa tahu dapat hadiah yang lebih mahal dari hadiah-hadiah yang lain.  Dengan sedikit bergurau, mereka berharap kapan ya hadiahnya sekali-kali mobil mewah seharga 1,3 milyar rupiah….. Mimpi kali hahahahahahaha

Ku Mengikutimu Kau Mengikutiku

Sore hari nan indah sangat cocok untuk diisi dengan cinta. Cinta ? Ya cinta sambil merenungkan kembali apa saja yang telah kita perbuat seharian ini. Kalau perlu juga perbuatan-perbuatan kita pada masa lalu.

Banyak cinta yang telah ditunjukkan, diberikan, disia-siakan, diumbar-umbar dan sebagai tetapi tetap cinta itu keabadian yang dimiliki oleh seluruh ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.  Cinta oh cinta. Terasa sekali haru birunya rasa yang paling dalam di relung hati.

Tak ada wujud atau bentuk tapi bisa merasakan adanya cinta yang selalu membuat kita berdebar-debar sampai merinding ketagihan. Ada tapi tidak ada, tidak ada tapi merasakan adanya. Ya cinta itu layaknya warna hitam dan warna putih pada lambang sebuah agama. Oh sungguh indah.

Kau mengikuti dan akupun akan mengikutimu. Layaknya magnet yang mempertemukan dua kutub yang berbeda dengan hukum-hukum kehidupan yang menyertainya. FOLLOW YOU FOLLOW ME.

Stay with me,

My love I hope you’ll always be

Right here by my side if ever I needed you

Oh my love

In your arms,

I feel so safe and so secure

Everyday is such a perfect day to spend

Alone with you

I will follow you will you follow me

All the days and nights that we know will be

I will stay with you will you stay with me

Just one single tear in each passing year

With the dark,

I see so very clearly now

All my fears are drifting by me so slowly now

Fading away

I can say

The night is long but you are there

Close at hand I’m better for the smile you give

And while I live

I will follow you will you follow me

All the days and nights that we know will be

I will stay with you will you stay with me

Just one single tear in each passing year there will be

I will follow you …

Diterbitkan di:  on at 12:30 pm Tinggalkan sebuah Komentar

KU TAK MENGEJAR KAROMAH, YANG KUKEJAR ISTIQOMAH

” Salut gw ama loe, masih mau mengurus nyokap loe. Lihat saja nanti banyak karomah yang akan loe dapatkan karena anak yang mau mengurus atau merawat orang tuanya yang sudah renta akan mendapatkan banyak barokah dan karomah dari Allah SWT “

Begitulah kalimat-kalimat sering diucapkan oleh orang-orang mengenal saya. Yang saya lakukan hanya menjawab “Amin” dengan sambil tersenyum-senyum. Kok tersenyum-senyum ? Apakah ada yang salah dengan kalimat-kalimat diatas ?

Tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat diatas, hanya saja saya melihatnya dari perspektif yang berbeda. Berbeda? Ya berbeda dan mungkin dianggap terlalu naif ataupun idealis. Perspektif yang ingin saya sampaikan mudah-mudahan dapat memberikan manfaat atau mungkin pencerahan (walaupun saya bukan ulama ataupun pemuka agama).

Saya selalu menjawab demikian, “saya tidak pernah mengharapkan, memikirkan, mencita-citakan apalagi merencanakan karomah/barokah yang diberikan oleh Allah SWT. Biarkan karomah/barokah itu menjadi urusan Allah SWT melalui malaikat-malaikat-Nya. Yang terpenting adalah saya telah beristiqamah sebagai seorang anak untuk berbakti kepada orang tua. Semua itu dilandasi oleh nilai-nilai Kasih Sayang (Rahman Rahiim). Layaknya Rahman-Rahiim Allah SWT kepada Umat Manusia dan begitu juga Rahman Rahiimnya orang tua terhadap anak ataupun anak terhadap orang tua. Semua itu tidak bisa dinilai dengan apapun sekalipun yang namanya karomah karena yakin Allah tahu apa yang terbaik buat seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya (maaf kata berbakti bukan suatu hal yang bersifat riya tapi sudah menjadi naluri seorang manusia yang sangat menghormati orang tua). Nah istiqomah itulah yang menjadi lokomotifnya.

Saya banyak mendengarkan curhat teman yang merasa menyesal karena tidak dapat menyenangkan orang tuanya karena kedua orang tuanya atau salah satunya sudah meninggal dunia. Menyenangkan disini bukan sekedar memberikan materi yang berlebih tapi kasih sayang yang tulus. Dengan meneteskan air mata, mereka mengungkapkan rasa penyesalannya. Memang benar penyesalan datangnya belakangan tapi itu tidak membuat rasa kasih sayang mereka terhadap orang tua berhenti sampai disitu. Kasih sayang akan terus berlanjut dan dapat diungkapkan dengan doa kepada orang tua ataupun para leluhur yang telah meninggalkan kita dan kasih sayang juga bisa diwujudkan dengan menceritakan kembali hal-hal yang baik tentang orang tua kita kepada anak-anak kita agar ini bisa menjadi tradisi turun temurun dan menjadi kebanggaan generasi berikutnya. Inilah yang menurut saya bisa dianggap anak yang soleh.

Hari Pahlawan ini dapat menjadi momentum bagi semua untuk menunjukkan kepada orang tua2 kita pendiri bangsa tentang makna kesolehan (anak yang soleh). Saat ini banyak yang berpikir setealh manusia meninggal dunia maka selesailah ceritanya, Padahal peribahasa kita mengatakan “gajah mati meninggalkan gading, harimau mati mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kebaikan”. Atau paribahasa jawanya “mikul duwur mendem jero”. Padahal banyak cerita yang bagus tentang keheroikan para orang tua terutama tentang nilai-nilai pengorbanan, kejujuran, kebenaran, budaya sopan santun, dan ketauhidan yang sepertinya sudah mulai jarang kita dengar, baca, tumbuh kembangkan dan sebagainya pada saat ini. Jadi teruslah beristiqomah dalam kebaikan, kebenaran, kesolehan dan ketauhidan dalam kehidupan di dunia. Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita bangsa Indonesia dan yakinlah bencana, musibah atau apapun yang berdampak negatif akan menjauh ataupun enggan mendekat.

Renungkan dan mudah-mudahan bermanfaat

Sumber gambar : http://kfk.kompas.com/sfkphotos/2009/02/15/kasih-sayang-tiga-generasi-3618

Diterbitkan di:  on November 11, 2009 at 12:34 am Tinggalkan sebuah Komentar

OPERA KEBINGUNGAN


 

 

Bingung……… Apanya
Mengapa harus ditanyakan
Mengapa tidak dirasakan
Mengapa tidak diresapi

Dimana hati nuranimu
Dimana kecerdasan berpikirmu
Dimana ujung pangkalnya
Dimana letak kebenarannya

Dia bingung
Kamu bingung
Mereka bingung
Kalian bingung

Tapi aku tidak
Mengapa harus bingung
Mengapa tidak dipertanyakan
Mengapa masa bodo

Bukan…bukan….bukan begitu
Tidak….tidak….tidak seperti itu
No….No…No…jawabanku
Kutahu sebenarnya sikapku

Pertunjukkan siap dimulai
Fragmen awal telah dibuka
Sandiwara tengah dipertontonkan
Alur cerita tampak mengalir

Bingung…bingung…bingung
Pemain-pemain bukan berlakon
Tahapan cerita loncat-loncat
Dikatakan cerita misteri

Stop aksi bingungmu
Ini nyata bukan misteri
Biarkan cerita berlanjut
Tanpa pengaruh oleh anasir dari luar

Tertawalah dirimu
Tersenyumlah melihatnya
Terkesimalah akan aksi permainannya
Toh akan berhenti juga

Jangan…jangan…jangan bingung
Jangan…jangan…jangan menduga-duga
Jangan…jangan…jangan marah-marah dan mencaci maki
Jangan…jangan…jangan reaktif berlebihan

Jadilah penonton yang menyenangkan
Jadilah penonton yang elegan
Jadilah penonton yang cerdas
Jadilah penonton yang baik
Karena sutradaranya memang bodoh

Diterbitkan di:  on November 7, 2009 at 12:32 pm Tinggalkan sebuah Komentar

SUARA HATI

” Mas…mas….mas…. mas Tjiploek dimana ya ? ” panggil Mbok Minah kepada Tjiploek

” Saya lagi di gudang, ada apa Bi ? ” jawab Tjiploek yang dari tadi sibuk membereskan badan di gudang.

” Mas, ada yang cari “

” Siapa ya Bi ? “

” Kurang tahu tapi keliatannya kenal dekat sama Mas Tjiploek “

” Laki-laki atau perempuan ? “

” Laki-laki, seumuran ama Mas “

” Ohhhh gitu. Sudah disuruh masuk Bi ? “

” Sudah Mas, dia lagi tunggu di beranda depan. Tadi disuruh duduk di ruang tamu dia tidak mau. Katanya enakan di luar banyak angin “
Memang rumah Tjiploek terasa adem dan nyaman karena banyak ditanami tanaman buah-buahan.

Kemudian Tjiploek segera membersihkan diri di kamar mandi dan masuk kamar untuk memakai baju karena kebiasaan Tjiploek kalau di rumah jarang pakai baju. Langsung Tjiploek bergegas ke beranda depan.

” Assalamulaikum “

” Wa alaikumusalam ” jawab tamu pria tersebut.
Belum sempat Tjiploek melihat siapa pria tersebut, langsung pria tersebut memeluk erat-erat Tjiploek dengan wajah berseri-seri seperti teman lama yang sudah lama tidak bertemu.

” Ehhhh kamu Manggala waduhhhhhhh…… ” Tjiploek tampak kaget dengan peluk tapi Tjiploek kenal sekali sekali dengan sosok pria tersebut yang ternyata bernama Mandala. Akhirnya keduanya saling berpelukan tapi bukan pelukan gay lho hehehehehe

” Bagaimana kabarnya  kamu, Ploek ? ” Manggala memperhatikan Tjiploek mulai dari atas kepala sampai ke bawah.

” Baik…baik…baik seperti yang kamu lihatlah. Kalau kamu bagaimana ? Kelihatannya kamu sudah berubah, Manggala “

” Ya beginilah tapi yang penting sehat. Ibu bagaimana Ploek ? “

” Ibu baik, tuh beliau ada di dalam sedang menonton snetron hehehehe “

” Sebentar ya Ploek saya mau menyapa ibu kamu dulu ” Manggala langsung masuk ke dalam sambil membawa kantung plastik besar, sepertinya bawa oleh-oleh makanan dan buah untuk Ibunya Tjiploek. Setelah beberapa menit Manggala kembali ke beranda menemui Tjiploek.

” Mau minum apa nich ? “

” Apa sajalah Ploek, kalau bisa kopi kayak jaman dulu hehehehe. Oh ya ini ini ada 2 slop rokok Dji Sam Soe  kesukaanmu “

” Wahhhh terima kasih banget nich, tapi sebentar ya saya masuk kedalam mau buatkan kopi racikan Mas  Tjiploek hahahahaaha “
Dalam hitungan menit Tjiploek sudah membawa du buah gelas kopi .

” Ini kopi khusus kubuatkan buat kamu, Manggala. Masih ingatkan racikannya hehehehe “

” Ya, ingat banget kopinya banyak, tapi sedikit gula kalau perlu tidak pakai gula hahahahahaah pahit puoool “

” Oh ya kamu sekarang tinggal dimana, Manggala ? Bagaimana kabar isteri dan anak-anakmu ? “

” Saya tinggal di Pondok Pinang dekat  Pondok Indah. Kabar anak istriku baik saja Ploek. Cuma…… “

” Cuma apa ????  Ada apa nich. Kok wajahmu berubah, Manggala. “

” Ahhh tidak apa-apa, kalau kamu bagaimana Ploek. Apa aktifitasmu sekarang ? “

” Ehhh ini orang malah mengalihkan pembicaraan. Kalau saya masih seperti yang dulu luntang lantung tidak punya kerjaan kecuali dikerjaain orang dengan segala hal yang berbau duniawi hehehe. Tapi pertanyaanku kok belum dijawab. “

” Yang mana ? “

” Yang cuma itu lho…. “

” Yaitu, ehm ehmmmmm aku telah bercerai dengan istriku. “

” Ahhhhh sejak kapan ? Kok bisa ? Trus anak-anak ?….. ” Tampak Tjiploek kaget mendengar jawaban Manggala.

” Sudah 2 tahun yang lalu. Sementara anak-anak ikut ibunya dan setiap akhir pekan menginap ke rumahku. Sekarang saya jadi manusia bebas alias bujangan lagi heheheheehe “

” Jangan begitu ah Manggala tetap kamu punya tanggung jawab terutama kepada anak-anakmu. Kalau tidak salah 2 orang khan anakmu. Siapa itu namanya Manggala ? “

” Benar Ploek. Yang pertama laki-laki berumur 7 tahun SD kelas 1 dan namanya Akbar. Yang kedua perempuan berumur 5 tahun baru  TK dan namanya Annisa “

” Nama-nama yang bagus sekali anakmu, Manggala. “

” Benar Ploek, memang dari dulu saya ingin menamakan anak-anaku dengan nama yang baik. “

” Terus kenapa kamu bisa bercerai ? Sepengetahuanku, kamu orang yang bertanggung jawab, ganteng, gagah, alim dan punya mental yang kuat. Tidak seperti saya, Manggala hehehehe “

” Kamu memang tidak pernah berubah Ploek selalu rendah hati dan sekarang saya melihat kamu lebih tenang, bijaksana, lebih mirip kayak orang tua atau orang yang dituakan walaupun…. “

” Walaupun apa ……. “

” Itu lho penampilanmu Ploek, kumel, jarang mandi, pakai baju asal-asalan tuh liat pakai baju aja terbalik hehehehehe tapi ada yang berubah yaitu kumis dan jenggotmu makin lebat hahahahahaha “

” Nah gitu dong tertawa kayak sewaktu kita mengelana kemana-mana dahulu. Tetapi kamu kelihatan lebih parlente, pakaian rapi, rambut klimis, sepatu mengkilat dan yang ga tahan minyak wanginya itu lho…. “

” Kenapa dengan minyak wangi ku “

” Menyengat sekali seperti yang dipakai sama om-om hahahahaha Trus kalau ingat dulu sewaktu mengelana. Kita khan jarang mandi dan kamu khan yang bau badannya paling……..bau busuk “

” Aku rindu dengan masa lalu Ploek sewaktu kita mencari suatu kebenaran hakiki tentang hidup. Aku kangen ama kamu yang selalu menemukan ide-ide atau pikiran yang kadang nyeleneh Ploek “

” Kok jadi melankolis gini sich….. Omong-omong sekarang kamu kerja dimana ? Sudah hampir 8 tahun kita tidak bertemu. Apa saja yang terjadi dengan kamu selain perceraian itu. “

” Ingat ga Ploek sewaktu kita safari ramadhan terakhir dengan si Edan sebelu beliau meninggal. “

” Ya ingatlah banyak peristiwa yang kalau dipikir sekarang membuat kita malu karena rasanya ga mungkin kita lakukan. Berpikir terbalik yang bisa membuat orang satu kampung marah-marah dan mengamuk. “

” Itu salah satunya, saat safari ramadhan itu khan kita pernah jadi tukang cuci piring di depan mesjid didaerah Jakarta Timur itu lho “

” Ya ya saya ingat trus…. “

” Sehabis tarawih sewaktu membersih meja warung Pak Amat, saya bertemu dengan seorang Bapak namanya Pak Yunus dan sempat ngobrol dengan beliau sampai jam 1 malam. “

” Saya waktu itu ada dimana ya ? “

” kamu ama si Edan kalau ga salah ke tempatnya Imam mesjid itu lho. “

” Ya ya saya ingat, trus apa yang kamu bicarakan dengan Pak Yunus “

” Banyak hal Ploek. Mungkin karena cocok dan klop terus beliau memberikan kartu namanya dan menyuruh saya bersilaturahmi ke rumahnya. Tahu ga Ploek, ternyata beliau itu pentolan partai besar di republik ini. saat itu beliau masih anggota DPR atau DPRD dech kalau tidak salah “

” Ohhh gitu, terus kamu berkunjung ke rumahnya “

” Ya setelah meninggalnya almarhum Edan kurang lebih 3 bulan setelah pertemuan itu saya main-main ke rumahnya Pak Yunus. Sungguh kaget beliau dengan kedatangan saya. Saya disambut dan diperlakukan dengan baik. Singkat cerita, hubungan kami makin akrab dan saya dijadikan asisten pribadinya. Selain itu saya dijodohkan dengan putrinya, Irawati. Kebetulan beliau hanya mempunyai anak tunggal ya Irawati itu. Setahun kemudian kami menikah…maaf aku tidak mengundangmu Ploek. Hidup kami bahagia, segala kebutuhan hidup terpenuhi pokoknya  serba kecukupanlah. Saya ditugasi oleh mertuaku untuk mengurusi perusahaannya dan diangkat jadi direktur utama. “

” Luar biasa sekali perjalanan hidupmu Manggala “

” Memang luar biasa. Mungkin ini jawaban Allah atas perjalan safari ramadhan yang selalu kita jalankan itu Ploek walaupun hanya 3 kali puasa ramadhan. “

” Itulah kalau Allah punya kehendak dan kuasa. “

” Tapi Ploek, ternyata itu adalah ujian yang diberikan Allah kepadaku “

” Ujian Allah ??? Maksudnya ? “

” Hidupku memang serba kecukupan apalagi setelah lahir Akbar. Sepertinya Allah sedang bermesraan denganku Ploek. Tanpa kusadari dekatnya aku dengan Allah maka setan-setanpun mendekat juga dengan aku dan keluargaku. “

” Maksudnya ? “

” Tanpa kusadari rupanya setan-setan tersebut telah mempersiapkan strateginya sudah cukup lama untuk menggoda keimananku.  Aku khilaf dan termakan godaan setan. Godaan kekayaan dan kemudahan hidup telah menutup mata batinku. Aku mulai lupa dengan jati diriku dan siapa Manggala sebelum menjadi orang kaya. Aku sibuk dengan urusan kantor sementara istriku sibuk dengan urusan partai dan anakku lebih banyak tinggal di rumah Pak Yunus (kakeknya). Karena tiap kami ada aktivitas baik kantor maupun partai, Akbar selalu dititipkan di tempat kakeknya. Tanpa terasa itu berjalan selama 4 tahun. Walaupun sudah lahirnya Annisa tetap saja kehidupan yang membosankan itu berlangsung terus menerus. Komunikasi kami sebagai suami-istri kurang sekali. Sampai pada satu titik dimana keimananku diuji oleh seorang wanita. Aku selingkuh dengan sekretarisku sendiri. Ini disebabkan hampanya kehidupan rumah tanggaku dan kebetulan sekretarisku dapat mengisi kekosongan peran istriku. Padahal semua itu semu belaka Ploek. Rupanya sekretarisku hanya ingin kekayaanku saja. Bisa dibuktikan saat perusahaan kolaps dan phk besar-besaran ternyata wanita itu yang duluan menghilang dan tidak pernah kerja lagi alias ngabur. “

” Istrimu tahu dengan kelakukanmu, Manggala “

” Bukan itu saja, rupanya Irawati sudah mengendus dan mengetahui perselingkuhan tersebut tetapi dia diamkan saja. Rupanya istriku juga melakukan selingkuh  dengan pria lain. Ini saya ketahui sewaktu putusan cerai pengadilan agama. Dia minta maaf karena selama ini telah berbohong dan itu dilakukannya pada saat Akbar berumur 2 tahun. Astaghfirullah al azhiim, tak kusangka sebelumnya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Kemesraanku dengan Allah rupanya makin mesranya setan dengan diriku Ploek “

” Walah-walah Tuhan dan Hantu memang mempunyai suku kata yang sama tetapi terbalik dan berlawanan satu sama lain. “

” Ya begitulah Ploek, malah aku melihat kamu lebih bahagia dibandingkan dengan diriku. Yang kudengar dari teman-teman, Kamu selalu mendengar suara hatimu dahulu sebelum mengambil keputusan dan melangkah. Benar ga Ploek “

” Ah bisa-bisanya mereka saja, surga dan neraka itu adanya disini Manggala (Tjiploek menunjukkan jari telunjuknya ke hatinya). Tergantung kita sebagai manusia, mau hidupnya dijadikan surga atau neraka “

” Benar sekali Ploek “

” Tuh dengar Manggala “
Terdengar suara sayup sayup-sayup dari radio tetangga sebelah Tjiploek dan keduanya tampak serius menyimak.

di sini aku masih sendiri
merenungi hari-hari sepi
aku tanpamu, masih tanpamu

bila esok hari datang lagi
ku coba hadapi semua ini
meski tanpamu oooh meski tanpamu

bila aku dapat bintang yang berpijar
mentari yang tenang bersamaku disini
ku dapat tertawa menangis merenung
di tempat ini aku bertahan

suara dengarkanlah aku
apa kabarnya pujaan hatiku
aku di sini menunggunya
masih berharap di dalam hatinya

suara dengarkanlah aku
apakah aku slalu dihatinya
aku di sini menunggunya
masih berharap di dalam hatinya

kalau ku masih tetap disini
ku lewati semua yang terjadi
aku menunggumu, aku menunggu

suara dengarkanlah aku
apa kabarnya pujaan hatiku
aku di sini menunggunya
masih berharap di dalam hatinya

suara dengarkanlah aku
apakah aku ada dihatinya
aku di sini menunggunya
masih berharap di dalam hatinya

” Benar Ploek , indah sekali “

” Ingat Manggala, itu bukan hanya sekedar lagu tentang cinta atau asmara-asmaraan tetapi dapat dijadikan perenungan atau komunikasi dengan batin yang suci yaitu batin ilahi “

” Ya ya ya kuncinya komunikasi “

” Ingat ga, bagaimana cara almarhum si Edan melakukan komunikasi dengan penduduk yang marah dan hampir mengamuk ketika  dia dengan sengaja merubah lafadz azan subuh  “ash-shalatu khairum minannaum” (Sholat lebih baik daripada tidur) menjadi “annaumu khairum minash-shalat” (Tidur lebih baik daripada sholat) sewaktu safari ramadhan terakhir dengan almarhum ” (http://cechgentong.multiply.com/journal/item/138)

” Ingat Ploek “

” Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah dst, terus panggil namaNya sampai terdengar suaraNya memanggilmu di dalam relung hatimu sehingga jangan sampai kemesraan kita dengan Nya disisipi oleh kemesraan lain alias setan. Dan Gusti Allah tidak pernah tidur. Sama halnya dengan kemesraan kita dengan keluarga “

” Ngerokok lagi ahhhhh “

Diterbitkan di:  on September 11, 2009 at 1:37 am Komentar (2)

Tersadar

Alam bawah sadarku bergerak
Alam bawah sadarku bergejolak
Alam bawah sadarku berontak
Alam bawah sadarku berteriak

Hai alam pikir, segeralah bekerja
Hai alam pikir, segeralah berputar
Hai alam pikir, segeralah berbuat
Hai alam pikir, segeralah bertindak

Hari berganti hari
Memori itu hampir meredup
Tahun berganti tahun
Nostalgia itu seakan hilang

Telah datang Dia
Dengan suatu perubahan
Perubahan yang mencengangkan
Mengingatkan kita akan masa lalu

Gelap dalam kegembiraan
Terang dalam kesedihan
Tampak malam diisi dengan kembang api
Tampak siang diisi dengan keniscayaan lampu

Gejolak hati anak kecil
Gembira mendapatkan mainan
Gejolak pikir anak remaja
Haru biru dalam keasmaraan

Semu dan nyata menjadi satu
Hati dan pikir melebur
Air dan api berbaur
Laut dan daratan tak berbatas

Dia menghampiri, pikiranku terus menahan
Dia telah dekat, hatiku hanya untuk ilahi
Inilah saatnya untuk  kembali keharibaanMu
Menunjukkan auman sejati ciptaan yang paling mulia

Diterbitkan di:  on at 1:16 am Tinggalkan sebuah Komentar