Delapan Prabu Siliwangi

Posted on Updated on

dok.cech

Hari ini saya membuat status di FB yang berisikan tentang sosok-sosok Prabu Siliwangi. Lho kok kata sosok memberi kesan kalau Prabu Siliwangi bukan satu orang tetapi banyak orang. Sering kali saya menemui banyak orang yang mengaku-ngaku keturunan Prabu Siliwangi. Tetapi saat saya menanyakan siapa namanya dan dimana makamnya maka yang saya terima hanya jawaban kebingungan alias mutar-mutar tidak karuan. Bukan saya sombong atau lebih tahu tetapi ini penting agar orang-orang yang mengaku keturunan Prabu Siliwangi tersebut terbuka matanya dan mencari tahu siapa yang dimaksud dengan nenek moyangnya (karuhun bahasa sundanya) tersebut. Bukan katanya atau mengaku-ngaku tanpa pernah membuktikan dan menyatakan dengan cara menziarahi karuhun yang dimaksud dengan Prabu Siliwangi tersebut.

Memang banyak literatur yang telah mengupas sosok Prabu Siliwangi tetapi kebanyakan penulisnya berasal dari negeri Belanda dan menulis hanya untuk kepentingan Belanda saat itu. Perlu diketahui Siliwangi itu adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang dianggap telah menguasai arti Silih Asuh, Silih Asih dan Silih Wawangi dalam laku lampahnya sehari-hari. Karenanya itu orang tersebut pantas mendapatkan gelar Prabu Siliwangi.

Perlu diketahui sekian lama saya banyak berkecimpung dengan budaya Sunda dan kebanyakan orang Sunda akan merasa kaget setelah mengetahui asal usul saya. Bapak saya keturunan Jawa dan Ibu Keturunan Sumatera. Jadi jelas sekali sangatlah mengagetkan bagi mereka yang merasa orang Sunda atau merasa keturunan Sunda pada saat mendengar saya bercerita tentang perjalanan ziarah karuhun mereka dan hafal nama-nama karuhun mereka. Tetapi satu hal masih banyak informasi tentang kesundaan yang belum diketahu karena keterbatasan bahasa Sunda yang saya miliki.

Kembali ke masalah Siliwangi, Uyut saya pernah mengatakan kalau gelar itu hanyalah mainan alias boneka-bonekaan agar orang Sunda menyadari betapa luhurnya nilai adat istiadat dan budaya Sunda yang melekat dengan nama Siliwangi tersebut. Atas seijin para orang tua, sepuh dan Uyut yang saya hormati maka dengan ini saya ingin menjelaskan tentang sosok Siliwangi ini. Siliwangi identik dengan gelar Hamengkubuwono (Sultan Ngayogyakarto Hadiningrat) yang jumlahnya ada 10 orang. Kalau Prabu Siliwangi berjumlah 8 orang. 8 bagi orang Sunda adalah angka tertinggi (kesempurnaan) dan mengandung makna dalam karena berkaitan dengan alam semesta.

Sebenarnya siapa saja 8 orang yang mempunyai gelar Prabu Siliwangi tersebut :

1. Prabu Tajimalela (Petilasannya ada di banyak tempat, salah satunya ada di Gunung Masigit, Cibubut Sumedang).

2. Prabu Lembu Agung (Petilasannya juga banyak tetapi yang terkenal ada di Makam Agung Desa Cipaku Sumedang).

3. Prabu Batara Anggara (Petilasannya juga banyak tetapi yang terkenal ada di Gunung Salak Bogor).

4. Prabu Tarumanagara atau terkenal dengan nama Sri Baduga Maharaja ( Petilasannya yang terkenal ada di Prasasti Batu Tulis Bogor).

5. Prabu Walang Sungsang Cakra Buana ( Petilasannya ada di daerah Turusmi, Cirebon).

6. Prabu Munding Wangi ( Kalau Prabu Munding Wangi dianggap Ngahyang alias tidak jelas dimana petilasan ata makamnya tetapi banyak yang menduga berada di Sancang 21 perbatasan Garut-Tasikmalaya).

7. Prabu Kian Santang (Sama seperti Prabu Munding Wangi yaitu menghilang alais tidak jelas makamnya tetapi banyak orang yang menziarahi ke Godog Suci Cibiuk Garut).

8. Prabu Geusan Ulun ( Raja Sumedang Larang sebagai penutup atau sengaja dihilangkan kerajaan Galeuh Pakuan Pajajaran dan makamnya ada di Makam-makam Raja Sumedang di Kota Sumedang).

Mudah-mudahan dengan penjelasan ini membuat orang Sunda atau merasa keturunan Sunda mulai menyadari akan jati dirin ya sebagai orang Sunda dan bukan hanya sekedar mengaku-ngaku. Ada satu hal yang perlu saya ingatkan bahwa banyak sekali orang Sunda yang membangga-banggakan barang-barang pusaka milik karuhun seperti kujang, kilab bahu, mahkota, dan lain-lain tetapi hanya sebatas bangga dan tidak pernah mau mencari tahu siapakah yang membuat barang-barang pustaka tersebut. Atau mencari tahu dimanakah makam-makam karuhun yang membuat barang-barang pusaka tersebut. Ziarahilah makam-makam mereka karena dari merekalah orang Sunda berasal dan jangan gampang mencap musyrik karena orang yang mengatakan musyrik tersebut justru yang tidak mengerti tentang jati dirinya. Jangan sampai kalian orang Sunda malah dikaitkan dengan istilah Dasar Sundel karena Sunda itu bisa berarti Susunan Dasar yang berlandaskan Pajajaran (sama ajarannya yaitu ketauhidan) dan bukan Pejajaran. Saya saja bukan orang Sunda tertarik terhadap budaya Sunda, masak orang Sunda sendiri tidak mau sama sekali tertarik dengan ajaran Sunda. Apa kata dunia ? Dari batukah asal kalian ?

About these ads

91 pemikiran pada “Delapan Prabu Siliwangi

    ws.rudi berkata:
    Agustus 30, 2010 pukul 1:25 am

    nice artikel gan, sy jadi tau mengenai Prabu Siliwangi ternyata seperti wali songo gitu ya.

    NB: buat netter yang doyan makan mampir ke http://masakan-resto.blogspot.com ya

    Buat tuan rumah blog ini terima kasih banyak :) sukses selalu dan semangat nge-blog ya gan.

      ruddabby responded:
      Agustus 30, 2010 pukul 8:28 am

      terima kasih bos atas apresiasinya. sukses juga buat bos rudi :)

    Mie berkata:
    September 19, 2010 pukul 10:23 am

    manthab lah…. padahal beberapa hari yang lalu saya abis dr cirebon, dan tarikan ke pangeran walangsungsang sangat kencang, tetapi ada kabar yg mengatakan bahwa petilasan pangeran walangsungsang dilarang untuk wanita… benarkah itu mas ? dan mengapa ?

    terima kasih

      ruddabby responded:
      September 21, 2010 pukul 10:20 pm

      yang sayadengar begitu tapi saya kurang mengerti alasannya terima kasih

    dildaar80 berkata:
    Desember 6, 2010 pukul 11:56 am

    busyet dah kata akhirannya itu lho..

      ruddabby responded:
      Desember 14, 2010 pukul 1:57 pm

      kok busyet hehehe

        SUNDA UJANG berkata:
        April 21, 2013 pukul 4:46 pm

        saya orang sunda.. itu kata akhiran KAU, seakan2 KAU yang paling tau aja tentang SUNDA ..

    dylan berkata:
    Februari 25, 2011 pukul 4:35 pm

    Subhanalloh..

    tugiman77 berkata:
    Februari 27, 2011 pukul 3:41 pm

    terasa angkuh.. :’(

      ruddabby berkata:
      Februari 28, 2011 pukul 6:59 am

      alhamdulillah

    Qemod berkata:
    Januari 2, 2012 pukul 1:45 pm

    Assalamu’alakum WR.WB… mohon maaf saya ingin tanya, atas dasar apa/ dari mana anda bisa berpendapat bahwa nama2 ke 8 (delapan) orang tersebut di atas bergelar PRABU SILIWANGI juga, wassalam…

      ruddabby responded:
      Januari 2, 2012 pukul 3:16 pm

      hasil ziarah dan diskusi dengan kakek buyut saya dan sesepuh di jawa barat. terima kasih

    Qemod berkata:
    Januari 4, 2012 pukul 8:32 pm

    saya sangat menghargai pendapat saudara, apakah anda tahu pada nama Pangeran Walangsungsang/ Pangeran Cakrabuana dan Prabu Kian Santang adalah orang yang sama?! dan saya tidak menemukan dari ke 8 (delapan) orang tersebut dengan nama Ratu Jayadewata, terima kasih

    ruddabby responded:
    Januari 4, 2012 pukul 9:55 pm

    saya juga menghargai pendapat mas Qemod. jadi sebaiknya mas Qemod buatkan tulisan juga agar kita bisa saling sharing. terima kasih.

    Qemod berkata:
    Januari 5, 2012 pukul 12:04 am

    owh… mohon maaf, saya pribadi tidak ahli seperti anda dalam membuat suatu tulisan, saya lebih suka membaca/ mencari sejarah, khusus’a KERAJAAN – KERAJAAN di NUSANTARA yang fakta’a benar2 ada, jadi sekali lagi saya mohon maaf, sukses buat anda, sampai jumpa dilain waktu, wassalamu’alaikum wr.wb

    fahmi berkata:
    Februari 5, 2012 pukul 12:48 pm

    hey mas bro, maaf yah mungkin banyak orang sunda yang tahu soal sejarah sunda tapi mereka tidak so tau. jangan berpikir pendapat anda yang paling benar. ok mas

      ruddabby responded:
      Februari 5, 2012 pukul 1:46 pm

      Terima kasih atas komentarnya.

      Saipul karna berkata:
      September 13, 2012 pukul 2:11 am

      sy sebagai orang sunda sangat bangga dan menghargai pak. rudy dapat menulis dan memberitahukan sejarah tentang 8 Prabu silih wangi..karena apa yg diceritakan semua nyata fakta sampai ke situs2nya dapat anda lihat. dan saya hanya mengingatkan dan meluruskan untuk orang sunda pada khususnya, cerita sejarah dari pak Rudy patut dihargai, meskipun dia bukan orang sunda tapi saya bangga dia dapat menulis berdasarkan bukti yg ada di Museum prabu geusan ulun. Sumedang. hatur nuhun pak.Rudy …

    fahmi berkata:
    Februari 5, 2012 pukul 12:53 pm

    jangan merendahkan jiwa orang sunda, apalagi anda bukan orang sunda, maaf penuh hormat saudaraku dari manapun sumber anda, bukan berarti itu yang benar.

      ruddabby responded:
      Februari 5, 2012 pukul 1:49 pm

      saya tidak merendahkan suku sunda. justru saya ingin membangkitkan kembali semangat kesundaan. yang mempunyai karuhun yang hebat2. terima kasih.

    :) berkata:
    Februari 20, 2012 pukul 5:28 pm

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

    salam kenal mas rud..
    sy senang dengan informasi yg anda berikan mengenai sejarah kerajaan khususnya padjajaran..
    mungkin kerajaan2 sunda yang pernah berdiri tidak terlalu banyak meninggalkan bukti2 yang jelas.. berupa peninggalan bangunan, artefak atau yg lainnya.. yg menjadikan kita sebagai orang sunda, seperti tidak memiliki latar belakang sejarah yg pasti..

    memang betul apa yg dikatakan oleh mas rud “bahwa siliwangi adalah sebuah gelar” tapi harus kita ketahui gelar atau tahta itu amanah yang sangat agung dan penuh dengan makna bukan seperti yg anda katakan..

    “kalau gelar itu hanyalah mainan alias boneka-bonekaan” kita perlu tau.. dan tidaklah mudah bagi seseorang untuk mendapatkan gelar atau tahta.. jangankan bagi orang biasa.. bagi turunan raja/ bangsawan pun sangatlah sulit.. dan harus mengalami proses dan peristiwa terlebih dahulu..

    anda sendiri yang mengatakan

    “Perlu diketahui Siliwangi itu adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang dianggap telah menguasai arti Silih Asuh, Silih Asih dan Silih Wawangi dalam laku lampahnya sehari-hari. Karenanya itu orang tersebut pantas mendapatkan gelar Prabu Siliwangi…” :) bukan seperti itu mas.

    perlu anda ketahui, sebuah tahta atau gelar itu adalah sebuah amanat yang agung ..

    Al-Qur’an dalam surat An-Nisa ayat 58 mengingatkan

    “Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yg layak menerimanya. Apabila kamu mengadili diantara manusia bertindaklah dgn adil Sungguh Allah mengajar kamu dgn sebaik-baiknya krn Allah Maha Mendengar Maha Melihat”

    Karena itu adlah menjadi kewajiban seseorang yang telah di berikan gelar dan tahta utk memelihara suatu amanat yg telah diamanatkan.. dgn cara sebaik-baiknya..

    Dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 disebutkan

    Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan “Jika kamu bersyukur Aku akan memberi tambahan kepadamu; tetapi jika kamu tidak bersyukur sungguh adzab-Ku dasyat sekali”

    Maksud ayat diatas memerintahkan manusia agar pandai mensyukuri ni’mat Allah; Artinya mensyukuri ni’mat disini bukan hanya mengucapkan lafadh ‘alhamdulillah‘ seperti biasa diucapkan.. tapi harus menggunakan ni’mat itu sesuai perintah-Nya.
    karna gelar atau tahta adalah amanat, anugrah dan nikmat Allah swt.. yang harus digunakan utk meningkatkan kesejahteraan hidup suatu bangsa atau kerajaan baik spirritual maupun material..

    coba anda kaitkan dengan wejangan kisah prabu munding wangi.. sebelum beliau ngahyang atau menghilang..

    Point nya GELAR adalah suatu anugrah yang harus dijaga dan kita hormati sebagaimestinya..

    dan menurut saya… apa yg sudah mas jelaskan tentang 8 orang yang memiliki gelar prabu siliwangi itu adalah SALAH BESAR..
    karna kita tidak tahu secara pasti ada berapa dan siapa saja yg mendapatkan gelar itu..
    bisa saja lebih atau kurang dari 8.. hanya Allah yang tau..
    karna setiap sejarah dan kisah itu tidak akan pernah kita ketahui fakta dan keasliannya secara akurat.. :)

    jujur saya sangat senang dengan informasi yang ada berikan mas rud..
    BRAVO.!
    Oh yaa. mas ruuud.. mas’kan “keturunan Jawa dan Keturunan Sumatera.” pasti mas lebih mengetahui tentang sejarah kerajaan yg pernah berdiri di daerah jawa tengah dan timur.. coba mas rud cari tau dari mana cikal-bakal raja-raja yg pernah berkuasa di tanah jawa..

    saya tunggu info selanjutnya.. :) salam Nusantara..

    wasallamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

      ruddabby responded:
      Februari 20, 2012 pukul 8:03 pm

      nasruminullah wa fathun qarib

        asep ujang berkata:
        Juni 6, 2012 pukul 6:32 pm

        pa blh gak sy pengen ktmu kita diskusi yu tentang ke sundaan krn sy tertarik dan sy orang bgr asli

        holis berkata:
        Maret 4, 2013 pukul 3:42 pm

        bang klu yg d bandung kenal ga ? dia d kenal bapak bandung , biasa d kenal rmah’A VILLA MERAH . MKSH

    asep ujang berkata:
    Juni 6, 2012 pukul 6:27 pm

    sip truskan perjuangan unuk mencari tau betapa hebatnya orang sunda yg tenang dan teguh dalam pendiriannya dan semoga ada orang sunda yg bisa mimpin negri ini

      ruddabby responded:
      Juni 7, 2012 pukul 6:19 pm

      terima kasih, oh ya untuk saat ini saya tidak di Indonesia. Mungkin lain waktu kita bisa bertemu kalau saya dah balik ya :D

        asep berkata:
        Juni 9, 2012 pukul 9:21 am

        okay sy tunggu ya kbr nya

      dildaar80 berkata:
      Agustus 12, 2012 pukul 9:23 am

      Kang Asep Ujang, sy jg tertarik mengenal kesundaan. Sy jg di bgr. Apa bs qt ketemuan n diskusi?

      kalau bisa email saya yah… dilyani@gmail.com

    adi berkata:
    Agustus 11, 2012 pukul 4:19 pm

    assallamuallaikum prabu siliwangi sebenarnya ada 9 apa 8 tolong jelaskan,terima kasih

      ruddabby responded:
      Agustus 11, 2012 pukul 6:00 pm

      8 mas adi berdasarkan cerita kakek buyut dan sesepuh sunda yang pernah saya temui. terima kasih

    indra berkata:
    Agustus 12, 2012 pukul 8:07 am

    Nice article A.. Salam kenal sebelumnya walaupun di dunia maya.. Jadi episode yang sekarang ceritanya Aa Gentong asalnya dari Majapahit dan Sriwijaya tapi tetap aja Sundanese.. hehehe
    Mudah2an kita bisa bertukar pengalaman A dan dipertemukan, kebetulan saya di Kalimantan..
    Salam untuk Kakek Buyut semoga berhasil menempa dan menjaga Aa kelak bisa menuliskan/menjaga sejarah “Prabu Agung” di waktu yang akan datang… Insya Alloh
    “Kalimantan untuk Sunda untuk Indonesia”

      ruddabby responded:
      Agustus 12, 2012 pukul 7:12 pm

      Terima kasih atas apresiasi dan tanggapan Mas Indra atas tulisan dan apa yang saya lakukan selama ini. Salam untuk keluarga di kalimantan

    cepot berkata:
    Agustus 22, 2012 pukul 3:29 am

    assalamualaikum..sampurasuuun… mas rudd… titip salam hormat sungkem untuk uyut dari saya anak “Mama” terima kasih… hatur nuhun mas rudd…

      ruddabby responded:
      Agustus 22, 2012 pukul 3:40 pm

      Wa alaikumussalam rampes… maaf uyut sudah setahun meninggal dunia jadi sebaiknya kita doakan saja beliau dengan mengucapan Al Fatihah… salam untuk Mama ya terima kasih

    cepot berkata:
    Agustus 25, 2012 pukul 1:21 am

    inalillahi……. “mama” juga sudah pergi pak rudd… tahun 2003 lalu, wah mas rudd niat saya mau silaturahmi ke uyut sudah kira2 setahun lebih yg lalu, ternyata beliau sudah gak ada ya? mungkin mas rudd suatu saat bisa ada kesempatan saya ketemu atau bincang lewat telepon? hatur nuhun mas….

      ruddabby responded:
      September 17, 2012 pukul 4:16 pm

      kalo saya pulang ke Indonesia, kita dapat silaturahim Kang. Hatur nuhun

    Saipul karna berkata:
    September 13, 2012 pukul 1:24 am

    saya terkesan dgn cerita sejarah sunda yg pak rudy tulis, yg mana bisa di baca oleh seluruh masyarakat jawa barat khususnya, dan dapat mengetahui asal usul dari mereka yg merasa menjadi keturunan dari karuhunnya. dan saya tambahkan untuk meyakinkan cerita dari pak. Rudy. bisa langsung datang ke museum Pangeran Geusan Ulun di Sumedang. hatur nuhun …

      ruddabby responded:
      September 17, 2012 pukul 4:16 pm

      Hatur nuhun atas apresiasinya

    Bagja berkata:
    September 14, 2012 pukul 11:26 pm

    Salam,
    sepertinya perlu benar2 ilmiah-objektif bpk ruddaby mebuat artikel tentang Siliwangi, pendapat sy tidak cukup bpk hanya mengandalkan referensi dr uyut dan dialog sesepuh sunda yg seolah2 mengklaim cerita itu sudah benar, setidaknya memerlukan analisa yg lebih mendalam dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. perlu klarifikasi apakah uyut bpk benar2 tahu persis atau khawatir dia juga hanya berdasarkan cerita2 dr pihak lain lagi, perlu studi berdasarkn bukti-bukti yg saling menguatkan jgn hanya pada 1 museum/lokasi/makam/cerita/narasumber yang hasilnya diuji secara ilmiah pula sehingga klaim kebenaran bukan secara subjektif penulis melainkan objektif menyeluruh.
    namun sy berterim kasih setidaknya tulisan di blog ini menjadi khasanah kekayaan pendapat tentang Siliwangi, yg kedepanya perlu saling melengkapi, saling membri fakta kebenaran, dan saling menyempurnakan shg menghasilkan satu cerita Siliwangi yang mendekati kebenaran

    trima kasih banyak,

    Bagja

      ruddabby responded:
      September 18, 2012 pukul 10:43 am

      terima kasih atas tanggapannya, saya berharap kita dapat bersama2 menggali kembali sejarah karuhun secara valid dan ajeg. Mungkin pak Bagja dapat menambahkan atau menuliskan sejarah yang Bapak ketahui. Hatur nuhun.

    raden barnas wijaya kusuma berkata:
    September 27, 2012 pukul 4:55 pm

    sebetulnya ada yang tidak tahu bahwa keturunan asli dari pajajaran bisa dilihat pada anggota badannya kalau memang asli , yaitu di alis matanya dan kuku nya itu yang saya ketahui juga cirinya enggak boleh dibilang ke umum sebab ditakutkan ada yang ngaku-ngaku atau dibuat- buat karena saya masih keturunan pajajaran itu juga kata leluhur…sih……terima kasih

      ruddabby responded:
      September 28, 2012 pukul 4:42 pm

      saya kurang paham dengan ciri2 tersebut Pak… mungkin bisa dijelaskan atau ditulis dengan siloka atau sanepan. terima kasih atas komentarnya…

        raden barnas wijaya kusuma berkata:
        Oktober 13, 2012 pukul 4:40 pm

        dari alis itu terdapat seperti dua alis cuma halis yang atas panjang seperti rambut dan di kuku kelingking tunduk dan langsung melebar

        raden barnas wijaya kusuma berkata:
        Oktober 13, 2012 pukul 4:57 pm

        emailnya apa biar saya kirim ciri pada alisnya tapi jangan dipublikasikan terima kasih. jika tak akan dipublikasikan saya kirim ciri alisnya

        ruddabby responded:
        Oktober 14, 2012 pukul 10:43 pm

        ini email saya Pak: cechgentong@yahoo.com

      kikik berkata:
      Maret 5, 2013 pukul 12:37 am

      nguk..

        deden berkata:
        Oktober 31, 2013 pukul 9:31 pm

        Dear kang raden barnas wijaya kusuma,

        Perkenalkan saya raden deden, kalau tidak keberatan, mohon di kirimkan juga ke email saya deden_b_s@yahoo.com, mengenai ciri-ciri fisik yang keturunan padjadjaran, hatur nuhun sateuacana.
        dan saya janji untuk tidak mempublikasikannya ke umum, karena ini hanya untuk pribadi saja.

    raden barnas wijaya kusuma berkata:
    Oktober 13, 2012 pukul 4:43 pm

    Silihwangi itu terbagi 3 di senjata kujang makna silihwangi juga ada : yaitu silih asih, silih asuh dan silih asah

    nur ichsan berkata:
    Oktober 14, 2012 pukul 9:50 pm

    asslmkm……

    Sebelumnya sy minta maaf klo kurang sopan, sy tertarik dengan perbincangan kang Chech dan Kang Raden Barnas Wijayakusuma ttg Eyang Prabu Siliwangi dan Keturunan Pajajaran, barangkali belum ketemu juga atau mungkin masih penasaran, mungkin Kang Chech atau Kang Barnas bisa mencari atau meminta bantuan untuk mengetahui persoalan yg dibicarakan dg mendatangi seorang bapak tua sederhana yang bernama Bpk Ibrahim atau orang sekitar rumahnya menyebut Bpk Iyon yg tinggal di Kp Pesing Garden, di (pintu perlintasan kereta api) Rt 15 Rw 02 No 60, Kelurahan Kedoya Utara,Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (bs masukl lewat perahu eretan di seberang jembatan flyover pesing), kebetulan beliau dianugerahi Tuhan kelebihan yakni salah satu pemegang ilmu Eyang Prabu siliwangi, melalui perantaraan Eyang Patik Jagalawang, salah satu putra Eyang Prabu siliwangi yang bergelar Pangeran Langlang Buana….disitu bs anda tanyakan langsung kpd Bpk Iyon atau bs jg dg memanggil Eyang Patik Jagalawang secara langsung atau bs jg dg Eyang Prabu Siliwangim langsung, terserah anda, sebelumnya sy minta maaf bukannya mau promosi, cm ingin sekedar sharing aj barangkali bermanfaat……(perlu diketahui Eyang Patik Jagalawang ini bs mencipta menjadi 10 orang, semuanya ada di P Jawa, dg nama yg beda bedasepanjang jaman)…,sekali lg sy minta maaf……trims wasslm,

      ruddabby responded:
      Oktober 14, 2012 pukul 10:42 pm

      Menarik dan terima kasih atas informasinya. mudah2an saya bisa bertemu beliau pada saat di Indonesia.

      dr.pm212 berkata:
      Desember 16, 2013 pukul 9:43 am

      masih hidup kah pak iyon itu kang ??? ada no tlp nya kah ? nuhuuuunnn

        nur ichsan berkata:
        Desember 17, 2013 pukul 8:46 pm

        Wa alaikum salam…alhamdulillah, pak iyon masih hidup, ini no telponnya, 08979739877, 081224910107

      dr.pm212 berkata:
      Desember 26, 2013 pukul 9:36 am

      kang nur sendiri no hp nya berapa ? nuhun

        nur ichsan berkata:
        Desember 26, 2013 pukul 9:46 pm

        No telpon sy..0813-103-85464, 0857-8242-3000, mohon maaf sy baru bs balas, krn td pagi ada problem loading di internet sy..(Nur ichsan)

    raden barnas sandjaya kusuma berkata:
    Oktober 15, 2012 pukul 5:33 pm

    sebelumnya saya mohon maap tetapi jika anda mengetahui bahwa prabu siliwangi pernah mengeluarkan wasiat dan ucapan yang salah satunya jika anda membutuhkan maka saya akan datang namun tidak kelihatan, itu juga hanya untuk orang yang berakhlak mulia baru saya akan datang tetapi hanya ciri dengan wanginya yang semerbak bahwa saya sudah datang jadi kalau melihat pernyataan di atas yang mengetahui a atau b asli enggaknya hanya turunan prabu siliwangi dan turunan padjajaran yang mengetahui sebab turunan asli mempunyai kunci baik untuk keilmuannya ataupun lainnya…terima kasih

    raden barnas sandjaya kusuma berkata:
    Oktober 15, 2012 pukul 5:38 pm

    yang paling penting untuk semua pembaca kerajaan padjadjaran bukan untuk di cari tapi suatu hari akan mengeluarkan ciri padjajaran begitu juga tentang prabu siliwangi bila saatnya tiba akan terlihat

      nur ichsan berkata:
      Oktober 15, 2012 pukul 8:15 pm

      ok klo begitu, terima kasih kang atas penjelasannya

    Raden Barnas Sandjaya kusuma berkata:
    Oktober 16, 2012 pukul 3:28 pm

    ini adalah salah satu saduran dari wasiat terakhir prabu siliwangi silahkan ke mana arahnya saya utarakan saya kasih tahu salah satu kunci diisi wasit yang mengemukakan kerbau bule adalah artinya penjajah bangsa luar dan monyet sertalainnya silahkan prediksi menurut para pembaca

    WANGSIT TERAKHIR PRABU SILIWANGI

    Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur pada waktu beliau sebelum menghilang :
    “Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”
    Dengarkan! Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan! Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke utara! Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur! Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!
    Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu: Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi!
    Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya. Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné. Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang!
    Kalian yang di sebelah utara! Dengarkan! Kota takkan pernah kalian datangi, yang kalian temui hanya padang yang perlu diolah. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa. Adapun yang menjadi penguasa tetap tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah!
    Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara.
    Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.
    Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu. Tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah nagara akan pecah, pecah oleh kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan.
    Semenjak itu, pekerjaan dikuasai monyet. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah!
    Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! Keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil oleh penyakit. Semuanya diserbu oleh penyakit. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. Yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.
    Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh, burung menetaskan telur. Riuh seluruh bumi! Sementara di sini? Ramai oleh perang, saling menindas antar sesama. Penyakit bermunculan di sana-sini. Lalu keturunan kita mengamuk. Mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa, jelas-jelas musuh dijadikan teman, yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. Yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Yang mengamuk tambah berkuasa, mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Kepulauan ini semakin kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidak beda dengan tawon, hanya karena dirusak sarangnya. seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Tetapi…ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang sebrang.
    Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan penguasa dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Karena jelas keturunan penguasa, penguasa baru susah dianiaya! Semenjak itu berganti lagi jaman. Ganti jaman ganti cerita! Kapan? Tidak lama, setelah bulan muncul di siang hari, disusul oleh lewatnya komet yang terang benderang. Di bekas negara kita, berdiri lagi sebuah negara. Negara di dalam negara dan pemimpinnya bukan keturunan Pajajaran.
    Lalu akan ada penguasa, tapi penguasa yang mendirikan benteng yang tidak boleh dibuka, yang mendirikan pintu yang tidak boleh ditutup, membuat pancuran ditengah jalan, memelihara elang dipohon beringin. Memang penguasa buta! Bukan buta pemaksa, tetapi buta tidak melihat, segala penyakit dan penderitaan, penjahat juga pencuri menggerogoti rakyat yang sudah susah. Sekalinya ada yang berani mengingatkan, yang diburu bukanlah penderitaan itu semua tetapi orang yang mengingatkannya. Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omongan, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Wajar saja bila kolam semuanya mengering, pertanian semuanya puso, bulir padi banyak yang diselewengkan, sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar kebelinger.
    Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar kebelinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan.
    Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Sebab takut ketahuan, bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Penguasa yang buta, semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule, mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan.
    Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama, tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mukjizat datang untuk mereka. Penguasa itu akan menjadi tumbal, tumbal untuk perbuatannya sendiri, kapan waktunya? Nanti, saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.
    Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!
    Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.
    Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala.
    Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakan

    Raden Barnas Sandjaya Kusuma berkata:
    Oktober 17, 2012 pukul 4:34 pm

    ini salah satu contoh misalkan kita punya anak laki – laki agar selalu disayangi kita kasih nama misalkan kita kasih nama rohman yang artinya semoga anak kita selalu disayang dan diberi rohmat oleh alloh swt…..begitu juga dengan nama siliwangi yang memiliki arti….menurut pembaca siliwangi itu gelar atau nama seseorang…..?

    budak garut berkata:
    Oktober 17, 2012 pukul 7:42 pm

    walangsung atw cakrabuana adalah bukan kiansantang…..
    kiansantang bukan putera sribaduga,
    dan sribaduga bukan prabu tarumanagara,peuuuuuun

    budak garut berkata:
    Oktober 17, 2012 pukul 7:53 pm

    sampurasun..
    yang sy tau hasil ubral obrol dari sesepuh ahli dan pengurus tmpat jiarah,mw pun ziarah batiniyah..
    walangsungsang atw cakrabuana adalah bukan kiansantang…
    tarumamagara pun bukan sribaduga, dan kiansantang pun bukan putra sribaduga,
    tapi kalo gagak lumayung baru benar kiansantang..
    hatur nuhun

      Raden Barnas Ki Tubagus Leman berkata:
      Maret 17, 2013 pukul 11:45 pm

      Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokah,
      Sampurasun Dulur ;-)
      Raden Kiansantang adalah julukan,bukanlah nama.
      Benar adanya raden kiansantang itu anak dari sri baduga ratu haji di padjajaran.

      nama asli dari raden kiansantang adalah GAGAK LUMAYUNG,
      beliau di juluki nama KI ANSANTANG karena pada usia 14 tahun beliau berhasil mengusir Kerajaan Cina dari DINASTY TANG yang masuk kewilayah padjajaran,dan salah satu petinggi dinasty tersebut menjuluki karuhun kita ini dengan sebutan KI AN SAN TANG alias SI PENAKLUK TANG.

      Sesepuh kita memiliki banyak nama,seperti RAJA PANJALU SITU LENGKONG beliau sebenarnya adalah raden kian santang alias gagak lumayung. hanya berbeda nama.
      (Banyak nama 1 Raga).

      Karena pada jaman itu setiap para sesepuh Berpindah Tempat,berganti Pula nama beliau,
      Disesuaikan dengan keadaan lingkungan barunya. (Jangan bertanya alasannya kepada saya tentang ini) jika ingin bertanya,bertanyalah langsung kepada zat nya.
      wallahu’alam.

      atau coba anda datangi Uwa Idu disumedang larang,mungkin beliau in’sha Alloh bisa membantu agar bicara langsung dengan “Zat” nya.

      Hatur Nuhun ah Lur,
      Silih Asih Silih Asah Silih Asuh Silih Wangi..
      Salam Mewangi Parahiangan. Wassallam ;-)

    ayi miftah kamaludin berkata:
    Oktober 18, 2012 pukul 1:51 am

    assalamu’alaikum,,, hatur nuhun ka sadaya dulur dulur kanu tos ”silih wasiatan”ka papada sasamana, mugia sing janten ibroh piken kasolehan urang sadaya, abdi nyondong hadiah piken aranjen dulur dulur kami, pek gera pareusek surat wal ashri. hatur nuhun ka sadaya abdi abdi na allah. assalamu’alaikum.

    kusnandar maulana shidiq berkata:
    Oktober 19, 2012 pukul 9:04 am

    assalamu`alaikum Wr Wb
    Leres pisan obrolan pa ayi…….
    Obrolan di comentar ieu ngan saukur silih pepeling …. ulah ngarasa caritana paling bener…sabab urangmah teu ngalaman ngan saukur beja jeung beja.
    tapi sadayana oge leres….ngadasarkeun kana pamaksadannana…..anu paling penting dina obrolan ieu…tiap karuhun…tiap leluhur ngagaduhan carita jalan kahirupan masing – masing. di ibaratkeun lamun urang nitip duit misalkeun sarebu pasti balik deui sarebu tapi lamun urang nitip ucapan belum tentu balikna sarua……..
    tah upami hoyong terang kana siliwangi …padjadjaran…..taros kana anu ngagaduhan konci aslina kumargi sok diturunkeun ka ahli warisna dina perkara naon wae….
    atuh anu di obrolkeun 8 gelar siliwangi leres upami ninggal kana hartina…
    kumargi hiji anu kedah hapal makin urang deukeut ejeung anu nyiptakeun urang sadaya makin sieun hirup di dunia hayangna teh nyepi indit ka gunung…embung dipanggihan kubatur oge kecuali hoyong silahturahmi eta oge ngundang urang kana ilapat

    wassalam

    kusnandar maulana shidiq berkata:
    Oktober 19, 2012 pukul 3:45 pm

    lamun di jentrekeun sabenerna berita atawa wacana teh saenyana enyana arah namah kadinya – kadinya keneh mung can aya anu pas….lamun dijentrekeun atuh hubunganna jeung iman masing – masing lamun di jentrekeun…lamun aya tafsiran berdasarkeun mata bathin atuh aya salahna sabab jelemamah sok aya panyakit hate anu nempel..atuh mun berdasarkeun carita nya atuh kadang di tambahan…kadang heunteu. engke lamun geus waktuna bakal kabuka….jawabanna teh geura o.h..oh….jadi eta…tungtungna mah oh…… kumargi kitu mun sakedar nambah pengetahuan pek wae siar kabarna ngan eta mah sakedar nyaho…tapi lamun urang hayang bener – bener hoyong terang kana saha prabu siliwangi …di mana kerajaan padjadjaran teh….eta urang kudu dibarengan jeung elmuna. nyaeta iman heula ka gusti alloh nembe lamun dicaritakeun bakal ngarti…tapi mun heunteu dibarengan ku iman…pasti wae aya perbedaan jadi taroskeun ka jalma anu hapal elmuna jeung sejarahna mun leuwih alus ka turunannana….sabab upami naros ka sesepuh sunda seueur pisan tapi seueur anu teu ngalaman kajadian eta tapi lamun katurunannana sok aya pembukana sabab kadang karuhun atawa leluhur osok ngalongok kanu jadi incuna….eta mah sakeudar wacana pikeun anu maca ieu kisah.

    SK berkata:
    Maret 4, 2013 pukul 5:18 pm

    Pada parebut bener

    Nu enya dilainkeun nu lain di enyakeun

    Barenta kabeh ilaing

    Semoga menjadi tambahan pengetahuan. berkata:
    Maret 5, 2013 pukul 12:56 am

    Setahu saya dari Buku Babad Kediri, pendiri kerajaan Galuh adalah prabu Banjaransari keturunan prabu Jayabaya Kediri. Selengkapnya baca Babad Kediri versi Pak Sondong karena waktu itu di beberkan Ki Butalocaya patih kerajaan Kediri yg “manuksma” melalui raga Pak Sondong atas permintaan Ki Dermakandha, perintah dari Mas Ngabehi Purbawijaya. Di tulis oleh R.M Ngabehi Mangoen Widjoyo di Wonogiri..( Sujadi Jawa, tinggal dan mohon ijin berkeluarga di Tatar Sunda )

    Semoga menjadi tambahan pengetahuan. berkata:
    Maret 5, 2013 pukul 1:00 am

    Mohon pencerahannya..apa hubungan Prabu Kean Santang dengan Kentring Manik Mayang Sunda jg Guru Gantangan..?? Terimakasih.

    Raden Barnas Ki Tubagus Leman berkata:
    Maret 17, 2013 pukul 11:52 pm

    Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokah,
    Sampurasun Dulur ;-)
    Raden Kiansantang adalah julukan,bukanlah nama.
    Benar adanya raden kiansantang itu anak dari sri baduga ratu haji di padjajaran.

    nama asli dari raden kiansantang adalah GAGAK LUMAYUNG,
    beliau di juluki nama KI ANSANTANG karena pada usia 14 tahun beliau berhasil mengusir Kerajaan Cina dari DINASTY TANG yang masuk kewilayah padjajaran,dan salah satu petinggi dinasty tersebut menjuluki karuhun kita ini dengan sebutan KI AN SAN TANG alias SI PENAKLUK TANG.

    Sesepuh kita memiliki banyak nama,seperti RAJA PANJALU SITU LENGKONG beliau sebenarnya adalah raden kian santang alias gagak lumayung. hanya berbeda nama.
    (Banyak nama 1 Raga).

    Karena pada jaman itu setiap para sesepuh Berpindah Tempat,berganti Pula nama beliau,
    Disesuaikan dengan keadaan lingkungan barunya. (Jangan bertanya alasannya kepada saya tentang ini) jika ingin bertanya,bertanyalah langsung kepada zat nya.
    wallahu’alam.

    Hatur Nuhun ah Lur,
    Silih Asih Silih Asah Silih Asuh Silih Wangi..
    Salam Mewangi Parahiangan. Wassallam ;-)

    wijaya berkata:
    April 3, 2013 pukul 8:38 pm

    seminarkeun geura ulah ngan saukur aku akuan, jigana memang dihaja ciri ciri ayana kerajaan di urang mah dileungitkeun ku oknum oknum ti baheula , sieun kabongkar sagalana < komo ujug ujug datang anu sagala apal bari teu ngalaman cenah ceuk pangalaman bathinlah ceuy uyutlah ceuk akulah ……… insyaallah ke oge ka buka sagalana tinggal nunggu waktu , ayeuna patok patok geus ka buka tunggul tunggul geus maruncul ………………… sadarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

      Raden Barnas Ki Tubagus Leman berkata:
      Juli 9, 2013 pukul 4:56 am

      Assalamualaikum..
      namina oge jalmi,da mung Alloh anu sampurna sareung anu uninga.
      upami aya perbedaan sa’alit-alit mah wajar,salami perbedaan eta teu ngubur,teu ngarang-ngarang atanapi teu ngaruksak kana darajat kasepuhan urang sunda sereung teu pidosaeun kana agama.

      upami disebatkeun ceunah seueur oknum,!! Leureus kumargi kitu kunaon padjajaran di halimunkeun,kumargi atos kahontal ku karuhun mah naon anu bakal kajanteunan ka katurunanana upami ieu padjajaran di dohirkeun.

      mung ari anu disebat oknum mah,nya eta jalmi anu ngaruksak demi kapentingan (anjeuna). benteun sareng dulur-dulur anu komen didieu,eta teu ka’asup oknum,da kabeh paniatanna mah sarua” keneh kana ka alusan. Upami hoyong langsung sahih ieu sajarah,asa moal kahontal ku urang,salami urang teu tiasa narima perbedaan,salami urang teu tiasa saling ngahargaan,salami urang teu tiasa ngahiji.

      intina sadaya parawargi anu aya di dieu paniatana mah sae.
      in’sha Alloh..wilujeung sholat subuh.
      Salam Rahayu !

    KUMAHA AING berkata:
    April 8, 2013 pukul 5:32 pm

    ti dasar heula
    sunda sanes nami ras atwa suku…sunda nami agama pertama di dunia
    su artinya abadi /sejati
    na artinya api
    da artinya besar/agung
    sunda= api abadi yang agung = matahari
    yang mana dahulu adalah lambang dari hyang maha kuasa yg ada di langit
    sunda=maha cahaya=shang hyang tunggal

    itu sebabnya DAERAH di jawabaraT PAKE NAMA CI=CAHAYA
    PARAHYANG=TEMPAT LELUHUR MATAHARI
    PA=TEMPAT
    RA=MATAHARI
    HYANG=MOYANG/LELUHUR

    BERSAMBUNG

    su berkata:
    April 19, 2013 pukul 8:50 am

    Infonya bagus sebagai pemantik untuk mencari dan mencari jawaban dan menggali sejarah tentunya dengan ilmu heuristik bisa juga historiografi dan bukti-bukti peninggalan yang sah dan asli ,menulis sejarah tidaklah mudah karena tak boleh interprestasi tanpa sumber dan dasar yang ilmiah

    suwita berkata:
    April 19, 2013 pukul 8:52 am

    matur nuwun

    Evunk Amc Al Ghozali berkata:
    April 27, 2013 pukul 8:18 pm

    assalamualaikum.
    sampurasun..dulur2 sarerea..
    prabu siliwangi yg nama asli’y pamanah rasa/sari.yg masih keturunan /anak cucu sang hyang nur cahya…bnyak sekali penyelisihan dalam mengungkap sejarah siliwangi.siliwangi memang julukan.karna pamanah rasa.sesuai bila di beri julukan siliwangi.sili asuh sili asih sili asah sili wangi.wangi seungit ngarana.
    terima kasih untuk mas ruddy atas ke cintaan anda untuk sunda..namun maaf kata2 anda di atas tolong anda tengok lagi.apa msih ada yg kurang.apa masih ada yg salah.ap masih yg mnyinggung.itu tlong d perhatikan.
    karna kita blum tau psti tentang smuanya..

    prabu siliwangi mempunyai 3 orang anak dari istrinya yg bernama subang larang.

    1 walang sungsang/pangeran cakra buana/biasa d sebut bah kuwu cirebon
    2 nyimas lara santang yg d gnti namanya setelah menikah jd syarifah muda’im
    3 gagak lumayung yg di sebut raden kian santang./sunan rohmat suci

    dan mempunyai anak 1 dari nyimas kentring manik.
    rden surawisesa.tahta kerajaan benar jatuh kepada beliaw.namun pas masa ke pemimpinannya mngalami penurunan.lalu di ambil kembali tahta oleh prabu sili wangi.

    dan kerajaan menghilang.

    karna waktu itu sunan gunung jati/syeh syarif hidayatulloh putra dari nyimas lara santang/syarifah muda’im menyarang padjajaran dengan alasan ingin mengislamkan.dan prabu siliwangi menghilangkan istananya dan dirinya pun menghilang.karna dia tidak ingin melawan cucunya sendiri..

    islamnya pamanah rasa/prabu siliwangi.dan kembali lagi ke agamanya semula

    pamanah rasa/prabu siliwangi pernah masuk islam ketika beliau ingin menikahi nyi subang larang putri ki gedeng tapa/syeh bandar cirebon.namun waktu itu nyi subang larang selagi mesantren di tempat syeh Quro/syeh hasanuddin di kerawang.pamanah rasa/prabu siliwangi di minta untuk islam.waktu itu beliau masuk islam.
    namun setelah meninggal nyi subang larang beliau kembali lagi kepada agamanya semula,
    untuk informasi lebih lanjut kunjungi hj isyak sukabumi berusia 147thn/bsa datang ke keraton cirebon.insya allah bisa memecahkan penyelisihan…

    wasalamualaikum….

    Evunk Amc Al Ghozali berkata:
    Mei 4, 2013 pukul 2:01 pm

    menurut buku sejarah yg ada di ci rebon yg di anut oleh sunan gunung jati..
    sunan gunung jati/syeh syarif hidayatulloh dari garis ibu..
    nyimas rarasantang/syarifah muda’im.
    prabu pamanah rasa/prabu siliwangi.
    jaka suruh.
    mundingwangi.
    mundingsari.
    prabu lelea.
    rawisrengga.
    panji asmarabangun.
    lembu amiluhur.
    resi gentayu.
    resi kandihawan.
    sri mahapunggung.
    prabu suwela.
    pancadriya.
    citrasoma.
    sumawicitra.
    kendrayana.
    jaya amijaya.
    yudayaka.
    yudayana.
    parikesit.
    abimayu.
    arjuna.
    pandu dewata.
    abiyasa.
    palasara.sakri.
    sakutrem.
    manumayasa.
    parikenan.
    bramasatapa.
    bramasada.
    brahma.
    sanghyang manikmaya.
    sanghyang tunggal.
    sanghyang wenang.
    sanghyang nurasa.
    anwar/sanghyang nurcahya..
    masih kurang jelas pa rud.datang k kraton cirebon.matur nuhun

    idham berkata:
    Mei 28, 2013 pukul 8:37 am

    Assalamualaikum wr wb maaf para karuhun, sdr2 semua yg dimuliakan Allah SWT saya mengucapkan terima kasih atas masukkan yg diberikan penulis dan para komentator lain. Kita ambil sikap tegas saja agar jgn lagi mempermasalahkan hal yg sebenarnya tdk kita ketahui persis krn akibatnya akan mengaburkan sejarah dan fitnah nantinya. Lbh baik kita kirim doa untuk para karuhun semua dan ikuti sikap perbuatan mrk yg baik sbg hikmah buat kita menapaki hidup kedepan. Buatlah prestasi yg membanggakan bangsa indonesia krn hal itu akan lbh bermanfaat buat kita semua. Semoga Allah SWT sllu melindungi dan membimbing kita semua termasuk pengikut setia pajajaran dan Buyut Ratu. Aamiin Wassalam terkirim dari Mami Idham (FB)

    Riansya'ah Linglung berkata:
    Juni 22, 2013 pukul 10:47 pm

    assalamualaikum gan ,,, ikut share yy,,,,,,
    keluarga saya alhamdullilah ada izin dari allah swt untuk bisa ngobrol dengan khodam karuhun(nenek moyang),, dan tidak saya sangka juga ikut hadir aki siliwangi,,, aki siliwangi menceritakan bahwa dia memiliki seorang ayah yang bernama wastu kancana,, dengan guru yang melatihnya sekaligus kakek.x aki kalak zagat wangi,,,,kemudian dia memiliki seorang patih yang bernama aki waninghiang tulung agung,, mempunyai anak kesayangan raden kean santang,, dan dari raden kean santang katanya memiliki anak dari istrinya yang dari mongolia adalah braja santang dan braja aji batara karang,,,, juga mewariskan pedang brawijaya dan angin metir,,,, semua diceritakan oleh aki siliwangi sampe dengan kisah aki kean santang ke mekkah dan lenyapnya padjadjaran,,, saya pernah menanyakan perihal sribaduga maharaja… aki siliwangi mengatakan itu istrinya,,, bukan dirinya,,, kemudian saya bacakan semua kisah yang ada diinternet. dengan bijaksana aki siliwangi mengatakan konetan jaman ayeunamah ngan nerka wungkul… moal aya nuapal lalakon kuring iwal kuring sorangan( tulisan jaman sekrang cuma menebak saja gx akan da yang tau kisah aku kecuali ak sendiri) pendapat agan sekalian gimana nihh???????????????

      cantiqu berkata:
      Oktober 18, 2013 pukul 3:48 pm

      bener kata Eyang Prabu yang tahu kisahnya khan cuman Iyang sendiri,…,trus kalo Pakwan Padjajaran,Padjajaran,Silihwangi tuh sama apa beda zaman ya

      ari berkata:
      Januari 31, 2014 pukul 12:28 am

      emng bisa kitu nyambat prabu siliwangi??
      mun dina enya na bisa ge , eta mah jin..
      sanajan pernyataan na bener..
      nuhun..

    sip trunking provider berkata:
    Juli 26, 2013 pukul 8:30 pm

    Hello everyone, it’s my first go to see at this web page, and article is genuinely fruitful in favor of me, keep up posting such content.

    jojo berkata:
    November 9, 2013 pukul 4:46 pm

    Sampurasun
    sawareh ti UGA WANGSIT PARBU SILIWANGI ..
    “Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula”
    artinya :
    “Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara”.

    Urang Sunda Sadayana Sadarah jeng Sadaging. Sadaya na oge turunan PRABU SILIWANGI. Ieu nu di maksad di Wangsit Prabu Siliwangi teh gening.

    Punten Ka nu Gaduh Ieu Wacana Di gentos pernyataan ;

    “Saya saja bukan orang Sunda tertarik terhadap budaya Sunda, masak orang Sunda sendiri tidak mau sama sekali tertarik dengan ajaran Sunda. Apa kata dunia ? Dari batukah asal kalian ?”

    TOLONG Jangan Jd Provokator,

    ari berkata:
    Januari 31, 2014 pukul 12:24 am

    wanian eta jalma..
    urang sunda lain hiji, tp loba.. matak ulah sok ngacapruk . . .
    bisi di bata ku aink..
    ti orok ge geus apal sejarah sunda mah..
    ngarti teu silaing???!!

    ki sunda berkata:
    Februari 2, 2014 pukul 10:15 am

    Sanghyang sira antara ada dan tiada
    2 Februari 2014 semarbratasena

    ngaing nu bangt bodo taya elmu pangarti ,sakapeung sok hayang nanya …..naha enya sang hyang sira teh aya atawa ngan saukur siloka,yen hirup teh kudu dumasar kana sirah(fikiran)nu dibarengan ku hate leutik nu bersih sangkan panggih kana kabeneran nusaenyana,sira teh awal tina lampah,mata ningali ceuli ngadenge biwir ngucap tuluy otak nu mikiran ,tapi sing awas paningal sabab mata kadang salah ningali tong percaya kana ceuli sebab soca jeung beja kadang lain nu saenyana ,sing ngajaga kana biwir sebab letah mah leuwih seuket batan pedang leuwih galak alabatan maung ,sang hyang sira nyata ayana tapi dibalik eta urang sing ngajaga supados bersih fikir bersih manah gede wawanen tina ngadegkeun kabeneran,tulus ikhlas tina silih asih silih asuh silih jaga jeung elingan jeung dulur2 ,guarkeun jati diri nu saenyana tunjukeun yen urang teh raga nu nyata tp diri nu dumasar kana ngagungkeun jeung milampah sakur parentah gusti Allah nu maha suci ,siliwangi lain carita lain sajarah nu teu aya maknana tapi siliwangi bakal trus aya lamun urang bisa ngabuka jati diri pamasih gusti…

    kanggo dulur2 nu ngangken ti trah siliwangi sok atuh jadikeun Kujang(kkukuh kana jangji) teh ceukelan hirup sangkan bisa jadi Maung.maung(manusia Unggul)nu bakal mawangi sahingga siliwangi bakal trus jaya,..hapunten sanes rek ngajarkeun ngojay kabebek lain rek nyanyahoanan tapi ngan saukur ngedalkeun nu aya na hate. wallahu alam bissawab,,laa ilmalana illa ma allamtana…..wassalam ki sunda nu sanes sasaha

    SILIWANGI sejuta berkata:
    Februari 28, 2014 pukul 12:42 am

    siliwangi ke
    1. Prabu Ciung Wanarah Karangkamulyan Ciamis
    2. Prabu Guru Darmasiksa Galunggung
    3. Prabu Linggabuana Palagan Bubat
    4. Prabu Borosngora ( Abdullah Iman ) Panjalu
    5. Prabu Niskala Wastukancana
    6. Prabu Susuktunggal
    7. Prabu Mundingwangi/Jayadewata/Pamanah Rasa/Sribaduga Maharaja
    8. Prabu Sultan Suryakancana Gunung Ageung Pangrango
    9. Aing Raden Kusuma Jaya Denegrat/RAden Angkawijaya/Tunjung Putih Semune Pundak Kesungsang/Kumara………………Satrio Piningit/Ratu Adil

    SILIWANGI sejuta berkata:
    Februari 28, 2014 pukul 12:44 am

    0822 1899 6208—-sima wiwaha

    usep wandiana berkata:
    Maret 7, 2014 pukul 3:00 pm

    simkuring ngahaturkeun nuhun ka akang rubbaddy nu tos kersa milari sajarah urang sunda !

      nur ichsan berkata:
      Maret 9, 2014 pukul 3:58 pm

      Boleh sy minta no kontak kang ruddabby, trims

    Diandri Kusumah berkata:
    April 10, 2014 pukul 10:35 am

    MasyaALLOH… Kami sangat suka dengan tulisan Kang Ruddabby ini, terimakasih banyak atas perjuangannya. Semoga kita semua senantiasa dalam ridho-Nya.. Aamiin !

    Fajar Muhammad Rivai berkata:
    April 13, 2014 pukul 8:32 am

    Kdang saya suka menyalahkan kekurangajaran diri sendiri yang hampir lupa leluhur. Jadi merasa “ditampar” oleh postingan ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s