Teridentifikasi Benteng Terakhir Populasi Harimau

Male Sumatran tiger in the wild (jennifermarohasy.com)

Para ilmuwan telah mengidentifikasi 42 situs sebagai benteng terakhir bagi harimau yang tersebar di seluruh Asia. Di situs-situs tersebut terdapat sekitar 1.000 ekor harimau betina yang berpotensi untuk berkembang biak dan mengembalikan sisa populasi dari kucing besar yang terancam punah ini.

Jumlah harimau liar tidak pernah lebih rendah atau kurang dari 3.500 harimau tetap di alam. Sekarang mereka berkumpul dalam habitat yang cocok seluas  kurang dari 7 persen atau  sekitar 580.000 mil persegi (1,5 juta kilometer persegi)  di Asia. Situasi yang mengerikan ini akibat  dari pemburuan liar, penghilangan habitat dan perdagangan satwa liar. Permintaan organ  tubuh harimau untuk obat-obatan tradisional menjadi pemicu  sebagian besar penurunan populasi harimau.

John Robinson, Eksekutif Wakil Presiden Wildlife Conservation Society untuk Konservasi dan Sains mengatakan seharusnya harimau itu sebagai spesies terakhir yang punah terakhir dalam rantai makanan. Teridentifikasinya benteng harimau yang  baru saat ini merupakan habitat bagi  hampir 70 persen dari harimau yang tersisa di dunia liar.

Robinson menjelaskan tim ini terdiri dari orang-orang yang  pernah bekerja dalam lingkungan yang bersinggungan dengan harimau di berbagai negara. Tugas tim ini adalah  melakukan pengamatan di 13 negara yang secara historis memiliki harimau, mengidentifikasi daerah-daerah di mana terdapat populasi harimau secara signifikan dan memberikan perkiraan kepadatan populasi harimau di sekitar wilayah tersebut.

Location of 42 source sites, embedded within the larger tiger conservation landscapes (TCLs), areas that encompass the ecological habitats suitable for tigers (doi:10.1371/journal.pbio.1000485.g001)

Para peneliti menyarankan daerah-daerah yang secara keseluruhan meliputi sekitar 35.000 mil persegi (90.000 kilometer persegi), menawarkan harapan terakhir dan perhatian utama bagi konservasi dan pemulihan kucing terbesar di dunia. Para peneliti mempublikasikan  temuannya  secara online pada tanggal  14 September 2010 dalam jurnal PLoS Biology.

Peneliti Joe Walston, Direktur Program Asia Wildlife Conservation Society mengatakan  skala tantangan yang  sangat berat tidak diimbangi oleh  kompleksitas pelaksanaan yang efektif. Di masa lalu upaya konservasi terlalu ambisius,  rumit dan  gagal untuk melakukan dasar dalam  mencegah perburuan harimau dan mangsanya. Dengan begitu banyak harimau yang tersisa berkumpul di daerah kecil.

Masing-masing situs dapat mempertahankan  lebih dari 25 penangkaran harimau betina dan terletak dalam wilayah  lebih besar yang memiliki potensi untuk mendukung penangkaran terhadap  lebih dari 50 harimau betina. Situs-situs  tersebut  juga berada di daerah yang sudah memiliki infrastruktur konservasi dan mandat hukum untuk perlindungan harimau.

Para peneliti menyatakan bahwa 18 situs berada  di India (negara paling penting bagi spesies harimau) dengan jumlah harimau sekitar 1.000 ekor.  Sumatera terdapat 8 situs dan Rusia Timur Jauh  memiliki 6 situs. Tetapi sudah tidak ada lagi bukti pemuliaan populasi harimau di Kamboja, Cina, Vietnam dan Korea Utara.

Para ilmuwan menghitung total biaya yang dibutuhkan secara efektif untuk mengelola benteng ini sekitar  US $ 82 juta yang meliputi biaya penegakan hukum, pemantauan satwa liar, melibatkan  masyarakat dalam perlindungan dan faktor lainnya. Meskipun  tampak biaya  yang besar tapi sekitar US $ 47 jutasudah disediakan oleh pemerintah daerah di mana situs berada dengan dilengkapi dengan dukungan internasional. Kekurangan  US $ 35.000.000 diperlukan untuk mengintensifkan metode perlindungan dan pemantauan yang terbukti keberhasilannya. Dana sebesar US $ 35 juta lebih kecil  dari pendapatan yang diperoleh oleh Alex Rodriguez  [pemain baseball New York Yankees ] pada  tahun lalu.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s