Si Pantat Besar

Posted on

Ada yang mengatakan si pantat besar atau si pantat gede atau si pantat lebar atau si pantat luas atau si pantat seksi nan aduhai atau dan lain-lain…

Ya si pantat besar penuh dengan sensasi, sensualitas, seksualitas, sensitifitas dan sen… sen yang lain sampai senewen. Wong Londo bilang dalam film-film biru dikatakan Big Butt tetapi ada juga yang mengatakan dengan ungkapan  Couch Potato. Nah lho banyak khan penyebutannya hehehe…

Couch Potato

Couch Potato ? Seperti nama kentang ya… tetapi ini hanyalah ungkapan bagi orang-orang yang waktu hidupnya dihabiskan di depan layar televisi dan tempat sandarannya adalah sofa atau tempat tidur atau kursi malas. Jadi makan, minum dan segala aktifitasnya dilakukan di tempat sandaran atau pantatnya berlabuh.

Tetapi penulis ingin menceritakan tentang si pantat besar dalam kehidupan sehari-hari. Bagi sebagian besar wanita selalu menghindari memiliki pantat yang besar kecuali keadaan yang mengakibatkan pantatnya menjadi besar seperti  baru saja melahirkan, keturunan, dan memang ingin punya pantat besar dengan alasan biar seksi dan memiliki banyak anak. Memang di beberapa negara ada yang merasa bangga kalau memiliki pantat yang besar karena menandakan kemakmuran dan kesuburan. Kesuburan disini adalah mempunyai banyak keturunan.

Di beberapa negara yang lain pantat besar menandakan kesensualitasan fisik yang bisa menjadi daya pikat bagi para pria. Tetapi tidak demikian bagi pria yang mempunyai pantat besar karena akan memberikan efek psikologis yang bisa saja membuat minder sang pemilik pantat.

storagebuddhist.wordpress.com

 

Nah bagaimana dengan  Indonesia ? Hampir seluruh orang di Indonesia mempunyai keinginan untuk memiliki pantat yang tidak terlalu besar atau proporsionallah atau istilahnya langsing dan simetris hehehehe. Keinginan hanyalah keinginan, kadang kala berbeda dengan fakta yang ada. Bagi yang memiliki pantat besar baik laki-laki maupun perempuan harus mau menerima kondisi tersebut. Memang seringkali terjadi diskriminasi atau bahan ejekan dari orang-orang yang merasa memiliki pantat yang biasa-biasa saja. Kok disebut biasa-biasa saja ? Ya. Biasanya yang mengejek itu merasa iri karena hanya memiliki pantat yang biasa-biasa saja dan tanpa keistimewaan. Tetapi kalau orang yang merasa bersyukur dengan apa yang dimiliki maka tidak akan pernah mengejek orang yang memiliki pantat yang berbeda dengannya.

Beberapa kali penulis memperhatikan banyak peristiwa yang berkaitan dengan pantat besar dan lebih banyak negatif penerimaannya. Ya itulah yang terjadi di masyarakat kita yang katanya toleransi dan tenggang rasa dengan perbedaan. Tetapi di balik itu banyak hikmah yang didapat bagi pemilik pantat besar.

Suatu hari di dalam busway yang padat, tiba-tiba seorang ibu muda nan seksi dengan rok pendek dan paha putih mulus teriak marah-marah.

” Bapak ini maunya apa sih “

” Lah memang ada apa Bu “

” Dari tadi pantat bapak menyentuh dan menggoyang-goyangkan ke pantat saya “

” Hehehe ibu ini bagaimana sih. Siapa yang menyentuh pantat ibu. Justru pantat ibulah yang menyentuh dan menggoyang-goyangkan pantat ibu ke pantat saya “

” Dasar lelaki  “

Datanglah seorang kondektur pengganti.

” Ada apa, Bu ? “

” Iya nih Mas, Bapak ini sepanjang jalan menyentuh pantatnya ke pantat saya “

” Oh gitu. Kalau saya perhatikan yang salah adalah ibu “

” Kok malah saya yang disalahkan ??? “

” Ibu khan tahu sendiri kalau bapak ini memiliki pantat besar dan dari tadi saya perhatikan bapak ini tidak bergerak kemana-mana kok selalu berpegangan tiang. Justru ibu yang bergerak kemana-mana karena sibuk telpon sana sini sehingga kadang lupa berpegangan dan wajar kalau pantat ibu bergerak menyentuh pantat bapak ini “

” Tetapi Pak “

” Sudahlah, maka itu kalau di ruang publik seperti ini ibu harus jaga sikap dan berpakaian yang rapi dan baik “

Nah itulah yang terjadi pada saat penulis berada di dalam busway. Ada lagi peristiwa yang menarik perhatian yaitu selalu saja orang mencibir setiap ada orang yang memiliki pantat besar menaikki angkot kecil dan diidentikkan dengan mengambil ruang bangku yang banyak. Ada juga yang menaikkan ongkos becak setelah tahu yang naik memiliki pantat besar dengan alasan berat bawanya. Lha khan tidak ada kesepakatan tertulis di becak yang menyatakan adanya perbedaan ongkos antara pantat besar, sedang dan kecil. Semuanya sama.

Bagaimanapun  kita tidak seharusnya mendesktritkan orang-orang yang memiliki pantat besar kecuali istri/suami atau pasangannya sendiri yang memberikan nasehat untuk mengecilkan pantatnya yang besar agar lebih romantis kalau sedang berjalan berduaan terutama berduaan di dalam becak sambil berkeliling kota hahahaha. Setidaknya si pantat besar lebih baik daripada si mulut besar.

 

NB : Tulisan ini dibuat untuk seseorang yang ada di sana dan tetap setia menunggu hahahahahahahahaha

About these ads

6 pemikiran pada “Si Pantat Besar

    iyus berkata:
    Agustus 9, 2011 pukul 5:56 pm

    uuuuuu itu kna apa

      ruddabby responded:
      Agustus 14, 2011 pukul 11:22 am

      ga apa2 :)

    rian berkata:
    Februari 4, 2013 pukul 1:26 am

    ˚Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴̴̴̴̴͡(y)
    <' ‎​SÏ
    ^.

    http://camotruck.net berkata:
    April 5, 2013 pukul 4:20 pm

    Until now on Adventure Time Period 4 Episode 17 “B-Mo Noire”, B-Mo plays detective and efforts to
    discover Finn’s missing sock, and Finn becomes afraid that B-mo could possibly be worrying too much to sort it out. The episodes for Robot Chicken are just 15 minutes long but they are jam packed with every possible parody proven to man. Due for the fact of Bart Simpson becoming portrayed as being a rebel who induced difficulty and obtained away with it fingers no cost, many parent groups and conservatives became upset while using Bart Simpson character due to the fact they felt he was obviously a poor part design to kids.

    Inge berkata:
    Januari 15, 2014 pukul 6:22 pm

    makanya olahraga dan berhenti makan daging hewan, om. kalau daging manusia sih gpp hahahahaahahahahahahahahhaha

      ruddabby responded:
      Januari 15, 2014 pukul 6:33 pm

      wakakakaka dasar kunti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s