MARCELA ZALIANTY DAN MARSILAM ZULHAMSYAH

Setelah beberapa hari saya secara tidak sengaja mengikuti berita infotainment tentang kasus penganiayaan atau premanisme ala artis yang melibatkan artis/produser Marcela Zalianty, Pembalap Nasional Ananda Mikola dan 4 orang anak buah artis nasional tersebut terhadap seorang pria bernama Agung Setiawan yang diduga melakukan penipuan terhadap artis tersebut. Berita tersebut langsung mengingatkan saya kepada seorang teman yang bernama Marsilam Zulhamsyah. Lantas apa kaitannya dengan Marcela Zalianty? Senasibkah?

Sebelum saya menjawab kaitannya dengan artis tersebut, terlebih dahulu akan dijelaskan persamaan keduanya. Persamaannya adalah sama-sama nasibnya sial karena berniat baik untuk berbisnis dengan orang lain sehingga mengeluarkan sejumlah uang dengan harapan uang yang dikeluarkan bisa bermanfaat dan tidak sia-sia malah mengalami kerugian yang lebih besar yang tidak hanya dinilai dengan uang tetapi waktu, energi dan perasaan.

Perbedaannya adalah

1. Marsilam adalah orang biasa yang mempunyai bisnis kecil-kecilan dan sedang bekerja keras untuk menggapai cita-citanya agar usahanya dapat menjadi lebih besar, Sedangkan Marcela adalah seorang artis nasional, produser, peraih piala Citra, pengusaha yang mapan dan cantik pula.

2. Marcela merasa ditipu oleh seorang designer pria yang bernama Agung dalam proyek pengerjaan kantornya tetapi tidak selesai sesuai rencana sehingga meminta kompensasi kepada Agung senilai Rp. 50 juta. Sedangkan Marsilam ditipu oleh rekan bisnisnya yang seorang wanita bernama Aida (bukan nama sebenarnya) dimana Aida berjanji menjualkan produk Marsilam tetapi dalam perjalanan waktu uang tidak kembali dan barangpun juga ikut hanyut ditelan bumi dengan nilai uang sebesar Rp. 132 juta.

3. Untuk menyelesaikan masalahnya, Marcela meminta pertolongan Sang Pacar Ananda Mikola (bahkan adiknya Moreno ikut membantu), 4 orang anak buah Marcela dan Ayah Marcela sendiri. Sedangkan Marsilam meminta pertolongan kepada seseorang untuk menghadapi perlawanan yang dilakukan oleh Aida yang selalu dilindungi oleh sekumpulan preman yang kekar, sangar dan selalu memakai pakaian hitam-hitam dengan tullisan dibelakangnya Keluarga Besar Pendekar.

4. Cara yang dilakukan Marcela untuk menghadapi Agung yang selalu menghilang adalah menculik Agung  di sebuah Cafe dan membawanya ke Hotel Ibis dimana di hotel ini Agung diperlakukan dengan tidak senonoh oleh 4 orang suruhan Marcela. Kemudian esok paginya Agung dibawa ke kantor Ananda Mikola dan terjadilah penganiayaan/pemaksaan terhadap Agung untuk membayar kompensasi yang diminta Marcela dimana saat kejadian itu Marcela turut menyaksikan sebelum akhirnya polisi datang menggerebek kantor Ananda Mikola ini.

Bagaimana dengan Marsilam? Dengan didampingi oleh seorang temannya, mereka datang ke rumah Aida dan dengan tenangnya memohon kepada Aida untuk menyelesaikan kerjasama bisnisnya yang dikonversikan dalam bentuk uang senilai Rp. 132 juta. Walaupun sempat cekcok mulut dan perang urat syaraf dengan preman-preman yang melindungi Aida, akhirnya demi silaturahmi dan persaudaraan sesama Keluarga Besar Pendekar dengan ikhlas Aida membayar uang senilai Rp 132 juta kepada Marsilam dalam tempo 1 minggu (tepat 1 minggu dibayar oleh Aida) tanpa harus melibatkan polisi. Marsilam sangat bersyukur masalahnya selesai atas bantuan seorang temannya yang bukan siapa-siapa itu dan tidak sampai harus melanggar hukum apalagi masuk penjara.

Begitulah kisah tentang nasib 2 manusia yang berusaha mempertahankan hartanya dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Ambil Hikmahnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s