MENJUAL SUASANA

“Cech kapan kita kumpul-kumpul lagi alias kopdar” Itulah kalimat yang pertama kali keluar ketika saya dan teman-teman merasa bosan dengan aktifitas keseharian baik sibuk di kantor, rumah maupun yang tidak punya kesibukan seperti saya. Jawabannya adalah kumpul-kumpul di sebuah kafe yang suasana tenang, nyaman dan bebas terutama yang suka cekakak cekikik dan suka merokok.

Kafe? Ya Kafe. Beberapa kali saya diundang untuk menghadiri kopdar, yang memang isinya kumpul-kumpul teman, gosipin teman, ngomongi masalah kerjaan, topik terhangat saat itu ataupun mengenai siapa sih yang pantas untuk di remove contact hehehehehe

Tetapi setiap ikut kopdar di kafe, saya terus mengalami sesuatu yang mengganjal di pikiran saya. Itulah kenapa saya ingin menulis tentang kafe yang konon berasal dari bahasa Perancis “cafe”. Ternyata yang saya dapatkan adalah suatu tempat untuk kumpul-kumpul dengan teman, kolega ataupun keluarga yang menyediakan makanan dan minuman yang enak dan nikmat dalam suasana yang apik (dekorasinya), nyaman (suasana yang dibuat), bebas (ketawa-tawa, merokok), menghilangkan kepenatan kerja dan menghidari stres akibat kemacetan di Jakarta,  fasilitas untuk komputer bagi yang ingin internetan apalagi kalau ada hot spotnya dan satu hal boleh narsis dengan bergaya di depan kamera.agar bisa ditampilkan di webblog masing-masing.

Tetapi masih ada yang menggangu pikiran saya yaitu kenapa ya menu makanan dan minumannya kebanyakan memakai istilah asing,. Ini yang sering membuat kagok orang-orang seperti saya yang tidak terbiasa dengan istilah-istilah asing tersebut. Dan juga kenapa ya belum banyak kafe yang dibuat khusus untuk kalangan tertentu seperti kafe untuk orang tua (ABG=Angkatan Babe Gue) yang isinya menyediakan permainan untuk para orang tua lanjut usia dan kalau perlu ada konsultasi gratis tentang kesehatan maupun ada pemeriksaan darah di dalam kafe tersebut. Kemudian kafe untuk vegetarian (mungkin terlalu naif) tetapi setidaknya memberikan suasana kafe yang lebih mengutamakan kesehatan,

Selanjutnya adalah kafe yeng berisi budaya misalnya kafe batik yang berisi koleksi corak batik seluruh Indonesia, kafe Wayang yang menampilkan memorabilia wayang baik wayang kulit, golek maupun video pertunjukkan wayang, kafe keris yang menampilkan koleksi keris dan keterangan tentang apa itu keris sehingga memberi pengetahuan kepada pengunjungnya tentang apa arti keris dari segi budaya, filosofis, dan identitas bangsa, kafe tempe yang menyajikan menu makanan dan minuman dari bahan dasar tempe. Dan lain-lain masih banyak lagi.

Tetapi yang mungkin ini bisa menjadi bahan pemikiran bagi kita semua di komunitas maya terutama para blogger umumnya dan MP’ers khususnya. Bagaimana kalau dibuat kafe Multiply Indonesia yang menjadi tempat kongkow teman-teman yang bergabung dalam komunitas ini. Daripada cari tempat susah dan menguntungkan orang lain. Kenapa tidak membuat kafe untuk komunitas MP sendiri. Lagipula banyak keuntungan yang didapat baik materi, ikatan persaudaraan tetapi juga membantu pemerintah membuka lapangan kerja.

Itulah yang bisa saya sampaikan dan memang terlalu berlebihan cara berpikir saya tetapi setidaknya membuka wawasan kita bahwa masih banyak peluang usaha dengan menjual suasana dan kekeluargaan serta tidak sekedar kongkow-kongkow. SEMOGA

Image : nina1206.multiply.com

Anomali Coffe Senopati

Kafe Buku Yogyakarta

Kafe Bunga Lembang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s