SEMUT DI SEBERANG LAUTAN TAMPAK GAJAH DI DEPAN MATA TIDAK TAMPAK (IRONI)

Banyak teman-teman yang bertanya kepada saya “Kenapa sih Pak/Mas/Bung/ Den Cech diam dan tidak berkomentar tentang kejadian di Palestina? Apakah mengikuti Barack Husein Obama yang terdiam membisu ketika ditanya masalah penyerbuan tentara Israel ke Jalur Gaza Palestina ?”

Saya menjawab dengan santai. “Kalau Obama, bisa tanyakan kepada tim suksesnya atau orang-orang yang selama ini berpesta pora atas kemenangan beliau dan mempunyai harapan adanya perubahan cara pandang Amerika terutama terhadap negara-negara Muslim seperti Indonesia.” Tetapi kalau saya pribadi ditanya mengenai masalah Palestina, saya hanya ingin mengajak bangsa ini untuk berpikir pragmatis demi kemajuan dan kebesaran bangsa Indonesia. Nah lho kok begitu jawabnya diplomatiskah? masa bodokah? orang Islamkah? pengkhianat agamakah? Silakan menilai.

Saya tidak tertarik dengan masalah Palestina-Israel karena dari dulu begitu saja tanpa ada penyelesaian dan penanganan yang mutakhir dari pihak-pihak yang berkompeten seperti PBB, Amerika Serikat, Inggris, Mesir maupun negara-negara Liga Arab (berbangsa Arab. Kesimpulannya adalah semuanya mempunyai kepentingan yang melebihi daripada kepentingan agama. Contoh yang akan saya uraikan adalah sebagai berikut :

1. Di Palestina sendiri sebagai bangsa Arab terpecah menjadi 2 kubu yaitu kubu Fatah (Tepi Barat) yang lebih moderat untuk bekerjasama dengan Israel  demi terwujudnya negara Palestina yang dikomandoi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan kubu Hamas (Jalur Gaza) yang radikal dan tidak mengakui negara Israel yang dikomandoi oleh PM Ismael Haneeya. Sejak Yasser Arafat meninggal dunia maka tidak ada lagi tokoh di Palestina yang disegani dan mampu merangkul kedua kubu tersebut. Jadi kesimpulannya selesaikan dulu di intern Palestina dalam mewujudkan perdamaian dan terwujudnya negara Palestina serta pihak luar tidak boleh ikut campur termasuk kita bangsa Indonesia.

2. Tidak semua bangsa Yahudi menyetujui berdirinya negara Zionis Israel yang merasa sebagai bangsa unggul di dunia. Bisa dilihat di www.nkusa.org . Kalau melihat dan memahami perjuangan anti zionis tersebut maka ada benarnya juga kalau Presiden Iran Ahmadinejad yang menyatakan bahwa pada saat Perang Dunia Kedua, Hitler tidak melakukan Holocoust karena yang dibantai Hitler adalah bangsa Yahudi yang beraliran Zionis yang radikal dan merasa paling unggul. Padahal Hitler sendiri mengatakan bangsa Aria adalah bangsa paling unggul di dunia. Jadi kloplah keras melawan keras.

3. Sementara kita di Indonesia sibuk berdemo dan mengumpulkan dana untuk Rakyat Palestina dari dulu sampai sekarang. Apa yang dilakukan oleh negara-negara Arab (jazirah Arab/Liga Arab) terhadap kebrutalan Israel. Padahal negara-negara Arab itu adalah sebangsa yaitu bangsa Arab, kaya seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait dan lain-lain tapi apa yang dperbuat oleh mereka? Hanya diam dan membisu karena mereka sudah nyaman dengan kekayaan mereka dan satu hal adalah hidup mereka sudah tergantung kepada Amerika serikat dan sekutunya. Mereka yang sebangsa Arab saja seperti masa bodo apalagi kita yang bukan sebangsa dengan mereka tetapi saya tidak ingin mengajak untuk masa bodo karena masa bodo terhadap lingkungan sekitar bukan sifat dan watak bangsa Indonesia yang mempunyai budaya yang luhur.

4. Antara Israel dan Palestina seringkali melanggar kesepakatan gencatan senjata. Padahal orang Palestina tahu kalau watak orang Israel adalah kalau 1 orang Israel dibunuh maka sebagai gantinya adalah 100 orang palestina  dan ini terus menerus berlangsung tanpa pernah ada pemikiran yang jernih menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Seharusnya ada penyelesaian yang lebih elegan seperti yang dilakukan oleh Yasser Arafat dengan Yitzak Rabin walaupun masih dalam kerangka dan peta damai ini tinggal diimplementasikan saja.

Pragmatisnya dimana dong?

Saya hanya ingin mengingatkan berdasarkan data BPS jumlah masyarakat miskin di Indonesia tahun 2006 berjumlah 39,05 juta orang (17,75 persen). Walaupun data ini sempat menjadi polemik tetapi tetap kisarannya 30 juta penduduk termasuk didalamnya ada 14,1 juta penduduk fakir miskin. Dan saya menduga angka kemiskinan ini akan bertambah saat krisis global yang mulai melanda bangsa ini sebagai dampaknya.

Kemudian masalah pengangguran yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia  sebagai dampak krisis global. Menurut data BPS, angka pengangguran di Indonesia tahun 2007 adalah 10,01 juta (www.antara.co.id) dan akan meningkat tajam pada tahun 2009 yang diperkirakan sekitar 650.000 orang. Ini merupakan ancaman dan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi krisis lanjutan yaitu krisis sosial dimana orang akan mudah gelap mata untuk berbuat jahat, bunuh diri karena tidak sanggup menghadapi hidup, anak bunuh orang tua karena orang tuanya tidak sanggup membeli barang yang diinginkan oleh anaknya dan lain-lain.

Itulah kenapa saya lebih konsentrasi dan antusias untuk memberi komentar dan mencari solusi riil atas krisis yang kemungkinan besar melanda bangsa Indonesia ketimbang membicarakan Palestina-Israel. Disamping itu saya menginginkan kemandirian dari bangsa ini karena selama ini baik disadari atau tidak ketergantungan kita terhadap bangsa Amerika Serikat dan sekutunya terlalu besar. Jadi kita harus mengurangi ketergantungan itu sedikit demi sedikit agar kita bisa berdiri sejajar dengan mereka ketika kita berbicara mengenai masalah-masalah Internasional seperti masalah Palestina-Israel. Lihat yang dilakukan oleh Cina, India, Brazil, Venezuela, mereka berdiri tegak dan berani menentang hegemoni Amerika Serikat dan sekutunya. Karena apa? Mereka berpikir pragmatis yaitu mengurus diri mereka sendiri sampai bisa mandiri dan kokoh/kuat/tegap sehingga bisa berdiri dan mengangkat muka didepan Amerika Serikat dan sekutunya.

Pertanyaannya adalah 1,5 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza dan saudara mereka sebangsa seperti Mesir dan negara-negara Kaya di Jazirah Arab seperti diam membisu. Sementara ada 14,1 juta fakir miskin saudara kita yang tinggal berdampingan dengan kita sehari-hari. Manakah diantara keduanya yang akan DIPRIORITASKAN  untuk dibantu dan perlu ditangani?

media.montalvoarts.org

Silakan menjawab, renungkan dan tentukan sikap….

SEMUT DI SEBERANG LAUTAN TAMPAK JELAS GAJAH DI DEPAN MATA TIDAK TAMPAK ………SUNGGUH IRONIS BANGSA INI!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s