REUNI ……APA KATA ORANG ????

Beberapa kali saya mengamati fenomena reuni di facebook. Facebook memang luar biasa karena bisa menjadi wadah, fasilitator dan menyatukan kembali orang-orang yang telah lama tidak bertemu seperti antar keluarga, antar teman baik teman bermain, teman kantor, teman organisasi maupun teman sekolah. Reuni adalah kata yang pertama kali ketika kita dapat bertemu dalam dunia maya ini.

Kalau dilihat kata “REUNI” secara umum, menurut versi saya berarti menyatukan kembali. Berikut adalah kalimat-kalimat yang keluar dari acara menjelang dan saat reunian :

” Halo, apa kabar ?”

” Gila, sudah beberapa lama kita tidak bertemu ”

” Iyalah gue masih kenal sama elo cuma yang berubah fisiknya ”

” Sekarang tinggal dimana dan kerja/dinas dimana elo ”

” Senang dech melihat elo sudah sukses ”

” Eh, kapan ya kita bisa kumpul-kumpul lagi ”

” Terserah tinggal diatur saja dengan teman-teman kalau perlu buat undangan reunian ”

” Sebaiknya dimana ya kita bisa reunian ”

” Bagaimana kalo di cafe A atau di restauran B yang di Kemang/FX Senayan/Senci/sekitar Thamrin/Sudirman ??? ”

” Bagaimana kabar lo sekarang, sudah punya anak berepa, suami/istri lo kerja dimana ? ”

” Ah yang benar lo masih jomblo alias single ? ”

” Gw sekarang kerja di BUMN/Perusahaan Multinasional/Usaha sendiri/Perusahaan Swasta biasa. ”

” Hebat lo sekarang sudah sukses buktinya HP lo N series, pake Black Berry/PDA”

” Gw lihat foto-foto lo banyak di luar negeri ya hebat euy…..”

” Gw juga lihat lo sering banget entertain dengan orang asing/bule, sering kongkow di kafe-kafe ”

” Iya nich, BB gue baru beli khan lagi musim BB ”

” Eh tolong dong foto pake kamera/BB/HP gue dong ”

” Senang bisa ketemu teman-teman apalagi tempatnya bagus di ruang AC dan interiornya bagus sekali ”

” Mahal banget ya harga makanan-minuman di kafe ini ya? ”

” Ah biasa aja kok emang segitu harganya dan ini masih murah dibanding tempat lain (tahu ga di kafe ini harga minum kopi cuma Rp. 52.000 loh) ”

” Eh sebelum bubar foto-foto dulu ya khan biar masuk/posting di FB lo biar teman-teman tahu ”

” Narsis dong hahahahaha ”

Itu hanya sebagian pembicaraan yang sering terucap ketika acara reunian. Dan di satu sisi jarang terjadi pembicaraan berikut ini :

” Kita khan satu angkatan jumlahnya sekian kok yang datang hanya sekian sich ??? ”

” Dimana mereka yang tidak hadir di acara reunian ini ? ”

” Apakah mereka sudah diundang walaupun mereka tidak buat ekoun di FB ? ”

” Kenapa ga lo telpon/datengin ke rumah teman-teman yang tidak hadir ? ”

” Bagaimana keadaan mereka yang tidak hadir sekarang ? ”

” Kalau si A/B/C dst sudah di undang kok, cuma mereka ga bisa datang karena acara keluarga, di luar kota, ada kerjaan dan lain-lain ? ”

” Bagaimana dengan si Fulan, gw dengar hidupnya susah tuh nganggur lagi, sudah anaknyabanyak, pokoknya miskin/sengsara dech ? Apakah kalian sudah mengundang si Fulan ? Khan rumahnya dekat rumah lo atau khan rumah ortunya dekat rumah ortu lo ? ”

” Tolong dong cari tahu kabar si Fulan yang sengsara biar kita bisa mendengar cerita hidup dia, mudah-mudahan kita bisa bantu carikan kerjaan atau minimal bantu biaya sekolah anak-anaknya yang mungkin aja sudah putus sekolah ”

” Dia ga mau datang karena malu/minder, abis diundangnya di tempat begituan sih alias kafe yang sudah pasti harga menunya ga sanggup di kantung dia ”

” Benar juga sich, daripada buat beli kofi harga Rp 52.000, mendingan duitnya buat beli susu/makanan/jajan keluarga gw apalagi ini bayar sendiri-sendiri ”

” Iya kalo yang sanggup sich jangankan 52.000, uang 500.000 bisa dikelurkan dia khan dia sudah mapan buktinya punya BB/PDA yang harganya mahal menurut gue ”

” Malas ah gue datang ke acara reunian di tempat itu ”

” Teman-teman, bagaimana kalo acara reunian di tempat yang lebih familier/merakyat seperti jaman sekolah dulu makan di warteg tapi tempatnya bersih atau lumayan luas buat kumpul-kumpul dan harga makanan-minumannya murah ato terjangkau dengan kocek teman-teman semua ? ”

” Kalo ada teman dan keluarganya tidak mampu alias koceknya cekak, bagaimana kita patungan dan cari tempat yang menunya relatif murah/enak/dinikmati banyak orang dan tidak malu-maluin. Atau sekalian aja cari tempat/restauran yang dibooking dan makanannya prasmanan serta harganya terjangkau oleh kita semua (ada subsidi dari yang mampu kepada yang tidak mampu, misalnya 30 orang patungan masing-masing Rp. 200.000 atau Rp. 300.000 untuk acara reunian ini agar semuanya dapat hadir tanpa ada yang malu/minder) ”

Dan sekali lagi dialog diatas menunjukkan terjadinya perbedaan persepsi dalam memaknai arti reuni. Apakah reuni memang benar-benar menyatukan kembali teman-teman yang dulu senasib dan seperjuangan dalam satu ikatan keluarga besar/paguyuban/lembaga/institusi. Atau hanya sekedar kumpul-kumpul sambil menunjukkan keeksistensian masing-masing individu lewat keberhasilan secara materi tanpa pernah memperhatikan atau mencari tahu nasib teman satu keluarga yang mungkin hidupnya kurang beruntung dibanding kita.

Dimana-mana yang namanya reuni selalu damai, semua orang happy, tampak adanya nilai-nilai kemanusiaan lewat empati dan simpati terhadap suatu yang kurang mengenakan baik penderitaan, kesengsaraan, kemiskinan dan lain-lain. Khusus Indonesia, acara reuni di tempat-tempat yang relatif mewah menurut ukuran rakyat Indonesia pada umumnya dan selalu ramai pada saat akhir pekan terutama kota-kota besa, dapat menjadikan pertanyaan kita semua yang selalu mendengungkan bahwa negara kita miskin, hutang Luar negerinya tinggi, banyak pengangguran dan tingginya biaya pendidikan/kesehatan. Yang kaya makin kaya,yang miskin makin miskin, sedang yang tengah bisa kaya tetapi lebih banyak menjadi miskin dalam kondisi ekonomi sekarang.

Facebook mengajarkan saya tentang arti persaudaran dan pertemanan tetapi Facebook yang membuat saya bertanya apakah kita dianggap hipokrit/munafik seperti yang dikatakan teman asing saya
” INDONESIAN IS THE MOST HYPOCRITES PEOPLE IN THE WORLD ”

Kalau benar demikian, APA KATA ORANG ???????

Renungkan dan ambil manfaatnya.

Foto : flickr.com dan blog.mercurynews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s