JASA PETANI KECIL (saduran sinartani.com)

Dalam sebuah diskusi yang mencoba mengkritisi prestasi pemerintahan SBY di bidang pertanian terungkap bahwa sebagian besar produksi pangan nasional sangat bergantung pada petani gurem berlahan sempit. Artinya, sebagian besar produksi pangan nasional dihasilkan para petani kecil yang memiliki sumberdaya sangat terbatas. Bukan hanya lahan mereka yang sempit, mereka umumnya juga terbatas dalam modal, pengetahuan, informasi dan juga pasar.

Oleh karena itu banyak pihak menilai ketergantungan pada petani gurem ini berbahaya bagi keamanan pangan nasional di masa depan. Berbagai keterbatasan petani kecil beresiko tinggi menggoncang ketersediaan pangan. Pengalaman membuktikan goncangan kecil saja bisa membuat petani terpuruk. Lihat saja kasus kelangkaan pupuk yang berlangsung hanya beberapa saat telah membuat ribuan petani terpukul. Musibah banjir yang terjadi di berbagai tempat juga telah menghancurkan ribuan hektar lahan petani.

Padahal data faktual menunjukkan jumlah petani kecil setiap tahun cenderung terus meningkat. Tahun 1993 jumlah petani kecil hanya 51,9% dari 20,8 juta rumah tangga petani. Sepuluh tahun kemudian, tahun 2003 porsi petani gurem naik menjadi 53,9%, dan tahun 2008 diperkirakan jumlah petani kecil sudah mencapai 55,1% dari jumlah total rumahtangga petani. Data lain juga menunjukkan jumlah petani kecil yang tergusur dari lahannya setiap tahun juga cenderung terus meningkat. Ini mengindikasikan pemilikan lahan mereka juga cenderung semakin sempit.

Oleh karena itu sudah saatnya kita serius menghargai jasa petani kecil yang selama ini telah menjadi penopang produksi pangan nasional. Penghargaan itu diwujudkan dengan lebih serius memperhatikan nasib mereka. Salah satu yang terpenting adalah menghindari pemilikan lahan yang semakin sempit dan melindungi mereka dari kemungkinan tergusur. Sementara komitmen untuk memberdayakan mereka bisa dilakukan dengan memperkuat sumberdaya yang mereka miliki. Lahan yang sempit tetap bisa menjadi kekuatan potensial bila didukung sumberdaya yang kuat.

Upaya kongkrit yang bisa dilakukan adalah memberi bantuan modal usahatani. Hal ini sudah dilakukan pemerintah, termasuk memberi subsidi pupuk dan sarana produksi. Langkah ini terbukti mampu memberi hasil positif bagi peningkatan produksi lahan petani. Hal ini tentunya juga berkorelasi positif dengan peningkatan pendapatan petani.?

Sumber : Sinar Tani Online
formatnews.com (Image)

One thought on “JASA PETANI KECIL (saduran sinartani.com)

  1. Pendidikan petani adalah upaya pengembangan sumberdaya manusia, bukan hanya pembawa paket teknologi untuk diterapkan secara seragam oleh petani. Pendidikan petani, membantu para petani menguasai konsep berpikir yang baru dan menerapkan cara-cara baru tersebut untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Proses ini jika diterapkan oleh petani akan memampukan mereka dalam menghadapi berbagai permasalahan, dan berani melakukan percobaan untuk mencari jawaban atas per­masalahan agronomik yang ditemui di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s