” DITUNTUT KENEGARAWANAN TJIPLOEK DALAM MENYELESAIKAN PEMILU INI…..”

” Pokoknya saya tidak bisa terima, ini sudah keterlaluan dan jelas-jelas melecehkan hak asasi manusia ” teriak Wiro yang tiba-tiba masuk ke rumah Tjiploek tanpa permisi atau salam.

” Weleh-weleh, ada apa Mas Wiro ? Datang ke rumah saya kok marah-marah ” jawab Tjiploek dengan tenangnya.

” Jangan panggil saya “Mas” tapi panggil saya Wiro Sableng. Apa sampeyan lupa haaah ????? ”

” Oh ya Mas eeeh Wiro Sableng. Maafkan saya karena sering lupa dengan panggilan sampeyan ”

” Nah gitu dong, jangan sampai kamu ikut-ikutan lupa kayak mereka itu lho ”

” Siapa mereka itu Wiro Sableng ? Tapi sebentar sebelum cerita saya siapkan kopi kesukaan Wiro Sableng dulu ya ”

Tjiploek masuk ke dalam rumah menuju dan menyiapkan kopi kesukaan Wiro Sableng yang memang hanya Tjiploek yang tahu komposisi atau campuran kopi dan gula yaitu gula setengah, kopinya semetung. Wiro Sableng memang sangat dihormati di lingkungan sekitar selain wajahnya yang sangar, badan penuh dengan tato, tinggi besar, kulit agak gelap dan satu lagi yaitu gelang baharnya yang besar-besar melingkari kedua pergelangan tangannya.

” Nah, ini kopi kesukaan Wiro Sableng ”

” Panggil saya Wiro saja jangan pakai Mas Ok. Emangnya saya kakak kamu apa ? ”

” Ok dech ”

” Kalau saya perhatikan lama-lama kamu sudah sama seperti mereka ”

” Maksudnya sama apa Wiro ??? ”

” Kalau kerja lambat, masak bikin kopi aja lama dan terburu-buru. Buktinya, kopinya kurang pas sedikit. kayaknya kopinya yang kurang ”

” Perasaan saya sudah pas lho Wiro, mungkin karena sekarang harga kopi mahal jadi cuma segitu yang ada. Jadi maklumi ya Wiro (sambil melirik ke mata Wiro) ”

” Ohhhhhh maksud kamu, Ploek kopinya cuma cukup untuk saya saja. Hehehehehehe dasar, panggil Minah, suruh dia untuk beli kopi yang banyak ama rokok Djie Sam Soe 4 bungkus sekalian. Ingat ! jangan lama-lama. Ini uangnya ” (kemudian Minah dipanggil dan dengan segera Minah membelikan rokok dan kopi di warung belakang rumah mungkin kurang lebih 10 menit sudah kembali karena takut diomeli)

” Ada apa sih sebenarnya yang terjadi, Wiro ???? ”

” Tjiploek, tadi ikut memilih di TPS 04 ? ”

” Ya ikutlah walaupun GOLTAM tetapi tetap memilih. Embuh yang dipilih siapa, wong ga ngerti dan kenal orang-orangnya. Kenapa Wiro ? ”

” Itu masalahnya Ploek, tadi aku marah-marah di TPS 04 karena kami sekeluarga 8 orang tidak boleh memilih. Alasannya kami tidak mempunyai formulir C4. Ga tahu apa itu C4 pokoknya aku maksa untuk ikut memilih tetapi tetap saja ga boleh. Padahal Ploek, aku dan keluarga menyertakan kartuy pemilih tahun 2004 yang warna biru itu loh ”

” Ya saya tahu dan punya juga ”

” Aku sempat adu mulut dan hampir kupukul petugasnya bahkan sempat mau ku obrak-abrik TPS 04 bersama anak buahku. Tapi kuingat janjiku kepadamu Ploek. Maka dari itu aku langsung kemari minta pendapat atau urun rembug tentang masalah ini. Kalau kau ijinkan untuk obrak abrik tuh TPS maka akan kukerahkan anak buahku ”

” Jangan….jangan Mas eeeeh Wiro (tampak melotok mata Wiro kepada Tjiplok) ”

” Tuh khan kau lupa lagi ”

” Maaf….maaf ini gara-gara Wiro semangat, saya jadi ikut-ikutan semangat ”

” Trus bagaimana Ploek….. ”

” Ya…ya…ya…. masalah itu. Begini Wiro, apa yang dialami Wiro sekeluarga juga dialami oleh keluarga kami. Dari 6 orang yang berhak memilih dan masih menyimpan kartu pemilih 2004 tetapi hanya 2 orang yang diundang untuk memilih yaitu saya dan ibu. ”

” Wah kita senasib rupanya ”

” Keliatannya begitu. Tadi sempat saya tanyakan mengenai hal ini sambil menunjukkan kartu pemilih 2004. Kok bisa-bisanya yang 4 orang tidak terdaftar padahal tahun 2004 mereka ikut memilih. Di kartu pemilih 2004 tertulis nama lengkap, nomor pemilih, tidak ada masa berlaku sehingga seharusnya bisa dipakai untuk pemilihan 5 tahun kedepan kecuali orang yang sudah meninggal, pemilih pemula dan pindah rumah tetapi masih bisa dipakai untuk bukti kepada RT/RW dimana rumah itu berada. Kemudian saya jelaskan kepada mereka (Petugas TPS) tentang ketentuan yang tertulis dibelakang kartu pemilih yaitu :

1. Perlihatkan kartu ini kepada Petugas TPS pada setiap penyelenggaraan Pemilihan Umum. Kesimpulannya adalah kartu Pemilih yang dikeluarkan tahun 2004 masih dapat berlaku selama 5 tahun ke depan atau pemilihan umum berikutnya. Kenapa harus dirubah sistemnya ?

2. Kartu ini tidak dapat dipindah tangankan dengan cara apapun. Ini sudah sangat jelas.

3. Apabila ada perubahan alamat, hubungi kantor KPU Kabupaten/Kota melalui kepala desa/kelurahan setempat. Kesimpulannya kartu pemilih ini memudahkan dan bisa dipakai untuk keperluan pemilihan tanpa harus membuat kartu yang baru lagi dan mengeluarkan biaya yang sangat mahal.

4. Kartu ini merupakan milik KPU dan diberikan secara cuma-cuma kepada seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih. Kok bisa ya KPU tidak merasa memiliki kartu ini padahal jelas-jelas milik KPU.

5. Barang siapa yang menemukan kartu ini harap dikembalikan kepada yang bersangkutan atau kantor KPU. Jadi memang kartu pemilih tahun 2004 jelas-jelas dibuat untuk keperluan jangka panjang dan menghemat biaya. Kenapa kartu ini tidak dimanfaatkan untuk pemuktahiran penduduk oleh KPU dan Pemerintah

Nah itu semua keterangan yang terdapat di kartu pemilih 2004 ”

” Trus tanggapan petugas TPS bagaimana ”

” Ya sama yang Wira terima dan menerangkan kalau UU tentang Pemilu sudah berubah. Dalam hati saya apanya yang berubah toh tetap saja di UUD 1945 yang telah diamandemen (kedudukannya lebih tinggi dari UU) dikatakan setiap warga negara mempunyai hak memilih dan hak dipilih. ”

” Jadi enaknya gimana Ploek. Kita hancurin aja tuh TPS 04 ”

” Jangan Wiro, kita ini harus dewasa dalam berpikir dan bertindak. Janganlah hidup kita yang sudah sulit dan rumit ini ditambah ruwet oleh mereka-mereka yang merasa berkompeten dalam pemilu ini padahal tidak punya kompetensi yang baik ”

” Trus apa dong yang harus kita lakukan ”

” Kumpulkan semua kartu pemilih 2004 bagi warga yang kehilangan hak pilihnya dan laporkan ke RT/RW. Kalau perlu kita bersama segenap warga Indonesia yang senasib kehilangan hak pilihnya melakukan clash action lewat jalur hukum karena ada ketentuannya lho di UU no 10 tahun 2008. Dan sangat jelas terjadi pelanggaran pidana yang disengaja padahal kita sebagai warga negara dirugikan oleh negara lewat pemerintah/KPU karena uang rakyat dari pajak yang dibayarkan ke negara ternyata dipakai bukan untuk kepentingan rakyat malah hak rakyat dirugikan ”

” Oh ya Ploek, kalau omong rakyat dan negara itu bagaimana ya? Katanya negarawan tetapi bersikap mewakili pribadi dan golongannya ”

” Itulah Wiro Sableng yang ganteng, pencitraannya sangar, ditakuti, dihormati tetapi kalau perbuatannya tidak sebagai orang tua kepada anak atau pemimpin kepada bawahan buat apa pencitraan ???? ”

” Maksudnya Ploek ? ”

” Yang namanya pemimpin terutama Presiden di Indonesia khan dikenal sebagai Kepala Pemerintahan/Kepala Negara. Jadi saat pemilu ini harus bersikap sebagai kepala negara kalau ingin disebut negarawan dan bukan bersikap sebagai Ketua Dewan Pembina Partai. Maksudnya sebagai kepala negara harusnya sudah melihat tanda-tanda akan terjadi kekacauan, ketidaksiapan pelaksanaan pemilu lewat informasi akurat dari lembaga-lembaga negara dibawahnya seperti Badan Intelejen Negara (BIN) dan lain-lain
sehingga JURDIL (Jujur dan Adil). Apabila tidak memungkinkan maka sebagai kepala negara bisa menunda PEMILU sampai semua persiapannya sempurna bukan dipaksakan atau kebetulan dimanfaatkan untuk kemenangan partainya. Karena sebagai kepala negara sudah seharusnya dan sepantasnya berempati dan bersimpati apabila ada warga negara yang akan kehilangan hak pilih walaupun itu hanya 1 orang dan berupaya untuk membangkitkan rasa tanggungjawab rakyat akan kewajibannya. Saya yakin rakyat, parpol dan sebagainya akan memaklumi apabila pemilu ditunda dengan alasan yang jelas (JURDIL) dan uang rakyat yang dipakai untuk membiayai pemilu ini tidak terbuang percuma. Selesaikan dulu persiapannya dan diminimalisir gugatan-gugatan hukum di kemudian hari karena hanya akan menghabiskan energi, biaya dan negara harus terus berjalan demi kesejahteraan rakyat ke depannya ”

” Wah benar-benar negarawan Tjiploek ini hehehehehe ”

” Mumpung kepala negaranya mo pergi keluar negeri karena senang partainya menang. Padahal bisa ditunda atau diwakilkan oleh Menlunya karena negara ini dibutuhkan pemimpin negara yang setiap detik mempunyai empati dan simpati atas warga negara yang kehilangan hak asasinya dan terus memantau untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ”

” Ternyata dituntut kenegarawanan Tjiploek untuk menyelesaikan masalah pemilu ini……”

” Malu saya jadinya hahahahahahahaha “

NB : Sugih tanpa bandha, digdaya tanpa aji, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake – kaya sekalipun tidak mempunyai harta, perkasa sekalipun tidak mempunyai aji-aji, menyerbu sekalipun tidak punya bala tentara, menang pun tanpa mengalahkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s