Kartini dan Perempuan Tani

Banyak orang yang bicara tentang pertanian tetapi saat ditanya apakah pernah mencangkul dan menggarap lahan di tengah sawah. Ternyata kebanyakan belum pernah kalaupun pernah paling hanya menceburkan diri di sawah yang becek tanpa melakukan apa-apa.

Terus terang saya sangat menyukai pemandangan sawah yang hijau karena dengan pemandangan yang hijau membuat saya tenang dan damai. Itulah salah satu alasan saya masuk ke Fakultas Teknologi Pertanian. Walaupun pelajaran sewaktu kuliah tidak berhubungan langsung dengan bercocok tanam atau menggarap lahan padi di sawah tetapi ada hubungannya dalam proses pasca panennya.

Yang namanya fakultas dengan menggunakan nama pertanian tetap saja diajarkan mata kuliah dasar yang namanya agronomi. Nah mata kuliah agronomi inilah saya diajarkan bagaimana menggarap sebuah lahan pertanian. Disinilah awal pertama kali saya memegang cangkul untuk menggarap lahan. Ternyata mencangkul itu tidaklah semudah yang dibayangkan tapi dibutuhkan teknik mencangkul yang baik dan benar, Tapi tetap saja kalau disuruh untuk mencangkul atau menggarap lahan sepetak sawah saja maka sudah jelas jawabannya saya tidak sanggup hehehe.

Enam tahun yang lalu sewaktu di Purwokerto, tiba-tiba saya tertarik untuk melakukan aksi cangkul mencangkul. Keinginan ini timbul setelah saya melihat betapa tidak terawatnya kebun milik almarhum bapak. Tidak luas sich paling hanya 2000 meter persegi. Lahan kebun sudah ditutupi oleh alang-alang dan tumbuhan liar. Sebuah pemandangan yang kurang mengenakan. Dengan semangat yang menggebu-gebu maka saya ambil cangkul untuk membersihkan alang-alang dan tumbuhan liar, kemudian setelah bersih saya akan tanam tanaman buah manggis.

Tahukah apa yang terjadi ? Semangat tinggallah semangat. Baru mencangkul dan membersihkan lahan kebun 100 meter persegi saja, badan sudah terasa pegal-pegal. Yang paling parah adalah mata terasa kunang-kunang dan mulai merasa mual ingin muntah serta sangat kelelahan sehingga sempat KO seharian penuh. Ternyata memang berat melakukan pekerjaan seperti apa yang dilakukan oleh petani. Jawabannya adalah masalah kebiasaan dan keikhlasan untuk melakukan pekerjaan sebagaimana layaknya petani. Kata salut, itulah yang saya ucapkan kepada para petani dan hidup ini memang manusia sudah diatur porsi dan posisinya.

Suatu hari saya jalan-jalan ke sebuah areal persawahan. Niat awalnya hanya ingin mencari pemandangan sawah hijau untuk menenangkan pikiran dan mencari inspirasi. Tetapi yang saya peroleh adalah sebuah pemandangan yang membuka pikiran saya tentang sosok perempuan tani. Sosok perempuan tani yang tanpa mengenal lelah sedang melakukan pekerjaan menggarap lahan sawah. Pekerjaan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membantu suaminya yang juga bekerja di sawah. Ada perasaan kagum dalam diri dimana seorang perempuan yang ikhlas bekerja berat di sawah dan masih tetap melakukan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.

Dalam rangka memperingati Hari Ibu Kartini, saya akan memposting kembali sebuah tulisan tahun lalu tentang perempuan tani yang merupakan saduran dari tulisan yang terdapat di Sinar Tani Online agar kita selalu mengingat betapa besarnya jasa para perempuan tani kepada bangsa ini dalam memenuhi kebutuhan pangan bangsa ini. Dan sudah seharusnya kita bersyukur diberikan kondisi yang baik saat ini. Apakah sebuah keberuntungan atau tidak maka saya serahkan kepada penilaian masing-masing.

Setiap tanggal 21 April, selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Kartini adalah sumber motivasi untuk kebangkitan kaum perempuan. Termasuk perempuan tani Indonesia karena peranan perempuan dalam pembangunan pertanian sangat strategis.

Dalam peran perempuan pada pembangunan pertanian ada kecenderungan masyarakat membedakan dengan memilah-milahkan pekerjaan, yaitu pekerjaan domestik (di dalam rumah tangga) dibebankan kepada perempuan dan pekerjaan publik (di luar rumah) menjadi pekerjaan laki-laki. Bagi masyarakat tani hal ini tidak berlaku. Karena, pada kenyataannya 90% perempuan tani di samping bekerja di rumah juga banyak bekerja di ladang.

Perempuan dalam usaha agribisnis dapat menghasilkan uang melalui kegiatan pengadaan produksi pertanian, kegiatan produksi dalam usaha tani, penyimpanan, pengolahan komoditas pertanian.

Di segi lain peran perempuan tani sangat penting, karena yang bersangkutan paling tahu mengenai komoditas yang laku diusahakan dan dibutuhkan pasar. Oleh sebab itu perempuan turut dalam penetapan komoditi pertanian yang akan diusahakan; melaksanakan kegiatan penanaman dalam usaha tani; kegiatan pemeliharaan tanaman (menyiang, memupuk), kegiatan panen dan pasca panen, pemasaran hasil pertanian dan pemanfaatannya untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga.

Dengan demikian peran perempuan dalam pertanian juga termasuk dalam ketahanan pangan dan gizi keluarga, karena perempuan tani harus pandai mengatur, mengelola penghasilan yang relatif rendah agar mencukupi kebutuhan keluarga. Banyak perempuan tani yang bergerak dalam sektor perdagangan hasil pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura (tanam hias dan anggrek), juga dalam pertenakan dan perikanan.

Untuk mengoptimalkan peran perempuan ini masih dihadapi berbagai kendala seperti permodalan dalam mengakses kredit. Bahkan, perempuan petani miskin lebih sulit lagi memperoleh akses karena pandangan sosial di masyarakat dan juga diskriminasi regulasi yang memandang pertanian sebagai entitas laki-laki. Tingkat pendidikan dan pengetahuan terbatas menyebabkan mereka tidak bisa mengakses informasi dimana kredit dapat diperoleh. Kendala lainnya, untuk mengambil kredit ke Bank formal diperlukan persetujuan suami, ditambah hambatan agunan.

Jadi mengambil dan menggunakan kredit bagi perempuan menjadi ruwet. Padahal di Bangladesh oleh (Muhammad Yunus) di Grameen Bank justru kaum perempuanlah andalan dalam pemberian kredit bagi petani dan orang miskin.

Sumber : Sinar Tani Online dan http://www.langitperempuan.com

One thought on “Kartini dan Perempuan Tani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s