” PEKERJAANKU HANYA MENJAGA LILIN …… “

Seperti kebiasaannya sehari-hari, Tjiploek selalu membuang sampah di tempat sampah di depan rumah setiap habis Subuh kira-kira jam 6 pagi. Tetapi pada hari itu Tjiploek terkejut ketika akan membuang sampah terdengar suara tangis merintih dari seorang yang tidak dikenalnya. Siapakah gerangan ? Ternyata seorang pria berumur sekitar 40 tahunan sedang duduk menangis persis dekat tempat sampah rumahnya. Tjiploek berpikir apa gerangan yang membuat pria itu menangis dan tanpa pikir panjang Tjiploek langsung bertanya kepada pria tersebut apa yang sebenarnya terjadi.

” Assalamualaikum ” sapa Tjiploek kepada pria tersebut

” Wa alaikumussalam ” jawab pria tersebut dengan wajah tampak kaget/terkejut atas sapaan tjiploek sambil menyeka air matanya.

” Maaf, saya mendengar dan melihat bapak kelihatannya sedang bersedih ” tanya Tjiploek

” Oh, maafkan saya kalau mengganggu dan saya hanya numpang duduk saja di depan rumah ” jawab pria tersebut sambil bangun dari duduknya.

” Tidak apa-apa Pak, tetapi alangkah baiknya kalau Bapak masuk ke dalam rumah saya (sambil menunjukkan tempat duduk di teras rumah) ” jawab Tjiploek

” Ah tidak usahlah, takut merepoti Mas “

” Ayo Pak masuk ” ajak Tjiploek sambil menarik tangan Bapak ke dalam rumah.

Kemudian Tjiploek masuk kedalam rumah dengan membawa tempat sampah yang telah kosong isinya untuk di tempatkan kembali di sudut-sudut rumahnya. Setelah itu Tjiploek segera keluar rumah.

Tjiploek : ” Ayo Pak duduk jangan berdiri saja di situ “

Pria (P) : ” Oh ya terima kasih “

T : ” Maaf sekali lagi Pak, tadi Bapak menangis tersedu-sedu ada apa ya ? Maaf kalau saya berkata kurang ajar “

P : ” Ah itu cuma…… (tampak pria tersebut ragu-ragu dan malu untuk bercerita) “

T : ” OK, kalau begitu supaya kita bisa enak ngobrol, saya mau buatkan kopi dulu dan kebetulan tadi saya beli pisang/tahu goreng di warung nasi uduk, tunggu sebentar ya Pak “

P : ” Sudahlah Mas…… (sambil mel;ihat Tjiploek masuk ke dalam) “

Beberapa menit kemudian Tjiploek membawa 2 gelas kopi panas yang menyegarkan dan sepiring pisang goreng campur tahu goreng.

T : ” Silahkan Pak dicicipi makanan dan minumannya, hanya ini yang ada hehehehe “

P : ” Waduh saya merepotkan mas saja “

T : ” Omong-omong dari tadi, saya belum tahu nama Bapak. Perkenalkan nama saya Tjiploek “

P : ” Nama saya Acing “

T : ” Asalnya dari mana Pak “

P : ” Saya dari Karawang, kampung saya berbatasan dengan Bekasi “

T : ” Oh gitu ya, tinggal dimana Pak, tadi saya melihat gerobak di dekat Bapak, Apa itu punya Bapak ? “

P : ” Ya benar, itu gerobak saya, kerjaan saya tukang loak dan saya tinggal ama Bos pemulung tepatnya 4 km dari sini “

Setelah berbicara cukup lama dan tampak Pak Acing mulai ceria kembali maka

T : ” Tadi kenapa Pak Acing ? Enaknya saya panggil Pak, Kang, Mas atau Mang ya …”

P : ” Terserah Mas Tjiploek tapi maaf ya kok namanya Mas aneh ya “

T : ” Hehehehe itu panggilan orang tua saya, saya panggil Mang Acing aja ya “

P : ” Siilahkan, (tampak raut muka Mang Acing sedih kembali ) begini Mas, saat ini saya lagi bingung dan ga tahu harus berbuat apa. Malu saya untuk menceritakan hal ini “

T : ” Ah tidak apa-apa tapi kalau Bapak merasa percaya dan nyaman cerita masalahnya kepada saya. Saya akan merasa terhormat. Mungkin saya dapat membantu kesulitan Bapak sesuai dengan kemampuan saya “

P : ” (menangis kembali) mengapa hidup saya dan keluarga saya bisa seperti ini. Saya bingung Mas, tadi malam saya mendapat telepon dari istri di kampung kalau anak saya yang ketiga (terakhir perempuan) sakit dan demamnya tidak turun-turun. Sementara saya di Jakarta juga sedang kesusahanhan bahkan hari ini saya tidak bisa keliling mencari barang karena uang pemberian Bos sudah habis dipakai buat makan. Sudah hampir 5 hari ini saya tidak dapat barang dan saya bingung Mas “

Tjiploek terdiam, bingung, terkesima dan tidak tahu harus bersikap apa untuk mengatasi masalah Mang Acing bahkan untuk sekedar berempatipun tidak bisa.
Setelah berpikir sejenak, kemudian Tjiploek masuk ke dalam dan keluar kembali.

T : ” Begini saja Mang, karena ini masih pagi dan saya masih ada sedikit pekerjaan sebaiknya Mang Acing bisa istirahat di ruang tamu dan bisa tidur-tiduran di sofa. Mudah-mudahan Mang Acing bisa tenang berpikir dan mendapatkan solusinya. Kalau Mang Acing butuh apa-apa misalnya minum atau apa kek tinggal minta apa Minah pembantu saya. OK, saya tinggal dulu ya “

P : ” Tapi saya tidak bisa lama-lama Mas “

T : ” Ya saya tahu, tunggu saja disini sampai saya menyelesaikan pekerjaan di kamar kerja. Paokoknya Mang Acing tenang saja, silahkan menenangkan pikiran “

Tanpa diduga dan banyak bertanya, Mang Acing mengikuti apa yang dikatakan Tjiploek. Dia berpikir mungkin Tjiploek hanya sebentar menyelesaikan pekerjaannya dan siapa tahu dapat membantu permasalahannya. Dan tanpa terasa mulai terasa kantuk melanda Mang Acing. Tertidurlah Mang Acing.

3 jam kemudian, Mang Acing terbangun dan kaget melihat jam sudah menunjukkan pukul 10.25. Buru-buru, Acing bangun dan mencari Minah untuk pamit. Tetapi kelihatannya suasana rumah Tjiploek sepi dan tidak ada orang sama sekali. Mang Acing memberanikan diri masuk ke dalam rumah sampai dapur. Di dapur tampak seorang wanita separuh baya sedang memasak dan Mang Acing mendekati wanita tersebut.

P : ” Maaf, ibu namanya Minah pembantu rumah Mas Tjiploek “

M : ” eeeeeh Bapak sudah bangun, ya benar saya Minah pembantu rumah ini. Ada yang bisa saya bantu atau bapak mau makan atau mo ngopi lagi. “

P : ” Ah tidak Bu, tadi saya ketiduran dan sekarang saya mau pamit mau keliling lagi. Dimana saya bisa ketemu Mas Tjiploek “

M : ‘ Ohh ya tadi Mas Tjiploek pesan sama saya, kalau Mang Acing bangun supaya dilayani dan memberitahukan Mang Acing supaya menunggu sebentar sampai Mas Tjiploek menyelesaikan pekerjaannya di kamar kerja. “

P : ” Tapi kapan ya Mas Tjiploek selesainya “

M : ” Ah Mang Acing tunggu saja sebentar lagi juga keluar “

P : ” Omong-omong dimana ruang kerja Mas Tjiploek ya ? “

M : ” Tuh kamar kedua dari sini “

P : ” OK dech saya mau duduk di ruang tamu saja “

Kemudian Mang Acing berjalan menuju ruang dan kebetulan melewati ruang kerja Tjiploek yang tampak pintunya tertutup rapat. Tiba-tiba Mang Acing mendengar suara yang aneh. Apa Ya (pikir Mang Acing ) ?
Tampaknya itu suara orang tidur dan terdengar jelas sekali suara orang mengorok. Katanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaaan kok malah tidur bagaimana nich ? Aneh. Apa yang sedang dilakukan Tjiploek di dalam kamar kerjanya dan apa yang terjadi dengan nasib Mang Acing ?

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s