SAVE THE BEST FOR LAST

Tjiploek sedang termenung memikirkan nasibnya yang kian tidak menentu. Sambil melihat langit-langit rumahnya dan serius memperhatikan aktifitas cecak-cecak. ” Cecak-cecak di dinding…diam-diam merayap.. datang seekor nyamuk haaaap….lalu ditangkap ..”


” He he he lucu juga menyanyikan lagu ini dan terasa semakin muda jiwa saya ” pikir Tjiploek di dalam hatinya. setelah beberapa lama melihat dan memperhatikan cecak-cecak bergerak ke sana kemari tiba-tiba Tjiploek berteriak

” Ya aku menemukannya ….aku menemukannya….. aku menemukannya (sambil berlari-lari kegirangan seperti dalam film-film Barat yang menggambarkan betapa gembiranya orang apabila menemuklan sesuatu yang luar biasa dalam hidupnya) “

” Assalamualaikum”

” Wa alaikumussalam” jawab Tjiploek terbangun dari lamunananya.
” Sialan, ganggu orang lagi melamun indah saja ” (dalam hati Tjiploek).

” Eh kamu, Sofian. Masuk-masuk jangan di luar dong “

” Sudahlah Mas di luar saja habis di luar lebih nyaman karena banyak angin berhembus “

” Ya sudah kalau begitu. Omong-omong darimana nich, tumben mau bersilahturahmi ke tempat saya”

” Entar dulu ya Mas ceritanya, saya masih capek karena tadi terburu-buru mau ke tempat Mas. “

” Santai aja tapi sik sik sik mata kamu merah sekali Wan, Kenapa ?Kamu menangis ya Wan “

Sambil memberi isyarat agar saya menunggu sampai ada isyarat lanjutan.

” Begini Mas, saya barusan takziah ketempat sepupu saya yang meninggal dunia di Sawangan Bogor “

” Innalillahi wa inna lillahi rojiun “

” Entar dulu Mas, yang paling membuat saya terkejut adalah ternyata yang meninggal 1 keluarga (bapak ibu dan kedua anak perempuannya) “

” Satu keluarga ? Apa yang terjadi dengan mereka ? Kecelakaan? Bencana? Sakit ? “

” Itulah mengapa saya ingin buru-buru bertemu dengan Mas Tjiploek. Ingat ga Mas Tjiploek sewaktu kita ronda malam sekitar 3 bulan yang lalu dimana Mas Tjiploek bercerita tentang kematian. Pembicaraan saat itu berkaitan dengan kematian sepupu saya dan keluarganya.”

” Coba kuingat-ingat, yang mana ya sik sik sik ……. ” (langsung Tjiploek terbayang akan peristiwa 3 bulan lalu )

3 Bulan yang lalu

Suatu malam di gardu ronda RW 4

” Apa pendapat Mas Tjiploek tentang bencana/musibah/kecelakaan yang terus terjadi di seluruh tanah air selama ini ” tanya Sofian

” Lho kok tanya saya, tanya ama yang lebih berkompeten dong. Saya mah hanya pengangguran yang sedang menunggu nasib dan kabar baik dari Tuhan “

” Hehehehe Mas Tjiploek selalu begitu dech kalau ditanya “

” Trus bagaimana, memang saya tidak tahu apa-apa alias bodoh “

” Menurut Mas Tjiploek sebagai orang yang bodoh alias awam mengenai musibah/bencana bagaimana ? “

” Nah ini baru pertanyaan karena ini pas buat saya sebagai orang awam. Saya melihat musibah/bencana/kecelakaan lebih mengingatkan kita akan kematian selain penderitaan/kesedihan. “

” Kematian Mas ??? “

” Ya benar kematian. Memang kenapa ? “

” Cuma kematian Mas Tjiploek. Sederhana sekali “

” Itulah kalo orang bodoh ini melihatnya tetapi tidak sesederhana itu Wan “

” Trus apa dong (makin bersemangat) ? “

” Kematian itu makin menyadarkan kita tentang fungsi dan tujuan manusia diciptakan serta diturunkan ke bumi “

” Apa tuh Mas Tjiploek “

” Ya itu tadi, manusia diciptakan agar dapat menjadi kalifah (pemimpin) dimuka bumi ini baik pemimpin untuk dirinya sendiri maupun orang lain bahkan lebih luas lagi bahasa kerennya Rahmatan Lil Alamin ( bermanfaat bagi alam semesta maupun isinya). Maka itu ingat kematian maka orang akan takut berbuat salah dan banyak berbuat baik agar kematiannya tidak sia-sia alias bahagia alias hepi hehehe “

” Lantas …. “

” Sebentar Wan……(Tjiploek minum kopi dan menyalakan rokok kretek Djie Samsoe yang dibelikan oleh Sofian) Bencana itu terjadi karena kita tidak menyadari kemanusiaannya terutama menjadi pemimpin yang baik dan lebih utama memimpin dirinya sendiri dengan melawan nafsu yang berada di dalam diri sendiri. Jadi jangan salahkan orang lain atau apapun tapi salahkan diri sendiri karena kurang perhatian, khilaf, sembrono, serakah, sombong dan lain-lain. Senangnya merusak, masa bodo dengan orang lain dan lingkungan sekitar, mementingkan diri sendiri, kaya sendiri biar orang lain miskin, masih banyak lagi dech “

” Konkritnya apa Mas Tjiploek ? “

” Konkrit itu apa Wan “

” Tindakan nyatanya “

” Sederhana kok, sampeyan khan sudah kerja dan posisi di kantor cukup baik. Sementara saya ini pengangguran, sekali-kali carikan saya pekerjaanlah biar saya punya penghasilan sendiri. Masak sampeyan tega membiarkan saya melamun setiap harinya hehehehehe “

” Aseeem, Mas Tjiploek bisa aja. “

” Memang saya bisa maka itu carikan pekerjaan buat saya dong. hehehehehe (tampak muka Sofian merah karena malu) Maaf ya Wan, maksud saya kalo ada saudara/famili dekat yang menganggur karena ga punya kesempatan untuk bekerja, PHK dan ketidakmampuan mendapatkan akses informasi kerja. Mbok yao dibantu dan jangan hanya dinasehati dan dimarahi dengan kata-kata kerja dong jangan malas atau Dasar malas, pantasan saja miskin, tettapi tidak pernah mencari solusi yang baik misalnya memberikan informasi tentang lapangan kerja, mengajak langsung bertemu dengan kolega kita yang berkompeten serta memberikan kesempatan untuk mengikuti tes tanpa janji muluk-muluk atau malah mengajak bergabung di tempat kerja kita apabila memungkinkan adanya lowongan. Jadi membantu orang harus lahir batin.”

” Hubungannya dengan bencana/musibah apa Mas Tjiploek ? “

” Jadi kalau ada saudara atau famili dekat yang menganggur dan berakibat keluarganya menjadi miskin sehingga kemiskinan itu menyebabkan orang menjadi gelap mata seperti merampok, mencuri,dan lebih parah yaitu bunuh diri karena saudara/tetangganya tidak mau membantu alias masa bodo terhadap kehidupannya maka kita tidak punya hak untuk menangisi/meratapi wong kita tidak pernah menganggap saudara kita tersebut sebagai manusia. Yang bisa kita lakukan malah harusnya berbahagia karena dia telah lepas dari penderitaan di dunia dan kemasabodoan orang-orang di sekitarnya terutama saudara/famili dekatnya. “

” Prihatin ….”

” Nah itu yang tepat dan paling bisa kita prihatin melihat orang-orang yang hidupnya mengenaskan “

Teringatlah Tjiploek akan obrolan 3 bulan yang lalu.

” Wan, sepupu sekeluarga meninggal dunia karena apa “

” Bunuh diri Mas Tjiploek di tempat kontrakannya (tampak raut muka Sofian menunjukkan kesedihan) “

” Astaghfirullah Al azhim, Bunuh diri bagaimana ? “

” Istri dan 2 anaknya dibunuh oleh sepupu saya dengan memberikan racun tikus. Setelah yakin ketiganya meninggal dunia kemudian sepupu saya bunuh diri dengan melakukan gantung diri di belakang rumah kontrakannya. Jenazah mereka baru ketahuan 2 hari kemudian oleh tetangga mencium bau bangkai dan curiga karena beberapa hari ini tidak pernah kelihatan batang hidungnya seperti kebiasaannya sering mengobrol dengan tetangga sekitarnya. “

” Kok bisa nekat begitu “

” Ya Mas ini memang kesalahan keluarga besar kami yang kurang perhatian terhadap mereka. Sepupu ini sudah hampir 1 tahun ini menganggur karena perusahaan tempat kerjanya ditutup alias bangkrut. Karena dia hanya buruh biasa maka pesangon yang diperoleh kurang mencukupi kehidupan istri dan anak-anaknya. Lama-kelamaan uang pesangonnya habis dan hidup keluarganya makin miskin. Hidupnya luntang lantung kesana kemari mencari pekerjaan dan tidak satupun yang mau menerimanya bekerja. ! bulan lalu, dia pernah datang ke rumah saya dan mengutarakan kesusahannya tetapi saat itu saya hanya bisa membantu memberikan uang ala kadarnya. Lagipula saat itu saya sedang sibuk sekali di kantor dan kurang perhatian dengan dia, “

” Bagaimana dengan saudara-saudara yang lain ? “

” Dia sempat cerita bahwa pernah meminta tolong kepada saudara-saudara yang lain tetapi dicuekin dan dicemooh bahkan dinasehati/dimarahi tanpa pernah diberikan solusi yang dapat menyelesaikan masalahnya. Inipun berlaku juga dengan keluarga istrinya. Saya menyesal Mas Tjiploek “

” Loh kok begitu “

” Iya, seandainya saya sedikit waktu untuk perhatian kepada keluarga mereka, mungkin kejadian ini tidak terjadi. “

” Jangan begitu Wan, sekarang ini kita berdoa kepada Allah agar mereka semua diampuni segala dosa-dosanya terlepas bunuh diri dilaknat oleh Allah SWT. Setidaknya kita sebagai saudara seiman memohon kepada Allah SWT agar mengampuni mereka karena Allah Maha Pengampun dan tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. Kemudian agar kita dapat melepas penderitaan mereka di dunia maka tidak usah meratapi kematian mereka tetapi sebaliknya kita merasa bahagia karena mereka terlepas dari penderitaan atau neraka di dunia yang fana ini. “

” Amiin Ya Allah kabulkan “

” Kun Fayakun Rabbi Kun ”

Kemudian Tjiploek menyalakan tape recordernya dan terdengar lagu “Save The Best For Last “nya Vannesa Williams………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s