CUMA DICOBLOS, TIDAK PERAWAN ????

Dengan tergesa-gesa Pak Abdullah pergi ke rumah Tjiploek. Tampak raut muka yang lusuh, penuh masalah dan kemarahan yang tinggi. Sesampainya di rumah Tjiploek, Pak Abdullah segera mengetuk pintu dengan kerasnya. Tok Tok Tok Tok

” Assalamualaikum, Ploek…..Ploek….Ploek. Kemana sich Tjiploek ??? ”

” Wa alaikumussalam, sebentar. Siapa ya ??? ” (sambil melihat jam yang menunjukkan pukul 23.46)

” Saya Ploek… Pak Abdullah ”

Tjiploek segera membukakan pintu. Pak Abdullah adalah ketua RT di tempat tinggal Tjiploek, seorang pegawai negeri sipil Departemen Agama yang berdedikasi tinggi dan cukup dihormati oleh lingkungan sekitar.

” Ehhh Pak RT, silakan masuk. ”

” Begini Ploek……. ” (tampak suara nafas yang ngos-ngosan seperti orang baru saja lari terbirit-birit melihat hantu)

” Sebentar Pak, sebaiknya Pak RT duduk dulu sambil mengatur napas kembali. Ceritanya nanti saja, saya buatkan minuman dulu. Kopi ? ”

” Kopi boleh…! ”

Tjiploek segera ke dapur dan membuatkan kopi panas khas Tjiploek. Dalam waktu 10 menit kopi sudah tersedia.

” Minum dulu Pak tetapi jangan buru-buru karena masih panas hehehehe ”

” Terima kasih Ploek tapi nanti saja. Saya ingin cerita dengan kamu ”

” Ok dech tapi kelihatannya Pak RT sedang mempunyai masalah. ”

” Nah itu yang ingin saya ceritakan kepada Tjiploek. Mungkin Tjiploek dapat membantu memecahkan permasalahan saya ”

” Silakan, mudah-mudahan saya dapat membantu ”

” Begini Ploek, Kamu tahu anak perempuan saya yang namanya Mardiana khan ? ”

” Ya tahulah Pak, Siapa sich yang tidak kenal dengan Diana ? Cewek paling cantik di kampung ini. Semua pria tahu semua tentang dia dan selalu ingin menjadi pacarnya Pak. Aduh maaf salah omong … Memangnya kenapa Pak RT ? ”

” Saya mohon ini menjadi rahasia kita berdua dan berharap Tjiploek bisa memberikan solusi yang terbaik untu Diana dan keluarga kami ”

” Aduh Pak RT membuat saya penasaran saja Memangnya ada apa sich Pak ? ”

Sambil celingak celinguk Pak RT melihat keadaan rumah Tjiploek.

” Semuanya sudah tidur Pak, kecuali Ibu saya yang lagi nonton TV di kamar ”

” Begini Ploek, 2 bulan yang lalu Diana mengaku kepada Ibunya dan saya bahwa dia telah hamil. Memang tidak tampak perubahan yang berarti pada fisiknya tetapi dia tidak bisa membohongi kami karena Dia menjadi pendiam, sering muntah-muntah dan mulas perutnya seperti layaknya orang hamil ”

” Terus Pak, Diana mengakui pak ”

” Ya mengakulah setelah saya dan ibunya paksa untuk terus terang. Hal ini sempat membuat kami sebagai orang tuanya syok berat dan tidak menyangka ataupun menduga kalau Diana telah berbuat demikian. ”

” Terus Pak, siapa yang telah menghamili dia ? ”

” Menurut pengakuannya, dia melakukan hubungan seks dengan pacarnya yang bernama Tomy, temannya kuliah yang berasal dari Sumatera. ”

” Mengapa bisa demikian ya Pak ? Saya lihat Diana jarang mau pergi berduaan dengan pria dan saya menganggap Diana seorang wanita yang alim ”

” Nah itulah Ploek yang membuat saya heran. ”

” Bagaimana dengan Tomi pacarnya. Sudah ketemu ? ”

Sambil menghela napas yang panjang, Pak Abdullah menjawab.

” Setelah Diana mengaku, kami sekeluarga lalu mencari Tomi dengan mendatangi tempat kosnya. Ternyata Tomi sudah 3 hari menghilang dan tidak bertempat tinggal/kos disitu lagi. Rupanya sebelum pergi Diana sempat meminta pertanggung jawaban Tomi atas segala perbuatannya dengan menikahinya. Rupanya Tomi ini seorang pria pengecut. Dia kabur tanpa meninggalkan pesan apapun. Awas saja kalau ketemu dijalan bakal saya….. ”

” Sudah…sudah…sudah.. Pak RT ”

” Itulah yang membuat saya marah dan merasa menyesal. Saya punya dosa apa sehingga Allah memberikan ujian yang berat seperti ini ”

” Pak RT… Pak RT…Pak RT, bagaimana sich Pak RT ini ? Pasti Pak RT mendapatkan ujian lagi dari Allah SWT dech hehehe ”

” Lho kok kamu tahu sich Ploek ” Tampak raut wajah Pak Abdullah menunjukkan jeterkejutannya.

” Benarkan ? ”

” Ya benar Ploek. Setelah 1 bulan mencari Tomi dengan kemarahan dan kebencian serta penyesalan yang mendalam atas apa yang terjadi dengan Diana, ternyata hasilnya sia-sia. Saya melihat Diana makin murung, sering sendirian di kamar dan tidak mau kuliah lagi. Katanya malu bertemu dengan teman-temannya di kampus takut kelihatan perutnya makin membesar dan ketahuan. ”

” Kalau boleh tahu, umur Dia berapa Pak RT ? ”

” Bulan Agustus nanti 21 tahun, memang kenapa Ploek ? ”

” Oh ya diminum dulu kopinya. Nanti dingin ga enak ”

” Terima kasih….emangnya kenapa Ploek ” (Pak RT masih bertanya-tanya)

” Jangan 21 tahun Pak, anak-anak sekarang semakin susah untuk dikontrol. Dalam kasus tertentu, anak masih SMP sudah melakukan hubungan seks seperti layaknya suami isteri ”

” Selanjutnya bagaimana Ploek ? ”

” Kok tanya sama saya, Pak RT lebih berpengalaman dan saya yakin Pak RT bisa menyelesaikan masalah ini ”

” Setelah 1 bulan tanpa ada kabar berita dari Tomi, sementara kami sekeluarga kebingungan untuk mencari cara yang pas agar aib ini tidak diketahui ole orang lain. Tiba-tiba tadi bada’ Isya, seorang pria bernama Tedy datang ke rumah untuk mencari Diana. Ternyata Tedy adalah teman kuliahnya Diana, keturunan Cina, dan ingin mengetahui kondisi Diana karena sudah 2 bulan tidak pernah ke kampus lagi. ”

” Terus Pak… ”

” Inilah yang membuat saya terkejut, rupanya Tedy tidak hanya sekedar mencari tahu kondisi Diana tetapi datang untuk melamar Diana. Rupanya Tedy sudah lama suka dan sering memperhatikan Diana. Setelah lulus 2 minggu lalu, dia memberanikan diri datang ke rumah dengan maksud ingin melamar dan bukan sekedar pacaran. ”

” Bagus dong Pak RT ”

” Bagus apanya ….. masalah satu belum selesai malah tambah masalah yang baru. Itulah kenapa tadi saya sempat terkejut dengan ucapan Tjiploek mengenai ujian berikut dari Allah tadi ”

” Kebetulan saja Pak, tapi saya heran masalahnya dimana ”

” Saya sempat tidak percaya dengan niat Tedy untuk melamar Diana. Saya tanya apakah Tedy sungguh-sungguh dengan niatnya. Dia malah bilang saya yang bercanda dan bersumpah dengan sungguh-sungguh untuk menikahi Diana ”

” Bapak sempat memberitahu kondisi kehamilan Diana yang sudah hampir 4 bulan”

” Sudah Ploek. Saya menceritakan tentang apa yang terjadi dengan Dia. Sempat Tedy kaget seperti tidak percaya. Tetapi beberapa saat dia mengatakan akan menerima Diana apa adanya. Saya katakan tolong untuk dipikirkan kembali dan saya beri waktu 3 hari. Tetapi Tedy meminta waktu 1 hari dan besok malam akan datang kembali ”

” Terus bagaimana sikap saya Ploek dengan kegigihan dia ”

” Ya tunggu saja besok malam. Mudah-mudahan ada jalan keluar yang terbaik buat kita semua. Omong-omong sudah jam 3 pagi, sebaiknya Pak RT istirahat dulu khan besok harus kerja ”

” Ok, Ploek saya pulang dulu. Terima kasih mau menerima saya bertamu sampai pagi. Salam buat Ibu ”

Setelah seharian penuh merenungkan apa yang terjadi tadi malam, Tjiploek masih bertanya-tanya apa yang akan Allah tunjukkan nanti malam kepada keluarga Pak Abdullah.

Jam menunjukkan pukul 23.10, baru saja Tjiploek akan menutup pintunya. Tiba-tiba Pak Abdullah datang dengan wajah yang sedikit lebih ceriah dibanding sengan kemarin.

” Assalamualaikum ”

” Wa alaikumussalam Pak RT ”

” Belum tidur ? ”

” Belum Pak, silahkan masuk…. ”

” Terima kasih tapi tidak usah repot-repot ya Ploek. Saya hanya sebentar saja ”

” Tapi…. ”

” Tidak usah tapi… tapi… Langsung saja ya Ploek. Alhamdulillah malam ini saya bisa sedikit bernapas lega ”

” Syukur dech Pak ”

” Tapi…. ”

” Kok tapi Pak RT ??? ”

” Ya Ploek, tadi Tedy datang kembali ke rumah dan memberikan jawaban atas niatnya untuk menikahi Diana. Rupanya Tedy itu bukan teman seangkatan Diana tapi kakak kelasnya 2 tahun lebih senior. Dia kenal Diana sewaktu Opspek dulu. Tadi Tedymengungkapkan keinginan bukan hanya kepada saya tapi juga dengan isteri saya dan Diana sendiri. Setelah kami berkumpul diceritakan oleh Tedy bahwa dia tetap pada pendiriannya untuk menikah dengan Diana dan siap menerima serta pertanggungjawab atas anak Diana apabila lahir kelak demi kebaikan bersama. Sempat saya terharu dan tidak percaya tapi Tedy kembali lagi meyakinkan kami tentang keseriusannya tersebut. Alhamdulillah Dia mau menerima lamaran Tedy tanpa ada paksaan alias keikhlasan. ”

” Maaf Pak RT, tadi Tedy datang melamar tapi kok sendiri. Apa dia tidak punya orang tua atau keluarga dekat ? ”

” Oh ya saya sampai lupa. Ternyata Tedy seorang anak yatim piatu, dan hanya mempunyai seorang kakak perempuan kandung. Saat ini kakaknya tinggal di Kalimantan. Sejak umur 13 tahun sudah ditinggal orang tuanya yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Selama ini, dia bisa sekolah sampai perguruan tinggi karena dibiayai oleh kakak perempuannya sambil menyambi kerja apa saja mulai dari tukang sablon sampai terakhir punya usaha jualan buah-buahan impor. ”

” Oh gitu…. bagus dong ”

” Cuma masih ada masalah yang mengganjal yaitu Tedy seorang non muslim. Saya sempat meminta dia kalau ingin menikahi Diana maka dia harus pindah agama demi keutuhan keluarga mereka kelak. Tapi dia bilang bahwa untuk saat ini tidak ingin pindah agama dulu karena perlu waktu untuk meyakinkan dirinya. Saya sempat kaget dan menolak merestuinya kalau Tedy tidak menjadi muslim terlebih dahulu. Tiba-tiba Diana meminta saya untuk berbicara empat mata dengan Tedy. Kemudian saya dan isteri meninggalkan ruang tamu. Setelah 30 menit, kami dipanggil Diana. Oleh Diana dijelaskan kalau Tedy memang ada keinginan untuk menjadi muslim cuma bukan karena karena keterpaksaan tetapi keikhlasan. Diana juga mengungkapkan keikhlasannya untuk menerima pinangan Tedy demi anak yang dikandungnya. ”

” Luar biasa sekali seorang Diana ”

” Luar biasa bagaimana Ploek ? ”

” Saya setuju dengan Diana. Pak RT, kita harus melihatnya dari sisi Diana. Sebetulnya dia berusaha untuk menutupi aib yang telah diperbuatnya agar nama baik keluarga terjaga. Lagi pula Pak RT harusnya bersyukur karena mendapatkan seorang mantu walaupun berbeda agama tetapi bersikap sebagaimana layaknya seorang pria muslim yang bertanggung jawab dengan keikhlasan menerima kondisi Diana yang telah berbadan dua, Sungguh sulit, seorang pria menerima wanita yang telah berbadan dua tetapi bukan hasil perbuatannya alias tidak perawan lagi. Keimanan seorang Tedy telah ditunjukkan kepada Pak RT, isteri dan Diana sendiri. Dia melihat Diana bukan dari fisik, harta atau apapun kecuali cinta dan kash sayang sesama manusia. Ingat Pak RT, kita harus melihat dari berapa besar antara manfaat dan mudharatnya. ”

” Tapi dia tetap harus pindah agama dulu sebelum menikahi Diana karena kami sekeluarga menginginkan adanya perkawinan yang Islami ”

” Lantas apa yang dikatakan Tedy setelah Pak RT tetap kukuh dengan pendirian tersebut ”

” Tedy setuju untuk melangsungkan pernikahan secara Islam tetapi minta kami sekeluarga untuk tidak menuntut terlalu banyak dalam menjalankan ibadah agama Islam nantinya. Dikatakan oleh Tedy terus terang hatinya belum terbuka untuk menerima tetapi demi kasih sayangnya kepada Diana dan anak yang dikandungnya, dia akan berusaha menjadi Muslim yang baik. Tinggal waktu yang berbicara ”

” Berarti masalah keluarga sudah ada solusinya, terus kapan ijab qabulnya ? ”

” Dia meminta beberapa hari untuk menunggu kedatangan kakak kandungnya dari Kalimantan. Kemudian bersama kakak kandung dan suaminya secara resmi akan datang kembali ke rumah untuk melamar Diana ”

” Senang sekali saya mendengarnya, jangan lupa Pak RT undangannya ya ? ”

” Saya akan undang Tjiploek pada saat selamatan keluarga karena kami tidak ingin dibesar-besarkan dengan pesta sesuai keinginan Diana dan Tedy. Sederhana saja cukup ke KUA ”

Tjiploek terbangun dari ingatan masa lalunya setelah melihat seorang anak perempuan berumur 3 tahun. Namanya Kanaya. Seorang anak perempuan yang kalau dilihat dari wajahnya sangat mirip dengan seorang wanita yang dikenalnya.

” Kanaya…..kemana saja ? Mama sampai mencarimu kemana-mana ”

” Diana ya ? ”
Tjiploek terpukau melihat seorang wanita muslim dengan pakaian menutup aurat yang ternyata anaknya Pak RT.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek ”

” Wa alaikumussalam, Kanaya anak kamu kah ? ”

” Benar Mas ”
Tampak Kanaya bergelayutan di sekitar kaki mamanya dan meminta gendong mamanya.

” Dimana Papanya ? ”

” Itu lagi di rumah sama Bapak. Biasa Mas, ngomongin bisnis buah-buahan. Saya pamit dulu ya Mas ”

” Ya, salam buat Bapak RT dan Mas Tedy ya ”

” Assalamualaikum ”

” Wa alaikumussalam ”



Kembali Tjiploek termenung karena tidak menyangka waktu selama 3 tahun cepat sekali berlalu. Perasaan baru kemarin kejadiannya dalam hati Tjiploek.

” Eh Ploek kok bengong ??? ”

” Eh kamu Cha. ”

” Kenapa bengong Ploek ? ”

” Sungguh indah seandainya wanita di seluruh dunia dapat menjaga keperawanannya ”

” Kok larinya keperawanan Ploek . Makin penasaran saja ”

” Ya keperawanan seorang wanita kalau menurut saya Cha bukan dilihat dari telah robeknya selaput dara saat pertama kali berhubungan badan atau telah melakukan hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. ”



” Khan istilah umumnya memang seperti itu Ploek ”

” Kalau istilah umum di masyarakat melihatnya memang demikian. Menurut saya itu hanya sekedar status seorang wanita ditengah masyarakat dan menjadi salah kaprah dalam memandang keperawanan. Keperawanan itu secara hakekat lebih kepada kesucian (virginitas) seorang wanita dalam menjaga aurat yang ada di dalam dirinya. Seorang janda ataupun wanita yang telah berkeluarga dapat dibilang perawan apabila bisa menjaga kesucian auratnya dari nafsu dan setan. Seorang wanita berstatus lajang atau perawan (pengertian umum) bisa dikatakan tidak perawan apabila mempertunjukkan auratnya seperti memakai pakaian yang terbuka, berbicara mengarah kepada hal-hal yang berbau porno sehingga mengundang pria untuk melihatnya dengan nafsu. ”

” Oh begitu ya Ploek, terus kalau ada seorang pria dan wanita yang bukan muhrimnya berdua goncengan motor, apakah seorang wanita telah menyerahkan keperawannya. Khan di agama dikatakan jangan berduaan karena diantaranya ada setan yang selalu menggoda ”

” Wah yang begini susah untuk menjawabnya Cha hehehe Lebih baik kita jalan-jalan yuk ”

” Kemana Ploek ? ”

” Ancol ”

” Mau lihat yang tidak perawan Ploek ”

” Dasar Chacha !@%$%^&(*&^()&_(*&^+&%%$ hahahahaha “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s