HAMPIR LENYAPNYA SUATU NILAI KEPANTASAN

Waktu menunjukkan jam 9.00 pagi, setelah membantu Bi Minah mengerjakan pekerjaan rumah maka Tjiploek segera pergi ke beranda rumah sambil membawa kopi panas untuk menikmati indahnya hari itu. Tiba-tiba perhatian Tjiploek terganggu oleh suara seperti orang-orang yang sedang membuat bangunan. Oh rupanya ada 2 orang tukang bangunan sedang membuat jeruji-jeruji pengaman berupa batang dan kawat besi tajam yang ditanamkan di tembok tetangga sebelah Tjiploek. Ada apa gerangan yang terjadi, pikir Tjiploek atas maksud dibuat pengaman tersebut.

” Selamat Pagi, Mas Tjiploek. Lagi santai ya ? ”

” Pagi, Pak Johan. Ya begitulah, kebiasaan sehari-hari. ”

” Maaf ya Mas, saya lupa kulo nuwun dengan Ibu Mas Tjiploek atas pembuatan pengamanan ini ”

” Ohhhh tidak apa-apa Pak Johan. Tuh, ibu lagi di ruang tamu. Masuk aja Pak ”

” Ya ya permisi Mas ” Segera Pak Johan menemui Ibu di ruang tamu dan tampak tidak terlalu banyak yang harus dikerjakan. Dalam hitungan beberapa menit Pak Johan sudah keluar lagi dan langsung duduk di sebelah Tjiploek.

” Sudah Pak omong-omongnya dengan Ibu ”

” Sudah, Mas. Ibu bilang tidak apa-apa. Cuma bertanya kenapa harus pakai pengaman. Khan keamanan lingkungan rumah selalu aman. ”

” Berarti sama dong dengan apa yang ada dalam pikiran saya. Kenapa ya Pak Johan harus membuat pengaman dengan batang besi tajam stinggi itu. ”

” Nah itulah Mas Tjiploek. Apakah Mas sudah mendengar musibah yang saya alami 3 hari yang lalu. ”

” Waduh saya tidak tahu Pak. Karena 3 hari yang lalu saya ke luar kota dan anehnya kok tidak ada yang cerita dengan saya ?. Memangnya ada apa Pak Johan ? ”

” 3 hari yang lalu, rumah kami kemalingan. Tape mobil, speedometer yang di dashboard, kaca mata mahal saya dan beberapa uang yang ada di mobil dijebol lewat kaca mobil belakang. Sepertinya maling tersebut juga ingin bawa kabur mobil sedan saya. Buktinya kunci kontak mobil dirusak dan gembok pintu depan rumah juga sudah lepas. ”

” Prihatin saya mendengarnya ”

” Terima kasih ”

” Omong-omong, kejadiannya jam berapa Pak ? Apakah sudah lapor polisi ? ”

” Menurut polisi yang datang ke TKP, diperkirakan terjadi antara pukul 3.00-4.00 pagi. ”

” Pantas, jam segitu khan waktu orang tidur terlelap ”

” Anehnya Mas jam 2.00 pagi saya sempat lihat keluar untuk melihat apakah ada yang masuk rumah tapi mungkin karena saat itu hujan gerimis dan gelap pandangan saya maka saya pikir tidak ada apa-apa. Terus saya masuk ke kamar tidur ”

” Bapak tahunya mobil dibongkar ? ”

” Supir saya si Dullah yang pertama kali menemukan mobil sudah terbongkar kaca belakangnya dan dia merasa aneh kok pagar depan sudah tidak terkunci padahal masih pukul 6 pagi. Memang Dullah biasa datang jam segitu dan langsung cuci mobil ”

” Si Dullah pasti kaget melihat kondisi mobil seperti itu ”

” Benar mas, langsung dia bangunkan saya dan memberitahukan kejadian yang sebenarnya ”

” Saya berharap Pak Johan sekeluarga sabar. ”

” Ya bagaimana lagi Mas. Saya anggap ini sebagai peringatan Tuhan kepada saya ”

” Oh jadi itu yang menyebabkan Pak Johan buat pengaman itu ”

” Bukan itu saja Mas Tjiploek. Saya sudah berkali-kali kehilngan barang. @ bulan yang lalu sepeda anak saya yang ada di garasi dicuri orang trus sebulan sebelumnya motor Dullah juga hilang dicongkel orang di halaman rumah. Sepertinya tahun ini memang tahun apes buat saya. ”

” Wah, saya baru dengar tuh Pak tapi jangan dibilang lagi apes. Coba direnungkan kembali atas kejadian-kejadian yang kurang mengenakan tersebut. ”

” Itu yang selalu saya pikir Mas, Maaf ya mas bukan saya ingin nyumpahin. Tapi saya jarang mendenagr kalau kelurga Mas Tjiploek mengalami kejadian seperti keluarga kami alami. Berdasarkan informasi yang saya dapat hampir semua rumah di lingkungan kita juga pernah mengalaminya. ”

” Tidak juga kok Pak Johan, saya pun pernah kehilangan juga walaupun tidak sebesar bapak ”

” Apa tuh Mas ? ”

” Yaitu buah jambu air dan mangga saya sering hilang kalau lagi pas berbuah. Tidak boleh lihat matang sedikit pasti besoknya sudah hilang hehehehe ”

” Ahhhh Mas tjiploek ada-ada saja hehehehehe ”

” Tapi Pak Johan, yang kehilangan seperti bapak dilingkungan kita paling hanya orang-orang yang punya mobil. Itupun juga bisa dihitung dengan jari. Jadi tidak bisa digeneralisir. Kalau dilihat satu RW mungkin saja info Pak Johan benar. Coba sekali lagi renungkan Pak Johan ”

” Ohhhh gitu yang Mas ”

” Saya punya cerita atau kisah atau apalah namanya yang mungkin bisa diambil hikmahnya ”

” Tunggu ya Mas, saya mau memberitahu tukang mana-mana saja yang harus dikerjakan ”

” Oke Pak ”

Pak Johan segera menemui tukangnya dan hanya sebentar saja memberikan instruksi.

” Trus bagaimana ceritanya Mas ”

” Sekitar 3-4 tahun yang lalu, almarhum bapak mendapat telepon dari kakak yang memberitahukan bahwa tanah warisan di Jawa akan disewa oleh sebuah perusahaan retail nasional yang mempunyai banyak outlet berupa mini market di Indonesia. Perusahaan tersebut ingin mengontrak tanah beliau hanya sekitar 200 meter persegi dari luas keseluruhan tanah beliau sekitar 2700 meter persegi. ”

” Wah berita bagus dong Mas. Apa tanggapan almarhum dengan berita tersebut ”

” Pak Johan akan kaget mendengar jawaban beliau. Ternyata beliau menolak mentah-mentah tawaran tersebut ”

” Kok almarhum sampai menolak sich ”

” Bukan hanya Pak Johan yang kaget, kamipun sekeluarga terutama ibu sempat kaget dan protes atas keputusan almarhum. Karena kami pikir saat itu adalah pas dan  menguntungkan buat almarhum. Tanah dikontrak selama 5 tahun dan di atas tanah seluas 200 meter persegi akan dibangun mini market yang biaya pembangunan dan fasilitas yang dipakai untuk memenuhi isi mini market itu ditanggung oleh perusahaan. Apalagi setelah 5 tahun, bangunan tersebut menjadi milik kita dan keuntungan dibagi bersama. Selain itu almarhum dan ibu sedang membutuhkan uang untuk biaya pengobatan jalan sehingga sudah ada jaminan hidup setelah perusahaan almarhum bangkrut dan tidak ada penghasilan lagi ”

” Itu benar sekali alasannya Mas Tjiploek tapi kenapa almarhum menolaknya. Tawaran bagus kok ditolak heheheh Maaf ya Mas Tjiploek ”

” Tidak apa-apa Pak. ”

” Terus alasan almarhum yang sebenarnya apa dong ”

” Alasannya adalah masalah kepantasan hehehehe ”

” Kepantasan ??? Maksudnya ??? ”

” Ya kepantasan. Beliau mengungkapkan bahwa sejak dahulu keluarga besar sudah menjadi panutan dan sangat dihormati di daerah tersebut. Selain kakek nenek almarhum banyak yang bergelar ulama, juga almarhum dianggap sebagai tauladan bagi warga kampung tersebut. Karena sejak kecil, prestasi sekolah almarhum baik, bisa sekolah sampai perguruan tinggi, aktif memelopori karang taruna dan kegiatan pemuda, dan lebih utama lagi adalah almarhum menjadi pengusaha sukses di Jakarta. Itulah mengapa mereka sangat sungkan dengan almarhum. Almarhum juga tidak banyak bicara dan lebih banyak kerjanya. ”

” Tapi masak sich hanya itu yang menjadi alasan dan menjadi suatu hal yang penting sampai bicara tentang nilai kepantasan ”

” Belum selesai Pak. Almarhum bapak mengatakan tahukah bagaimana perasaan orang-orang kampung terutama yang mempunyai toko kelontong yang ada persis di depan tanah, warung sembako yang ada sekitar 4 rumah dari tanah, warung kelontong lain yang berjumlah sekitar 3 buah yang berada di perempatan yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari lokasi yang akan dibangun mini market. Mereka bisa kehilangan periuk nasinya dan dapat menutup rejeki orang. Lagi pula mereka kebanyakan masih ada hubungan kekerabatan. Khan kasihan, bisa-bisa kita sekeluarga dimusuhi oleh orang sekampung. Memang orang selalu mengatakan rejeki tiap orang sudah ada porsinya dan diatur oleh Yang Maha Kuasa. Tapi bukan itu masalahnya, kembali lagi masalah kepantasan dalam menjalankan hubungan dengan lingkungan sekitar ”

” Wao, almarhum memberikan alasan itu. Sudah sangat jarang ada orang yang masih berpikir demikian pada jaman sekarang Mas Tjiploek. Luar biasa…. ”

” Ya itulah yang terjadi, memang seperti tidak masuk diakal. Lebih-lebih almarhum sempat mengatakan jangan sampai demi kekayaan pribadi, kita melupakan kepentingan orang banyak. Banyak cara atau jalan untuk mendapatkan rejeki dan tidak perlu sampai mengorbankan orang. Masih banyak usaha atau bisnis yang dapat dikerjakan tanpa perlu membuat orang lain sakit hati, intinya dengan usaha kita, semua orang bisa gembira dan bersyukur. Dan ternyata benar Pak Johan, setelah kami menolak tawaran tersebut dan kakak disuruh membuat usaha yang lain dimana tidak bersaing dengan mereka maka sedikit demi sedikit usaha kakak makn berkembang sampai sekarang ”

” Oh itu yang dimaksud dengan kepantasan ”

” Bukan itu saja Pak Johan ”

” Apalagi Mas Tjiploek ”

” Bapak sebagai sekretaris RT dan kebetulan di lingkungan ini termasuk orang mampu, pasti mengenal seorang warga yang bernama Slamet ”

” Ya jelas kenal, Mas. Slamet yang kerja sebagai tukang bangunan ”

” Tapi sebelumnya minta maaf Pak Johan ”

” Kok minta maaf Mas ”

” Saya berharap Pak Johan tidak marah dan tersinggung ”

” Maksudnya apa ? Apakah ada hubungannya dengan saya ? ”

” Secara tidak langsung Ya ”

” Bagaimana bisa begitu Mas Tjiploek ”

” Tahu ga Pak, sewaktu bapak merenovasi rumah dari satu lantai menjadi dua lantai sekitar 8 bulan lalu. Pak Johan menggunakan jasa kontraktor perseorangan. Benar Pak ? ”

” Ya benar, saya memakai mereka karena sudah biasa mengerjakan pembangunan rumah teman-teman saya. Terus hubungannya dengan Slamet ? ”

” Begini Pak, memang Pak Johan punya hak untuk menentukan siapa-siapa yang mengerjakan rumah bapak. Tapi tahu ga Pak, saat itu Slamet pernah datang ke rumah saya dan menanyakan apakah benar rumah Pak Johan akan direnovasi. Saya bilang kepada Slamet bahwa memang benar mau direnovasi. Karena saat itu Slamet belum mendapatkan pekerjaan bangunan maka mohon kepada saya untuk menyampaikan kepada Bapak. Tapi saya bilang bagaimana kalau Slamet langsung menemui Pak Johan. Khan Pak Johan dan Slamet selalu aktif dalam pengajian rutin bulanan. Nah ini yang ingin saya menanyakan kepada Pak Johan ”

” Oh gitu Mas. Memang benar, Slamet pernah meminta pekerjaan kepada saya untuk merenovasi rumah. Saat itu Slamet bilang, kalau memang tidak bisa seluruh pengerjaan karena alasan biaya dan tenaga kerja. Bagaimana diikutkan sebagai tenaga kerja dalam pengerjaan tersebut. Katanya, hitung-hitung ikut kerja dengan kontraktor daripada menganggur. Alasannya adalah Slamet butuh biaya untu sekolah anaknya dan juga biaya masuk sekolah SMP bagi anak sulungnya yang baru lulus SD. ”

” Syukur dech kalau memang benar Slamet menemui Bapak. Saya berharap Slamet bisa kerja saat itu tapi kenapa Slamet tidak jadi kerja di tempat Bapak. Apakah kontraktornya menolak ? ”

” Ahhh tidak Mas Tjiploek. Sebelum saya memutuskan untuk memilih kontraktor tersebut, saya sempat berpikir untuk memakai Slamet dan kelihatannya bisa lebih murah biayanya. Apalagi Saya hanya membayar ongkos kerja dan semua bahan-bahan bangunan disediakan oleh saya. Tapi setelah saya berdiskusi dengan isteri, ternyata dia menolak dengan alasan takut penyelesaian pembangunan rumah tidak sesuai dengan rencana dan meragukan kemampuan Slamet. Untuk itulah kami memutuskan memakai jasa kontraktor untuk membangun rumah kami yang minimalis. Dan benar, Mas Tjiploek bisa lihat hasilnya walaupun biayanya membengkak dan waktu yang meleset dari jadwal. ”

” Saya lihat memang bagus, tapi kenapa bapak tidak jadi memperkerjakan Slamet sebagai tenaga kerja dan menjadi bagian tim kontraktor. Apakah sudah dibicarakan dengan kontraktornya ”

” Sudah Mas pada dasarnya mereka tidak ada masalah dan kebetulan upah harian yang diminta oleh Slamet juga masih standar. Apalagi Slamet punya pengalaman yang lama. Tapi entah kenapa saya bisa sampai lupa dengan janji saya. Saat itu saya berpikir mungkin mendekati tahap finishing (penyelesaian) baru tenaga Slamet dipakai. Ternyata saya kelupaan Mas. Oh ya bagaimana kabarnya ? Saya jadi ingat dia untuk meminta maaf atas kelupaan saya. ”

” Waduh Pak Johan harus minta maaf dengan Slamet. Tahu ga Pak, anak Pak Slamet yang sulung Si Adi sekarang putus sekolah karena tidak punya biaya ”

” Masak Mas, sampai sejauh itu….”

” Benar Pak. Tuh barusan anaknya lewat ”

Pak Johan segera mencari anak remaja yang dikatakan Tjiploek barusan lewat di depan rumahnya. Tetapi tidak ketemu.

” Saya merasa bersalah …. Mas Tjiploek ”

” Ya sudahlah namanya juga lupa dan khilaf. Tapi ada satu lagi saya ingin bicara masalah kepantasan kalau Pak Johan masih berkenan ”

” Masih ada hubungannya dengan saya lagi ???? ”

” Hehehehehee Ya Pak. ”

” Apakah ini semacam karma buat keluarga saya atas segala kejadian berupa musibah dan kehilangan barang-barang/harta kami ya ”

” Saya tidak tahu, yang terpenting kita mengambil hikmahnya dan dijadikan bahan perenungan ”

” Benar sekali, tapi saya terus terang jadi ingin tahu tentang kepantasan berikutnya ”

” Hahahahahaha, coba perhatikan orang-orang yang lewat di depan rumah Bapak. Tempat kita duduk ini sangat pas untuk memperhatikan mereka yang mondar-mandir melintasi rumah Pak Johan ”

Pak Johan terus memperhatikan orang-orang yang lewat di depan rumahnya dengan seksama sambil mengernyitkan dahi tanda tanya.

” Saya sudah perhatikan Mas tapi tidak ada yang aneh kok ”

” Tuh lihat orang-orang selalu melihat ke rumah Bapak yang menurut lingkungan sini sangat mewah. Padahal daerah ini bukan perumahan real estate tapi perkampungan biasa. Mereka merasa heran, kagum dan bingung. Kok bisa-bisanya membangun rumah semewah itu di perkampungan. Ya walaupun itu adalah hak Bapak Johan. Tetapi bagi orang yang sudah mempunyai niat jahat pasti menjadi incaran mereka untuk berbuat jahat dan berpikir orang mempunyai rumah semewah itu pasti orang kaya tanpa pernah mau tahu kalau Pak Johan hanya seorang kepala di salah satu lembaga keuangan pemerintah. ”

” Benar juga Mas Tjiploek ”

” Coba perhatikan lagi. Nah tuh laki-laki muda sedang memperhatikan rumah Bapak. Nah itu lagi yang lain menoleh ke rumah Bapak Rupanya rumah Pak Johan menjadi pusat perhatian orang yang lewat. hehehehe. ”

” Waduh baru sekarang saya menyadari. Pantasan saja beberapa kali saya sering kehilangan barang baik sepeda, motor, sandal-sepatu dan yang terakhir isi mobil saya ”

” Itulah harga sebuah kepantasan yang harus dibayar oleh Pak Johan ”

” Saya jadi merasa malu dan merasa tidak pantas menjadi warga disini apalagi saya sekretaris RT. Benar-benar memalukan. ”

” Ya sudahlah Pak, saya senang bapak menyadarinya ”

” Terima kasih ya Mas Tjiploek karena telah mengingatkan kepada saya tentang nilai-nilai kepantasan. memang benar kita punya hak untuk berbuat apa saja baik karena harta/kekayaan, kekuasaan dan kesenangan tapi apakah itu masih pantas menurut ukuran masyarakat sekitar. Sekali lagi terima kasih Mas. ”

” Sama-sama Pak, saya bukan siapa-siapa dan tidak pantas juga menasehati Pak Johan hehehe ”

” Ya jangan merendah begitu dong Mas Tjiploek. Oh ya saya pamit dulu mau beres-beres rumah buat acara selamatan selesainya rumah yaa…semacam pengajian . Jangan lupa ya Mas Tjiploek harus datang nanti malam bada’ Isya. Assalamualaikum ”

” Wa alaikumussalam “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s