MODAR ATAU MELARAT (baca : RIP OR POOR)

Rupanya Tjiploek bangun kesiangan hari itu. Sambil melihat jam di dinding, Tjiploek merasa kaget ternyata sudah jam 11.35 siang. ” Wah, sebentar lagi waktu zuhur nich ” pikir Tjiploek. Tjiploek berusaha mengingat-ingat apa yang membuat dirinya bangun kesiangan. Memang tadi malam Tjiploek begadang bersama teman-temannya dari anak-anak Punk yang biasa mangkal di bawah-bawah jembatan tol atau jembatan layang. Tjiploek sangat dekat dengan grup ini karena dulunya sering bertemu di bus kota. Tjiploek jualan kopi ginseng sementara mereka mengamen. Karena sering bertemu dan terbuka satu sama lain, akhirnya Tjiploek bersahabat akrab dengan mereka dan kehidupannya.

” Oh tadi malam sampai subuh, saya bicara ngalor ngidul dengan mereka dan saling berbagi pengalaman setelah lama tidak bertemu ” (dalam hati Tjiploek).

Tiba-tiba terdengar suara orang dari luar rumah.
” Assalamualaikum ,Ploek ”

” Wa alaikumussalam, siapa ya ? ”

” Saya Jauhari, Ploek ”

” Oh kamu, apa kabar ? Kemana aja kamu Har ? ”

” Kabar baik dan biasalah setiap hari dagang apa saja yang penting halal dan bisa kasih makan anak bini Ploek ”

” Bagus dech tapi maaf ya Har, saya belum mandi dan baru bangun nich karena semalam begadang ama anak-anak punk ”

” Pantesan aja tadi pagi orang-orang kampung pada cerita kok, banyak amat anak-anak berpenampilan aneh di kampung kita. Ternyata mereka habis ngumpul di rumah Tjiploek ya ? Bikin geger kampung aja hehehe ”

” Ya, aneh tapi mereka baik lho Har ”

” Sudahlah mandi dulu, senep saya lihat kamu Ploek ”

” OK ”
Kemudian Tjiploek segera mandi dan sekalian menyegarkan diri setelah terasa mata pedih, badan pegal-pegal dan butuh air untuk mengembalikan ke kondisi semula ”

” Nich saya bawakan kopi ama singkong rebus pake gula merah buatan Mbok Minah, katanya sisa tadi malam yang belum sempat dibuat ”

” Terima kasih Ploek, jadi ngerepotin ”

” Ah ga apa-apa biasa saja ”

” Begini Ploek, saya tadi malam mimpi aneh ”

” Mimpi aneh ???? ”

” Ya, mimpi aneh. Seperti yang pernah saya alami dan benar-benar terjadi waktu dulu. Khan saya sempat cerita sama Tjiploek ”

” Ya…ya…ya saya ingat. Trus yang ini mimpi apa har ??? ”

” Saya tidak tahu kapan waktu mimpinya tapi kelihatannya tadi subuh dech waktu saya tiduran sebentar habis sholat subuh di mesjid ”

” Ohhhh gitu, terus…. ”

” Nah itu yang bikin saya aneh ”

” Anehnya ???? ”

” Anehnya … yaitu saya kedatangan orang tua berjubah putih persis sama orangnya dengan mimpi saya dulu yang mengingatkan akan datangnya bencana, musibah atau kejadian yang akan terjadi seperti kasus Mei 1998, Tsunami di Aceh, Jatuhnya pesawat Garuda di Yogya dan lebih-lebih lagi waktu di tol jagorawi sewaktu saya mau ke Bogor dan saya tunda berangkatnya bukan pagi malah siang hari karena petuah tua berjubah putih itu, Khan Tjiploek tahu apa yang terjadi paginya terjadi kecelakaan beruntun di tol jagorawi persis di lokasi yang disebutkan orang tua dalam mimpi saya. ”

” Lantas kalau yang ini mimpinya apa Har ??? ”

” Ploek, kamu khan tahu sebentar lagi mau pemilu presiden. Bagaimana ceritanya ya…bingung mulainya ??? ”

” Kok bingung ??? ”

” Takut salah ngomong dan dianggap musyrik lagi ”

” Ahhh Jauhari, kamu bikin saya penasaran saja ”

” Ya sudah tapi omong-omong ga ada orang khan di rumah Tjiploek ”

” Apa lagi sich mo cerita susah banget sich… ga ada siapa-siapa kecuali mbok Minah, ibu dan saya yang ada di rumah ini ”

” Syukur dech tapi saya mau merokok dulu ya Ploek ”

” Gara-gara kamu, saya juga ingin merokok juga tapi minta ya rokoknya hehehehe saya lagi bokek nich ”

” Silahkan Ploek ”

Sambil menghisap rokoknya dalam-dalam kemudian Jauhari memulai cerita tentang mimpi yang dialaminya.

” Begini Ploek, yang saya ingat yaitu saya berada di suatu tempat yang di sekitarnya ada kebun-kebun bunga dan buah-buahan. Entah dimana. Ketika sedang menikmati baunya melati yang khas karena dekat sekali dengan posisi saya duduk, tiba-tiba terdengar suara salam dari belakang saya. ”

” Suara siapa itu Har ? ”

” Ya itu…suara orang tua dengan jenggot dan jubah putihnya yang khas datang menghampiri saya sambil berkata “Hai anak muda, betapa indahnya taman bunga dan buah yang sedang kau nikmati saat ini” Langsung saya jawab ” Memang benar Eyang, betapa indahnya tempat ini seandainya kehidupan nyata seperti ini sungguh betah saya tinggal di dunia ” ”

” Kamu berkata begitu Har…luar biasa tapi kok Eyang panggilannya ? ”

” Ya benar dan itu saya juga ga tahu bisa bicara begitu wong mimpi kok dan saya memang panggil Eyang karena dulu waktu mimpi saya disuruh panggil Eyang walaupun bingung apakah benar ada Eyang seperti ini dalam kehidupan saya yang sebenarnya. Pokoknya saya meyakini saja ”

” Oh gitu, lantas….. ”

” Nah ini yang menarik karena Eyang mengatakan ” Kamu juga bisa menikmati keindahan ini di kehidupan nyata kamu ” Terus saya jawab ” apakah mungkin karena apa yang saya lihat dan rasakan terdapat perdamaian dan kebahagiaan yang abadi serta bagaimana caranya supaya bisa seperti itu ” Dijawab ” Semua itu tergantung kepada pemimpinnya, pemimpin itu khan orang tua atau yang dituakan, bersikap adil bijaksana, bekerja tanpa pamrih atau ikhlas, memikirkan rakyat dan bukan menyia-nyiakan rakyat yang sengsara, memanfaatkan kondisi rakyat yang sedang susah untuk pencitraan diri dan golongannya, apa adanya, tidak sombong dan lain-lain. Kamu lebih mengerti apa maksud saya tapi lebih utama lagi adalah manusia dan alam semesta menyatu tanpa ada yang yang saling menyakiti sehingga alam tidak marah, mengamuk, bergejolak dengan mengeluarkan kekuatannya yang berakibat kepada terjadinya bencana, kebakaran, kebanjiran, tsunami, angin puting beliung, longsor, gunung meletus, gempa dan lain-lain. ”

” Ohh gitu Har, terus kamu tidak bertanya siapa pemimpin yang harus dipilih? ”

” Itu sempat saya tanyakan Ploek dan Beliau mengatakan sebuah nama dan katanya itulah yang terbaik dari yang terburuk yaitu manusia yang telah diuji dalam keteraniayaannya dan ketertindasannya ”

” Dia itu siapa Har ? ”
Sambil mendekat Tjiploek, Jauhari berbisik-bisik ke telinga Tjiploek sambil menyebut nama yang disampaikan oleh Eyang dalam mimpinya.

” Ohhh dia, terus kalau dia bukan pilihan kita bagaimana Har ??? ”

” Nah itu yang bikin kaget saya, Eyang langsung berkata dengan nada tinggi ” Modarrrrr sekalian manusia yang tidak pernah membaca tanda-tanda alam dengan peristiwa-peristiwa yang menyertainya ” kemudian kalau saya tidak memilih alias golput bagaimana dan dijawabnya ” Melaratlah kalian seumur-umur ” ”

” waduh ngeri banget tuh Har ”

” nah itu yang ingin saya tanyakan sama kamu, Ploek ”

” Ehhh malah tanya lagi, saya saja bingung dan masih bertanya-tanya apa maksudnya ???? ”

” Jadi bagaimana Ploek ? Saya khan tidak ingin mengalami apa yang dikatakan Eyang dan saya meyakininya berdasarkan apa yang disampaikan Eyang tentang peristiwa-peristiwa yang dulu pernah terjadi lewat mimpu saya ”

Sambil memegang dan mengurut jidatnya, tampak Tjiploek berpikir untuk mencari jawaban dari mimpi tersebut.

” Begini Har, saya hanya mengatakan bahwa mimpi itu mungkin benar atau mungkin saja tidak benar tergantung dengan keyakinan kamu. Saya melihatnya itu sebagai simbol yaitu kalau salah pilih maka matilah akal pikir atau iqra kita selama ini karena jarang dipakai terutama yang berkaitan dengan manusia yang menyatu dengan alam semesta. Kemudian kalau tidak memilih, saya melihatnya seperti kehidupan anak-anak Punk yang tidak dianggap atau dicuekin oleh orang-orang yang melihat penampilannya. Dan kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang merasa dikecewakan oleh keluarga, teman-teman, lingkungan dan kondisi negeri ini yang terlalu sibuk berebut kekuasaan dan jarang memberdayakan segenap sumber daya manusia yang ada di negeri ini….. sekecil apapun perannya. Mereka dianggap manusia buangan yang tidak punya identitas sama seperti gelandangan, pemulung, anak jalanan dan lain-lain. Karena tidak punya pilihan maka hidup mereka akan miskin selamanya apabila kita tidak merangkul dan mengayomi mereka. ”

” Wao luar biasa kamu Ploek ”

” Kok komentarnya luar bisa. Ini saja juga kira-kira saya saja. Apanya yang luar biasa ??? ”

” Terus saya harus bagaimana dalam pemilihan presiden ini ”

” Ya pilihlah sesuai dengan keyakinan kamu ”

” Kalau kamu pilih siapa Ploek ”

” Saya mah pilih apa yang dikatakan Eyang dalam mimpi kamu ”

” Hehehehehe ngeledek saja Mas Tiploek ”

” Bukan ngeledek Mas Jauhari, kita khan tinggal menonton saja pertandingan seru ini. Oh ya entar malam Brasil lawan Amerika Serikat ya ????? Alamat begadang lagi nich ”

” Begadang terussssss “

4 thoughts on “MODAR ATAU MELARAT (baca : RIP OR POOR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s