POSISIKU DIMANA ? PORSIKU BERAPA ?

” Assalamualaikum ”

” Wa alaikumussalam Wr.Wb. Ehhhh kamu Yud ”

” Bagaimana kabarnya Mas Tjiploek ? ”

” Baik, Mas Yudi. Saya harap kabar Mas Yudi juga baik. Keluarga sehat-sehat khan ? ”

” Alhamdulillah sehat Mas. ”

” Syukur dech. Barusan darimana nich ”

” Dari rumah dan sengaja datang kesini karena kangen sama Mas Tjiploek. Sudah lama kita tidak bertemu ya Mas ”

” Ya, mungkin hampir setahun. Saya tahu kalau Mas Yudi sibuk dengan kerjaannya ”

” Ah, tidak juga kok Mas. Biasa-biasa saja ”

” Ada apa ini kok tiba-tiba datang ke rumah saya ”

” Tidak tahu kenapa selama beberapa hari ini saya mimpi ketemu Mas. Memang saya lagi bimbang tentang kehidupan diri saya selama ini. ”

” Kok bisa, Karir Mas Yudi bagus dan mempunyai keluarga yang saya lihat bahagia atau orang bilang keluarga sakinah mawaddah wa rahmah ”

” Ah bisa saja Mas Tjiploek. Orang khan lihatnya dari luar padahal di dalam belum tentu ”

” Hehehehehee, terus apa yang bisa saya bantu nich ”

” Begini Mas Tjiploek, saya sedang bingung dan perasaaan ini galau alias gundah gulana. Saya ingin mencari jati diri saya yang sebenarnya. Saya merasa ada yang kurang dalam hidup ini. Tidak pernah merasa puas dengan apa yang saya peroleh selama ini. Bukan berarti saya tidak bersyukur tapi memang begitu yang terjadi. ”

” Kok bisa begitu Mas ? ”

” Benar Mas, ada yang kurang dalam diri saya. Seandainya saya gelas, tidak tahu berapa besar volume air yang dibutuhkan untuk mengisi penuh gelas tersebut ”

” Wahhhhh kalo begitu bisa luber nantinya ”

” hehehehe benar Mas, itulah mengapa saya datang ke Mas Tjiploek. Saya berharap mendapatkan pencerahan ”

” Pencerahan ???? Saya tidak tahu apa-apa Mas Yudi. Yang saya tahu adalah inilah saya yang apa adanya.

” Nah itu yang saya maksud, Mas ? ”

” Yang mana ? ”

” Yang apa adanya itu. Tolong jelaskan Mas. ”

” Saya bicara kok malah ditanggapi serius. Apa adanya ya apa adanya. Ini bukan jujur lho Mas tapi inilah saya, tidak kurang dan tidak lebih ”

” Nah itu yang saya maksud “tidak kurang dan tidak lebih” Apakah itu yang dimaksud dengan mengenal jati diri trus bagaimana caranya Mas ? Apakah saya harus meningkatkan ibadah saya seperti sholat, puasa dan lain-lain ? ”


” Hahahahahahaha, kok malah banyak pertanyaannya. Terus terang saya bukan kyai atau ulama, saya hanya manusia ciptaan Allah untuk selalu berusaha menjaga Akhlakul Karimah. Saya belum mengarah kepada Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang kata orang adalah sebuah frase dalam bahasa Arab yang maksudnya sebuah intensi untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk bagi masyarakat. Saya sendiri saja belum tentu baik dan sedang menuju ke arah yang baik untuk diri saya sendiri. Berat Mas menjalankan amar ma’ruf bahi munkar. Biarlah orang menilai apa dan bagaimana saya yang sebenarnya lewat amal dan perbuatan saya sehari-hari tapi ini bukan dinilai sebagai ketauladanan lho karena saya bukan contoh yang baik juga hehehehe”

” Waooooo itu tuh mas Tjiploek yang ingin saya tanyakan ”

” Eh malah bertanya lagi ”

” Iya Mas, ini yang membuat saya penasaran tentang diri saya. Terus bagaimana hubungannya dengan Akhlakul Karimah dengan jati diri ? ”

” Saya tidak mengerti tentang jati diri yang dimaksud tapi saya hanya menjalankan antara yang saya ucapkan dengan perbuatan seiring dan sejalan atau buktikan dan nyatakan. Saya omong A maka saya membuktikan dan menyatakan dengan perbuatan A. Saya beranggap itulah yang membuat hidup ini terasa indah dan tenang. Laku lampahnya jelas. Saya merasa menjadi diri sendiri bukan orang lain ”

” Tapi Mas itulah yang dinamakan telah menemukan jati dirinya terus bagaimana caranya yang pas agar bisa sampai kesana ? Shalat atau puasa ? ”

” hehehehee saya tidak tahu. Mas Yudi, shalat, puasa atau ibadah yang termasuk dalam rukun Islam dalam agama kita merupakan kewajiban dan itu sebagai tameng untuk Akhlakul Karimah kita tapi yang lebih penting dan sering dilupakan orang adalah masalah keimanan kita. Itulah saya selalu mengatakan kepada teman-teman yang lain mengenai pandangan pribadi saya yang “Syarikat Iman” bukan “Syarikat Islam” seperti yang dikumandangkan oleh organisasi masyarakat selama ini. Keimanan itu lebih mendekatkan dan menambah keyakinan manusia kepada Sang Pencipta Allah SWT . Lagipula Allah ada dalam diri kita lewat zat, sifat dan diwujudkan dengan sempurna lewat penciptaanNya yaitu wujud manusianya itu sendiri. ”

” Ohhh gitu toh Mas, jadi jati diri ada dalam diri sendiri dan dapat dinyatakan dengan Akhlakul Karimah sehingga manusia tahu tentang posisi dan porsinya. Terima kasih Mas Tjiploek, saya pulang dulu yaa Assalamualaikum ”

” Wa alaikumussalam lho kok malah pulang, belum juga ngopi ama ngerokok ”
Tjiploek hanya bisa tertawa karena tidak bisa merokok dimana biasanya Yudi selalu membelikan rokok kesukaan Tjiploek apabila tahu Tjiploek tidak punya rokok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s