PRESIDENKU ADALAH ORANG TUAKU

Mungkin tulisan ini dianggap naif oleh sebagian orang tapi saya ingin mengajak saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air untuk melihat bangsa ini dengan jernih supaya apa yang dicita-citakan oleh para orang tua kita dulu lewat Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 dapat terwujud.

Presidenku adalah orang tuaku, sebagaimana kita ketahui menjelang pemilihan Presiden Republik Indonesia tanggal 8 Juli 2009 makin dekat dan disanalah kita dapat berharap menemukan seorang Presiden yang dapat memenuhi janji-janjinya. Hampir sebulan ini hiruk pikuk yang berkaitan dengan pilpres terdengar di antero negeri ini baik lewat media cetak, media tv, media maya (internet) sampai obrolan warung kopi. Tapi yang dirasakan dan didengar masih banyak orang belum menemukan pemimpin yang memang dianggap terbaik dan membawakan suatu konsep untuk Indonesia Yang Gemilang.

Disini saya ingin kembalikan lagi kepada dasar pemikiran kenapa kita membutuhkan seorang pemimpin. di dalam agama Islam dikatakan setiap manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin bagi dirinya, keluarga, bangsa dan negara serta lebih besar lagi sebagai pemimpin dunia. Menjadi pemimpin itu susah-susah gampang dan semua orang bisa menyatakan kesanggupannya untuk menjadi pemimpin. Persoalannya adalah apakah setiap calon pemimpin dapat bersikap dan berbuat sebagai orang tua atau yang dituakan dengan perasaan tulus, ikhlas dan tanpa pamrih dalam posisinya sebagai pemimpin.

Saya ingin memberi contoh kecil yang berhubungan dengan kata pemimpin yaitu keluarga. Sewaktu kecil hingga sekarang masih sering diceritakan oleh orang tua saya tentang bagaimana mereka merawat saya mulai dari lahir, bayi, remaja, sampai dewasa. Diceritakan oleh beliau, sejak lahir ke dunia saya di azankan agar sedini mungkin saya sudah mengenal Sang Pencipta dengan segala kebesaran-Nya. Kemudian saya di akiqah sebagai rasa bersyukur atas kelahiran saya kepada Allah SWT dan mengajak orang-orang di sekitar saya untuk turut berbahagia.

Selanjutnya hari berganti hari, minggu berganti minggu dan seterusnya, seiring waktu orang tua saya selalu menjaga, melindungi, merawat dan memberikan kasih sayang. Setiap waktu mereka memantau/memonitor perkembangan dan pertumbuhan saya. Mereka memberikan makanan yang baik dan bergizi, tempat tinggal yang baik dan layak, pakaian yang terbaik, kesehatan dan pendidikan yang terbaik. Semua itu saya terima dengan gratis dari orang tua. Orang tua melakukan semua itu dengan tulus, ikhlas, sabar, tabah dan lain-lain atau dengan kata lain tanpa pamrih.

Semua itu mereka lakukan agar saya dapat menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang bisa mandiri, kuat, tegar dan tidak cengeng apabila menghadapi masalah. Pendidikan yang diajarkan oleh mereka terutama pendidikan moral, sopan santun, etika yang beradab diharapkan agar saya bisa menjadi manusia yang peka terhadap diri sendiri, keluarga, orang lain dan lingkungan sekitar. Kemudian pendidikan formal mulai dari SD sampai perguruan tinggi yang telah diperjuangkan oleh mereka dan  diharapkan agar saya mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan bagi masa depan saya yang lebih baik daripada mereka.

Itulah orang tua-orang tua kita yang berjuang, bekerja keras dan selalu berdoa untuk keberhasilan hidup kita di masa yang akan datang sehingga mereka dapat menjadi kebanggaan bagi anak cucunya bahkan generasi berikutnya sampai akhir jaman. Mereka adalah pemimpin keluarga yang dapat dijadikan suri tauladan bagi anak-anaknya.

Pertanyaannya adalah bagaimana dengan Presiden ???? Di dalam UUD 1945 asli maupun yang telah diamandemen dikatakan Presiden diangkat sebagai kepala pemerintah/kepala negara. Saya lebih melihatnya sebagai kepala negara. Kalau orang tua kita berperan sebagai kepala keluarga maka negara saya anggap sebagai keluarga besar dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disinilah kita bisa melihat seberapa besar Presiden bisa berperan penuh sebagai orang tua kita dalam arti harfiahnya.

Maksudnya sebagai orang tua, Presiden harus dapat menjaga, melindungi, merawat dan memberikan kasih sayang kepada rakyatnya atau anak-anaknya.


Sebagai orang tua, Presiden harus berusaha, berjuang, bekerja keras dan berdoa agar rakyatnya (baca anak-anaknya) mendapatkan kebutuhan primer (sandang pangan papan) yang tercukupi dan terjamin ketersediannya.

Sebagai orang tua, Presiden harus bekerja keras dan mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya akan kesehatan dan pendidikan yang terbaik dan terjangkau (baca murah bahkan gratis) tanpa pamrih, ikhlas, sabar, tabah dan rendah hati.

Sebagai orang tua, Presiden harus bersikap adil dan bijaksana dalam memperlakukan rakyatnya (anak-anaknya) sehingga tidak ada lagi rakyat yang mengeluh karena mengalami perlakuan yang tidak adil dan semua itu dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai kepantasan.

Sebagai orang tua, Presiden memperlakukan rakyatnya dengan aturan yang adil seimbang dan berlaku dalam keluarga besar NKRI.

Didalam keluarga, segala keputusan ditentukan oleh orang tua dengan melalui proses musyawarah untuk mufakat dari seluruh anggota keluarga dan keputusan itu diperoleh berdasarkan kebesaran jiwa dari seluruh anggota keluarga dan kepala keluarga. Kalau perlu dihindari keputusan dengan suara terbanyak karena sudah menjadi kebiasaan dan budaya kita sebagai bangsa Timur yang selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Begitulah seharusnya sikap Presiden sebagai kepala negara (dalam hal ini sebagai orang tua yang memimpin anggota keluarganya) agar yang dipimpin dapat memperoleh dan mencapai cita-cita yang diinginkannya.

Apabila tidak dapat bersikap sebagai orang tua bagi rakyatnya sebaiknya dengan legowo, ikhlas dan pasrah untuk menyerahkan posisinya kepada orang lain yang lebih pantas dianggap sebagi orang tua agar rakyatnya (anak-anaknya) tidak bingung dan keleleran kemana-mana tanpa arah.

Itulah yang dinamakan Presidenku adalah Orang Tuaku

One thought on “PRESIDENKU ADALAH ORANG TUAKU

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s