SUARA HATI

” Mas…mas….mas…. mas Tjiploek dimana ya ? ” panggil Mbok Minah kepada Tjiploek

” Saya lagi di gudang, ada apa Bi ? ” jawab Tjiploek yang dari tadi sibuk membereskan badan di gudang.

” Mas, ada yang cari ”

” Siapa ya Bi ? ”

” Kurang tahu tapi keliatannya kenal dekat sama Mas Tjiploek ”

” Laki-laki atau perempuan ? ”

” Laki-laki, seumuran ama Mas ”

” Ohhhh gitu. Sudah disuruh masuk Bi ? ”

” Sudah Mas, dia lagi tunggu di beranda depan. Tadi disuruh duduk di ruang tamu dia tidak mau. Katanya enakan di luar banyak angin ”
Memang rumah Tjiploek terasa adem dan nyaman karena banyak ditanami tanaman buah-buahan.

Kemudian Tjiploek segera membersihkan diri di kamar mandi dan masuk kamar untuk memakai baju karena kebiasaan Tjiploek kalau di rumah jarang pakai baju. Langsung Tjiploek bergegas ke beranda depan.

” Assalamulaikum ”

” Wa alaikumusalam ” jawab tamu pria tersebut.
Belum sempat Tjiploek melihat siapa pria tersebut, langsung pria tersebut memeluk erat-erat Tjiploek dengan wajah berseri-seri seperti teman lama yang sudah lama tidak bertemu.

” Ehhhh kamu Manggala waduhhhhhhh…… ” Tjiploek tampak kaget dengan peluk tapi Tjiploek kenal sekali sekali dengan sosok pria tersebut yang ternyata bernama Mandala. Akhirnya keduanya saling berpelukan tapi bukan pelukan gay lho hehehehehe

” Bagaimana kabarnya  kamu, Ploek ? ” Manggala memperhatikan Tjiploek mulai dari atas kepala sampai ke bawah.

” Baik…baik…baik seperti yang kamu lihatlah. Kalau kamu bagaimana ? Kelihatannya kamu sudah berubah, Manggala ”

” Ya beginilah tapi yang penting sehat. Ibu bagaimana Ploek ? ”

” Ibu baik, tuh beliau ada di dalam sedang menonton snetron hehehehe ”

” Sebentar ya Ploek saya mau menyapa ibu kamu dulu ” Manggala langsung masuk ke dalam sambil membawa kantung plastik besar, sepertinya bawa oleh-oleh makanan dan buah untuk Ibunya Tjiploek. Setelah beberapa menit Manggala kembali ke beranda menemui Tjiploek.

” Mau minum apa nich ? ”

” Apa sajalah Ploek, kalau bisa kopi kayak jaman dulu hehehehe. Oh ya ini ini ada 2 slop rokok Dji Sam Soe  kesukaanmu ”

” Wahhhh terima kasih banget nich, tapi sebentar ya saya masuk kedalam mau buatkan kopi racikan Mas  Tjiploek hahahahaaha ”
Dalam hitungan menit Tjiploek sudah membawa du buah gelas kopi .

” Ini kopi khusus kubuatkan buat kamu, Manggala. Masih ingatkan racikannya hehehehe ”

” Ya, ingat banget kopinya banyak, tapi sedikit gula kalau perlu tidak pakai gula hahahahahaah pahit puoool ”

” Oh ya kamu sekarang tinggal dimana, Manggala ? Bagaimana kabar isteri dan anak-anakmu ? ”

” Saya tinggal di Pondok Pinang dekat  Pondok Indah. Kabar anak istriku baik saja Ploek. Cuma…… ”

” Cuma apa ????  Ada apa nich. Kok wajahmu berubah, Manggala. ”

” Ahhh tidak apa-apa, kalau kamu bagaimana Ploek. Apa aktifitasmu sekarang ? ”

” Ehhh ini orang malah mengalihkan pembicaraan. Kalau saya masih seperti yang dulu luntang lantung tidak punya kerjaan kecuali dikerjaain orang dengan segala hal yang berbau duniawi hehehe. Tapi pertanyaanku kok belum dijawab. ”

” Yang mana ? ”

” Yang cuma itu lho…. ”

” Yaitu, ehm ehmmmmm aku telah bercerai dengan istriku. ”

” Ahhhhh sejak kapan ? Kok bisa ? Trus anak-anak ?….. ” Tampak Tjiploek kaget mendengar jawaban Manggala.

” Sudah 2 tahun yang lalu. Sementara anak-anak ikut ibunya dan setiap akhir pekan menginap ke rumahku. Sekarang saya jadi manusia bebas alias bujangan lagi heheheheehe ”

” Jangan begitu ah Manggala tetap kamu punya tanggung jawab terutama kepada anak-anakmu. Kalau tidak salah 2 orang khan anakmu. Siapa itu namanya Manggala ? ”

” Benar Ploek. Yang pertama laki-laki berumur 7 tahun SD kelas 1 dan namanya Akbar. Yang kedua perempuan berumur 5 tahun baru  TK dan namanya Annisa ”

” Nama-nama yang bagus sekali anakmu, Manggala. ”

” Benar Ploek, memang dari dulu saya ingin menamakan anak-anaku dengan nama yang baik. ”

” Terus kenapa kamu bisa bercerai ? Sepengetahuanku, kamu orang yang bertanggung jawab, ganteng, gagah, alim dan punya mental yang kuat. Tidak seperti saya, Manggala hehehehe ”

” Kamu memang tidak pernah berubah Ploek selalu rendah hati dan sekarang saya melihat kamu lebih tenang, bijaksana, lebih mirip kayak orang tua atau orang yang dituakan walaupun…. ”

” Walaupun apa ……. ”

” Itu lho penampilanmu Ploek, kumel, jarang mandi, pakai baju asal-asalan tuh liat pakai baju aja terbalik hehehehehe tapi ada yang berubah yaitu kumis dan jenggotmu makin lebat hahahahahaha ”

” Nah gitu dong tertawa kayak sewaktu kita mengelana kemana-mana dahulu. Tetapi kamu kelihatan lebih parlente, pakaian rapi, rambut klimis, sepatu mengkilat dan yang ga tahan minyak wanginya itu lho…. ”

” Kenapa dengan minyak wangi ku ”

” Menyengat sekali seperti yang dipakai sama om-om hahahahaha Trus kalau ingat dulu sewaktu mengelana. Kita khan jarang mandi dan kamu khan yang bau badannya paling……..bau busuk ”

” Aku rindu dengan masa lalu Ploek sewaktu kita mencari suatu kebenaran hakiki tentang hidup. Aku kangen ama kamu yang selalu menemukan ide-ide atau pikiran yang kadang nyeleneh Ploek ”

” Kok jadi melankolis gini sich….. Omong-omong sekarang kamu kerja dimana ? Sudah hampir 8 tahun kita tidak bertemu. Apa saja yang terjadi dengan kamu selain perceraian itu. ”

” Ingat ga Ploek sewaktu kita safari ramadhan terakhir dengan si Edan sebelu beliau meninggal. ”

” Ya ingatlah banyak peristiwa yang kalau dipikir sekarang membuat kita malu karena rasanya ga mungkin kita lakukan. Berpikir terbalik yang bisa membuat orang satu kampung marah-marah dan mengamuk. ”

” Itu salah satunya, saat safari ramadhan itu khan kita pernah jadi tukang cuci piring di depan mesjid didaerah Jakarta Timur itu lho ”

” Ya ya saya ingat trus…. ”

” Sehabis tarawih sewaktu membersih meja warung Pak Amat, saya bertemu dengan seorang Bapak namanya Pak Yunus dan sempat ngobrol dengan beliau sampai jam 1 malam. ”

” Saya waktu itu ada dimana ya ? ”

” kamu ama si Edan kalau ga salah ke tempatnya Imam mesjid itu lho. ”

” Ya ya saya ingat, trus apa yang kamu bicarakan dengan Pak Yunus ”

” Banyak hal Ploek. Mungkin karena cocok dan klop terus beliau memberikan kartu namanya dan menyuruh saya bersilaturahmi ke rumahnya. Tahu ga Ploek, ternyata beliau itu pentolan partai besar di republik ini. saat itu beliau masih anggota DPR atau DPRD dech kalau tidak salah ”

” Ohhh gitu, terus kamu berkunjung ke rumahnya ”

” Ya setelah meninggalnya almarhum Edan kurang lebih 3 bulan setelah pertemuan itu saya main-main ke rumahnya Pak Yunus. Sungguh kaget beliau dengan kedatangan saya. Saya disambut dan diperlakukan dengan baik. Singkat cerita, hubungan kami makin akrab dan saya dijadikan asisten pribadinya. Selain itu saya dijodohkan dengan putrinya, Irawati. Kebetulan beliau hanya mempunyai anak tunggal ya Irawati itu. Setahun kemudian kami menikah…maaf aku tidak mengundangmu Ploek. Hidup kami bahagia, segala kebutuhan hidup terpenuhi pokoknya  serba kecukupanlah. Saya ditugasi oleh mertuaku untuk mengurusi perusahaannya dan diangkat jadi direktur utama. ”

” Luar biasa sekali perjalanan hidupmu Manggala ”

” Memang luar biasa. Mungkin ini jawaban Allah atas perjalan safari ramadhan yang selalu kita jalankan itu Ploek walaupun hanya 3 kali puasa ramadhan. ”

” Itulah kalau Allah punya kehendak dan kuasa. ”

” Tapi Ploek, ternyata itu adalah ujian yang diberikan Allah kepadaku ”

” Ujian Allah ??? Maksudnya ? ”

” Hidupku memang serba kecukupan apalagi setelah lahir Akbar. Sepertinya Allah sedang bermesraan denganku Ploek. Tanpa kusadari dekatnya aku dengan Allah maka setan-setanpun mendekat juga dengan aku dan keluargaku. ”

” Maksudnya ? ”

” Tanpa kusadari rupanya setan-setan tersebut telah mempersiapkan strateginya sudah cukup lama untuk menggoda keimananku.  Aku khilaf dan termakan godaan setan. Godaan kekayaan dan kemudahan hidup telah menutup mata batinku. Aku mulai lupa dengan jati diriku dan siapa Manggala sebelum menjadi orang kaya. Aku sibuk dengan urusan kantor sementara istriku sibuk dengan urusan partai dan anakku lebih banyak tinggal di rumah Pak Yunus (kakeknya). Karena tiap kami ada aktivitas baik kantor maupun partai, Akbar selalu dititipkan di tempat kakeknya. Tanpa terasa itu berjalan selama 4 tahun. Walaupun sudah lahirnya Annisa tetap saja kehidupan yang membosankan itu berlangsung terus menerus. Komunikasi kami sebagai suami-istri kurang sekali. Sampai pada satu titik dimana keimananku diuji oleh seorang wanita. Aku selingkuh dengan sekretarisku sendiri. Ini disebabkan hampanya kehidupan rumah tanggaku dan kebetulan sekretarisku dapat mengisi kekosongan peran istriku. Padahal semua itu semu belaka Ploek. Rupanya sekretarisku hanya ingin kekayaanku saja. Bisa dibuktikan saat perusahaan kolaps dan phk besar-besaran ternyata wanita itu yang duluan menghilang dan tidak pernah kerja lagi alias ngabur. ”

” Istrimu tahu dengan kelakukanmu, Manggala ”

” Bukan itu saja, rupanya Irawati sudah mengendus dan mengetahui perselingkuhan tersebut tetapi dia diamkan saja. Rupanya istriku juga melakukan selingkuh  dengan pria lain. Ini saya ketahui sewaktu putusan cerai pengadilan agama. Dia minta maaf karena selama ini telah berbohong dan itu dilakukannya pada saat Akbar berumur 2 tahun. Astaghfirullah al azhiim, tak kusangka sebelumnya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Kemesraanku dengan Allah rupanya makin mesranya setan dengan diriku Ploek ”

” Walah-walah Tuhan dan Hantu memang mempunyai suku kata yang sama tetapi terbalik dan berlawanan satu sama lain. ”

” Ya begitulah Ploek, malah aku melihat kamu lebih bahagia dibandingkan dengan diriku. Yang kudengar dari teman-teman, Kamu selalu mendengar suara hatimu dahulu sebelum mengambil keputusan dan melangkah. Benar ga Ploek ”

” Ah bisa-bisanya mereka saja, surga dan neraka itu adanya disini Manggala (Tjiploek menunjukkan jari telunjuknya ke hatinya). Tergantung kita sebagai manusia, mau hidupnya dijadikan surga atau neraka ”

” Benar sekali Ploek ”

” Tuh dengar Manggala ”
Terdengar suara sayup sayup-sayup dari radio tetangga sebelah Tjiploek dan keduanya tampak serius menyimak.

di sini aku masih sendiri
merenungi hari-hari sepi
aku tanpamu, masih tanpamu

bila esok hari datang lagi
ku coba hadapi semua ini
meski tanpamu oooh meski tanpamu

bila aku dapat bintang yang berpijar
mentari yang tenang bersamaku disini
ku dapat tertawa menangis merenung
di tempat ini aku bertahan

suara dengarkanlah aku
apa kabarnya pujaan hatiku
aku di sini menunggunya
masih berharap di dalam hatinya

suara dengarkanlah aku
apakah aku slalu dihatinya
aku di sini menunggunya
masih berharap di dalam hatinya

kalau ku masih tetap disini
ku lewati semua yang terjadi
aku menunggumu, aku menunggu

suara dengarkanlah aku
apa kabarnya pujaan hatiku
aku di sini menunggunya
masih berharap di dalam hatinya

suara dengarkanlah aku
apakah aku ada dihatinya
aku di sini menunggunya
masih berharap di dalam hatinya

” Benar Ploek , indah sekali ”

” Ingat Manggala, itu bukan hanya sekedar lagu tentang cinta atau asmara-asmaraan tetapi dapat dijadikan perenungan atau komunikasi dengan batin yang suci yaitu batin ilahi ”

” Ya ya ya kuncinya komunikasi ”

” Ingat ga, bagaimana cara almarhum si Edan melakukan komunikasi dengan penduduk yang marah dan hampir mengamuk ketika  dia dengan sengaja merubah lafadz azan subuh  “ash-shalatu khairum minannaum” (Sholat lebih baik daripada tidur) menjadi “annaumu khairum minash-shalat” (Tidur lebih baik daripada sholat) sewaktu safari ramadhan terakhir dengan almarhum ” (http://cechgentong.multiply.com/journal/item/138)

” Ingat Ploek ”

” Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah dst, terus panggil namaNya sampai terdengar suaraNya memanggilmu di dalam relung hatimu sehingga jangan sampai kemesraan kita dengan Nya disisipi oleh kemesraan lain alias setan. Dan Gusti Allah tidak pernah tidur. Sama halnya dengan kemesraan kita dengan keluarga ”

” Ngerokok lagi ahhhhh “

2 thoughts on “SUARA HATI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s