Emang Enak Jadi Orang Asing/Indo

Tulisan ini bukan bermaksud rasial ataupun mempunyai niat jelek tetapi hanya sekedar bahan perenungan buat kita sebagai anak bangsa.

Bule

Barusan saya menyaksikan acara balapan di sebuah stasiun TV dengan judul acaranya ” Balapan Akbar Yamaha “. Menariknya pada acara tersebut ditampilkan aksi balap seorang pembalap dunia GP 1 yang masih temannya Valentino Rossi yaitu Jorge Lorenzo. Awalnya saya menikmati acara tersebut tapi ada yang mengganjal di hati saya yaitu ternyata pembawa acaranya orang asing (saya tidak tahu apakah sudah WNI atau belum). Sah-sah saja sich sebetulnya kalau memakai orang asing tersebut karena ini menyangkut komersilitas di dunia TV. Yang menjadi pertanyaan apakah mbok yao lebih baik menggaet pembawa acara lokal. Saya rasa masih banyak pembawa acara lokal yang menguasai acara balapan tersebut. Uniknya yang diwawancarai oleh orang asing alias komentatornya adalah orang Indonesia (mungkin seorang wartawan otomotif) dan acara balapannya masih dalam skup Asia Tenggara dimana pembalap-pembalap Indonesia bertarung. Tetapi saya berpikir positif saja yaitu karena nara sumbernya orang Indonesia berarti orang Indonesia lebih baik pengetahuannya dibanding si pembawa acaranya hehehehe. Cuma herannya pas acara free style yang yang dibawakan oleh Narita Team asal Jepang, nara sumber hanya bisa diam dan banyak bertanya kepada si pembawa acara orang asing tersebut (yang katanya di negaranya free style sudah lama dikenal hehehehe) Kok jadi kebalik-balik ya.

Kemudian kalau kita lihat sinetron-sinetron di TV (walaupun saya jarang nonton sinetron), banyak aktor/aktris mempunyai nama-nama aneh dan berwajah yang bukan khas Indonesia (rata-rata menjadi pemeran utama). Selidik punya selidik ternyata mereka adalah keturunan alias Indo. Padahal sinetronnya tidak jelas alur ceritanya alias abal-abal. Langsung pikiran saya melayang kepada salah satu sinetron legendaris yang kayaknya susah untuk disaingi yaitu ” Si Doel Anak Sekolahan ” dimana sebagian besar pemain-pemaninnya berwajah lokal ya paling satu dua yang indonya. Ini membuktikan kekuatan cerita, alur cerita yang tidak lompat-lompat, pemain-pemain yang mempunyai watak dan lain-lain menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah sinetron (bukan hanya kepentingan rating tapi juga masuk ke dalam hati para penontonnya).

Yang lain adalah iklan-iklan yang berseliweran di layar kaca TV terutama iklan produk kecantikan. Pasti dech yang ditampilkan adalah model-model yang berwajah Indo dan selalu ingin menunjukkan bahwa produk tersebut dapat menambah kecantikan wanita manapun yang memakai produk kecntikan tersebut. Ya jelas aja tetap cantik walaupun tidak menggunakan produk tersebut, memang orangnya sudah cantik, berkulit putih, bersih dan mulus. Saya membayangkan seandainya bintang iklannya adalah orang biasa (berwajah lokal), tidak cantik, berkulit orang Indonesia umumnya dan ekstrimnya adalah wanita pengemis yang berkeliaran di perempatan lampu merah. Karena menggunakan produk kecantikan tersebut maka membuat bintang iklan tersebut menjadi cantik, bersih, mulus dan kulitnya menjadi putih. Saya yakin pasti dech produk kecantikan tersebut laku di seluruh Indonesia. Hahahahahaha.

Asli Indonesia

Belum lagi cerita tentang perbedaan pendapatan antara tenaga ahli asing dengan asli Indonesia. Semuanya membuat kita miris alias ngurut dada. Ya tapi mau bagaimana lagi itulah fakta yang harus diterima.

Ternyata memang enak jadi orang asing/indo di negeri ini, mereka mendapatkan kemudahan dan kehormatan lebih dibanding orang Indonesia. Bagaimanapun juga saya tetap bangga jadi orang Idonesia, bersyukur kepada orang tua yang melahirkan saya dan lebih utama lagi kepada Allah SWT yang menciptakan saya seperti sekarang ini. Kalau kata Pak Eshape di profil saya, ” Wajah boleh sangar tapi hati selembut salju ” hehehehe. Terima kasih pujiannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s