FC Barcelona dan Indonesia

http://www.studentweb.cortland.edu

Ada apa antara FC Barcelona dengan Indonesia ? Tidak ada apa-apa sich. Tulisan ini hanya sekedar perenungan tutup tahun 2009 yang tinggal sebulan lagi. Mengapa harus sekarang merenungnya khan masih lama ? Khan lebih cepat lebih baik untuk melanjutkan cita-cita seluruh rakyat yaitu Indonesia yang makmur, sejahtera dan gilang gemintang. Semangat banget ya hehehehehe

FC Barcelona

Bagi pecinta olahraga sepakbola, FC Barcelona bukanlah nama yang asing. Klub catalan yang sudah berumur 110 tahun ini mempunyai catatan pretasi yang luar biasa. Tetapi penulis tidak akan mengulas lebih dalam tentang prestasi selama 110 tahun tersebut. Yang ingin penulis ulas adalah prestasi Barcelona pada tahun 2009 ini. Seperti yang kita ketahui, pergantian pelatih/manajer dari Frank Rijkard (FR) ke Joseph Guardiola (JG) sempat menimbulkan polemik di masyarakat pecinta dan pengurus klub. Karena kalau dilihat prestasi dan pengalaman sangat jelas terdapat perbedaan. Walaupun sama-sama pernah bermain di FC Barcelona, FR mempunyai prestasi yang lebih bersinar baik pada waktu jadi pemain maupun pelatih.

Saat menjadi pemain, FR pernah mengalami masa keemas Dream Team di AC MIlan dengan menjuarai Liga Italia, Champions Eropa, Super Eropa, Piala Intercontinental dan Juara Eropa tahun 1988. Kemudian menjelang akhir karirnya , bersama Ajax Amsterdam menjuarai Piala Champions dengan mengalahkan mantan klubnya, AC MIlan. Sebagai pelatih, FR pernah menjadi pelatih Tim Nasional Belanda dengan prestasi semifinalis Piala Eropa tahun 2004. Kemudian dilanjutkan menjadi pelatih FC Barcelona selama 4 tahun dengan prestasi 2 kali juara La Liga dan 1kali juara Piala Champions Eropa dimana saat itu nama-nama seperti Ronaldinho, Samuel Eto’o, Deco, Ludovic Giully, Henrik Larrsen dan lain-lain menjadi jaminan keberhasilan FC Barcelona walaupun pada akhir jabatannya FR dianggap sebagai biang kegagalan FC Barcelona dengan prestasi tanpa gelarnya pada musim kompetisi 2007/2008 karena ketidakmampuan FR meredam tingkah polah pemain bintangnya.

Bagaimana dengan JG ? Pecinta FC Barcelona hanya mengenal JG sebagai pemain gelandang tim Barcelona/timnas Spanyol dengan prestasi menjuarai Liga Champions tahun 1992 sewaktu FC Barcelona dilatih oleh Johan Cryuff (pelatih yang meletakkan dasar permainan menyerang FC Barcelona sampai saat ini) walaupun sempat melalangbuana menjadi pemain di liga Italia, Arab Saudi dan Jepang. Prestasi JG belum menonjol kecuali hanya sebagai pelatih Tim Yunior Barcelona. Hal inilah yang menjadi polemik masyarakat sepakbola di catalan. Tetapi dengan keyakinan penuh secara aklamasi, Pengurus klub sepakat memberikan kepercayaan penuh menjadi pemimpin atau pelatih/manajer di klub sebesar FC Barcelona. Awalnya banyak yang meragukan kemampuan JG dalam hal melatih, ketika dengan beraninya JG mulai memberikan kesempatan kepada pemain muda didikan klub seperti Bojan Kirkic, Pedro Rodriguez, Sergio Busquet, Gerard Pique (yang ditarik dari MU) dan pembelian pemain yang brilian seperti Seydou Keyta dan Dani Alves untuk menggantikan pemain-pemain senior yang dianggap sudah tidak mempunyai gairah untuk bermain dan tidak masuk dalam strategi tim dalam jangka panjang seperti Ronaldinho, Deco, Thiago Motta, Balleti, Silvinho dan Gianluca Zambrotta (termasuk Samuel Eto’o setelah menjuarai Liga Champions Eropa). JG memberi kewenangan penuh kepada Lionell Messi untuk menggantikan peran Ronaldinho.

Lihat apa yang terjadi dengan FC Barcelona setelah perubahan besar-besaran yang dilakukan pelatih muda JG ? JG menjawab semua kritikan dan ketidakpercayaan penggemar FC Barcelona (termasuk pengurus yang kontra) dengan prestasi yang luarbiasa dan memecahkan rekor klub dunia dimana dalam satu tahun kompetisi (2008/2009) berhasil menjuarai 5 turnamen yaitu Liga Spanyol. Piala Raja (Copa Del Rey), Liga Champions Eropa, Super Eropa dan Super Spanyol. Mungkin bisa jadi 6 apabila FC Barcelona berhasil menjuari Piala Klub Dunia di Jepang pada bulan Desember ini. Disamping itu, Lionell Messi dinobatkan jadi Pemain Terbaik Eropa 2009 mengalahkan CR9 dan rekan setimnya Xavi Hernandez.

Tetapi tetap saja JG bersikap low profile kalau keberhasilan itu bukan hanya kehebatan JG tapi seluruh komponen di FC Barcelona terutama sudah terbentuknya permainan FC Barcelona yang mengadopsi Total Football-nya Belanda yang ditanamkan oleh pelatih FC Barcelona asal Belanda dulu yaitu Johan Cryuff dimana setiap pemain tidak hanya berpaku pada satu posisi tetapi bisa bermain dalam berbagai posisi baik pada saat menyerang maupun bertahan dan harus lebih banyak menguasai bola (Ball Possition). Permainan ala Belanda itulah yang menjadi darah permainan dan JG sudah cukup hafal dan menguasainya bahkan sudah dianggap sebagai ideologi permainan FC Barcelona. Jadi tidak heran ketika diwawancarai setelah menjuarai Piala Champions Eropa, JG mengucapkan banyak terima kasih kepada Johan Cryuff.

Kesimpulannya adalah FC Barcelona dengan ideologi permainannya yang jelas dan mendarah daging (Total Football yang dimodifikasi ala Spanyol) didukung penuh oleh pengambil keputusan yaitu pengurus klub yang mewakili penggemar klub telah berani memberikan kepercayaan kepada pelatih/manajer muda (43 tahun saat itu) tanpa prestasi kepelatihan sebelumnya untuk memimpin pasukan gabungan muda dan senior bertarung di tengah lapangan dalam berbagai situasi dan kondisi. Buktinya sekali lagi adalah Juara La LIga Spanyol, Copa Del Rey, Liga Champions Eropa, Super Spanyol, Super Eropa dan yang terakhir mengalahkan musuh abadinya di Liga Spanyol, Real Madrid dengan skor 1-0.

Bagaimana dengan Indonesia ? Sumber daya alam dan manusianya besar (kalau mau dikatakan melimpah), ideologinya jelas yaitu Pancasila yang lebih menekankan pada kebersamaan, gotong royong, kekeluargaan dll (dalam istilah sepakbola-nya strategi permainannya sudah ada/jelas dan cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia), pengurusnya sudah ada (dalam hal ini parpol pemenang pemilu yang menjadi representasi/wakil rakyat untuk mengambil keputusan baik membuat peraturan dan mengajukan pemimpin nasional) tetapi mengapa para pengurusnya tidak belajar dengan apa yang dilakukan oleh pengurus FC Barcelona ? Memberikan kepercayaan kepada yang muda untuk memimpin negara ini bertarung dan berjuang dalam rangka mewujudkan Indonesia Makmur, Sejahtera dan Adil tapi justru malah takut mengambil keputusan dengan berbagai alasan. Dan prestasinya ????? Silahkan menilai sendiri…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s