Silence is Golden When You Can’t Think Of A Good Answer

Muhammad Ali And Jimmy Carter

Silence is golden when you can’t think of a good answer. Muhammad Ali

Muhammad Ali ? Ya benar, memang Muhammad Ali yang mengeluarkan kalimat mutiara tersebut. Ada perasaan aneh yang menghinggapi pikiran penulis ketika tanpa sengaja menemukan kalimat mutiara tersebut. Bagaimana seorang Muhammad Ali, seorang petinju legendaris yang terkenal dengan banyak omongannya (Big Mouth) bisa mengeluarkan kalimat tersebut. Tetapi kalau kita mengikuti perjalanan sejarah hidup seorang Muhammad Ali maka apa yang dikatakan Muhammad Ali tersebut bukan pepesan kosong. Terlepas kekurangan dan kelebihannya, Muhammad Ali selalu dapat membuktikan omongannya walaupun tidakseratus persen. Bagaimana Muhammad Ali bersedia masuk penjara dan kehilangan gelar Juara Dunia TInju Kelas Berat ketika Muhammad Ali menyatakan ketidaksetujuannya terhadap Perang Vietnam. Muhammad Ali mengatakan bahwa rakyat Amerika tidak merasa punya masalah dengan rakyat Vietnam apalagi rasa bermusuhan. Jadi mengapa pemerintah AS harus memaksakan rakyatnya untuk berperang ke Vietnam, malah yang terjadi justru di dalam negeri AS terjadi diskriminasi ras yaitu ras-nya Muhammad Ali (Kulit Hitam atau Kaum Negro). Disitulah Muhammad Ali berkoar-koar tentang kebenaran dan ternyata terbukti Amerika mengalami kekalahan yang sungguh memalukan pada perang Vietnam tersebut.

Inti dari kalimat mutiara tersebut adalah kita harus tahu kapan bicara atau kapan diam terutama menyangkut tentang kebenaran yang hakiki.

Pertanyaannya adalah adakah hubungan antara kalimat mutiara tersebut dengan hiruk pikuk yang melanda negara yang kita cintai, Indonesia. Penulis menjawab ada. Beberapa bulan terakhir ini, masyarakat Indonesia disajikan banyak kehirukpikukan yang terjadi di tingkat elite-elite kekuasaan. Mulai dari kasus Bibid-Chandra, kasus Bank Century sampai kasus Ujian Nasional. Masyarakat dibuat bingung dengan berbagai komentar yang diberikan oleh berbagai banyak kalangan mulai dari elite politik, pengamat sampai media massa. Masing-masing punya argumen dan bukti yang menyatakan bahwa merasa paling benar. Sudah banyak energi yang dikeluarkan hanya untuk merespon, berpolemik, berwacana terhadap kasus-kasus tersebut. Sementara masyarakat tingkat bawah tetap saja berjuang mati-matian untuk memenuhi kehidupan keluarganya. Penulis pikir justru masyarakat kelas bawah yang lebih memahami dan memaknai kalimat mutiara tersebut. Mereka akan bicara dengan keras pada waktu yang tepat yaitu saat keadilan tidak berpihak kepada mereka. Dan persis sama dengan alam yang akan terus bergejolak saat manusia bersikap tidak adil dan masa bodo terhadap kesinambungan pelestarian alam.

Sumber gambar: http://www.commons.wikimedia.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s