Angka 13 Dan Kebakaran Tambora

Warga berusaha memadamkan api saat kebakaran melanda Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (10/12/09). Kebakaran ini mengakibatkan ratusan rumah di tiga RT ludes terbakar.KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Pada hari kamis siang tanggal 10/12/2009, kembali Jakarta dikejutkan oleh berita kebakaran di Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Wilayah tersebut dikenal dengan daerah padat penduduk dan rumah antar warga saling berdempetan. Jadi kalau ada satu rumah yang terbakar maka apinya akan merembet kemana-mana sehingga dapat menyebabkan kebakaran yang lebih luas (satu kampung).

Ada beberapa warga yang mengatakan musibah kebakaran seperti ikut arisan. Seperti yang dilansir kompas.com diberitakan bahwa Usman dan para tetangga berulang kali menjadi korban kebakaran. ”Giliran kebakaran seperti ikut arisan di sini,” kata Adi, warga Gang Venus, Jembatan Besi, tersenyum kecut.

Musibah kebakaran di daerah tersebut sudah terjadi 3 kali menurut warga yang telah lama tinggal di daerah Jembatan Besi tersebut. Hal ini juga diungkapkan oleh seorang ibu yang diwawancarai oleh sebuah stasiun televisi swasta sabtu siang. 3 kali musibah kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut terjadi pada tahun 1983, 1996 dan yang terakhir tahun 2009 ini.

Kalau kita perhatikan 3 periode tahun terjadinya kebakaran di kawasan tersebut maka ada yang unik. Benar dengan apa yang dikatakan Adi, seorang warga diatas bahwa kebakaran ini seperti arisan yaitu kebakaran selalu terjadi tiap 13 tahun (1983 ke 1996, 1996 ke 2009). Apakah ini sebuah kebetulan ?

Sebagian orang mengatakan angka 13 adalah angka sial dan kalau bisa harus dihindari. Kalau kita mempercayai siklus 13 tahunan tersebut maka nanti pada tahun 2022 musibah kebakaran kembali akan dialami oleh warga masyarakat di daerah Tambora Jakarta Barat tersebut. Mungkinkah ini akan terjadi ? Kalau dikatakan sial maka yang dikatakan apakah lokasinya atau warganya ? Atau memang perlu adanya penataan ulang Ruang Tata Kota oleh Pemda DKI sehingga terhadap daerah tersebut. Saya mengharapkan Pemda DKI, DPRD DKI dan Muspida Jakarta Barat dapat menemukan sebuah terobosan untuk melindungi warga Tambora dari bahaya kebakaran. Kalau masih didiamkan juga maka Pemda dan berbagai pihak yang berwenang dapat dikatakan yang membawa sial dan bukan angka 13-nya yang sial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s