Inggrislah Otak Kekacauan di Indonesia (Obrolan di Pencucian Motor)

Foto Pribadi

Tadi siang saat sedang menunggu motor dicuci di tempat pencucian motor tanpa sengaja saya berincang-bincang dengan seorang Bapak yang berumur sekitar 70 tahun. Kebetulan saat itu, beliau juga sedang menunggu motornya yang sedang dicuci bersamaan dengan motor saya yang posisinya bersebelahan. Dengan ditemani kopi Indocafe Cofee Mix yang sengaja saya pesan, beliau banyak cerita tentang peristiwa-peristiwa aktual yang sedang terjadi di Indonesia sampai jaman kemerdekaan dulu dimana beliau sempat mengalaminya.

” Tahu ga Mas kenapa Indonesia daridulu sampai sekarang tidak maju-maju ? ”

” Tidak tahu, Pak. Maksudnya ga maju-maju apa, Pak ? “

” Masak sich Mas tidak tahu. “

” Sungguh Pak, saya benar-benar kurang mengerti dengan apa yang Bapak maksud “

>

Foto Pribadi

” Coba Mas perhatikan makin ke sini Indonesia makin mundur terutama sejak reformasi. Semuanya serba kacau, orang seenak udel berbicara padahal tidak tahu apa yang sedang dibicarakan. Kualitas pendidikan nasional kita makin runyam terutama masalah UN kok untuk menentukan lulus atau tidaknya UN ditentukan oleh beberapa mata pelajaran saja dan parahnya Bahasa Inggris menjadi salah satu mata pelajaran yang menjadi persyaratan mutlak untuk lulus UN. Kok bisa begitu cara berpikirnya, bagaimana dengan bahasa Indonesia. Apakah anak-anak kita dipaksa untuk berbahasa Inggris. Katanya Sumpah Pemuda ? Dimanakah pengakuan bangsa ini atas bahasa nasionalnya yaitu bahasa Indonesia. Kalau perlu jadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Bukan malah terbalik. Bahasa Indonesia itu paling mudah dan tidak ada perbedaan pengucapan yang ditentukan oleh waktu. Mau sekarang, besok, dahulu tetap saja sama. Misalnya saya mau makan ya saya mau makan tidak harus berubah seperti bahasa Inggris (eat, ate, eaten, will eat). Bikin ribet aja. “

” Tetapi Pak, bagaimanapun juga bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang dijadikan bahasa pergaulan dunia “

” Memang benar, itulah yang saya maksud kenapa kita tidak berjuang untuk menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa pergaulan dunia. “

” Tetap saja Pak. Kita tidak bisa mengingkari itu semua ”

” Nah itulah yang selama ini mengganjal dalam pikiran saya dan setelah saya renungkan maka bisa disimpulkan bahwa Inggrislah yang selama ini menjadi otak kekacauan yang ada Indonesia bahkan dunia “

Dalam hati saya, kok bisa-bisanya saya ketemu Bapak tua ini ya. Sudah begitu main tuduh saja nich Bapak hehehehe.

” Saya mau tanya Mas. Apa mata uang Inggris ? ”

” Poundsterling, Pak ”

” Dari sekian banyak mata uang dunia, mata uang mana yang paling stabil dan tinggi nilainya ? ”

” Poundsterling Pak, paling saingannya Euro ”

” Tetapi Euro tetap saja bergantung pada nilai mata uang Dollar ”

” Wajar saja Poundsterling stabil dan nilainya tetap tinggi, khan menjadi mata uang wajib secara tidak langsung dalam segala transaksi perdagangan di negara-negara bekas jajahan Inggris yang dinamakan Commonwealth. “

” Tuh khan Mas juga tahu. Menurut sejarahnya pelaut-pelaut Inggris terkenal dengan kehandalannya di laut dan pemberani sehingga mereka dengan dukungan kerajaan Inggris mampu menjelajahi dunia. Awalnya mereka hanya mencari tahu tentang kebenaran perjalanan Marcopolo, Colombus sampai Magelhaens. James Cook yang paling dikenal dengan penjelajahannya. Mereka selalu memakai semboyan To Rule The Waves (Menguasai Seluruh Samudera) untuk melakukan petualangan keliling dunia dan selalu dicatat setiap tempat yang didatanginya di seluruh dunia yang mana nantinya akan dilaporkan ke pihak kerajaan Inggris. Dan pada akhirnya setelah menemukan potensi hasil bumi yang menguntungkan bagi kerajaan maka daerah yang sudah dikunjunginya akan dijadikan daerah perahan atau jajahan dengan tujuan merampas dan menjual hasil bumi seperti rempah-rempah untuk dijual ke eropa ataupun seluruh dunia. Indonesiapun tidak luput dari perhatian mereka. Ingat daerah Bengkulu yang pernah dikuasai Inggris dengan Rafflesnya sebelum ditukar guling dengan Singapura oleh Belanda “

harpercollins.com

” Iya saya tahu sejarah tentang itu Pak. Bahkan sering saya buat ledekan tentang semboyan pelaut Inggris dengan semboyan orang Indonesia. Inggris terkenal dengan To Rule The Waves-nya maka Indonesia terkenal dengan To Wave The Rules (Melanggar Segala Aturan) hahahaha. “

” Mas bisa aja, boleh saya lanjutkan ”

” Silahkan Pak ”

” Nah itulah yang mendasari Inggris sampai sekarang ingin selalu menguasai dunia. Salah satu ambisi menguasai dunianya adalah lewat bahasa. Selain itu dengan model koloninya yang ingin selalu berusaha mengikat negara-negara bekas jajahan walaupun memberikan kemerdekaan tetap saja dibuat ketergantungan terhadap Inggris sehingga dibentuklah Commenwealth. Kelihatannya Inggris memberikan perhatian yang penuh terhadap perkembangan negara jajahannya lewat kemudahan fasilitas pendidikan sampai modal untuk pembangunan negara jajahannya. Memang maju pesat pembangunan negara-negara jajahannya tetapi tetap perusahaan-perusahaan Inggris menguasai perusahaan milik negara jajahannya. Karena memang negara imperialis tetap saja caranya imperial “

” Masak sich Pak. Inggris masih berpikiran demikian. Khan orang mengertinya justru Amerika Serikat yang lebih beringas dan nafsu untuk menjadi penguasa dunia bahkan polisi dunia. “

” Mas harusnya belajar sejarah….. orang amerika sekarang itu nenek moyangnya berasal dari Inggris “

” Tapi khan Amerika secara ekonomi dikuasai oleh pengusaha-pengusaha keturunan Yahudi ”

” Sengaja mereka dilindungi oleh Inggris karena Inggris tahu kemampuan dan kepintaran orang Yahudi dalam bidang ekonomi bahkan hampir segala bidang. Ingat ga dengan Perjanjian Balfour tahun 1948 yang menguntungkan bangsa Yahudi dengan terbentuknya negara Israel diatas wilayah bangsa Palestina. Dari situ saja jelas keberpihakan Inggris kepada bangsa Yahudi. Jadi tidak usah heran kalau orang-orang Yahudi merasa berhutang budi kepada Inggris seperti Keith Rupert Murdoch, pemilik News Corporation, salah satu perusahaan media terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Perusahaan yang dimiliki News di antaranya adalah FOX dan HarperCollins di Amerika Serikat dan BSkyB di Britania Raya. “

” Wahhh Bapak menguasai sekali sejarah. Terus hubungannya dengan kekacauan di Indonesia. “

” Hehehehe akhirnya Mas tanya juga ”

” Ya iyalah khan saya masih kurang mengerti dan apa hubungannya dengan peran Inggris terhadap kekacauan di Indonesia “

” Dari dulu Inggris sudah mengamati besarnya potensi sumber alam yang ada di Indonesia. Karena terbentur dengan Belanda yang dalam sejarahnya juga bekas jajahan Inggris dan sama-sama negara sekutu maka Inggris dengan pasukan Gurkha-nya sempat ingin menguasai Jawa Timur terutama kota Surabaya yang nantinya terkenal dengan peristiwa 10 Nopember 1945 dan didahului oleh peristiwa terbunuhnya Brigjen Mallaby yang memancing kemarahan Inggris terhadap tentara rakyat Indonesia. “

” Terus Pak ”

” Inggris sangat mengerti Indonesia bakal menjadi negara besar dan menguasai dunia. Indonesia terletak di wilayah yang strategis, yaitu pertemuan 2 buah samudera, di tengah-tengah benua Australia dan Asia sehingga bisa dijadikan wilayah transit bagi kapal-kapal dagang internasional, hanya mengenal 2 musim (kemarau dan hujan) sehingga lebih mudah untuk mengatur pola tanam produk pertanian dan tanahnya subur. Disamping itu hasil buminya seperti rempah-rempah, hutan, perikanan dan tambang melimpah ruah. Alasan-alasan inilah yang membuat takut Inggris akan bayangannya sendiri bahwa Indonesia bakal menjadi negara terpenting dan terbesar di dunia selain Cina dan India. Apalagi melihat sosok Bung Karno dengan Non-Bloknya membuat Inggris harus mencari cara agar kebesaran Indonesia tidak terwujud. “

” Caranya bagaimana Pak ”

” Pertama lewat negara jajahannya seperti Malaysia yang dengan sengaja tanpa melakukan perundingan dengan Indonesia langsung mencaplok Serawak dan Sabah tanpa referendum kecuali kasus Brunei. Inilah yang membuat Bung Karno marah besar dengan pemimpin Malaysia sehingga terkenallah istilah Ganyang Malaysia. Selanjutnya Malaysia selalu mengobok-obok wilayah Indonesia dengan dukungan Inggris yang mempunyai kepentingan atas potensi minyak bumi yang ada di daerah sengketa tersebut seperti Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. Dan yang terakhir kasus Ambalat dimana ada kepentingan Perusahaan Inggris British Petroleum (BP) yang ingin melakukan eksplorasi dan eksploitasi di daerah tersebut. Secara ekonomi, Inggris lewat Vodafone bekerja sama dengan Telecom Malaysia mengambil alih perusahaan operator telepon seluler PT Excelcomindo Pratama Tbk. Royal Bank Of Scotland yang mengambil alih ABN Amro. Standard Chartered Bank telah hadir di Indonesia selama 145 tahun, sejak tahun 1863, British Petroleum (BP) yang menguasai beberapa eksplorasi dan eksploitasi tambang minyak bumi di Indonesia. Shell yang mulai merambah pada bisnis retail Pengisian Bahan Bakar dan menyaingi PERTAMINA, PricewaterhouseCoopers (PwC), Ernst & Young, Deloitte, KPMG adalah the Big Four auditors, perusahaan jasa profesional terbesar di dunia dan mempunyai kantor perwakilannya di Indonesia serta dijadikan bahan rujukan oleh berbagai instansi pemerintah sebagai auditor independen yang mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam penentuan kebijakan keuangan. “

” Baru tahu saya Pak ”

” Masih banyak bagaimana Inggris berusaha mengerdilkan Indonesia lewat kekacauan. Contohnya adalah masalah teroris. Kok bisa-bisanya warga negara Malaysia melakukan aksi teroris di Indonesia yang notabene sebagian penduduknya beragama Islam. Kalau alasannya Indonesia antek Barat, apa tidak salah justru Malaysialah antek Barat, Malaysia bekas jajahan Inggris, sistem pendidikannya mengikuti Inggris, mengijinkan adanya perjudian di Genting Island, sistem ekonominya mendekati sistem Barat walaupun kaum Bumiputera lebih diprioritaskan. Kalau mau mengebom seharusnya ya negerinya atau Singapura. Dari situ bisa dilihat sebuah keanehan berarti ada tangan-tangan agen asing seperti M15 bersama Mossad dan CIA yang tidak ingin melihat Indonesia tenang dan mulai berpikir untuk fokus melakukan pembangunannya. Kemudian sengaja diobok-obok Indonesia lewat pengusaha nasional keturunan Cina yang melakukan korupsi dan kabur ke Singapura, sebuah negara jajahan Inggris yang tidak mengenal ekstradisi dengan Indonesia. Para koruptor tersebut hidup nyaman dan tidak terganggu dengan pengejaran aparat hukum Indonesia karena pemerintah Singapura sangat melindungi mereka dengan alasan yang berbagai macam dan lebih utama alasan ekonomi. Jadi secara tidak langsung Singapura dan Malaysia menjadi kepanjangan tangan Inggris yang tidak ingin melihat Indonesia maju seperti yang diajarkan oleh Bung Karno. Inggris ingin sekali negara muslim seperti Malaysia yang banyak warganya belajar dan tinggal di Inggris dimana banyak mendapatkan fasilitas khusus dapat menjadi negara kuat secara ekonomi yang riil di kawasan Asia untuk menyaingi kekuatan Cina dan India. Ya semacam ular yang masih dipegang ekornya oleh Inggris. “

” Pak kalau lihat Singapura khan secara ekonomi lebih baik dibanding Malaysia kok tidak dijadikan pesaing Cina dan India. “

” Heheehehe dulu mungkin begitu harapan Inggris. Tetapi Inggris melihat keterbatasan Singapura untuk lebih berkembang terutama masalah luas wilayah dan jumlah penduduk. Apalagi setelah melihat dampak krisis global kemarin yang meluluhlantahkan perekonomian Amerika sampai sekarang. Singapura merasakan sekali dampak krisis global tersebut dimana meningkatnya pengangguran, banyaknya orang yang jatuh miskin akibat sebagian besar warga Singapura menaruh dananya di pasar modal. Disamping itu tidak mungkin mengadu dengan Cina dan India wong warga negara Singapura sebagian besar keturunan Cina dan India. Jadi Inggris melihat Amerika dan Singapura sudah mulai berpikir ulang arah pembangunannya yaitu mulai mengurus dirinya dulu dengan melakukan pembenahan ke dalam. Ini belum lagi dihubungkan dengan peran Australia dalam mengobok-obok Indonesia “

” Kalau Australia bagaimana Pak ”

” Mas tahu sendiri dan mungkin mendengar bagaimana sikap pemimpin Australia pada jaman John Howard yang begitu arogan terhadap bangsa Indonesia terutama masalah Timor Timur, Papua dan nelayan-nelayan Indonesia. Tidak henti-hentinya Australia mengobok-obok perasaan masyarakat Indonesia baik lewat Travel Warningnya, Non Goverment Organization (NGO) asal Australia dan film-filmnya yang selalu mendeskritkan Indonesia di mata internasional “

” Wah kalau tidak hati-hati, jeli dan teliti maka Indonesia akan terus diobok-obok kayak lagunya Joshua ya Pak hehehehe “

” Lihat betapa senangnya Inggris melihat Indonesia sibuk dengan polemik-polemik di dalam negeri yang tidak kunjung selesai dan tidak fokus lagi kepada arah pembangunannya. Sementara di dalam negeri Indonesia para elitnya ribut dan saling menjatuhkan, di lain pihak Inggris lewat perusahaan Inggris ataupun tidak langsung lewat perusahaan multinasional kepanjangantangan Inggris terus mengeduk dan mengambil keuntungan dari kekeruhan tersebut (lemahnya kontrol oleh institusi pemerintah yang berkompeten). Mereka bertepuk tangan kegirangan melihat kemunduran bangsa Indonesia yang seharusnya bisa menjadi bangsa yang besar dan kuat di dunia. Itulah mengapa Bung Karno sempat menciptakan lagu tentang Neokolonialisme dan Neo Imperialismenya Amerika-Inggris lewat tangan Malaysia. ” Ganyang Malaysia, Proyek Neo Kolonialisme Made in Inggris Amerika kita setrika, Inggris kita linggis ” “

” Ohhh kalau benar apa yang Bapak ceritakan tadi tentang adanya sebuah negara apapun negaranya yang ingin menghancurkan Indonesia. Sudah seharusnya bangsa Indonesia melakukan introspeksi dan merapatkan barisan sehingga tidak mudah dihasut dan diobok-obok ya Pak “

” Betul Mas tapi tetap Inggris otaknya, ehhh kelihatannya motor saya sudah selesai dilap. Saya mau jalan dulu. Kapan-kapan ketemu lagi ya Mas. Berapa harga kopinya ? “

” Sudahlah Pak. Saya yang bayar. Mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi di tempat pencucian ini “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s