Life Begins At Fourty, Kenapa Bukan 39 ?

Ilustrasi-farm4.static.flickr.com

Kalau kita iseng-iseng buka di uncle google tentang Life begins at fourty maka banyak ditemukan berbagai macam tulisan tentang hal tersebut. Dikatakan oleh bebrapa tulisan bahwa umur 40 tahun sebagai entry point bagi manusia dewasa untuk bersikap dalam menentukan hidupnya nanti. Kemudian dikatakan pula umur tersebut adalah umur produktif dimana orang sedang tune in dalam berkarir dan bekerja sehingga di umur itulah warna hidup yang ada dalam diri sudah jelas kelihatan. Ada lagi yang mengatakan bahwa umur tersebut adalah masa-masanya pubertas kedua dimana nafsu birahi mendominasi di dalam manusia dewasa. Masih banyak lagi yang mengupas tentang Life Begins at Fourty.

Apakah kehidupan kita akan berubah secara tetap pada saat umur 40 tahun ? Tidak ada yang tahu, semuanya tergantung kepada kemauan, keinginan, kegigihan, keuletan dan lain-lain masing-masing manusianya.

Tetapi kembali lagi saya tidak akan banyak mengupas tentang apa yang terjadi setelah umur 4o tahun tersebut. Saya hanya ingin menunjukkan sebuah fakta unik yang mungkin dianggap berhubungan erat dengan umur 40 tahun tersebut.

Fakta unik ? Fakta unik yang saya dapatkan sebenarnya terjadi secara tidak sengaja. Seorang teman pernah datang ke rumah dan mengatakan bahwa nasibnya tidak mengalami perubahan dari dulu sampai sekarang. Ada rasa rasa kekhawatiran yang mendalam tentang kehidupan diri dan keluarganya menjelang umurnya yang ke 39. Teman sangat mempercayai adanya petuah yang mengatakan Life Begins At Fourty (kehidupan dimulai pada saat berumur 40 tahun). Dengan berbagai dalil, dia ungkapkan dan sampaikan ke saya termasuk cerita tentang Nabi Muhammad SAW yang melakukan hijrah ke Madinah pada saat berumur 40 tahun untuk melakukan perubahan yang mendasar dari yang tidak baik menjadi lebih baik terutama dalam rangka syiar Islam. Saat itu saya hanya diam dan melakukan perenungan diri bahwa hidup itu harus berubah dari yang sudah baik menjadi lebih baik atau dari yang buruk menjadi baik.

Dari hasil perenungan itu, saya mencoba-coba mencari hal-hal yang berhubungan tentang umur 4o tahun tersebut baik lewat buku maupun browsing di dunia maya. Akhirnya saya hanya bisa menyimpulkan umur 40 bukan hanya menjadi salah satu patokan untuk sebuah perubahan tetapi semuanya harus melihatnya dari apa yang telah kita lakukan sebelum umur 40 tahun. Tetapi ada yang menarik untuk disimak dari hasil browsing yaitu angka 39 (angka sebelum 40).

Apa yang membuat angka 39 menjadi suatu yang menarik ? Kembali saya menggunakan penanggalan Jawa untuk mengetahui weton kelahiran seseorang. Menurut saya, penanggalan Jawa mempunyai unsur filosofis yang ditemukan oleh nenek moyang kita lewat pendekatan kepada alam semesta. Percaya atau tidak percaya, jawabannya diserahkan masing-masing individu. Berikut adalah contoh kenapa angka 39 menjadi menarik perhatian.

Teman saya lahir pada tanggal 30 Januari 1970, dari hasil perhitungan Penanggalan Jawa diperoleh:

Weton : Jêmuwah Pôn – 30 Januari 1970

Pada saat berumur 40 tahun maka yang diperoleh:

Weton : Sêtu Pôn – 30 Januari 2010

Jelas sekali perbedaannya. Kemudian saya kurangi satu yaitu 39 tahun maka yang diperoleh :

Weton : Jêmuwah Pôn – 30 Januari 2009

Ternyata weton tanggal kelahiran pada saat lahir dan saat berumur 39 tahun diperoleh weton yang sama yaitu Jêmuwah Pôn (Jumat Pon). Yang berbeda hanya pada tanggal Jawa dan tanggal Hijriyahnya.

Ahh ini hanya otak atik gathuk. Ya memang benar otak atik gathuk tetapi ada yang menarik dan semuanya sama yaitu weton kelahiran orang pada saat lahir dan saat berumur 39 tahun. Bagaimana dengan orang yang lahir pada bulan februari yang jumlah harinya berbeda dengan bulan-bulan yang lain (30 atau 31 hari). Bulan Februari memang berbeda dan jumlah harinya hanya 28 hari atau 29 hari dan siklusnya 4 tahun sekali (orang mengatakan tergantung pada hitungan kabisat). Berikut adalah contoh Orang yang lahir pada tanggal 28 Februari 1980 ( saat lahir dan saat berumur 39 tahun) diperoleh :

Weton : Kêmis Wagé – 28 Pebruari 1980

Weton : Kêmis Wagé – 28 Pebruari 2019

Kecuali orang yang lahir pada tanggal 29 Februari 1980 diperoleh hasil yang weton yang sama cuma berbeda tanggal lahirnya setelah 39 tahun (ingat hitungan kabisat yang siklusnya 4 tahunan atau tahunnya hanya bisa dibagi 4) diperoleh :

Weton : Jêmuwah Kliwon – 29 Pebruari 1980

Weton : Jêmuwah Kliwon – 1 Maret 2019

Dari semua hasil perhitungan penanggalan jawa tersebut maka menurut saya, mungkin saja benar kehidupan dapat berubah menjadi lebih baik pada umur 40 tahun tetapi didahului dulu oleh ikhtiar dan kerja keras seseorang serta melakukannya secara terus menerus pada satu tahun sebelumnya yaitu pada saat berumur 39 tahun. Pada umur 39 tahun itulah diibaratkan manusia lahir kembali, punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan mulai mantap memilih warna yang cocok buat dirinya (mau warna merah, biru, hijau, kuning dan seterusnya). Satu tahun menjelang umur 40 tahun itulah kita harus siap menghadapi tantangan , jatuh bangun dan pahit getir kehidupan bagi orang yang percaya petuah Life Begins At Fourty.

Memang sebaiknya dari masih usia muda, setiap orang harus mempunyai ilmu Manajemen Kehidupan. Jadi tidak perlu menunggu umur 40 tahun baru melakukan perubahan. Setiap tahun, manusia harus melakukan perubahan (bahkan setiap saat) dalam rangka memenuhi visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai di dunia ini.

5 thoughts on “Life Begins At Fourty, Kenapa Bukan 39 ?

  1. Hehehe…Iya sih…:-P tapi berhubung sadarnya telat (baru sekarang), jadi mulainya dari sekarang (tidak ada kata terlambat, sebelum maut menjemput…caillah !)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s