Pengkhianatan Membuatnya Bahagia

Hari menjelang senja, Tjiploek tampak duduk termenung di depan rumahnya. Sungguh jelas terlihat tatapan kosong yang melingkupinya. Ada apa gerangan yang membuatnya bersikap tidak seperti biasanya ? Tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang memanggil-manggil namanya.

” Ploek…Ploek…Ploek (pria tersebut  langsung menepuk pundak Tjiploek) ”

” Astaghfirullah al azhim, buat kaget saya aja kamu Yah ”

” Nah ye lagi mikirin apa Ploek dan tidak seperti biasanya kamu kelihatan benging ”

” Yahya, saya tidak apa-apa kok. Cuma…. ”

” Cuma apa ? ”

” Beberapa menit yang lalu, ada sekumpulan wanita muda yang berpakaian jilbab lewat depan rumah dan tiba-tiba saya melihat pancaran sinar yang meliputi wajah salah satu wanita berjilbab tersebut. Subhanallah sebuah pancaran sinar yang baru kali ini saya melihatnya ”

” Terus kamu hampiri wanita itu ”

” Boro-boro, melihat sinar di wajahnya saja sudah membuat saya terpukau dan langsung terdiam tubuh saya dibuatnya. ”

” Sayang sekali. Dasar penakut ! Bukannya didekati terus ditanya rumahnya malah terbengong-bengong .  Bisa menyesal tuh seumur hidup kamu Ploek heheheehe ”

” Terserah kamu saja Yah. ”

” Omong-omong, wanita yang kamu lihat tadi cantik atau tidak ? Terus sering lewat depan rumahmu Ploek. ”

” Wah tidak tahu Yah, sepengetahuan saya bukan orang sini dech karena setiap sore saya duduk di beranda rumah baru kali ini melihatnya. Tapi Yah, ini benar-benar cantiknya luar biasa. Kalah dech bini kamu  hehehehehe ”

” Kok bawa-bawa bini saya sich Ploek. Mau bilang apa saja tetap saja bini saya paling cantik dan paling baik ”

“Bagus dech kalau begitu. Salut. ”

” Tapi nanti dulu Ploek, saya curiga nich jangan-jangan kamu sudah kebelet mau kawin ya ? Sudahlah jangan jomblo terlalu lama, kasihan ibumu Ploek ”

Tjiploek langsung terdiam, diambilnya satu batang rokok Dji Sam Soe kemudian dibakarnya. Dengan hisapan yang dalam tampak sekali Tjiploek berusaha menenangkan dirinya.

” Maaf ya Ploek kalau saya salah omong. Sekali lagi maaf ”

” Ah tidak apa-apa kok. Cuma itulah yang menjadi beban saya selama ini. Sungguh berdosa saya dengan ibu. ”

” Ehhh tidak boleh begitu dong. Namanya juga jodoh ditangan Tuhan. Memang sich semua ibu menginginkan anaknya segera menikah apabila sudah cukup umur dan mapan lahir batin. Apalagi kalau anak lakinya bisa memberikan cucu kepada ibunya. Suatu kebahagiaan yang tiada nilai bandingannya. ”

” Benar juga ”

” Maaf ya Ploek. Dari kamu cerita tentang wanita tersebut, saya yakin kamu bukannya terpukau dengan wanita tersebut tapi pikiran dan khayalan kamu pasti langsung ke mantan tunanganmu itu khan. Benar ga ”

” Kalau masalah pancaran sinar itu memang benar adanya tetapi  setelah saya perhatikan wajah wanita tersebut  kok malah yang tampak wajah Leny. Untung saja kamu membangunkan saya maka itu saya langsung istighfar takut ada setan yang lewat dan mulai merasuki pikiran saya di sore hari ini. Terima kasih Yah ”

” Benar khan tebakan saya. Ya…ya…ya Leny, saya baru ingat hehehe dia itu tunangan kamu  yang dulu khan dan kamu hampir saja menikah kalau saja tidak ada peristiwa…… ”

” Yahya, sudah jangan diteruskan nanti menambah dosa. Biarkan itu menjadi masa lalu. ”

” Tapi itu khan tudak benar Ploek ”

” Memang benar, saya sudah lama menguburnya dalam-dalam ”

” Omong-omong, sekarang Leny ada dimana Ploek? ”

” Ehhh nich orang malah tanya dimana Leny ”

” Orang tanya masak tidak boleh ”

” Boleh sich, tapi ini khan privasi orang Yah ”

” Ya elah kamu masih bicara privasi. Saya khan sudah lama kenal kamu Ploek dan saya tidak pernah kok rahasia-rahasiaan sama kamu kalau saya sedang mempunyai masalah keluarga. Kalau begitu saya pulang saja ”

” Lho kok malah marah, jangan begitu dong. Ok,  Leny sekarang di Semarang ikut suaminya yang dosen sebuah universitas negeri di Semarang. Puas…puas !!! ”

” Nah gitu dong, kayaknya susah sekali bilang Leny di Semarang hehehehehe. Tapi nanti dulu Ploek ”

” Apa lagi Yah ? ”

” Suaminya itu khan pernah berteman akrab sama kamu ya Ploek ”

” Tidak tahu, tanya melulu. Sudah jangan diteruskan. Saya ke dalam dulu ya buat kopi ”

” Dasar kamu Ploek. Pintar mengalihkan pembicaraan. Awas lo pasti saya buka semua. Masak selama ini hanya dengar gosipnya saja ” Yahya tampak gerundel dan sedikit kesal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s