Gentong Oh Gentong

Gentong ! Ya itu namaku.Aneh dan lucu. Mungkin orang jarang mau bertanya mengapa dinamakan demikian. Dahulu kala daku banyak dicari-cari orang. Karena aku biasa dipakai sebagai wadah penyimpanan.

Banyak barang yang disimpan di tempatku.

Tetapi kebanyakan diriku sebagai tempat penyimpanan air dan beras atau gabah.

Jadi bolehlah diriku berbangga hati karena kedua benda tersebut adalah sumber kehidupan bagi umat manusia.

Coba bayangkan kalau tidak ada aku saat itu, air akan terbuang percuma.

Pada musim kemarau orang akan kebingungan mencari air dan kehausan karena tidak ada sebagai tempat cadangan air.

Begitu pula fungsiku untuk penyimpanan beras/gabah.

Pada masa lalu banyak yang mengakui kalau air yang disimpan dalam diriku memberikan manfaat bagi kesehatan.

Kata mereka, mungkin karena aku terbuat dari tanah maka efeknya dapat menyerap partikel-partikel kotoran sehingga air kotorpun dapat menjadi bersih dan layak dikonsumsi.

Bahkan ada sebagian orang meyakini kalau air yang disimpan di dalam diriku dan ditaruh di atas genteng dalam waktu semalam maka diperoleh air yang berkhasiat untuk kesehatan dan dapat memperpanjang umur serta awet muda.

Gentong oh gentong

Sungguh malang nasibku

Fungsiku telah digantikan oleh barang-barang elekronikdalam berbagai model dan bentuk.

Sedikit demi sedikit orang mulai melupakanku.

Untuk menoleh saja orang enggan.

Bahkan fungsiku telah berubah menjadi tempat penyimpn barang-barang bekas yang tidak terpakai sampai bulukan.

Tikus-tikus menjadi temanku sehari-hari dan aku menjadi tempat pembuangan kotoran tikus-tikus tersebut.

Walaupun demikian masih ada juga orang yang memanfaatkan diriku sebagai barang hiasan dengan molesku menjadi warna warni seperti pelangi.

Ada juga yang tidak memolesku sama sekali sehingga kelihatan sekali kepolosanku.

Saat ini diriku diletakkan di salah satu sudut ruangan di rumah, gedung, restauran, caffe dan lain-lain.

Ada juga yang meletakkan diriku di alam terbuka.

Diriku merasa senang berada di alam terbuka walaupun tubuhku berlumut tapi aku telah kembali menyatu dengan asalku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s