Keras Tulang: Apakah Kerasnya Seperti Tulang

Menanggapi tulisan Kawan Syam tentang BINAHONG maka saya akan menuliskan tentang tanaman yang namanya sedikit unik yaitu Tanaman Keras Tulang. Nama latinnya saya kurang mengerti, mungkin ada ahli botani yang bisa menerangkannya.

Awalnya saya mengenal tanaman keras tulang yaitu dari Uyut saya di Sumedang. Saat itu saya sempat terkena penyakit tidak bisa buang air kecil. Memang sudah sejak lama saya mempunyai kelainan organ ginjal. Melihat saya tidak bisa diam dan menahan sakit kalau sudah duduk lama maka uyut memberitahukan kalau ada tanaman yang mungkin cocok buat mengobati penyakit saya.

Oleh Uyut, saya disuruh menunggu sebentar. Rupanya Uyut pergi sebentar ke hutan Gunung Simpai dimana Padepokan kami berada. Setelah beberapa saat Uyut membawa sejenis tanaman yang kalau dilihat tanaman ini sangat familiar tapi setelah dilihat dari dekat ada perbedaannya yaitu batangnya berwarna hitam dan kalau dimakan mentah-mentah rasanya pahit seperti makan buah jambu biji yang belum matang. Uyut menyebutnya keras tulang.

Tumbuhan Keras Tulang (dok.pribadi)

Kemudian tanaman tersebut oleh uyut diambil beberapa batang dan dicuci. Setelah dicuci sampai bersih langsung direbus dengan takaran 4 gelas teh air mentah menjadi 1 gelas teh air rebusan tanaman tersebut. Tunggu sampai hangat-hangat kuku baru diminum. Air rebusan yang diperoleh berwarna hitam pekat seperti air kopi. Tapi ada yang menarik yaitu, keras tulang yang sudah direbus tidak dibuang tapi masih bisa dipakai keesokan harinya hingga air hasil rebusan diperoleh air rebusan berwarna bening.

Setelah minum rebusan pertama, saya mulai merasakan badan agak enakan dan beberapa jam kemudian saya mulai bisa buang air kecil. 3 hari kemudian badan terasa ringan dan segar. Selama 3 hari tersebut, warna air kencing saya berubah dari hitam kecoklat-coklatan sampai bening. Rupanya ada proses pembersihan di dalam tubuh saya. Uyut mengatakan kalau keras tulang memang cocok buat orang yang mempunyai masalah di ginjal. Karena selain berfungsi sebagai antibiotik alami, tanaman ini kalau di alam terbukti akarnya bisa membelah batu dengan proses alaminya.

Yang menariknya lagi tanaman ini juga bisa mengatasi orang yang terkena masalah di organ hati terutama yang terkena liver, hepatitis, lambung dan pencernaan. Tapi dapat juga untuk menambah stamina karena beberapa kali saya minum air rebusan ini pada malam hari keesokan paginya badan terasa segar. Memang agak sulit untuk membuktikannya secara ilmiah dan perlu adanya penelitian tentang khasiat tanaman ini.

Disamping itu tanaman keras tulang tidak mudah ditanam di sembarang tempat kecuali di habitatnya yaitu di gunung Simpai. Beberapa kali saya coba tanam di beberapa tempat termasuk di rumah maka tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik bahkan cepat layu dan mati. Tidak tahu mengapa bisa demikian. Mungkin perlu ada penelitian kembali tentang lokasi yang tepat secara demografi agar tanaman ini bisa tumbuh dengan baik.

Demikian tulisan ini dibuat sebagai tambahan pengetahuan bagi pembaca. Ini membuktikan bahwa Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati. Siapa lagi yang mau melestarikan dan mencari manfaat kalau bukan kita sebagai anak bangsa pemilik sah bangsa dan negara Indonesia.

One thought on “Keras Tulang: Apakah Kerasnya Seperti Tulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s