M A R A H

Marah (http://www.freewebs.com/tyranus009/)

” Marah ? “

” Ya, memang saya marah “

” Tapi kamu biasa-biasa saja ekspresimu “

” Biasa ? Ya biasa-biasa saja karena saya marah dalam diam “

” Apa yang membuat kamu marah ? “

” Saya marah bukan karena perbuatan mereka “

” Lantas ? “

” Saya marah karena telah menyerahkannya kepada mereka “

” Memang kenapa dengan mereka “

” Tidak usah dibicarakan karena akan menambah marahku makin menjadi-jadi “

” Tapi apa yang kamu serahkan “

” Seandainya waktu itu saya tidak serahkan kepada mereka, mungkin “

” Mungkin apa ? “

” Mungkin dia tidak akan bernasib seperti ini “

” Tapi mereka khan memang punya hak “

” Ya dan benar sekali, mereka punya hak. Karena mereka adalah orang-orang yang telah melahirkannya. Tapi …. “

” Tapi apa ? :

” Dari sejak lahir sayalah yang merawatnya dengan harapan dia bisa tumbuh besar sebagai insan yang sehat akal dan hati sehingga dapat berguna bagi diri, mereka yang melahirkan dan sebagainya. “

” Ohhhhhhh gitu, terus apa yang terjadi “

” Lihat…lihat kawan, dia sudah tidak seperti manusia lagi. Badan kurus kerempeng, tulang belulang yang tampak di hampir seluruh tubuhnya, diam tanpa ekspresi, menangis kesakitan akibat tidak diberi makan, kulitnya kering kerontang tanpa pelembab, wajahnya sudah mendekati wajah tengkorak. Ya seperti yang ada di negeri-negeri Afrika dalam kondisi kelaparan yang endemik. “

” Saya menangis melihatnya. Apakah benar itu dia ? Dia yang dulu sehat dengan tawa cerianya, merangkak ke sana kemari, menggemaskan dan selalu membuat rindu seisi rumah. “

” Ya itulah dia. Saya sudah tidak sanggup lagi untuk berkata-kata dan air mata ini sudah tidak bisa terbendung lagi “

” Ohhhh, sungguh sayang dirimu kepada dia “

” Saya sayang bukan karena dia dekat dengan saya tapi dia adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Kok bisa-bisanya mereka yang melahirkan sampai masa bodo dan berbuat tega terhadap dia. “

” Dimanakah mereka sekarang “

” Saya tidak tahu dan tidak mau tahu. Yang kutahu salah satu dari mereka telah meninggal karena stres dan tidak mau makan disebabkan oleh percecokan sesama mereka.Yang membuat saya kaget adalah kok mau mati saja harus mengajak dia yang tidak berdosa “

” Berapa lama tidak makan “

” Hampir 2 minggu tapi Alhamdulillah dia selamat dan segera mendapatkan perawatan di rumah sakit. “

” Tragis “

” Ya tragis, semua itu terjadi karena mengatas namakan cinta padahal itu hanyanlah nafsu syahwat yang menyelimuti mereka saat sedang kasmaran “

” Dimana sekarang salah satu dari mereka ? “

” Saya tidak tahu. Kudengar sibuk main futsal “

” Bagaimana dengan dia ? “

” Tidak ada secuilpun dipikirkan oleh salah satu dari mereka tersebut. “

” Kurang ajar, keterlaluan, bangsat …… dst “

” Lho kok malah sekarang kamu yang marah “

” Bagaimana tidak marah, melihat kelakuannya. Akan saya pukul nanti kalau dia pulang “

” Hahahahaaha marah telah menghasutmu. “

” Tapi kamu marah juga khan “

” Ya tapi saya marah karena seharusnya saya rawat dia dan menolak menyerahkan kepada mereka yang tidak punya hati dan idiot “

” Ahhhhhh berarti sama khan marah-marah juga “

” Hahahaahahahahahaahaha marah dalam kegembiraan “

NB: Saya persembahkan tulisan ini kepada seluruh anak di Indonesia yang nasibnya kurang beruntung karena disia-siakan orang tuanya. Khususnya anak-anak yang menderita busung lapar, terkena virus HIV, dan penyakit berbahaya lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s