Beberapa Pikiran Berakibat Buruk Bagi Manusia

Ilustrasi (Credit: Stockxpert)

SINIS

Sinis yang cenderung curiga dan tidak percaya kepada orang lain merupakan sebuah karakter sifat yang oleh ilmuwan disebut sebagai sifat permusuhan, kemungkinan memiliki kecenderungan peningkatan penyakit jantung. “Ini belum tentu orang berkepala panas, tetapi orang yang lebih cenderung untuk membaca ke perilaku orang lain dengan beberapa motif permusuhan,” kata Boyle Stephen.

Dalam sebuah penelitian lebih dari 300 veteran Vietnam yang sehat pada studi awal, Boyle menemukan bahwa mereka yang mempunyai sikap permusuhan yang tinggi sekitar 25 persen dan kemungkinan terkena penyakit jantung.

Boyle dan rekan-rekannya mengira bahwa permusuhan individu lebih mungkin mengalami stres dan dapat menyebabkan lonjakan sistem kekebalan protein yang disebut C3 yang berkaitan dengan berbagai penyakit seperti diabetes. Bahkan para peserta dengan skor yang lebih tinggi permusuhan menunjukkan peningkatan protein ini sedangkan orang non-permusuhan semacam itu tidak menunjukkan peningkatan.

TANPA TUJUAN

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 1.200 orang tua peserta yang tidak memiliki demensia di awal penelitian ditemukan bahwa mereka menunjukkan tujuan hidup yang tinggi dan sekitar separuhnya kemungkinan meninggal selama periode penelitian, yang berlangsung hingga lima tahun. Hasilnya diterbitkan dalam Journal Psychosomatic Medicine edisi 15 Juni, diadakan tanpa berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan dan ras, dibandingkan dengan tingkat depresi dan neurotisisme.

“Orang yang memahami tujuan hidupnya dan sadar atas kehidupan mereka selalu menganggap penting perilaku dan kegiatan mereka ” kata Boyle Patricia, peneliti Rush Alzheimer’s Disease Center di Chicago.

Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang memiliki kesadaran akan tujuan yang lebih tinggi memiliki tingkat hormon stres yang berbeda, kesehatan jantung lebih baik atau peningkatan sistem kekebalan, meskipun perlu penelitian lebih lanjut untul memastikan mekanisme biologisnya.

Sebaliknya Boyle mengatakan, “Penelitian kami menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak mengatur dan bekerja secara aktif terhadap tujuan mempunyai risiko kematian lebih besar,”

WAS WAS

Orang dengan neurotik yang tinggi seperti terus-menerus khawatir, cemas, dan rawan depresi rata-rata lebih cepat mati dibandingkan dengan mereka yang tenang. Sebuah studi terhadap hampir 1.800 orang pada usia 30 tahun menunjukkan bahwa itu sebagian disebabkan oleh faktor neurotik dan merokok. Mungkin karena rokok meredakan kegelisahan, kata Daniel Mroczek peneliti Universitas Purdue di Indiana.

KURANG KONTROL DIRI

Terlambat untuk janji? Tidak bisa mengajur jadwal kerja? Tidak ada pengendalian diri? Tampaknya biasa tapi bisa merugikan kesehatan Anda.

Sebuah catatan terhadap lebih dari 20 studi yang diikuti oleh hampir 9.000 peserta mengungkapkan orang-orang yang teliti, terorganisir, disiplin diri dan sebagai lawan impulsif dapat hidup lebih lama dua sampai empat tahun. Peneliti Howard S. Friedman dari Universitas California, Riverside mengatakan orang-orang yang berumur panjang adalah individu-individu yang sangat teliti, cenderung tidak merokok atau minum secara berlebihan, hidupnya lebih stabil dan tingkat stresnya rendah . Penelitian ini dapat dilihat secara rinci di Journal Health Psychology pada tahun 2008.

CEMAS

Kegugupan dapat menambah beban Anda. Dibandingkan dengan kelelahan, individu dengan sikap lembut dapat meningkatkan demensia yang menyebabkan penyakit Alzheimer dan penyakit lainnya. Klaim ini didasarkan pada studi yang diikuti lebih dari 500 orang tua selama lima tahun. Individu ektrovert yang tenang lebih susah mengalami risiko demensia dibandingan dengan individu ekrovert yang tertekan jiwanya.

SURAM

Orang yang merasa hidupnya suram dapat menghambat orang tersebut dan kurang menguntungkan posisinya baik secara sosial, maupun secara fisik.

Sebuah studi awal terhadap lebih dari 180 pasien yang menderita penyakit arteri perifer (penumpukan plak dalam arteri) menunjukkan apa yang disebut dengan tipe D, atau kepribadian yang tertekan dan memiliki peluang peningkatan sekarat lebih cepat. Orang dengan tipe-D lebih mungkin mengalami emosi negatif.

Pada Journal Archives of Surgery, para peneliti menyarankan tipe kepribadian berhubungan erat dengan dengan sistem kekebalan tubuhdan sistem respons stres.

STRES

Apa pun yang Anda lakukan, jangan biarkan Anda khawatir! Penelitian menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat mematikan dan jika tidak mampu mengendalikan stres dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, virus flu, sindrom metabolik dan tekanan darah tinggi.

Sebuah studi terhadap hampir 700 pekerja Israel menemukan bahwa mereka yang mengalami kejenuhan kerja, dua kali atau lebih mudah terkena penyakit diabetes tipe 2, di mana tubuh seseorang menjadi resisten terhadap hormon pengatur gula yang disebut insulin.

Memang promosi pekerjaan dapat meningkatkan pendapatan Anda tapi juga dapat membuat anda tertekan. Baru-baru ini peneliti Inggris menemukan bahwa orang yang mendapat promosi pekerjaan menderita tekanan mental (sekitar 10%) dan kecil kemungkinannya menemukan waktu untuk pergi ke dokter.

Sumber bacaan: Livescience

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s