Kualitas Produksi Dilihat dari Toiletnya

Keep Your Environtment (addinie.files.wordpress.com)

Jum’at pagi yang cerah setelah diguyur hujan semalaman membuat pikiran ini melayang-layang dan tanpa dinyana teringat masa kecil saya dulu. Waktu saya masih kecil seringkali saya diajak Almarhum Bapak jalan-jalan ke pabrik-pabrik Corrugated Box (Kertas Karton Gelombang), Pulp and Paper di Jabotabek. Setiap kali saya diajak pasti ada perasaan sebal dan kesal kepada beliau karena pasti akan lama berada di pabrik yang luas dan panas.

Beliau terkenal ahli dalam ilmu perkartonan dan selalu dipanggil untuk memberikan kursus/tutorial oleh pabrik-pabrik karton atau kertas karton gelombang. Bahkan beliau sering dijadikan konsultan dalam urusan manajemen, lay out sampai mesin-mesin yang layak dipakai oleh sebuah pabrik karton. Teman-teman beliau menyebutnya “Dukun Karton” karena memang ahli/mumpuni dalam dunia perkartonan. Tanpa perlu mengukur dengan melihatnya saja, sebuah barang/benda bisa diperoleh ukuran yang pas buat mengemasnya.

Selain itu beliau terkenal dengan workaholicnya (gila kerja). Kerja, kerja dan kerja. Ya itulah beliau tapi tetap beliau selalu perhatian kepada anak-anaknya. Salah satu cara beliau untuk selalu dekat dengan anaknya yaitu pas liburan atau pulang sekolah selalu diajak jalan-jalan ke pabrik-pabrik. Aneh ya liburan kok jalan-jalan ke pabrik heheheehe. Itulah beliau yang selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu aktif, jangan menganggur, apa yang bisa dikerjakan maka kerjakanlah segera.

Pada saat itu, beliau dipercaya oleh salah satu konglomerat keturunan yang menurut saya sangat perhatian kepada keluarga kami sebagai Direktur Utama di salah satu perusahaannya yang memproduksi kertas karton gelombang (KKG) dan kotak karton (KK). Beliau sangat disegani oleh anak buahnya. Bukan karena kedekatan dengan pemilik tapi beliau selalu turun ke bawah memperhatikan hal-hal yang paling kecil dan sepele sehingga jarang sekali beliau ada di ruangannya. Kalau dibandingkan dengan ruangan direktur jaman sekarang pasti akan berbeda jauh sekali. Ruangan kerja beliau memang besar, ber AC tetapi isinya sangat mengagetkan karena di dalamnya terpampang papan white board yang panjang sekali hampir menutupi tembok ruangan. Perkiraan saya ukuran papan tersebut 1,5 m x 8 m. Disamping itu ada meja panjang yang di atasnya banyak buku, kertas catatan yang berisi laporan dari masing-masing unit kerja yang tersusun rapi dan disesuaikan berdasarkan unit kerjanya.

Tahu tidak apa yang tertulis di papan white board, kegiatan produksi harian lengkap dengan progres tiap waktunya, perencanaan harian dan bulanan, dan masih banyak lagi (saya lupa hehehe). Saya yang masih kecil saat itu berpikir apakah benar ini ruangan direktur utama. Ruangan direktur utama kok kayak kapal pecah hahahaha.

Nah ada peristiwa yang mungkin ini selalu saya ingat sampai kapanpun. Pagi-pagi saya diajak pergi kerja oleh beliau ke kantornya yang sekaligus juga pabrik KKG dan KK. Sesampainya di kantor, persis di depan pintu masuk langsung saja Satpam Perusahaan ditanya sedang produksi apa hari ini. Kalau tidak bisa jawab pasti kena marah tapi marahnya beliau tidak seperti orang marah. Kenapa Satpam ditanya tentang produksi ? Karena sebagai satu kesatuan kerja, setiap karyawan mempunyai tanggung jawab yang sama dalam keberhasilan dan kesuksesan sebuah perusahaan. Jadi tidak boleh egois dan hanya memikirkan unitnya saja. Lagi pula satpam khan ujung tombak sebuah perusahaan dalam memberikan image yang baik.

Selanjutnya beliau tidak langsung ke ruangannya tapi pergi ke unit produksi. Tetapi yang pertama kali dilihat oleh beliau adalah toilet yang ada di unit produksi. Kalau toiletnya kotor, bau pesing dan jorok maka beliau alan menegur pimpinan produksi bukan anak buahnya. Kata beliau, bagaimana produksi akan baik kualitasnya kalau toiletnya jorok dan bau. Artinya orang-orang yang bernaung dibawah unit tersebut jorok, bau, tidak perhatian terhadap lingkungan sekitar dan dapat dipastikan kerjanya asal-asalan. Mengurus toilet saja tidak bisa apalagi mengurus unit yang lebih besar. Toilet bukan hanya tugas bagian kebersihan tapi pimpinan unit dan karyawan dibawahnya juga harus menjaga dan mempunyai tanggung jawab atas kebersihan toilet yang berarti ikut menjaga kebersihan lingkungan pabrik secara keseluruhan. Kata beliau lagi jangan hanya bisa menyuruh atau memerintah bila wc kotor dan bisa membersihkan sendiri maka segeralah berbuat tanpa harus menunggu bagian kebersihan (Self Cleaning).

Ini baru masalah WC masih banyak faktor yang mempengaruhi kualitas produksi yang harus diperhatikan tapi kalau dari hal sepele saja kita bisa bersih, tertib dan bertanggungjawab maka keberhasilan menjaga kualitas produksi bisa tercapai. Dan ini juga berlaku untuk unit-unit kerja yang lain.

NB: Marahnya beliau berbeda dengan pada umumnya orang marah. Beliau pasti akan memanggil orang yang bersalah/khilaf dengan memberikan sebuah catatan tertulis. Di catatan tersebut tertulis apa saja kesalahannya dan bagaimana cara dan solusinya untuk memperbaiki sebuah kesalahan. Kata beliau, kalau bicara saja maka orang akan cepat lupa dan hilang tanpa bekas tapi dengan tulisan atau catatan maka orang akan selalu ingat dan membaca kembali tulisan/catatan tersebut apabila lupa mengingatnya.

Tulisan ini kupersempahkan untuk Almarhum Bapak yang telah 4 tahun meninggalkan kami. Ya Allah berikanlah tempat yang terbaik di sisiMU dan terimalah segala amal ibadah beliau. Ampunilah segala kesalahan dan kekhilafan beliau di dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s