Turun Tangan

Ilustrasi (deviantart.com)

Suara guntur menggetar kemana-mana

Bersahutan dalam satu aba-aba

Awan kelam disinari kilat yang menyala-nyala

Suasana mencekam terus membahana

Hitam kelam menyelimuti bumi persada

Petir memberikan tanda kegalauan jiwa

Alam bergetar menerima sahutannya

Tanda-tanda itu datang menghadap

Makhluk bumi tetap bergerak dalam naungan kebejatan

Berbuat dalam kenikmatan yang menyesatkan

Bersorak sorai dengan kesombongan

Semuanya seolah-olah dapat dikendalikan

Sungguh sudah hilangnya kehormatan

Hiraukan semua penghargaan

Kekayaan diri adalah kebanggaan

Kekuasaan adalah penguasa alam semesta

Cukup dan cukup sudah

Tak perlu lagi banyak berbicara

Semuanya telah tuli

Tak mampu untuk melihat kebersahajaan

Penguasa itu telah datang

Diiringi gejolak alam keilahian

Derap langkah pengikutnya makin terdengar nyata

Siap sedia dengan gagahnya

Ku tak menerima

Ku tak sudi

Ku tak ridho

Kerajaanku dipermainkan

Ku marah

Ku geram

Ku mengutuk

Bawahku menderita, atasku berpesta pora

Inilah saatnya bergerak

Tindakan mendahului

Sekelebat dalam bekerja

Memusnahkan kezaliman dunia

==================================================================

Engké jaga, mun tengah peuting, ti gunung Halimun kadéngé sora tutunggulan, tah éta tandana; saturunan dia disambat ku nu dék kawin di Lebak Cawéné. Ulah sina talangké, sabab talaga bakal bedah! Jig geura narindak! Tapi ulah ngalieuk ka tukang!

2 thoughts on “Turun Tangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s