Mengapa Orang Harus Menghina Secara Fisik ?

Sang Pencela Agung (ngerumpi.com)

Beberapa hari ini banyak teman lewat japri bertanya kepada saya tentang beberapa komentar yang ada di FB maupun Kompasiana. Pertanyaan mereka adalah mengapa sich orang senang sekali menghina fisik seseorang ? Apakah Cech tidak merasa tersinggung ? Kok kelihatannya Cech tenang, diam dan seperti menikmati olokan-olokan teman-teman.

Kaget dan terima kasih atas apresiasinya terhadap diri saya. Saya menganggap sebagai bentuk perhatian yang mendalam dari beberapa teman yang kurang suka kalau saya diolok-olok secara fisik.

Terus apa dong jawaban saya ? Tersinggung ? Jelas dong tersinggung tapi saya hanya bisa tersungging karena saya menganggap orang-orang yang mengolok-olok secara fisik adalah bagian dari bentuk persahabatan. Saya melihat kekurangan yang ada dalam diri saya justru malah menjadi keunggulan dan keuntungan untuk saya. Tapi tidak tahu ya bagi teman-teman yang lain. Sebagai orang yang bertubuh tambun maka saya mengucapkan rasa syukur diberikan tubuh seperti itu. Masak mau menyalahkan Allah SWT. Tidak jawab saya.

Tubuh tambun seperti gajah, kuda nil, menimbulkan gempa lokal saat saya datang dan lain-lain merupakan pujian dan saya harus hormati serta hargai pujian tersebut. Tidak perlu marah-marah, berpikiran positif dan happy-happy saja. Ini berarti keberadaan saya diakui. Ini menurut saya.

Ada seorang teman psikolog yang mengatakan kepada saya kalau tubuh tambun/gemuk/raksasa mempunyai kelebihan dalam hal bahasa tubuhnya. Alasannya apa ? Saya kurang tahu. Tetapi bahasa tubuh orang tambun memang menarik dan lucu bagi sebagian orang melihatnya. Ya ini bagian dari cara saya menyenangkan diri daripada saya bersikap munafik dan menganggap diri saya langsing khan lebih baik mengatakan yang sebenarnya. Itulah alasan saya selalu menggunakan nama di dunia maya dengan nama Cech Gentong. Memang sudah kayak gentong mau di apakan lagi.

Memang jawaban saya ini membuat teman-teman di japri sempat geleng-geleng kepala. Kok mau-maunya dihina secara fisik dan dijadikan bahan olok-olokan lewat gambar. Saya jadi teringat dengan tulisan Mariska Lubis yaitu jadilah dirimu sebenar-benarnya dirimu dan jangan jadi orang lain.

Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang memberikan rasa empatinya kepada diri saya lewat japri dan terima kasih juga kepada teman-teman yang telah menjadikan saya sebagai ikon dalam setiap postingan di FB maupun Kompasiana hehehehehehe

Bagaimana perasaan teman-teman yang diolok-olok secara fisik ? Mungkin bisa berbesar hati. Saya mohon maaf bila saya telah banyak menyinggung perasaan orang lain dengan olokan-olokan yang saya tulis

NB: Ada sedikit pesanan teman yang diharapkan menjadi perenungan kita bersama

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan) dan jangan pula wanita wanita-wanita mengolok-olokan wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [QS Al-Hujurat (49): 11-12]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s