Situs Sejarah dan Makam Keramat Nasibmu Kini

Posted on Updated on

Peristiwa kerusuhan di makam keramat Mbah Priok yang merupakan situs sejarah seharusnya membuka mata bangsa ini tentang bagaimana memperlakukan dan melestarikan peninggalan sejarah yang diwariskan oleh para pendahulu kita. Sebelum membaca tulisan saya ada baiknya Kompasianers membaca terlebih dahulu Beberapa Situs Sejarah Mau Dihancurkan dan Bau Pesing di Monumen Soekarno. Dari dua buah artikel tersebut, saya mempersilahkan pembaca untuk memberikan penilaian sendiri.

Sebagai orang yang selama beberapa tahun ini rajin berkunjung dan menziarahi situs-situs sejarah atau makam keramat nenek moyang terutama yang berhubungan dengan sejarah Sunda maka saya sangat memahami betapa pentingnya pelestarian peninggalan nenek moyang (karuhun dalam bahasa Sunda). Banyak orang yang berkata sinis dan nyinyir ketika saya rajin berkunjung ke tempat-tempat tersebut.

” Orang mati saja masih kamu urusi “

” Apa yang kamu cari dari situs-situs sejarah atau makam-makam keramat tersebut “

” Musyrik Cech, masih senang saja main sama setan “

” Cari pesugihan Cech “

” Klenik, irasionil kok dikejar-kejar “

” Mau cepat kaya Cech “

Itulah beberapa kalimat yang dilontarkan terhadap diri saya. Tetapi semuanya saya anggap angin lalu karena saya pikir mereka tidak mengerti apa niat saya berkunjung atau berziarah ke tempat-tempat tersebut. Sebagaimana anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya untuk melakukan ziarah kubur dan mendoakan para orang tua kita yang telah meninggal maka saya rajin melakukan ziarah. Disamping itu saya banyak mendapatkan ilmu dan pelajaran tentang arti sebuah sejarah terutama sejarah diri, warisan, buah karya dan amal ibadah yang dilakukan oleh para pendahulu pada masa hidupnya dahulu. Dari situlah saya berusaha untuk bersikap arif dan banyak belajar bagaimana sikap dan perbuatan yang baik dari leluhur dalam menghadapi sebuah persoalan.

Intinya saya banyak mengerti tentang sejarah para leluhur yang dahulu sangat dihormati karena kewibawaannya, kepemimpinannya, kewelas asihannya, keimanannya, dan lebih utama lagi saya belajar tentang sejarah/identitas diri. Saya ada saat ini darimana asalnya, siapa orang tua-orang tua saya sebenarnya dan masih banyak lagi.

Ada beberapa hal yang kadangkala membuat saya miris. Misalnya banyak museum sejarah di daerah yang menyimpan beberapa peninggalan sejarah nenek moyang seperti keris, tongkat, tombak, alat musik, tarian, lukisan, mahkota dan lain-lain. Semua benda tersebut begitu dibangga-banggakan dan dirawat dengan sangat amat khusus perlakuannya. Tetapi ketika ditanya siapa yang menciptakan dan dimana makam orang-orang atau nenek moyang yang menciptakan benda-benda tersebut, kebanyakan mereka tidak bisa menjawab. Lha kalau kagum dengan hasil cipta, rasa dan karsanya maka sudah sewajarnya bahkan seharusnya mereka juga harus tahu dimana para leluhur yang membuat benda-benda bersejarah tersebut dimakamkan. Tetapi yang terjadi kebanyakan bingung dan minim informasi tentang keberadaan makam-makam leluhur. Dan hanya bisa prihatin/menyesal tanpa berbuat apapun ketika tahu makam-makam leluhur yang biasanya disertai dengan peninggalan sejarah akan digusur atau dihilangkan dari muka bumi dengan berbagai alasan oleh pemerintah ataupun pihak ketiga yang mempunyai kekuatan uang.

Perlu diketahui, dengan adanya makam keramat dan situs sejarah sebetulnya justru menghidupkan roda perekonomian warga sekitar yang ketempatan situs sejarah tersebut. Contohnya saja makam-makam Wali Sanga (terutama pada acara Ziarah Wali Sanga), makam Bung Karno di Blitar, Dayeuh Luhur di Sumedang, Candi Borobudur, Candi Prambanan dan sebagainya. Kebanyakan penduduk sekitar mendapatkan keuntungan ekonomi dari kunjungan para penziarah. Dan inipun juga inisiatif dan kreatifitas warga sekitar yang dulunya tidak mendapatkan perhatian pemerintah daerah. Pemerintah daerah baru bergerak atau memberikan fasilitas ketika tahu adanya perputaran kegiatan ekonomi. Ironis.

Goa Masigit Sela (dok.pribadi)
Makam Prabu Guru Aji Putih (dok.pribadi)
Makam Dalem Santapura (dok.pribadi)
Makam Leluhur Sukapura Tasikmalaya (dok.pribadi)
Makam Eyang Wali Abdullah (dok.pribadi)
Makam Leluhur Pasarean Gede Sumedang (dok.pribadi)
Pusaka Prabu Tajimalela (dok.pribadi)
Simbol Penyatuan Galeuh Pakuan Pajajaran (Cap Kerajaan) (dok.pribadi)

Rasanya sudah cukup saya menyampaikan kegusaran hati selama ini. Berikut saya akan sampaikan beberapa info penting tentang situs-situs sejarah yang disertai dengan makam-makam leluhur. Tapi mohon maaf kalau info ini hanya terbatas kepada sejarah Sunda karena memang itulah yang saya mengerti. Saya berharap Kompasianers yang mengetahui tentang situs/makam sejarah leluhur dari daerah lain seperti Mataram, Majapahit, Sriwijaya, Makasar, Batak, Bali, Sumba dan sebagainya bisa tergugah hatinya untuk memberikan informasi lewat tulisan di Kompasiana ini.

Para Leluhur Orang Sunda dan Makam-makamnya

  1. Pangeran Jayakarta (Rawamangun Jakarta)
  2. Eyang Prabu Kencana (Gunung Gede, Bogor)
  3. Syekh Jaenudin (Bantar Kalong)
  4. Syekh Maulana Yusuf (Banten)
  5. Syekh Hasanudin (Banten)
  6. Syekh Mansyur (Banten)
  7. Aki dan Nini Kair (Gang Karet Bogor)
  8. Eyang Dalem Darpa Nangga Asta (Tasikmalaya)
  9. Eyang Dalem Yuda Negara (Pamijahan Tasikmalaya)
  10. Prabu Naga Percona (Gunung Wangun Malangbong Garut)
  11. Raden Karta Singa (Bunarungkuo Gn Singkup Garut)
  12. Embah Braja Sakti (Cimuncang, Lewo Garut)
  13. Embah Wali Tangka Kusumah (Sempil, Limbangan garut)
  14. Prabu Sada Keling (Cibatu Garut)
  15. Prabu Siliwangi (Santjang 4 Ratu Padjadjaran
  16. Embah Liud (Bunarungkup, Cibatu Garut)
  17. Prabu Kian Santang (Godog Suci, garut)
  18. Embah Braja Mukti (Cimuncang, Lewo Garut)
  19. Embah Raden Djaenuloh (Saradan, Jawa Tengah)
  20. Kanjeng Syekh Abdul Muhyi (Pamijahan Tasikmalaya)
  21. Eyang Siti Fatimah (Cibiuk, Leuwigoong Garut)
  22. Embah Bangkerong (Gunung Karantjang)
  23. Eyang Tjakra Dewa (Situ Lengkong, Pandjalu Ciamis)
  24. Eyang Prabu Tadji Malela (Gunung Batara Guru)
  25. Prabu Langlang Buana (Padjagalan, Gunung Galunggung
  26. Eyang Hariang Kuning (Situ Lengkong Pandjalu Ciamis)
  27. Embah Dalem Salinggih (Cicadas, Limbangan Garut)
  28. Embah Wijaya Kusumah (Gunung Tumpeng Pelabuhan Ratu)
  29. Embah Sakti Barang (Sukaratu)
  30. Syekh Abdul Rojak Sahuna (Ujung Kulon Banten)
  31. Prabu Tjanar (Gunung Galunggung)
  32. Sigit Brodjojo (Pantai Indramayu)
  33. Embah Giwangkara (Djayabaya Ciamis)
  34. Embah Haji Puntjak (Gunung Galunggung)
  35. Dewi Tumetep (Gunung Pusaka Padang, Ciamis)
  36. Eyang Konang Hapa/Embah Wrincing Wesi (Dayeuh Luhur, Sumedang)
  37. Embah Terong Peot/Batara Cengkar Buana (Dayeuh Luhur, Sumedang)
  38. Embah Sanghyang Hawu/Embah Djaya Perkosa (Dayeuh Luhur, Sumedang)
  39. Embah Nanggana (Dayeuh Luhur, Sumedang)
  40. Prabu Geusan Ulun (Dayeuh Luhur, Sumedang)
  41. Nyi Mas Ratu Harisbaya (Dayeuh Luhur, Sumedang)
  42. Eyang Anggakusumahdilaga (Gunung Pusaka Padang Ciamis)
  43. Eyang Pandita Ratu Galuh Andjarsukaresi (Nangerang)
  44. Embah Buyut Hasyim (Tjibeo Suku Rawayan, Banten)
  45. Eyang Mangkudjampana (Gunung Tjakrabuana, Malangbong Garut)
  46. Embah Purbawisesa (Tjigorowong, Tasikmalaya)
  47. Embah Kalidjaga Tedjakalana (Tjigorowong, Tasikmalaya)
  48. Embah Kihiang Bogor (Babakan Nyampai, Bogor)
  49. Aki Wibawa (Tjisepan, Tasikmalaya)
  50. Embah wali Mansyur (Tomo, Sumedang)
  51. Prabu Nagara Seah (Mesjid Agung Tasikmalaya)
  52. Sunan Rumenggang (Gunung Batara Guru)
  53. Embah Hadji Djaenudin (Gunung Tjikursi)
  54. Eyang Dahian bin Saerah (Gunung ringgeung, garut)
  55. Embah Giwangkarawang (Limbangan Garut)
  56. Nyi Mas Layangsari (Gunung Galunggung)
  57. Eyang Sunan Cipancar (Limbangan garut)
  58. Eyang Angkasa (Gunung Kendang, Pangalengan)
  59. Embah Kusumah (Gunung Kendang, Pangalengan)
  60. Eyang Puspa Ligar (Situ Lengkong, Panjalu Ciamis)
  61. Kimandjang (Kalapa 3, Basisir Kidul)
  62. Eyang Andjana Suryaningrat (Gunung Puntang Garut)
  63. Gagak Lumayung (Limbangan Garut)
  64. Sri Wulan (Batu Hiu, Pangandaran Ciamis)
  65. Eyang Kasepuhan (Talaga Sanghiang, Gunung Ciremai)
  66. Aki manggala (Gunung Bentang, Galunggung)
  67. Ki Adjar Santjang Padjadjaran (Gunung Bentang, Galunggung)
  68. Eyang Mandrakuaumah (Gunung Gelap Pameungpeuk, Garut)
  69. Embah Hadji Muhammad Pakis (Banten)
  70. Eyang Boros Anom (Situ Lengkong, Pandjalu Ciamis)
  71. Embah Raden Singakarta (Nangtung, Sumedang)
  72. Raden Rangga Aliamuta (Kamayangan, Lewo-Garut)
  73. Embah Dalem Kasep (Limbangan Garut)
  74. Eyang Imam Sulaeman (Gunung Gede, Tarogong)
  75. Embah Djaksa (Tadjursela, Wanaraja)
  76. Embah Wali Kiai Hadji Djafar Sidik (Tjibiuk, Garut)
  77. Eyang Hemarulloh (Situ Lengkong Pandjalu)
  78. Embah Dalem (Wewengkon, Tjibubut Sumedang
  79. Embah Bugis (Kontrak, Tjibubut Sumedang)
  80. Embah Sulton Malikul Akbar (Gunung Ringgeung Garut)
  81. Embah Dalem Kaum (Mesjid Limbangan Garut)
  82. Mamah Sepuh (Pesantrean Suralaya
  83. Mamah Kiai hadji Yusuf Todjiri (Wanaradja)
  84. Uyut Demang (Tjikoneng Ciamis)
  85. Regregdjaya (Ragapulus)
  86. Kiai Layang Sari (Rantjaelat Kawali Ciamis)
  87. Embah Mangun Djaya (Kali Serayu, Banjarnegara)
  88. Embah Panggung (Kamodjing)
  89. Embah Pangdjarahan (Kamodjing)
  90. Syekh Sukri (Pamukiran, Lewo Garut)
  91. Embah Dipamanggakusumah (Munjul, Cibubur)
  92. Aki Mandjana (Samodja, Kamayangan)
  93. Eyang Raksa Baya (Samodja, Kamayangan)
  94. Embah Dugal (Tjimunctjang (
  95. Embah Dalem Dardja (Tjikopo)
  96. Embah Djaengranggadisastra (Tjikopo)
  97. Nyi Mas Larasati (Tjikopo)
  98. Embah Dalem Warukut (Mundjul, Cibubur)
  99. Embah Djaya Sumanding (Sanding)
  100. Embah Mansur Wiranatakusumah (Sanding)
  101. Embah Djaga Alam (Tjileunyi)
  102. Sembah Dalaem Pangudaran (Tjikantjung Majalaya)
  103. Sembah Dalem Mataram (Tjipantjing)
  104. Eyang Nulinggih (Karamat Tjibesi, Subang)
  105. Embah Buyut Putih (Gunung Pangtapaan, Bukit Tunggul)
  106. Embah Ranggawangsa (Sukamerang, bandrek)
  107. Eyang Yaman (Tjikawedukan, Gunung Ringgeung Garut)
  108. Embah Gurangkentjana(Tjikawedukan, Gunung Ringgeung Garut)
  109. Embah Gadjah Putih (Tjikawedukan Gunung Wangun)
  110. Ratu Siawu-awu (Gunung Gelap, Pameungpeuk Sumedang)
  111. Embah Mangkunegara (Cirebon)
  112. Embah Landros (Tjibiru Bandung)
  113. Eyang Latif (Tjibiru Bandung)
  114. Eyang Penghulu (Tjibiru Bandung)
  115. Nyi Mas Entang Bandung (Tjibiru Bandung)
  116. Eyang Kilat (Tjibiru Bandung)
  117. Mamah Hadji Umar (Tjibiru Bandung)
  118. Mamah Hadji Soleh (Tjibiru Bandung)
  119. Mamah Hadji Ibrahim (Tjibiru Bandung)
  120. Uyut Sawi (Tjibiru Bandung)
  121. Darya bin Salmasih (Tjibiru Bandung)
  122. Mamah Hadji Sapei (Tjibiru Bandung)
  123. Embah Hadji Sagara Mukti (Susunan Gunung Ringgeung)
  124. Eyang Istri (Susunan Gunung Ringgeung)
  125. Eyang Dewi Pangreyep (Gunung Pusaka Padang Garut)
  126. Ratu Ayu Sangmenapa (Galuh)
  127. Eyang Guru Adji panumbang (Tjilimus Gunung Sawal)
  128. Eyang Kusumah Adidinata (Tjilimus Gunung Sawal)
  129. Eyang Rengganis (Pangandaran Ciamis)
  130. Ki Nurba’in (Sayuran, Gunung Tjikursi)
  131. Buyut Dasi (Torowek Tjiawi)
  132. Embah Buyut Pelet (Djati Tudjuh Kadipaten)
  133. Embah Gabug (Marongge)
  134. Eyang Djayalaksana (Samodja)
  135. Nyi Mas Rundaykasih (Samodja)
  136. Nyi Mas Rambutkasih (Samodja)
  137. Eyang Sanghiang Bongbangkentjana (Ujung Sriwinangun)
  138. Eyang Adipati Wastukentjana (Situ Pandjalu Ciamis)
  139. Eyang Nila Kentjana (Situ Pandjalu, Ciamis)
  140. Eyang Hariangkentjana (Situ Pandjalu Ciamis)
  141. Embah Dalem Tjikundul (Mande Cianjur)
  142. Embah Dalem Suryakentjana (PantjanitiCianjur)
  143. Embah Keureu (Kutamaneuh Sukabumi)
  144. Ibu Mayang Sari (Nangerang Bandrek Garut)
  145. Eyang Prabu Widjayakusumah (Susunan Payung Bandrek Garut)
  146. Embah Sayid Kosim (Gunung Alung Rantjapaku)
  147. Embah Bang Sawita (Gunung Pabeasan Limbangan Garut)
  148. Uyut Manang Sanghiang (Banten)
  149. Eyang Ontjar (Nyampai Gunung Bungrangrang)
  150. Eyang Ranggalawe (Talaga Cirebon)
  151. Ibu Siti Hadji Djubaedah (Gunung Tjupu Banjar Ciamis)
  152. Mamah Sepuh ((Gunung Halu Tjililin Bandung)
  153. Embah Sangkan Hurip (Ciamis)
  154. Embah Wali Abdullah (Tjibalong Tasikmalaya)
  155. Mamah Abu (Pamidjahan Tasikmalaya)
  156. Embah Dalem Panungtung Hadji Putih Tunggang Larang Curug Emas (Tjadas Ngampar Sumedang)
  157. Raden AstuManggala (Djemah Sumedang)
  158. Embah Santiung (ujung Kulon Banten)
  159. Eyang Pandita (Nyalindung Sumedang)
  160. Embah Durdjana (Sumedang)
  161. Prabu Sampak Wadja (Gunung Galunggung Tasikmalaya)
  162. Nyi Mas Siti Rohimah/Ratu Liongtin (Jambi Sumatera)
  163. Eyang Parana (Kulur Tjipatujah, Tasikmalaya)
  164. Eyang Singa Watjana (Kulur Tjipatujah, Tasikmalaya)
  165. Eyang Santon (Kulur Tjipatujah, Tasikmalaya)
  166. Eyang Entjim (Kulur Tjipatujah, Tasikmalaya)
  167. Eyang Dempul Wulung (Djaga Baya Ciamis)
  168. Eyang Dempul Walang (Djaga Baya Ciamis)
  169. Eyang Giwangkara (Djaga Baya Ciamis)
  170. Embah Wali Hasan (Tjikarang Bandrek, Lewo Garut)
  171. Embah Raden Widjaya Kusumah (Tjiawi Sumedang)
  172. Dalem Surya Atmaja (Sumedang)
  173. Eyang Rangga Wiranata (Sumedang)
  174. Eyang Mundinglaya Dikusumah (sangkan Djaya, Sumedang)
  175. Eyang Hadji Tjampaka (Tjikandang, Tjadas Ngampar Sumedang)
  176. Eyang Pangtjalikan (Gunung Ringgeung Garut)
  177. Eyang Singa Perbangsa (Karawang)
  178. Embah Djaga Laut (Pangandaran)
  179. Raden Ula-ula Djaya (Gunung Ringgeung Garut)
  180. Raden Balung Tunggal (Sangkan Djaya, Sumedang)

Makam-makam diatas baru sebagian kecil saja yang bisa disampaikan. Masih banyak lagi situs sejarah dan makam keramat yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

About these ads

63 pemikiran pada “Situs Sejarah dan Makam Keramat Nasibmu Kini

    DINDON berkata:
    April 24, 2010 pukul 9:53 pm

    ok cech…trimksh atas info nya kl da acara d pdpkn g pkuan pjjrn plese di info..thanx again

      ruddabby responded:
      April 25, 2010 pukul 11:08 am

      nanti saya kabari. Terima kasih

    Djenambang Bin Tandjak berkata:
    Mei 4, 2010 pukul 9:42 am

    Alhamdulillah.. Semoga penulis mendapat kekuatan lahir bathin dalam lindungan-Nya.. Amien! Kami sangat butuh informasi – informasi tentang makam raja – raja sunda kuno lainnya. Terima kasih.

      ruddabby responded:
      Mei 4, 2010 pukul 10:54 am

      Amin. Terima kasih

        anang berkata:
        Agustus 10, 2011 pukul 9:44 am

        hatur nuhun kang tas inpormasinya >>> abdi ti kaki gunung galunggung

        sumajaid berkata:
        Mei 1, 2012 pukul 9:21 pm

        pak anang nu di gunung galunggu sanes kenalan abi di bogor

    Asepta berkata:
    Juni 1, 2010 pukul 12:13 am

    hatur nuhun info yg bermanfaat ini.. Semoga kebaikan penulis di balas dgn berlipat ganda dan dberi ketabahan serta kesehatan oleh-Nya. Amien…

    Ada tambahan nih kang… :)
    Berhubung saya tinggal di Tasikmalaya, Tempat2 Ziarah lainnya di Kota saya adalah :
    1. Syekh Haji Abdul Ghorib di Cibeas, Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya
    2. Eyang Prabudilaya di tengah pulau Situ Gede, Kec. Mangkubumi Kota Tasikmalaya
    3. Dalem Sakarembong (Nyai Karembong) di Bantar, Kota Tasikmalaya

    untuk yg no. 1 bisa di add lewat FB di http://www.facebook.com/group.php?gid=111017868926045

      ruddabby responded:
      Juni 1, 2010 pukul 10:39 pm

      amin ya rabbal alamin. Hatur Nuhun Kang

    AGUNG SETIADI KUSUMAH berkata:
    Juni 19, 2010 pukul 1:47 pm

    sae pisan lur,..

      ruddabby responded:
      Agustus 14, 2011 pukul 11:22 am

      sami2

    AGUNG SETIADI KUSUMAH berkata:
    Juni 19, 2010 pukul 1:48 pm

    sae pisan lur

      ruddabby responded:
      Juni 20, 2010 pukul 6:55 am

      hatur nuhun kang agung

    johny berkata:
    Juli 24, 2010 pukul 4:05 pm

    ditunggu lanjutanya . . .aku suka laman ini . . .nuhun

      ruddabby responded:
      Juli 24, 2010 pukul 11:15 pm

      terima kasih kang Johny

    Cuk Riomandha berkata:
    Juli 26, 2010 pukul 8:52 pm

    salam kenal …
    aku juga hobi blusukan ke makam2 dan candi2 …

      ruddabby responded:
      Juli 27, 2010 pukul 6:14 pm

      salam kenal juga Mas. sama dong hobi blusukan

    sihab berkata:
    Agustus 2, 2010 pukul 1:21 pm

    KANG pami iasa koleksi fotona ditambih

      ruddabby responded:
      Agustus 2, 2010 pukul 2:13 pm

      sebetulnya foto2nya ada di kolom jalan2 Kang. Nanti saya pertimbangkan terima kasih

    rendy berkata:
    Agustus 14, 2010 pukul 2:14 pm

    kmh d pelabuhan ratu aya teu mkm kramat……

      ruddabby responded:
      Agustus 14, 2010 pukul 2:20 pm

      ada kang namanya makam Eyang Dipa Manggal yang tak lain dan tak bukan adalah Eyang Prabu Tajimalela

        priyo berkata:
        Agustus 28, 2010 pukul 9:33 pm

        1. Eyang Rangga Wulung di Tarikolot Cimande
        2. Eyang Kerta Singa di Cimande
        3. Ki Bonda Kusuma di Kp. Payangan, Kranggan
        4. Ki Rangga di Kp. Jatirangga, Kranggan
        5. Mbah Raden, Kp. Raden, Kranggan

    priyo berkata:
    Agustus 28, 2010 pukul 9:34 pm

    1. Ki Buyut Laut
    2. Ki Bondan Kusuma

    priyo berkata:
    Agustus 28, 2010 pukul 9:37 pm

    bagaimana kalau kita bikin tim untuk pendataan makam para leluhur yang masih kita ingat lokasi2nya…biar kita buat latar belakang sejarahnya sekalian agar smua mengerti keberadaan mereka dahulunya

      ruddabby responded:
      Agustus 29, 2010 pukul 2:15 am

      padepokan galeuh pakuam pajajaran di sumedang milik kakek buyut saya seringkali mengadakan ziarah ke makam2 karuhun. Usulannya boleh saja. sekali2 main ke padepokan Pak Prio terima kasih tambahan informasinya.

    bayu berkata:
    Agustus 29, 2010 pukul 11:28 am

    wezz…. trim’s atas info nya , tp bsa gx beritau sya info prabu siliwangi yg lengkap ..coz , sya sngat menggemari prabu siliwangi..sx pun sya bukan orang sunda

      ruddabby responded:
      Agustus 29, 2010 pukul 12:03 pm

      Siliwangi itu adalah gelar kebangsawanan seperti Hamengkubuwono. Prabu Siliwangi ada 8 :
      1. Prabu Tajimalela
      2. Prabu Lembu Agung
      3. Prabu Batara Anggara
      4. Prabu Tarumanagara
      5. Prabu Walang Sungsang Cakrabuana
      6. Prabu Munding Wangi
      7. Prabu Kian Santang
      8. Prabu Geusan Ulun

    bayu berkata:
    Agustus 29, 2010 pukul 12:07 pm

    jdi prabu siliwangi itu bukan 1 orang..

    trus mas hubungn prabu siliwangi dgn hutan leusancang itu apa…?

      ruddabby responded:
      Agustus 29, 2010 pukul 12:26 pm

      benar bukan satu tetapi 8 orang. Jadi jangan salah kaprah banyak yang ngaku2 keturunan Prabu Siliwangi tapi yang mana dan siapa ??? Kalau leusancang itu ada di sancang 21 dimana Prabu Munding Wangi dan kaummnya menghilang setelah menyerahkan kekuasaannya kepada Prabu Geusan Ulun. Sejak penyerahaan itu maka Kerajaan Galeuh Pakuan dan Pajajaran menjadi Galeuh Pakuan dan sengaja dihilangkan sehingga semuanya menjadi hak kerajaan Sumedang Larang. Sejak penyerahan itulah Prabu Munding Wangi mengeluarkan Uga Wangsit Siliwangi dang menghilangkan diri dan kaumnya ke hutan sancang.

        ruddabby responded:
        Agustus 29, 2010 pukul 12:27 pm

        oh ya baca kisah Prabu Munding Wangi di blog ini ada kok

    azizah berkata:
    Oktober 20, 2010 pukul 9:18 am

    aduh saya suka bnaget niyy sejarah,saya banyak ketinggalan niyy

      ruddabby responded:
      Oktober 21, 2010 pukul 12:51 am

      Terima kasih. mari kita mengenal sejarah bangsa sendiri

    ustad jefri berkata:
    Desember 17, 2010 pukul 9:34 pm

    gw mo nanya makam dalem warukut d mana???

      ruddabby responded:
      Desember 21, 2010 pukul 12:05 am

      saya kurang paham. kalau boleh tahu asalnya dari mana Ustad ?

    Deris berkata:
    September 21, 2011 pukul 8:58 am

    Assalamualaikum, kang…
    Bisa tolong informasi nya tempat peziarahan di daerah Bogor, selain kramat empang? tolong informasi di email ke saya. drismawanid@yahoo.com

    Terima kasih.
    Wassalam

    ruddabby responded:
    September 22, 2011 pukul 10:34 am

    Oke, mas deris nanti saya kirimkan emailnya. terima kasih

    Soeyana berkata:
    November 16, 2011 pukul 3:49 pm

    Di indramayu situs makam banyak, misalnya :
    Habib Keling di Tanjungpura Kerangkeng, Habib Husain dan Syech Ahmad di Dadap Juntinyuat, Habib Abdulqodir di Centigi, Habib Mesir di Tajug Sliyeg, dan lain-lain. Beliau ini banyak terdapat di area muara Sungai Cimanuk yang saat itu menjadi pelabuhan penting di Jawabarat, bahkan melebihi dominasi Kesultanan Kasepuhan Cirebon

      ruddabby responded:
      November 19, 2011 pukul 6:26 am

      terima kasih tambahan informasinya

    Rofiuddin Alif berkata:
    Januari 23, 2012 pukul 10:58 pm

    Mohon izinu/mnyimpan halaman ini. Dari nama2 shohibul maqom diatas adakah nama lain dari mereka2..? Semoga ALLoH memberikan segala kemudahan u/kita Lebih mengenal sejarah para Karuhun yg sy yakin sangat2 berjasa diantaranya dl menyebarkan islam di daerahnya masing2..
    Jadzaakalloohu Ahsanal jadzaa

      ruddabby responded:
      Januari 24, 2012 pukul 2:20 am

      silahkan mas, semoga bermanfaat. Hanya ini yang bisa saya tuliskan. terima kasih

        harri jamaluddin bin Rosadi bin Atang Sapta bin Sayuti bin Muhammad Rais berkata:
        Februari 2, 2012 pukul 2:29 am

        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُ
        Kang abdi nyuhunkeun ijin nyimpen almt ieu, اَلْحَمْدُلِلّهِ abi tiasa uninga kana sajarah karuhun anu tos Berjasa kana kamaslahatan umat khususna di tatar Sunda. Abdi saur pun Guru aya silsilah ti Dayeuh Luhur Sumedang. Abdi nyuhunkeun karna اَللّهُ akang keursa masihan informasi biografi shohibul maqom Dayeuh Luhur. Abdi hoyong kagolongkeun jalmi anu bakti ka sepuh palih dituna ka karuhun abdi. Pamugi akang kersa masihan informasi anu kasebat tadi ka alamat email abdi.
        ✽̤̥̈̊_̅̅̅_̅̅_̅_Hatur Nuhun__̅_̅̅_̅̅̅✽̤̥̈̊
        جَزَاكُمُــ الله خَيْرًا كَثِيْرًا
        وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

        ruddabby responded:
        Februari 2, 2012 pukul 4:05 pm

        hatur nuhun kang harri. kita saling berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman. oh ya saya add akang di fb terima kasih

    harri jamaluddin bin Rosadi bin Atang Sapta bin Sayuti bin Muhammad Rais berkata:
    Februari 2, 2012 pukul 2:40 am

    Kang pami diwidian abdi nyuhunkeun no hp akang. Kintunkeun ka alamat email abdi.
    ✽̤̥̈̊_̅̅̅_̅̅_̅_Hatur Nuhun__̅_̅̅_̅̅̅✽̤̥̈̊
    Pamugi akang sakulawargi kagolongkeun umat Kanjeung Nabi Muhammad SAWW anu ngajanteunkeun Anjeunna bangga diakherat jaga…
    اَمِّيْنَــــ يَارَبَّــــ الْعَالَمِيْنــــ

      ruddabby responded:
      Februari 2, 2012 pukul 4:04 pm

      saya masih di luar negeri. maaf kalau mau bisa email ke cechgentong@yahoo.com atau fb saya. Amin dan terima kasih doanya. salam untuk keluarga di rumah.

    mahumet berkata:
    Maret 16, 2012 pukul 4:38 am

    KALO MAKAM YG BERADA DI BOGOR ANTARA DESA PETEUY DAN JASINGA TEPATNYA DI SISI SUNGAI SEBELAH KANAN ARAH JASINGA ITU MAKAM SIAPA ? TAHUN BERAPA ? MAKASIH BANTUANNYA

      ruddabby responded:
      Maret 24, 2012 pukul 8:19 pm

      saya kurang paham tentang makam yang bapak sebutkan tapi kelihatannya ada kaitan dengan kerajaan pajajaran. terima kasih.

      Faiz berkata:
      Agustus 3, 2012 pukul 11:33 pm

      mungkin makam EMBAH MUHIDIN (Parung Sapi – Jasinga) muridnya Kanjeng Syekh Abdul Muhyi (Pamijahan Tasikmalaya)

        Faiz berkata:
        Agustus 3, 2012 pukul 11:35 pm

        EMBAH MUHIDIN adalah gurunya Syeikh Muhammad Yusuf atau KH. Muhammad Yusuf (DEPOK)

        Faiz berkata:
        Agustus 3, 2012 pukul 11:37 pm
        bambang berkata:
        November 15, 2013 pukul 3:01 pm

        makam buyut masuknya samping SPBU ya,,,,

        bambang berkata:
        November 15, 2013 pukul 3:21 pm

        Faiz….buyut Muhidin yg dimaksud ini yg makamnya di Jasinganya berada dibwah bukit bukan ? masuknya bisa lwt samping SPBU ? kalau memang benar, buyut muhidin ini punya kakak yang namanya buyut Sulaiman,

    anwar berkata:
    April 10, 2012 pukul 6:57 pm

    tolong informasiin setiap ada prbaruan .
    Salam kenal

      ruddabby responded:
      April 12, 2012 pukul 12:04 am

      Oke, Pak Anwar

      Salam untuk keluarga di rumah :D

    sumajaid berkata:
    Mei 1, 2012 pukul 9:27 pm

    salam kenal pa ruddabby

      ruddabby responded:
      Mei 2, 2012 pukul 1:43 am

      salam kenal juga Pak Sumajaid

    anwar berkata:
    Juni 18, 2012 pukul 3:55 pm

    ane trtarik cech tlong add ane . Email ane azam_adjuan@yahoo.com

      ruddabby responded:
      Juni 18, 2012 pukul 3:56 pm

      oke terima kasih

    harry putra berkata:
    Agustus 25, 2012 pukul 1:07 pm

    ane tertarik sma laman ini kang,, tolong add fb saya ya.

    h_ry_pwtra@rocketmail.com

    nuhun kang,, biar update trs info’y.. salam kenal.

      ruddabby responded:
      Agustus 25, 2012 pukul 1:47 pm

      sebelumnya terima kasih atas apresiasinya. maaf emailnya sudah benar? saya coba search di fb ga ada mas…

      ruddabby responded:
      Agustus 25, 2012 pukul 1:49 pm

      sebelumnya terima kasih atas apresiasinya. maaf emailnya sudah benar? saya coba search di fb ga ada mas… nama lengkapnya kalau boleh tahu

        JAENAL ARIPIN berkata:
        Februari 10, 2013 pukul 4:40 pm

        ASS. WR. WB, ..KANG KALAU MAKAM EYANG DEWI ARUM SARI DIMANA, TRUS EYANG JAYA MANGGALA ITU SIAPA. DITUNGGU BALASANNYA NYA KANG VIA EMAIL : anurjenal@yahoo.com

    Mulyadi berkata:
    Mei 17, 2013 pukul 4:13 pm

    alhamdulillah……….., akhirnya batin sy puas dgn adanya blog ini, sy sbg kturunan suku sunda (jasinga bogor) mrasa bangga dgn kekayaan dan sejarah terutama d tnah sunda, sy sngt mndukung skli kpd akang yg mau mncari dan mnelusuri sejarah2 tnah sunda…, sy_pun ingin sekali mngetahui silsilah atau sejarah tentang “Rdn.Mas Jangkung Sangkanhurip”, smoga akang mau mmbantu…., dan utk Eyang Prabu Siliwangi bkn hanya 1 atau 8, ttpi ada 45 yg trsebar d tnah sunda, sdngkan leuweung Sancang atau Gunung Sancang_pun ada 8, dan tntang Pusaka Kujang sy prnah mmiliki yg didpt dri mmpi…,
    sy brharap akang mau mmbntu menyibak tabir tentang “embah Jangkung…”, krna itu_pun salah satu kunci sejarah Kerajaan Pajajaran “Prabu Siliwangi….”
    “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan akhir_nya Silih Wangi…..”

    Dayat berkata:
    Juni 3, 2013 pukul 7:27 am

    Alhamdulillah…lanjut kan ..ini begitu bermanfaat untuk kita dan keturunan kita..add fb saya kang..

    F. Azka Wicaksono berkata:
    Juni 6, 2013 pukul 1:42 am

    Assalamualaikum wr. wb

    saya hanya ingin bertanya, tapi ini mengenai keris? apa mungkin cech tau?
    langsung pada inti nya, saya menemukan keris berukuran kurang lebih 20cm di teras depan rumah. keris itu di bungkus dengan kain putih yang amat kucal dengan 2 buah penitih mengait pada kain itu, dan di dalam nya pun ada kertas yang tertuliskan nama “Eyang Raksa Gati” dan “Eyang Rangga Wullung”.
    saya hanya inging tau tentang eyang – eyang tersebut cech?
    mungkin cech bisa bantu?

    wassalamualaikum wr. wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s