Cari Persamaan Jangan Perbedaan

Illustrasi (www.sinceretributes.com)

Dua tahun yang lalu saya pernah diundang oleh teman-teman satu angkatan untuk menghadiri Halal Bihalal SMA seluruh angkatan di sebuah restaurant bergaya Timur Tengah. Setelah 18 tahun tidak ketemu teman-teman SMA, saya putuskan untuk hadir pada acara tersebut. Ada perasaan gembira, haru, senang, deg-degan dan bingung bercampur aduk. Apakah mereka masih mengenal saya karena acara ini selalu diadakan hampir setiap tahun dan saya baru pertama kali datang pada acara ini.

Sesampainya di restauran, saya langsung dituntun oleh resepsionis ke tempat khusus (ruangan VVIP) yang lumayan besar untuk berkumpulnya banyak orang. Baru masuk ke dalam ruangan semua mata memandang saya karena cuma saya yang datang sendiri dengan pakaian ala kadarnya dan pakai sandal lagi tetapi dengan santainya saya salami dan tatap orang-orang yang mulai mendekati saya. Mereka kelihatan ramah dan bertanya siapa namanya dan dari angkatan berapa? Ketika saya ingin menjawab tiba-tiba ada suara yang memanggil nama saya dan saya menoleh ke arah suara itu ternyata teman seangkatan sambil menunjuk ke arah pojok. Ternyata disitu telah berkumpul teman-teman SMA se-angkatan. Oh rupanya dalam satu ruangan itu sudah dibagi tempatnya berdasarkan angkatan.

Semua teman seangkatan kaget, heran, terkejut, bingung dan lain-lain ketika melihat saya. Mereka bilang saya tidak ada perubahan apa-apa kecuali badannya saja yang melebar seperti gentong hehehe. Saya pikir tidak apa-apa dan anggap saja sebagai pujian. Tampak sekali teman-teman sudah berubah penampilan fisiknya mulai dari keriput, ubanan, berkaca mata, dan lain-lain.

Ketika kami mulai bernostalgia dan bercerita ngalor-ngidul tentang kehidupan kami selama ini, tiba-tiba ada beberapa orang baik kakak angkatan, adik angkatan maupun seangkatan mulai membagi-bagikan kartu nama. Wah saya tidak punya kartu nama jadi tidak bisa tukaran. Tetapi setelah saya lihat kartu-kartu nama yang diberikan betapa kaget, heran, dan tertawa (lucu). Oh rupanya mereka itu sedang melakukan kampanye mencari dukungan untuk menjadi caleg di DPR RI maupun DPRD Jakarta dan dalam kartu nama itu lengkap dengan moto dan semboyan serta logo partai. Setelah saya mencari tahu, ternyata diantara mereka (alumni) ada yang anggota DPR RI dan mencalonkan lagi menjadi caleg.

Saya pikir hal tersebut bagian dari perkenalan mereka terhadap alumni dan memohon doa restu sekaligus dukungan pencalonan mereka di parlemen. Rupanya hal ini terus berlanjut sampai ketika kami mau keluar ruangan persis di depan pintu mereka yang kampanye tadi bersalaman dan terus mengingatkan kami untuk memilih mereka sambil menyerukan “CARI PERSAMAAN JANGAN PERBEDAAN” Maksudnya? Mereka menjelaskan bahwa mereka bukan berasal dari satu partai tetapi banyak partai. Benar juga sich setelah saya lihat kartu-kartu nama mereka. Mereka menerangkan tentang harapan mereka terhadap bangsa ini untuk terus mencari persamaan jangan mencari perbedaan agar bangsa ini tidak ambruk. Walaupun berlainan partai dan ideologi tetap satu Indonesia.

Sekilas apa yang dikatakan mereka benar adanya tetapi permasalahannya adalah mereka belum terpilih dan resmi menjadi anggota DPR. Pikiran ini langsung melayang kemana-mana dan saya bertanya apakah mereka mau menyamakan penderitaan, kesusahan, kegalauan dan kemiskinan konstituennya saat nanti menjadi anggota DPR/DPRD. Ya karena belum terpilih mereka bisa berslogan seperti itu tetapi apa yang bisa dijadikan jaminan bahwa slogan itu terus tertanam di hati sanubari mereka.

Saya katakan kepada mereka bahwa slogan mereka salah bukan “CARI PERSAMAAN JANGAN PERBEDAAN” tetapi seharusnya “CARI PERBEDAAN JANGAN PERSAMAAN”. Alasannya? Perbedaan itu rahmat kok dan sengaja Tuhan menciptakan perbedaan di dunia agar kita mendapatkan hikmah dari perbedaan. Kalau mereka sekarang merasa berbeda status dengan konstituennya dimana mereka lebih kaya, berpendidikan, bergaya, ganteng dan lain-lain maka mereka harus berusaha untuk menyeimbangkan status mereka dengan konstituennya. Misalnya konstituennya miskin maka mereka harus mampu bersikap dan bertingkah laku seperti orang miskin dengan segala kesederhanaan dan kekurangannya bukan malah menunjukkan kelebihan dan kemewahannya. Setelah saya menerangkan hal itu langsung bergegas pulang karena sudah malam dan ibu saya sedang menunggu sendirian di rumah.

“MAAF KAWAN SAYA SEDANG MENCARI PERBEDAAN BUKAN PERSAMAAN AGAR SAYA MENDAPATKAN HIKMAH SEKECIL APAPUN MENGENAI SUATU PERBEDAAN UNTUK MEMBANGUN NEGERI YANG SAYA CINTAI INI”


21 thoughts on “Cari Persamaan Jangan Perbedaan

  1. perbedaan itu yg sedang sy cari jwbannya!setelah td siang sy bertemu dngan seseorang d pasar kemis tangerang!ada apa yg terjadi dngan perjalanan d perjuangan yg telah d jalani?

  2. Bukan Allah ciptakan sesuatu bahkan makluk hidup berbeda, kalau semua sama pasti tidak jadi indah ya ? MENGAPA TIDAK KITA CIPTAKAN KEINDAHAN DARI SUATU PERBEDAAN DAN BEDA-BEDA INI???????????
    contoh kutipan kecil ‘ bukankah aku ciptakan kalian berpasangan…..’ jadi INDAH BUKAN?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s