Rok Mini Itu…

Rok Pendek (www.fashion268.net)

Ku duduk termenung di pintu keluar sebuah Gedung tinggi dekat jembatan Semanggi. Tampak lalu lalang orang bergerak di hadapanku. Uuuuuhh membosankan dan memang benar-benar membosankan. Menunggu dan terus menunggu tanpa kabar berita dari seorang teman yang sedang mengurus pekerjaannya di gedung tersebut. Apalagi panas terik matahari membuat diriku makin gelisah dan kegerahan.

Tiba-tiba seorang ibu muda sedang menggandeng tangan kanan anaknya berumur 3 tahun berjalan di hadapanku. Sementara tangan kanan ibu muda tersebut memegang kantung plastik dan karton. Tampak sekali Ibu muda tersebut mengalami kerepotan karena anaknya tidak mau diam.

Menarik perhatianku. Apanya yang menarik ? Ibu muda itu cantik sekali, kulitnya putih dengan tubuh yang semampai. Sepertinya dari kalangan atas. Tapi ada yang lebih menarik lagi yaitu cara berpakaiannya yang benar-benar membuat pria manapun akan memperhatikan dan memandangnya. Atasnya berkemeja putih bercorak dan bawahnya memakai rok mini berwarna hitam.

Kurasa ibu muda itu tahu kalau dia menjadi perhatian semua orang di sekitarnya. Tapi bagiku tidak ada yang aneh dan wajar saja karena memang itulah kehidupan di Jakarta. Hanya saja cara berpakaian ibu muda itu yang membuatnya kerepotan sendiri karena berulang kali menahan roknya agar tidak tertiup walaupun sesekali kelihatan bagian dalamnya. Hmmmmmm pikirku.

Belum selesai rasa tertegunku terhadap ibu muda tersebut, tiba-tiba anaknya lepas dari pegangannya dan dari belakang datang sebuah mobil sedan. Segeralah ibu muda tersebut meraih kembali tangan anaknya. Tetapi dalam waktu yang bersamaan datanglah angin bertiup dengan kencangnya. Ups, rok mininya tertiup angin dan kelihatanlah instrumen kewanitaannya. Wao, terlihat penampakan warna hitam. Cepat-cepat ibu muda tersebut menutup dan membiarkan barang bawaannya tercecer kemana-mana.

Dengan sigap aku menghampiri sambil memungut barang bawaannya yang tercecer. Saat itu semua orang terdiam memperhatikan kejadian tersebut. Baru saja aku mendekatinya. Ploks !!! Aku ditamparnya. Sakit sekali tamparannya. Kupegang pipiku sambil menanyakan mengapa Ibu muda tersebut bukannya berterima kasih malah menamparku.

Ibu muda tersebut marah dan memakiku sambil berkata, ” Puas…puas kau melihatnya “.

” Apa maksud ibu sebenarnya ? ” tanyaku

” Ahhh pura-pura tidak tahu, kau pasti menikmatinya ” jawabnya

” Ibu ini bagaimana sich ? Bukannya terima kasih malah marah dengan memaki-maki saya ” balasku

” Ahh dasar kamu laki-laki ” bentaknya

” Memangnya kalau saya laki-laki, apa salahnya ? ” ku menjawabnya dengan tenang dan tertawa dalam hati.

Ibu muda itu langsung diam dan mengambil paksa barang bawaannya dari tanganku. Kemudian memarahi anaknya yang sedang menangis sambil merapikan pakaiannya. Kemudian ibu muda tersebut dan anaknya segera pergi tanpa mengucapkan satu katapun. Akupun hanya terdiam dan bingung dibuatnya. Sementara kerumunan orang yang tadinya melihat kejadian tersebut ikut membubarkan diri.

Sial sekali aku pada hari itu. Sudah menunggu lama dan kepanasan eeeehhh malah dapat tamparan dari ibu muda cantik yang tidak mau mengoreksi dirinya sendiri. Makanya kalau kemana-mana apalagi di tempat umum berpakaianlah dengan pantas dan sopan sesuai dengan budaya kita. Ingat ya perempuan Indonesia.

Terinspirasi dari kisah nyata seorang teman yang selalu setia menunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s