Bertemu Kawan Lama

ilustrasi (kfk.kompas.com/sfkphotos/2009)

Sudah hampir 6 tahun saya tidak bertemu 3 orang kawan lama. Tak dinyana tadi malam saya bertemu kembali dengan mereka. Sungguh bahagia bercampur kaget dengan kedatangan mereka tadi malam. Terus terang saya sudah hampir lupa dengan mereka tapi tetap yang namanya kawan lama selalu datang untuk silaturahim. Luar biasa !!!

Saya berkenalan dengan mereka sekitar 13 tahun yang lalu dalam kondisi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Hampir setiap saat mereka selalu menemani saya dalam kondisi susah maupun senang. Suka duka kami alami bersama-sama dan kami berusaha untuk menjaga hubungan baik dan mengerti bagaimana harus bersikap dengan saya. Walaupun sesekali menyebalkan tapi tetap tidak membuat hubungan kami retak.

Siapakah mereka ? Baik, saya akan perkenalkan mereka satu per satu. Yang pertama adalah Amir, kawan satu ini memang luar biasa loyalnya dan selalu mendengar keluhan saya. Satu hal Amir tidak pernah mengeluh setiap saya minta tolong. Misalnya kalau saya ingin pergi ke luar kota maka saya memintanya untuk melakukan survey perjalanan dan memberitahukan saya beberapa titik rawan kecelakaan. Sebelum dia menyampaikan hasil surveynya maka saya tidak akan melakukan perjalanan. Walaupun sudah direncanakan berangkat jam 8 pagi maka bisa undur beberapa jam menunggu Amir menyampaikan laporannya. Memang Amir terkenal dengan pencari jejak dan jalan yang jitu. Tetapi jangan sekali-kali melihat sosok Amir ini karena dijamin akan pingsan. Itu saran saya.

Yang kedua adalah Achmad. Nah kawan satu ini terkenal dengan banyak akalnya terutama kalau saya sudah kepepet. Pasti Achmad akan menemukan solusinya dan biasanya membuat gempar lingkungan sekitar. Pernah suatu hari saya ada ujian kuliah Manajemen Keuangan. Pas saat itu saya tidak belajar karena kesibukan kerja. Dengan kondisi kurang fit dan merasa tidak mampu mengerjakan ujian maka saya hanya bisa diam dan bingung. Abis mau mengerjakan bagaimana, wong tidak belajar. Tapi tunggu dulu, dengan kepandaiaan Achmad maka ujian bisa dibatalkan karena tiba-tiba alarm tanda kebakaran berbunyi dan air untuk memadamkan api di ruang ujian keluar sehingga seluruh yang ada di ruangan basah kuyup. Akibatnya ujian dibatalkan dan dilakukan ujian text book hehehehe. Memang banyak cara yang dilakukan oleh Achmad. Saya suka dengannya walaupun dosa juga sich hehehehe. Sosok Achmad bolehlah tinggi besar, berbulu dan selalu senyum damai.

Yang ketiga adalah Abdullah. Sosok satu ini banyak menolong saya terutama pada saat bawa uang pas-pasan. Pernah suatu hari saya dikerjain teman-teman. Saya dipaksa untuk mentraktir teman-teman (8 orang) di sebuah warung makan. Pada saat itu saya hanya membawa uang 50 ribu rupiah. Tahukah apa yang dilakukan teman-teman ? Mereka dengan sembarang memesan makanan seperti nasi rames komplit dengan daging ayam/sapi, jus buah, kopi, kerupuk dan lain-lain. Kalau dihitung tiap orang maka harganya mencapai 9 ribu per orang dan itu belum termasuk menu makan saya yang sangat sederhana nasi rames tempe tanpa daging dan minum air putih saja. Berarti saya harus bayar sekitar 72 ribu padahal saya hanya punya 50 ribu. Nah lho! Benar-benar dikerjain heheheehe. Dengan bantuan Abdullah, akhirnya saya bisa membayar semua tagihan makanan tersebut senilai 27 ribu. Kok bisa ??? Ini yang membuat saya bingung karena pada saat mau membayar, yang punya warung makan menyuruh saya membayar 27 ribu padahal di bonnya tertulis 72 ribu. Berulang kali saya mengatakan kepada yang punya warung kalau dia salah melihat angka di bon tapi tetap saja ngotot kalau dia tidak salah lihat. Wahhhhh benar-benar Si Abdullah telah melancarkan aksinya walaupun setelah itu kami semua terkena diare selama 1 minggu hahahaha… Oh ya sosok Abdullah seperti manusia pada umumnya kecuali sangat ganteng, putih, santun tutur bahasanya, diam dan banyak menghilangnya.

Memang mereka adalah kawan lama yang membuat saya tertawa, bahagia dan percaya diri menghadapi hari esok. Tapi ada pembatas yang harus saya tetapkan untuk menghindari ketergantungan terhadap mereka bertiga. Terima kasih kawan-kawan mau datang menemui saya. Nasruminullah Wa Fathun Qarib. La hada mi hada na uduhu la fisabati bi ya ahu mutasaba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s