Tentang Beliau

Banyak  tulisan yang telah saya buat tapi saya belum pernah menulisnya. Saya pikir inilah saat yang tepat untuk membuat tulisan tentang beliau. Siapa sebenarnya beliau tersebut ? Silahkan baca tulisan ini.

Beliau Bergaya Di depan Mobil Anaknya Di Seattle, WA (dok.cech)

Saat ini beliau berumur 70 tahun. Walaupun sudah berumur dan sakit stroke tapi beliau masih mempunyai semangat hidup dan ingin melihat anak cucunya sukses dalam kehidupan di dunia. Selama 4 tahun ini saya selalu menemaninya secara penuh dalam suka maupun duka. Sebelumnya saya lebih banyak meninggalkan beliau dan tidak pernah mau tahu apa saja yang telah dialaminya. Tapi sejak bapak saya meninggal dunia, sebagai anak yang diamanahkan oleh almarhum maka mau tidak mau harus menjaga, merawat dan menemani beliau dalam segala situasi dan kondisi.

Beliau ini memang luar biasa fisiknya. Dokter Spesialis jantungnya sampai geleng-geleng kepala karena masih punya keinginan hidup walaupun sudah 8 kali mengalami koma. Sayapun secara pribadi juga merasa heran. Ternyata Allah SWT memang Maha Segalanya dan dengan Qudrat-Iradat-Nya beliau masih hidup sampai saat ini.

Kata orang, manusia akan kembali seperti anak-anak dengan sifat kekanak-kanakannya apabila telah berumur uzur. Nah itulah yang dialami beliau pada saat ini. Tetapi saya menganggapnya sebagai cermin bagi diri agar kekuatan kasih sayang antara orang tua dan anak tetap langgeng. Kadang-kadang saya merasa kesal dan sebal dengan segala tingkah lakunya. Saya memakluminya karena penyakit stroke-nya itulah yang menjadi salah satu penyebab sifatnya seperti anak-anak yang meminta perhatian. Bagaimanapun juga saya tetap menyayanginya lahir batin.

Banyak hal menarik yang dimiliki oleh beliau dan saya mensyukurinya karena setidaknya istiqomah saya tetap terjaga. Berikut adalah beberapa hal unik dalam diri beliau :

Kemarin saya mendapat kabar dari bibi, pembantu di rumah kalau seharian beliau merasa gelisah. Kegelisahan beliau sempat membuat saya kuatir. Jangan-jangan penyakitnya kambuh lagi atau ada hal pelik yang dipikirkannya. Apakah tentang saya bersama adik dan kakak saya atau tentang cucunya yang mungkin minta sesuatu kepada beliau. Sesampainya di rumah, beliau sedang duduk di kursi rodanya sambil menonton acara televisi. Saya menanyakan ada apa gerangan yang membuat beliau merasa gelisah seharian ini. Tahukah ? Apa yang membuat beliau gelisah ? Ternyata oh ternyata beliau gelisah karena banyak pikiran. Apa sich yang dipikirkan oleh beliau. Beliau menjawab kalau seharian ini kepikiran tentan nasib KAMILA. Jiaaaah ternyata beliau gelisah karena memikirkan tokoh dalam sinetron di sebuah stasiun televisi swasta hahahahaha…

Waduh !!! Rupanya benar-benar kena virus sinetron. Saya bertanya mengapa harus capek-capek memikirkan KAMILA . Wong bukan saudara apalagi teman sampai begitu sekali gelisahnya hehehe. Dengan santainya beliau mengatakan KAMILA lah yang selalu menemaninya di tempat tidur sampai beliau tertidur. Beliau bertanya kepada saya, apakah saya mau secara intens menemaninya sampai beliau tertidur. Pertanyaan yang sangat menusuk hati saya dan mengingatkan saya tentang arti sebuah perhatian yang tulus.

Keunikan lainnya adalah beliau punya kebiasaan kalau ketemu adik kakak saya selalu meminta uang. Dengan gayanya seperti preman, beliau minta setoran hahahaha. Hal sepele tapi mengandung arti yang mendalam. Kadang-kadang hal seperti ini membuat jengkel terutama pada saat kami tidak punya uang. Tanpa sadar kami bersaudara kurang menyadari dan mengatakan sebetulnya uang tersebut diperuntukkan untuk apa dan siapa. Paling-paling untuk cucu-cucunya. Padahal beliau pernah bicara dengan saya kalau bukan masalah besaran nilai uang tapi kembali lagi masalah perhatian anak kepada orang tua. Kata beliau diberi uang seadanyapun, beliau senang menerimanya. Setidaknya merasakan uang dari hasil jerih payah anak-anaknya. Waduh kena dech hati kami semua.

Beliau dengan tanaman peliharaannya (dok.cech)

Kemudian sering kali saya merasa heran karena beberapa kali saya ditagih oleh tukang sayur yang biasa mangkal di depan rumah. Rupanya beliau sering membeli sayur mayur, daging dan lain-lain tapi tidak pernah bayar. Memang tidak terlalu sering tapi cukup menyebalkan dan merepotkan juga. Iya kalau saya lagi punya uang, coba kalau tidak punya uang maka muka mau ditaruh dimana hahahaha. Mau tidak mau akhirnya saya bayar juga. Hal ini sering saya ingatkan kalau tidak punya uang jangan ngebon ke tukang sayur. Memalukan saja. Tetapi dengan entengnya beliau menjawab, kalau beliau melakukan itu karena saya. Kok saya sich ? Ya, emangnya pada saat teman-teman saya sedang berkumpul dan makan-makan di rumah, makanannya datang dari langit hehehehe. Ohhhh rupanya beliau selalu memperhatikan saya baik lewat telpon maupun informasi keponakan kalau teman-teman saya akan datang pada suatu hari. Luar biasa, perhatian sekali beliau kepada saya.

Masih banyak hal yang bisa diceritakan tentang beliau. Mungkin tangan saya bisa capek menulisnya. Tapi ada satu pelajaran yang didapat yaitu “Kasih Orang Tua Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Galah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s