Ku Terkena Peletnya

Namaku Mirah Subarjo. Umurku 23 tahun. Statusku telah menikah kurang lebih 2 tahun. Suamiku bernama Darto Cemerlang, seorang pria yang dulunya adalah mantan pacarku sewaktu SMA dan saat ini bekerja sebagai Satpam di sebuah perusahaan swasta. Sementara ini kami belum diberikan seorang anakpun. Oh ya aku bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) alat-alat kecantikan di sebuah Mall di Jakarta Selatan.

Kehidupan pernikahan kami selama ini baik-baik saja. Tetapi beberapa minggu ini aku mengalami sebuah penyakit yang aneh. Telingaku seperti dimasuki sesuatu. Setiap saat di telingaku selalu terdengar suara-suara yang sangat mengganggu seperti orang yang berteriak atau berbisi-bisik. Sudah kucoba untuk diperiksa oleh dokter THT tapi dokter mengatakan telingku baik-baik saja. Tetapi tetap saja suara-suara itu menggangu pendengaranku dan akibatnya aku malas makan. Setiap aku melihat makanan maka tubuhku berasa mual dan ingin sekali muntah. Padahal tidak sedang hamil. Disamping itu kehidupan seks kami menjadi kacau balau dan ada rasa penyesalan dalam diri ini. Suamiku mulai menjauh dariku. Apakah sebenarnya yang terjadi dengan diriku ini ?

Suatu hari seorang teman mengajakku ke rumah pamannya setelah pulang kerja. Kebetulan hari masih siang maka aku mau mengikutinya. Sesampainya di rumah paman temanku yang bernama Pak  Daud. Akupun diperkenalkan dengan pamannya tersebut. Seorang pria berumur kurang lebih 65 tahun. Pria yang bersahaja, alim dan tidak banyak bicara.  Selain itu isterinya yang juga bibi temanku ini ternyata seorang wanita yang cantik dan keibuan. Pasangan yang serasi dalam hatiku.

Setelah beberapa saat bicara denganku, Pak Daud masuk ke kamarnya. Memang sejak bertemu tadi, Pak Daud selalu memperhatikanku dengan tatapan yang agak lain. Ada apakah gerangan ? Apakah tingkah laku kurang sopan ? Ahhh ku tak tahu karena perasaan ini mengatakan aku biasa-biasa saja.

Beberapa saat kemudian, aku dibisiki oleh teman untuk menemui pamannya di ruang makan. Kuturuti keinginannya. Akupun masih bertanya-tanya mengapa aku harus menemuinya di ruang makan. Memang saat itu di ruang tamu banyak sekali keluarga teman yang datang. Ternyata di ruang makan Pak Daud dan isteri telah duduk dan langsung mempersilahkan aku duduk. Tanpa banyak basa bas, Pak Daud langsung berkata,

” Mirah, bolehkah saya menanyakan sesuatu ? “

” Boleh saja Pak. Tetapi ada apa gerangan ? “

” Kamu tenang saja dan tidak apa-apa. Cuma saya ingin kamu bicara jujur saja kepada kami “

” Baiklah “

” Begini, dari awal bertemu kamu, saya merasakan ada sesuatu yang aneh dan selalu membebani kamu. Apakah kamu mempunyai masalah seperti penyakit ? “

Aku langsung terdiam dan merasa kaget juga dengan pernyataan Pak Daud.

” Benar sekali. Tapi bagaimana Pak Daud tahu “

” Kamu jujur saja. Apa yang kamu rasakan selama ini “

” Memang beberapa hari ini saya kurang makan terutama saat telingaku terdengar suara-suara yang menakutkan. Saya tidak tahu kenapa ada suara-suara tersebut. Berat badan saya menjadi turun drastis “

” Ohhh begitu. Nah itu yang sebetulnya ingin saya tanyakan. Tetapi jangan kaget kalau saya mengatakan sesuatu kepada kamu, Mirah “

” Ya Pak Daud, tapi sebenarnya apa yang terjadi dengan saya ? “

” Kamu telah dipelet orang. Laki-laki. “

” Dipelet ? Bagaimana bisa ? “

” Ya dipelet dan saya menginginkan kamu untuk berkata jujur. Karena kamu sangat mengenal laki-laki ini “

” Siapa laki-laki itu, Pak Daud ? “

” Coba kamu ingat-ingat dan berkata jujur. Namanya Bambang, seorang pria berkeluarga dengan 4 orang anak. Ingatkah ? “

” Hmmm… “

” Jujur saja Mirah. Kamu telah dipelet olehnya “

Aku langsung mengeluarkan air mata dan menangis tersedu-sedu.

” Sudahlah Mirah, katakan saja dengan jujur karena laki-laki ini sangat nakal dan suka main tabrak saja bila keinginannya tidak terpenuhi “

” Hiks benar Pak Daud. Saya mengenal Bambang ini. “

” Bagaimana ceritanya “

” Saya mengenal Bambang sekitar 2 bulan yang lalu di konter dimana saya biasa menjaga. Awalnya tidak terjadi apa-apa. Perasaan saya hanya interaksi antara pembeli dan penjual saja. Saat itu Bambang membeli beberapa alat-alat kecantikan yang katanya untuk hadiah ulang tahun isterinya. “

” Terus bagaimana kamu bisa dekat lebih dalam dengannya ? “

” Setelah pertama bertemu tadi, Bambang seringkali datang ke konter saya dan selalu bercanda. Bahkan sering mengajak saya makan siang bareng. Bambang mengaku kalau kantornya berada di Mall dimana saya bekerja. “

” Kamu mau begitu saja menerima undangan makan siang ? “

” Ya Pak Daud. Karena saat itu saya hanya berpikir lumayanlah buat mengurangi biaya makan siang dan juga dapat menghemat gaji saya yang tidak besar, “

” Tapi lama kelamaan kamu menjadi dekat dan jatuh cinta dengan dia khan “

” Iya Pak. Benar sekali lama kelamaan saya merasa jatuh cinta walaupun dia telah mengaku telah berkeluarga. Karena saya merasa nyaman dan ada kesamaan dengannya. “

” Aduhhh Mirah… Mirah… Kamu telah terkena peletnya “

” Nah itulah Pak Daud, beberpa minggu ini ada rasa penyesalan dan bersalah terhadap diri dan suami saya karena saya telah berbuat selingkuh. Maka itu saya selalu menghindar dari Bambang beberapa hari ini. “

” Itulah yang menjadi penyebab kamu mengalami gangguan di telinga. Iya khan “

” Benar juga Pak Daud “

” Kamu jelas-jelas terkena peletnya. Dia telah mengerjaimu dengan cara yang jahat yaitu menggunakan jasa dukun “

” Dukun ??? “

” Ya dukun “

” Terus apa yang harus saya lakukan “

” Hanya satu “

” Apa itu Pak Daud “

” Apakah kamu mau berusaha melupakan laki-laki tersebut “

” Hmm… “

” Jelas sekali kamu sangat mencintainya “

” Tapi Pak Daud “

” Sudahlah tidak usah pakai tapi-tapi “

” Bagaimana saya harus melupakannya, dia laki-laki  terbaik yang pernah saya kenal “

Pak Daud terdiam sepertinya sedang memikirkan sesuatu untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi Mirah.

(bersambung)

NB: Apa yang akan dilakukan oleh Pak Daud ? Apakah Mirah sanggup melupakan Bambang ? Tunggu sambungannya ya itupun kalau ingat untuk menulis lagi hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s