Hanya Segitu Saja Peletnya

Mungkin ini efek dari berulang kali mendengarkan lagunya Alani Morissette sehingga membuat keinginan saya menulis semakin menjadi-jadi. Tapi memang harus begitu maka tidak ada yang bisa menahannya. Tidak usah berlama-lama dan berpikir macam-macam mendingan melanjutkan tulisan tentang pelet memelet. Berikut adalah cukilan kisah Mirah Subarjo yang terkena pelet :

Namaku Mirah Subarjo. Umurku 23 tahun. Statusku telah menikah kurang lebih 2 tahun. Suamiku bernama Darto Cemerlang, seorang pria yang dulunya adalah mantan pacarku sewaktu SMA dan saat ini bekerja sebagai Satpam di sebuah perusahaan swasta. Sementara ini kami belum diberikan seorang anakpun. Oh ya aku bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) alat-alat kecantikan di sebuah Mall di Jakarta Selatan.

Kehidupan pernikahan kami selama ini baik-baik saja. Tetapi beberapa minggu ini aku mengalami sebuah penyakit yang aneh. Telingaku seperti dimasuki sesuatu. Setiap saat di telingaku selalu terdengar suara-suara yang sangat mengganggu seperti orang yang berteriak atau berbisi-bisik. Sudah kucoba untuk diperiksa oleh dokter THT tapi dokter mengatakan telingku baik-baik saja. Tetapi tetap saja suara-suara itu menggangu pendengaranku dan akibatnya aku malas makan. Setiap aku melihat makanan maka tubuhku berasa mual dan ingin sekali muntah. Padahal tidak sedang hamil. Disamping itu kehidupan seks kami menjadi kacau balau dan ada rasa penyesalan dalam diri ini. Suamiku mulai menjauh dariku. Apakah sebenarnya yang terjadi dengan diriku ini ? Apa yang akan dilakukan oleh Pak Daud ? Apakah Mirah sanggup melupakan Bambang ?

Berulang kali Mirah mengatakan bahwa ia sukar sekali melupakan Bambang (kekasih gelapnya) sementara di sisi yang lain Mirah sangat merasa bersalah dan tidak ingin bercerai dengan suaminya Darto Cemerlang.

Akhirnya Pak Daud mempersilahkan Mirah untuk pulang dan kembali lagi ke rumah Pak Daud apabila tetap tidak sanggup melupakan Bambang. Beberapa hari kemudian Mirah kembali lagi ke rumah Pak Daud dengan wajah memerah seperti orang menangis. Rupanya Mirah bertengkar hebat dengan suaminya karena perubahan besar yang terjadi pada diri Mirah terutama mulai melupakan kewajibannya sebagai isteri yang baik.

” Sepertinya kamu habis menangis “

” Ya, Pak Daud. Sebelum ke sini saya bertengkar dengan suami saya “

” Saya mengerti dengan apa yang terjadi pada dirimu. Bagaimana dengan Bambang ? Apakah kamu sudah bisa melupakannya ? “

” Pak Daud, sungguh sengsara sekali hati ini. Saya tetap saja tidak bisa melupakan Bambang. Berulangkali saya berdoa kepada Allah pada malam hari . Tapi saya tetap saja tidak bisa melupakannya. Bahkan makin menjadi-jadi. Terus apa yang harus saya lakukan “

” Baiklah, maukah kamu mengikuti apa yang saya katakan ? “

” Jelas mau Pak Daud asal saya bisa melupakan Bambang “

” Sekarang kamu wudhu dulu. Kebetulan sudah waktunya Sholat Maghrib. Mari kita sholat berjamaah “

Kemudian Mirah pergi ke kamar mandi untuk wudhu dan melakukan sholat berjamaah dengan keluarga Pak Daud. Setelah sholat dan doa bersama, Pak Daud dan Mirah kembali duduk di ruang makan keluarga Pak Daud.

” Sebetulnya semua ini bisa mudah dihilangkan dan semuanya harus dimulai dari dalam diri kamu. Hanya kamu yang bisa menyelesaikan masalah ini. Saya ini hanya perantara dan membantu dengan doa kepada Allah SWT “

” Tapi apa yang harus saya lakukan ? “

” Saat ini kamu belum batal wudhu khan “

” Belum Pak Daud “

” Sekarang kamu pejamkan dan berkonsentrasi. Tarik nafas dalam-dalam. Sesudah itu bayangkan wajah Bambang orang yang kamu cintai tersebut. Ayo terus lakukan. Ingat konsentrasi. “

Mirah mengikuti apa yang diperintahkan oleh Pak Daud.

” Ingat Mirah dalam konsentrasimu baca asma Allah dalam hati. Sudah terbayang wajahnya “

Mirah hanya mengangguk kepala.

” Terus konsentrasi dan makin perjelas wajahnya. Ini saatnya kamu keluarkan semua energi kemarahan yang ada di dalam diri. Ayo keluarkan terus … Ayo Mirah keluarkan terus kemarahanmu “

Wajah Mirah memerah dan mulai tampak butiran-butiran keringat di dahinya. Tampaknya metode yang diperintahkan oleh Pak Daud berjalan lancar.

” Ayo Mirah keluarkan kemarahanmu, Keluarkan sampai kamu merasa lega “

Beberapa menit kemudian Mirah seperti kehabisan nafas dibuktikan tersengal-sengalnya nafas Mirah. Mirah langsung terbujur lunglai. Kemudian Pak Daud meletakkan tubuh MIrah di lantai dan tampak bibirnya komat-kamit seperti membacakan sesuatu. Beberapa saat kemudian Mirah tersadar.

” Alhamdulillah kamu mulai sadar Mirah. Bagaimana sudah plongkah hatimu ?”

” Apa yang sebenarnya terjadi ? “

” Tadi kamu sempat pingsan. Mungkin kamu keletihan akibat dari melepaskan energi kemarahanmu “

” Ohh gitu Pak. Alhamdulillah badan dan pikiran saya terasa ringan “

” Istirahat saja dulu. Minum teh panasnya “

Mirah langsung meminum teh panas yang ada di atas meja. Tampak sekali Mirah kehausan.

” Sudah mendingan kamu ? “

” Sudah Pak. Tetapi hanya begini saja Pak “

” Ya tidak lah. Ini membutuhkan waktu yang lama tergantung kepada ketekunan kamu “

” Maksudnya ? “

” Setelah ini kamu akan diberikan beberapa amalan yang setiap malam menjelang tidur harus kamu lakuka. Bisa khan Kamu ? “

” Bisa Pak dan harus bisa “

” Alhamdulillah, berarti kamu mulai menemukan diri kamu sebenarnya “

” Bacaan apa yang harus saya baca setiap harinya Pak Daud “

Pak Daud segera menulis beberapa amalan, Kemudian di serahkan kepada MIrah.

” Ingat ya Mirah. Lakukan prosesi pengeluaran energi kemaran yang tadi telah kamu lakukan setiap maghrib. Dan menjelang tidur kamu baca ini “

” Baiklah Pak. Kalau begitu saya mohon pamit dulu. Terima kasih Pa. Assalamualaikum “

” Wa alaikumussalam “

Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Tanpa terasa sudah 3 bulan lamanya MIrah tidak bertemu kembali dengan Pak Daud. Suatu hari menjelang Maghrib, rumah Pak Daud didatangi oleh dua orang yaitu lakilaki dan perempuan. Betapa kagetnya Pak Daud melihat kedua sosok tersebut.

” Assalamualaikum Pak “

” Wa Alaikumussalam, alhamdulillah ini kamu Mirah khan ?! “

” Ya Pak “

” Ini siapa ? “

” Suami saya “

” Kenalkan nama saya Darto “

” Saya Pak Daud. Ayo silahkan duduk. Tunggu dulu ya saya mau sholat maghrib dulu “

” Kalau begitu kami ikut bergabung Pak ” ujar Darto

” Boleh-boleh. Kita berjamaah ya “

Merekapun melakukan sholat Maghrib berjamaah. Setealah itu kembali lagi mereka berkumpul di rtuang tamu. Kebetulan sekali saat itu tidak ada tamu yang datang sehingga kelihatan rumah Pak Daud sepi dan hanya ditemani isterinya tercinta.

” Bagaimana keadaanmu Mirah “

” Baik, Pak “

” Tapi tunggu dulu. Kamu sedang hamil ya “

” Alhamdulillah Pak ” Mirah saling berpandangan dengan Darto, sang suami.

” Syukur Alhamdulillah, saya senang mendengarnya “

” Pak Daud masih ingat khan dengan kejadian dulu. “

” Tapi … ” Pak Daud melirik ke arah Darto

” Suami saya tahu semuanya Pak. Alhamdulillah dia mengerti dan memang suami saya ini laki-laki terbaik yang saya miliki. “

” Sudahlah Mirah. Memang sudah seharusnya sebagai suami saya harus menjaga dan melindungi istrinya. Masa lalu jangan diingat, kita menatap masa depan. Apalagi saat ini kamu sedang hamil dan sungguh bahagia hati saya karena sebentar lagi saya akan menjadi seorang ayah “

Mata mirah memerah mengeluarkan air mata. Betapa tulusnya cinta Darto, suaminya tersebut.

” Mirah… Mirah sudahlah jangan menangis “

” Ini tangisan kebahagiaan Pak “

” Ya saya mengerti. Terus bagaimana dengan laki-laki itu. Maaf ya Mas Darto “

” Tidak apa-apa Pak Daud “

” Iya Pak. Alhamdulillah saya bisa melupakan dia. Memang tidak mudah tapi saya dengan tekad bulat akhirnya berhasil juga melepaskan diri dari cengkeramannya. Terima kasi Pak Daud. Apa yang bapak berikan ternyata bermanfaat sekali “

” Saya hanya perantara saja. Semuanya tergantung kepada keikhlasan kamu memohon kepada Allah SWT. Terus bagaimana nasib laki-laki itu ? “

” Nah itu yang membuat heran beberapa saya jalani amalan dari bapak. Tiba-tiba ada perasaan benci kepada dia Pak. Anehnya setiap dia melihat saya, dia seperti menghindar ketakutan. Lama kelamaan dia tidak pernah menemui saya lagi “

” Terus bagaimana dengan suara-suara di telingamu “

” Dalam waktu bersamaan suara-suara itu hilang dengan sendirinya. Kaget, bingung, gembiradan bahagia menyatu jadi satu Pak “

” Terus bagaimana suamimu bisa tahu dengan apa yang kamu alami “

” Saya jujur mengatakan yang sebenarnya. Alhamdulillah mas Darto mengerti walaupun awalnya ada rasa takut juga kalau Mas Darto akan marah besar “

” Bagaimana Mas Darto “

” Iya Pak. Awal saya mendengar cerita ini seperti kesambar geledek Pak. Tapi saya herannya tidak bisa marah. Malah ada rasa iba yang timbul. Kemudian Mirah menceritan segala hal tentang Pak Daud. Akhirnya saya sepakat dan bersama-sama melakukan amalan yang Pak Daud berikan. “

” Prosesnya berlangsung hampir 2 minggu Pak. Baru semuanya terasa damai dan suasana rumah menjadi sejuk ” ujar Mirah

” Syukurlah kalau begitu. Saya senang mendengarnya dan mendoakan kamu sekeluarga dan janin dalam perutmu selalu sehat. “

” Amin !!! Kalau begitu kami pamit dulu Pak. Kapan-kapan saya berkunjung lagi ke tempat Bapak terutama saat tujuh bulanan. Bapak harus hadir lho “

” Insya Allah “

” Assalamualaikum “

” Wa Alaikumussalam “

Begitulah ceritanya dam ternyata pelet itu hanya segitu saja untuk mengatasinya. Pertanyaannya adalah apa sich amalan yang diberikan oleh Pak Daud ? Sepertinya Ilmu Peletnya Bambang tidak mampu menembus pertahanan diri Mirah. Mau tahu ??? Lewat japri aja ya biar nanti saya tanyakan ke Pak Daud dulu hahahahaha

Alanis Morissette – Everything

I can be an asshole of the grandest kind
I can withhold like it’s going out of style
I can be the moodiest baby and you’ve never met anyone
who is as negative as I am sometimes

I am the wisest woman you’ve ever met.
I am the kindest soul with whom you’ve connected.
I have the bravest heart that you’ve ever seen
And you’ve never met anyone
Who’s as positive as I am sometimes.

You see everything, you see every part
You see all my light and you love my dark
You dig everything of which I’m ashamed
There’s not anything to which you can’t relate
And you’re still here

I blame everyone else, not my own partaking
My passive-aggressiveness can be devastating
I’m terrified and mistrusting
And you’ve never met anyone as,
As closed down as I am sometimes.

You see everything, you see every part
You see all my light and you love my dark
You dig everything of which I’m ashamed
There’s not anything to which you can’t relate
And you’re still here

What I resist, persists, and speaks louder than I know
What I resist, you love, no matter how low or high I go

I’m the funniest woman you’ve ever known.
I am the dullest woman you’ve ever known.
I’m the most gorgeous woman you’ve ever known
And you’ve never met anyone as, as everything as I am sometimes.

You see everything, you see every part
You see all my light and you love my dark
You dig everything of which I’m ashamed
There’s not anything to which you can’t relate
And you’re still here

And you’re still here
And you’re still here…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s