Dicari Isteri : Perawan Yang Punya Anak Atau Janda Yang Masih Perawan

Pagi-pagi sekali saya dikejutkan dengan kedatangan teman dari Sumedang. Dia baru saja pergi ketempat uyut saya dengan niat ingin menikah dan minta dicarikan calon istri yang benar (perlu diketahui dia berumur 35 tahun). Karena dia merasa sudah waktunya menikah tapi saya pikir karena desakan orang tuanya (ayahnya sedang sakit) maka dia berusaha mencari.
Dengan wajah yang masih kusut dan masih mengantuk saya mendengarkan apa yang diceritakan selama di sumedang. Yang membuat saya terbangun dan segar lagi adalah pesan uyut kepada dia mengenai calon istri perawan yang punya anak atau janda yang masih perawan. Dan mengagetkan lagi, beliau mengatakan yang tahu jawaban atas pesan beliau adalah saya. Nah ini yang bikin repot, dari pagi saya pikir dan coba-coba cari jawaban lewat buku, koran, tanya teman dan lain-lain. Jawaban yang diberikan kurang memuaskan karena dibutuhkan suatu logika dan rasionalitas berpikir. Sampai detik ini belum ketemu juga. Oh God please help me cos ini mengenai nasib orang yang memang berniat sekali untuk menikah dan itu adalah ibadah. And I need help finding out the answer.

Setelah beberapa lama mencari jawaban tentang ‘Dicari Istri : Perawan yang punya anak atau Janda yang masih perawan” dari pesan Uyut kepada teman yang sedang mencari pasangan hidupnya. Akhirnya saya menemukan jawaban atas pesan tersebut.

Karena ini menyangkut kebaikan hidup seorang manusia maka kita harus menyamakan persepsi terlebih dahulu dengan mendefinisikan kata-kata dalam pesan tersebut

Seorang perawan adalah seorang wanita yang belum pernah mengadakan hubungan seksual atau senggama. Wanita yang masih perawan disebut gadis. Secara umum ‘perawan’ juga direlasikan dengan kesucian. Untuk laki-laki yang belum pernah melakukan senggama disebut jaka atau jejaka.
Secara fisik perawan ditandai dengan utuhnya selaput dara yang berada pada daerah vagina. Dan hilangnya keperawanan biasanya disertai dengan keluarnya darah dari daerah vagina (tergantung bentuk dan ketebalan selaput dara) saat mengadakan hubungan seksual pertama kali.

“ Anak (jamak: anak-anak) adalah seorang lelaki atau perempuan yang belum dewasa atau belum mengalami masa puber. Anak juga merupakan keturunan kedua, dimana kata “anak” merujuk pada lawan dari orang tua; contohnya orang dewasa adalah anak dari orang tua mereka meskipun mereka telah dewasa; misal “Amin, umur 25, anak Tobi, umur 63 “. Walaupun begitu istilah ini juga sering merujuk pada perkembangan mental seseorang, walaupun secara biologis seseorang sudah termasuk dewasa namun apabilaperkembangan mentalnya ataukah urutan umurnya maka seseorang dapat saja diasosiasikan dengan istilah “anak”.

“ A widow is a woman whose spouse has died. A man whose spouse has died is a widower. The state of having lost one’s spouse to death is termed widowhood or (occasionally) viduity. The gender neutral term is widowed.
The social status of widows has been an important social issue, particularly in the past. In families in which the husband was the sole provider, widowhood could plunge the family into poverty, and many charities had as a goal the aid of widows and orphans (often, not children without parents, but children without a contributing father). This was aggravated by women’s longer life spans, and that men generally marry women younger than themselves, and by the greater ease with which men remarried.
However, in some patriarchal societies, widows were among the most independent women. A widow sometimes carried on her late husband’s business and consequently accorded certain rights, such as the right to enter guilds. More recently, widows of elected officials have been among the first women elected to office in many countries (e.g. Corazon Aquino).
There were implications for sexual freedom as well; although some wills contained dum casta provisions (requiring widows to remain unmarried in order to receive inheritance), in societies preventing divorce, widowhood permitted women to remarry and have a greater range of sexual experiences. The Wife of Bath in Geoffrey Chaucer’s Canterbury Tales refers to having been widowed five times, permitting her greater sexual experience. “
(Sumber : Wikipedia)

Setiap manusia selalu menginginkan sesuatu hal yang ideal dalam hidupnya. Misalnya mempunyai harta yang bisa menghidupi keluarganya (anak cucuknya) bahkan tidak akan habis sampai 7 generasi, menduduki posisi yang terhormat dalam pekerjaan seperti Presiden Direktur, Direktur Umum, Manager, Pengusaha yang sukses dan sebagainya.

Bagaimana dengan jodoh? Kalau orang Jawa bilang cari jodoh yang jelas dan baik (bibit, bebet dan bobot). Idealnya bagi seorang pria dalam mendapatkan wanita adalah perawan, cantik (outer dan inner), pintar (smart), seiman/seagama , kaya materi atau diplesetkan dengan cap pas seperti kata iklan yaitu pas punya banyak rumah mewah, pas punya banyak mobil mewah , pas anak konglomerat terkaya di dunia, pas cantik, pas sholehah, dan pas-pas yang lain.

Dalam hidup ini sudah kodrat manusia dihadapkan 2 pilihan yaitu, baik-buruk, kaya-miskin,surga-neraka, pahala-dosa, siang-malam, pria-wanita, bulan-bintang, benar-salah dan lain-lain. Kita selalu berharap kepada Allah untuk mendapatkan hal-hal yang baik, walaupun baik-buruk datangnya dari Allah dan itu adalah berkah buat kita untuk selalu bertawadu kepada Allah.

Pernahkah kita berpikir tentang suatu hal terburuk yang akan terjadi dengan kita? Dan pernahkah kita mencari cara untuk menyelesaikan sesuatu yang terburuk apabila datang menimpa kita? Akankah kita akan mensyukuri peristiwa yang terburuk itu sebagai pengalaman dan pelajaran dalam hidup kita? Kembali lagi hanya orang-orang yang beriman dan selalu bertawadu kepada Allah yanag akan melakukan itu.

Apakah makna kata “Perawan yang punya anak”? Definisi perawan diatas adalah gadis yang masih suci dan belum pernah melakukan hubungan seksual layaknya suami istri.

Seringkali kita mendapat informasi melalui media cetak, televisi, penelitian tentang kumpul kebo, video porno di telepon seluler, pose wanita telanjang, pelajar/mahasiswi yang berprofesi sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) , jablai, pecun, praktek aborsi liar dan sebagainya. Kita sering menganggap negatif kepada mereka tanpa pernah mau tahu latar belakang mereka melakukan itu. Kalau kita melihat status mereka yang belum menikah, mereka bisa dikatakan perawan tetapi dari segi perbuatan mereka sudah tidak perawan bahkan ada yang hampir punya anak tetapi digugurkan (aborsi). Dalam tulisan ini saya tidak menjustifikasi sebagian besar gadis-gadis di Indonesia seperti itu tetapi saya hanya mengungkapkan realita yang ada di masyarakat kita. Inilah yang dimaksud dengan Perawan Yang Punya Anak.

Bagaimana dengan “Janda” ? Janda adalah seorang wanita yang telah menikah tetapi ditinggalkan suaminya karena kematian, cerai (secara hukum negara sudah ada keputusan tetap), suaminya pergi lebih dari 3 kali masa quru (masa haid) dalam istilah hukum Islam dan tidak jelas keberadaannya. Status janda masih dianggap negatif juga oleh masyarakat dan sering dianggap sebagai pengganggu suami orang.

Bagaimana dengan Janda yang masih perawan? Kita pernah mendengar tentang seorang wanita yang ditinggal suaminya pergi ke luar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan harapan sang suami dapat memberikan materi yang lebih baik bagi kehidupan mereka. Bahkan karena factor ekonomi itulah setelah melakukan ijab qobul sang suami langsung berangkat ke luar negeri dan mereka tidak pernah berpikir tentang malam pertama ataupun bulan madu. Yang sangat menyedihkan adalah sang suami tidak pernah memberi kabar dan tidak pernah kembali. Kejadian ini pernah saya saksikan di suatu daerah Jawa Barat. Akhirnya sang istri bekerja sebagai sinden, penari jaipong, pengamen di bis antar kota, pencatat skor bilyar, karaoke untuk menafkahi diri dan keluarganya. Kalau dilihat status, wanita tersebut adalah menikah tetapi tidak jelas keberadaan suaminya yang telah meninggalkannya lebih dari masa 3 quru dan tidak pernah dinafkahi (dalam hukum Islam sudah dianggap talak/cerai). Masalahnya mereka tidak berani menikah dengan orang lain dan masih perawan. Inilah yang dimaksud dengan Janda Yang Masih Perawan

Mengapa teman saya dipesankan demikian? Dalam ilmu manajemen (metode SWOT ; Streght, Weakness, Opportunity, Threaten) dikatakan bahwa kelemahan kita adalah keunggulan kita, keburukan kita adalah kebaikan kita, ancaman adalah peluang, kekurangan kita adalah kelebihan kita. Jadi gali terus kemungkinan kelemahan, keburukan, kekurangan, kejelekan kita sehingga kita selalu siap untuk mengantisipasi segala kemungkian terburuk yang akan menimpa kita dan selalu berpikir positif. (Tukul telah melakukan itu dan lihat hasil yang diperoleh)

Walaupun kita mendapatkan seorang calon istri diantara 2 pilihan calon istri tersebut diatas dan dianggap tidak sesuai dengan keinginan kita, itu adalah rahmat Allah untuk kita serta selalu mengucapkan Alhamdulillah sebanyak-banyaknya karena akan datang kebahagiaan.. Inilah yang dinamakan tawadu. Mudah-mudahan Allah mengabulkan segala keinginan seluruh umat manusia. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s