Saatnya

blogs.discovermagazine.com

Aku capek, aku lelah, aku letih…

Cukup… cukup sudah sampai disini.

Aku tak kuat lagi

Air mataku keluar dibuatnya, betapa beratnya beban yang selama ini kupikul. Aku tak sanggup lagi. Maaf aku tak mampu lagi menopangnya. Aku hanya bisa berharap ada orang yang mau menggantikanku.

Tak punya daya aku untuk bergerak. Sungguh… sungguh tak bisa berbuat apa-apa. Sementara tak ada orang yang mau membantuku. Semuanya menatapku dengan berbagai tatapan nanar.  Maafkan aku bila aku tidak mau memandangmu.

Bagaimana selanjutnya ??? Siapa yang mau memegang tongkat estafet itu. Hah tidak ada yang mau. Kalian benar-benar tidak kasihan kepadaku. Sungguh dan tolonglah biarkan aku melepasnya. Kalian lebih mampu. Kalian lebih pantas dan ini adalah waktu pembuktian kalian.

Jangan paksa aku dengan alasan-alasan tertentu. Aku mengerti arti sebuah amanah tapi… Aku harus mengakhiri tugas ini. Aku perlu kehidupan yang baru. Aku perlu merenggangkan otot-otot kepalaku, badanku dan seluruh tubuhku. Aku ingin menghirup udara segar di luar sana. Aku ingin berpolah seperti anak kecil. Wajah gembira nan polos di ujung dunia sana.

Ikhlaskanlah Tolong ikhlaskanlah aku untuk terbang jauh. Jangan kalian tambah dan tetap tidak mau melepas titipan suci tersebut. Aku ingin hidup baru. Aku ingin membentuk kehidupan baru bersama mereka dalam nauangan kasih sayang.

Please and please, aku hanya ingin merasakan kebahagiaan di sisa hidupku. Bebas, lepas, dan menghempas dalam kompas ilahi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s