Teman-temanlah Yang Membuat Aku Bahagia

hoshizora79.wordpress.com/2009/0...-family/

Sudah hampir 1 tahun ini saya lebih banyak nongkrong di Kompasiana ini. Tanpa terasa makin banyak teman yang diperoleh. Dan hampir setahun itu pula inbox di Facebook saya dipenuhi oleh kabar-kabar dari sebagian kompasianer. Saya menikmatinya baik senda guraunya, diskusinya, atau apapun. Memang ada juga dari komunitas lain seperti multiply dengan geng borjunya tapi hanya sebagian kecil saja. Sampai-sampai saya jarang tahu kalau mereka mengadakan acara kumpul-kumpul atau jalan-jalan. Tahu-tahu sudah ada fotonya di FB. Bukan saya ingin menjauhi mereka tapi keasyikan menulis di Kompasiana membuat konsentrasi hanya tertuju pada segala hal berbau Kompasiana.

Bagaimana dengan teman-teman di Facebook ? Hal inilah yang membuat saya rindu dan menulisnya. Beberapa hari ini ada beberapa teman di FB yang dulu seringkali menemani saya hampir setiap hari. menyapa saya. Merekalah itulah yang selalu mengajak saya untuk mengerti arti pertemanan di FB. Ini terjadi sebelum saya mulai bertemu dengan teman-teman sewaktu sekolah baik saat SD sampai kuliah dulu. Kalau dihitung-hitung sudah hampir 3 tahun saya bergabung di FB. Banyak sekali yang saya peroleh. Jadi tidak selamanya FB mempunyai dampak negatif, tapi ada juga dampak positifnya.

Saat itu saya seperti hidup sendirian di dunia maya. Sampai satu persatu mulai berteman dengan saya. Beberapa teman yang selalu membuat saya semangat dan terus mencari teman diantaranya Mas Marwoto Adi, beliau ini pentolan dan pendiri grup Pusat Humor Indonesia (PHI). Selain itu beliaulah yang pertama kali menyapa dan berteman dengan saya. Hampir tiap malam saya chatting dengan beliau dan bicara banyak hal. Ternyata beliau masih satu almamater dengan kakak saya. Terus terang saja beliaulah yang mengajak saya untuk jadi admin di PHI walaupun akhirnya saya mengundurkan diri karena saya mulai disibukkan oleh beberapa grup di FB dimana saya jadi adminnya.

Saya ingat sekali ketika beliau mengatakan ” Cech kamu buat grup Pencinta Wayang, Kami Bukan Bangsa “TEMPE” tapi Tempe Makanan Bangsa Kami, I Like Jamu Traditional Herbal Medicine , I Love Keris Senjata Tradisional Indonesia dan Ti Mana Karuhun Urang Sunda. Kita ramaikan FB dengan berbagai kegiatan grup ” Saya ikuti saran beliau. Menariknya, sambutan di FB luar biasa sekali. Saya sampai kewalahan mengelolanya sendiri. Hampir tiap hari saya meng-up date segala hal yang berbau grup-grup tersebut walalupun beberapa bulan ini saya sudah jarang menengoki grup-grup tersebut. Nah kesibukan menjadi admin beberapa grup tersebut itulah saya mulai jarang berkomunikasi dengan beliau yang terkenal dengan cerita-cerita humornya. Tapi sesekali beliau menyapa saya lewat mesej di FB untuk menanyakan kabar saya. Terakhir saya berkomunikasi dengan beliau sebulan yang lalu pada saat beliau ulang tahun. Sungguh pertemanan yang luar biasa walaupun kami belum pernah bertemu muka.

Selanjutnya yang baru saja menyapa saya yaitu seorang tokoh perempuan, pendidik, pebisnis (TK International) dan politikus juga, Ibu Dr.Dharmayuwati Pane. Beliaulah yang selalu mengajak saya untuk diskusi dari berbagai macam tema. Nah dari beliaulah saya mulai belajar menganalisa dan menulis sebuah tulisan yang ilmiah. Beliau mempunyai banyak kenalan dari berbagai macam profesi dan senang sekali bicara tentang pendidikan. Akrab dan saling menghormati diantara kami membuat saya merasakan arti sebuah persaudaraan.

Belum lagi, Ibu Cantik bernama Nisma Alex yang sangat religius dan selalu mengomentari semua tulisan saya terutama tulisan yang berbau agama. Sungguh kaget dan terharu ketika beliau mengomentari status saya setelah lama sekali tidak komunikasi. Rudyanto Wang yang selalu kritis dan komentarnya yang membangun. Mbak Nur Pebri Yanni Selmi yang saat ini tinggal di Jerman dan tiap dini hari selalu diskusi tentang karuhun dan budaya sunda. Kang Perdana Wahyu Sentosa, ahli bursa saham dan pendiri grup Kasepuhan Sundapura yang masih keturunan Baduy. Oh ya saya hampir lupa Kang Agus S Anwar yang mau berkorban waktu untuk menggantikan saya jadi admin di grup-grup yang saya bentuk pada saat saya mulai jenuh di FB. dulu Masih banyak lagi teman-teman di FB yang selalu mendukung, memberikan kebahagiaan dan hikmah tentang arti sebuah pertemanan di dunia maya.

Dari semua itu saya hanya ingin mengatakan kalau pertemanan lebih penting dari pada sekedar untuk menjadi terpopuler, terbanyak, tertinggi atau mengejar HL. Tapi ingat bukan saya ingin menafikan yang “ter” atau HL karena bagi saya itu adalah penghargaan yang luar biasa dari admin atas tulisan-tulisan Kompasianers. Sharing and Connecting…. ( tapi kenapa harus pakai bahasa Inggris ya hehehehe)

NB: saya sengaja ingin menampilkan kembali tentang sebuah cita-cita yang sampai sekarang belum terealisasi pada saat saya mengelola Grup Pencinta Wayang yaitu sebuah surat terbuka kepada teman-teman FB dulu. Memang tidak nyambung tapi ini tetaplah cita-cita yang suatu saat bisa dilaksanakan. Siapa tahu Kompasiana mau menyelenggarakannya hahahaha

PAGELARAN WAYANG OLEH KOMUNITAS “PECINTA WAYANG” FACEBOOK INDONESIA

September 1, 2009

Beberapa pekan terakhir ini, kita membaca, mendengar dan melihat bagaimana budaya peninggalan nenek moyang yang sangat luhur diklaim, dimanfaatkan, dianggap, dipatenkan dan dijustifikasi oleh negara/institusi/orang lain. Untuk itu saya mengajak seluruh pecinta wayang di FB ini mulai memikirkan bagaimana melestarikan, menyebarluaskan wayang di seluruh dunia. Mungkin tidak hanya wayang tapi bisa batik, keris, tarian tradisonal dan lain-lain.
Sudah lama sebetulnya saya punya ide dan pernah didiskusikan bersama beberapa teman di FB untuk membuat pergelaran wayang besar-besaran yang diselenggarakan oleh komunitas Pecinta Wayang di FB. Tempat penyelenggaraan di JHCC atau PRJ dengan mengundang pemilik FB Mark Zuckerberg, Presiden RI, atau siapapun yang memang punya kepentingan atas pelestarian salah satu peninggalan nenek moyang ini.
Sengaja saya ingin mengundang Mark agar beliau tahu dan mungkin dapat memperkenalkan Indonesia lewat seni dan budaya Indonesia (Pariwisata) ke dunia internasional dengan memanfaatkan koneksi beliau. Presiden dan pejabat lain diundang supaya pemerintah juga punya kewajiban untuk melestarikan kebudayaan kita dan tahu kalau komunitas ini bukan hanya buat sok2an atau main2an.

Banyak yang mengatakan ini ide gila, tapi saya pikir ini adalah moment yang pas buat mengkonter siapapun yang mengklain milik kita dan terlihat suatu tindakan nyata serta berkelanjutan terus menerus.

Ini sekedar ide dan saya berharap pagelaran ini dapat terwujud serta adanya partisipasi teman2 komunitas pecinta wayang untuk membantu pemikiran, saran/ kritik, dan lain-lain.

Terima kasih atas perhatiannya

Hormat saya,

Erwin Rudiyanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s