“Aku Suka Karena Kejujuranmu”

reniazah.blogspot.com/2009

” Pagi….. Mas Tjiploek “

” Pagi… ini siapa ya “

” Saya Dara Mas “

” Ehhh kamu Dara apa kabar ? “

” Baik, Mas. Oh ya kemarin bapak cerita katanya Mas Tjiploek mau saya ajak makan-makan “

” Hehehe siapa sih yang menolah kalau diajak makan apalagi berduaan dengan cewek secantik kamu “

” Ihhhh mas Tjiploek genit jangan bikin ge er Dara dong. Jadi malu nih hehehe “

” Ya udah. Mau makan dimana kita ? “

” Dimana ya ?! Mas Tjiploek aja dech yang pilih tapi tempatnya bersih dan makanannya enak lho “

” Oke, bagaimana kalau nasi uduk di Rawa Belong. Enak tuh makanannya dan suasananya nggak formil dan ngga perlu pakai sepatu hahahaha “

” Hahahaha oke dech. Besok ya Mas setelah Dara ketemu Dosen Pembimbing Skripsi. Sorean ya Mas “

” janjian di parkiran kampus kamu aja ya “

” Baiklah. Besok saya tunggu Mas “

Tjiploek mendapatkan undangan makan dari Dara, anaknya Pak Umar sebagai tanda ucapan terima kasih atas disetujuinya judul skripsi Dara karena bantuan Tjiploek menemui dosen pembimbing skripsinya yang ternyata masih teman kuliah Tjiploek waktu kuliah di Magister Manajemen dulu.

Keesokan harinya setelah sholat Ashar, Tjiploek meluncur ke kampus Dara di sekitaran Grogol. Sesuai dengan janji, Tjiploek menunggu di parkiran kampus. Dengan wajah lugu dan kagum melihat wara wiri mahasiswa-mahasiswi di kampus tersebut, Tjiploek sesekali memperhatikan orang yang mendekatinya siapa tahu Dara yang datang. Tidak lama kemudian Dara memanggil nama Tjiploek. Tampak Tjiploek gembira melihat kedatangan Dara.

” Bagaimana Mas ? sudah lama menunggu “

” Lumayan sich tapi tidak apa-apa malah senang kok abisnya banyak yang dilihat hehehehe “

” hihihihi Mas Tjiploek. Yuk ke mobil saya “

” Yang mana ? “

” Tuh mobil honda jazz warna merah “

Tjiploek dan Dara berjalan mendekati mobil tersebut. Tiba-tiba Dara menyerahkan kunci mobilnya ke Tjiploek.

” Apa nich ? “

” Mas Tjiploek yang bawa ya “

” Aduh, maaf nih Dara. Terus terang saya tidak bisa mengendarai mobil “

” Ah masa sich. Atau ini hanya pura-pura lagi “

” Benar kok serius nih. Saya tidak bisa menyetir mobil hehehe “

” Ya sudah saya yang bawa. “

Kemudian Dara mengambil alih kemudi mobilnya dan Tjiploek duduk di sebelahnya. Mobil langsung bergerak ke daerah Rawa Belong dimana warung makan khas nasi uduk berada. Sesampainya di warung tersebut sudah banyak orang yang antri tapi tidak makan di tempat hanya dibungkus. Kemudian keduanya makan berduaan. Tanpa terasa acara makan-makan berlangsung hampir 2 jam lamanya. Selama itu Dara dibuat tertawa renyah dengan cerita-cerita humor dari Tjiploek. Banyak hal yang ditanyakan oleh Dara mengenai siapa Tjiploek tapi Tjiploek selalu saja pintar mengalihkan pembicaraan dan ujung-ujungnya selalu membuat tertawa Dara.

Setelah acara makan-makan selesai Dara mempunyai rencana untuk mengantar pulang Tjiploek di daerah Kebon Jeruk tapi ditolak oleh Tjiploek. Tjiploek menyarankan Dara untuk langsung saja pulang. Lagipula rumah Tjiploek tidak terlalu jauh dari lokasi warung makan tersebut.

Sejak acara makan-makan tersebut, Dara dan Tjiploek makin sering melakukan komunikasi lewat telepon dan ini diketahui oleh Pak Umar. Tampaknya Pak Umar tidak terlalu mempersalahkan hal tersebut bahkan senang melihat Dara selalu berkonsultasi dengan Tjiploek terutama masalah skripsinya. Kedekatan keduanya tanpa terasa menimbulkan benih-benih cinta tapi Tjiploek selalu berusaha menjaga jarak karena melihat posisi Pak Umar yang sangat dihormatinya.

Tanpa terasa waktu berjalan sampai 3 bulan lamanya, hubungan Tjiploek dan Dara makin mesra tapi kembali lagi Tjiploek selalu menutupinya perasaannya dan berusaha untuk menjaga jarak dengan alasan perbedaan status keduanya. Sampai pada suatu waktu Dara menelpon Tjiploek dan ingin bertemu di sebuah tempat. Tapi Tjiploek selalu menghubungi Pak Umar apabila ingin bertemu Dara dimanapun dan kapanpun. Aneh bukan ? Tapi itulah Tjiploek dengan prilakunya yang selalu menghormati orang yang mempercayainya.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek “

” Wa alaikumussalam Dara “

” Mas, bisa nggak siang ini kita ketemuan “

” Hmm siang ya ? dimana ? “

” Sebuah Kafe di Pondok Indah Mall “

” Jam berapa Ra ? “

” Jam 2-an. Bisa ya Mas Tjiploek. Saya mohon sekali Mas Tjiploek untuk datang. “

” Memangnya ada apa Ra ? “

” Penting. Mas harus datang. Ditunggu ya “

” Baiklah “

Tjiploek terlihat bingung dengan telepon yang diterimanya tersebut. Ada apa ya ? pikirnya. Jantungnya dag dig dug dan pikirannya melayang-layang memikirkan apa yang akan terjadi.Tepat jam 2 siang Tjiploek tiba di lobi Pondok Indah Mall. Tiba-tiba telepon selulernya berbunyi. Rupanya dari Dara yang mengabarkannya kalau dia sudah ada di Kafe di lantai 4 dan menyuruh Tjiploek langsung saja menuju ke kafe tersebut. Benar saja Dara sedang duduk di sudut kafe sambil memainkan tuts telepon selulernya.

” Assalamualaikum Ra “

” Eh Mas Tjiploek, Wa alaikumussalam “

Tjiploek langsung duduk berhadapan dengan Dara. Matanya selalu memperhatikan gerak gerik Dara yang dari tadi sibuk sms-an dengan seseorang.

” Maaf ya Mas, mau pesan apa ? “

” Terserah kamu aja Ra “

” Capucinno ya “

” Oke “

” Terima kasih Mas Tjiploek mau datang ke sini. Maaf sekali lagi kalau ini agak maksa Mas. Ini penting sekali dan ada hubungannya dengan Mas Tjiploek. “

” Dengan saya ??? Memangnya ada apa ya ? “

” Mas Tjiploek pasti tahu. Bapak selalu menanyakan masalah ini “

” Sebenarnya ada sih Ra ? Kok sampai Pak Umar ikut menanyakan juga “

” Ini masalah kita berdua Mas. “

” Kita berdua ? Lantas… “

” Ihhhh mas Tjiploek bloon amat sih. Atau ini hanya pura-pura saja “

” Sungguh saya tidak mengerti maksudnya. “

” Mas Tjiploek, kita ini sudah kenal hampir 4 bulan. Selama ini bapak menganggap kita berdua ada hubungan spesial. Terus terang saya tidak bisa menjawab saat ditanya bapak mengenai hubungan saya dengan Mas Tjiploek “

” Ohhhh itu hahahahaha…. ” Tjiploek tertawa sambil menutupi perasaannya.

” Malah tertawa. Mas serius nggak sih “

” Nah tuh minumannya sudah datang. KIta minum-minum dulu ” Tjiploek mengalihkan pembicaraan.

” Terus bagaimana Mas ? “

” Terus apanya ? “

” Ihhhh Mas Tjiploek bercanda melulu “

” Hehehehe Ok. Saya tidak akan banyak bicara dalam kondisi seperti saat ini. Saya butuh waktu untuk mengungkapkannya. Bagaimana Ra ? “

” Kapan Mas ? “

” Besok malam di rumah kamu. Biar bapak kamu tahu dan lebih jelas “

” Benar lho Mas “

” Percaya sama saya Ra “

Tampak wajah Dara berubah gembira setelah mendapatkan jawaban Tjiploek. Kemudian keduanya berpisah. Sepanjang malam Tjiploek tidak bisa tidur dan gelisah memikirkan pertemuan besok malam. Rupanya ini tidak hanya terjadi dengan Tjiploek, Darapun mengalami hal yang sama.

Keesokan malamnya Tjiploek pergi ke rumah Dara di bilangan LebakBulus. Tepat bada Isya Tjiploek tiba di rumah Dara. Tampak Dara sedang duduk di ruang tamu dan kelihatannya Dara sudah menunggu dari tadi.

” Assalamualaikum “

” Wa alaikumussalam “

” Maaf tadi jalanan macet. Tahu sendirilah bagaimana jalan di Jakarta pada jam-jam segini. “

” Tidak apa-apa Mas. “

” Pak Umar sudah pulang “

” Tuh di dalam lagi menonton televisi “

” Oh ya sampai lupa nyuruh Mas Tjiploek duduk. Dusuk Mas hehehe “

” Terima kasih “

Beberapa saat kemudian Pak Umar keluar dari dalam rumahnya.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek “

” Wa alaikumussalam Pak Umar. Bagaimana kabarnya Bapak dan Ibu “

” Alhamdulillah kami berdua sehat. Oh ya tadi Dara cerita kalau Mas Tjiploek ingin bicara sesuatu dan mengharapkan saya mendengarnya. Ada apa ya Mas ? “

” Hehehehe iya Pak. Kemarin saya bilang ama Dara kalau saya akan datang ke sini dan menginginkan bapak jadi saksi “

” Saksi apa nih “

Tiba-tiba pembantu rumah Pak Umar datang membawakan minuman dan makanan kecil.

” Diminum Mas “

” Oh ya “

” bagaimana Mas Tjiploek “

” Begini Pak Umar. Terus terang saya merasa segan dan malu untuk mengatakannya. “

” Kenapa mesti segan dan malu “

” Pak Umar saya anggap sebagai orang tua yang sangat saya hormati. Bukan karena kekayaannya tetapi kebaikan Pak Umar yang diberikan kepada saya selama ini. “

” Mas Tjiploek kalo omong muter-muter. Katanya mau terus terang ” Dara menyela pembicaraan.

” Adh Maafkan Dara ya. Tuh anak tidak ada sopan santunnya “

” Ah Tidak apa-apa Pak. Namanya juga orang tidak sabaran hehehe “

” hayo bilang lagi orang nggak sabaran ” ambek Dara.

” Sstt diam kamu Dara ” Pak Umar mengingatkan.

” Terus terang Pak, saya mengerti dan menyadari kalau saya dan Dara selama ini memang dekat. Pak Umar pasti tahu dan saya harus bicara semuanya di hadapan Bapak karena awalnya dari Bapak maka saya harus mengatakan harus disaksikan bapak. “

” hahahaha Mas Tjiploek omong apa sich ? “

” Maaf ya Pak saya buka pria yang baik. Apalagi untuk puteri Bapak “

” Lantas… “

” Sekali lagi maaf ya Pak. Saya bukan pria romantis maka itu saya hanya bisa bilang kalau saya mencintai anak Bapak, Dara. Ini saya ungkapkan dari hati yang paling dalam “

” Hahahahaahahahahahahaaha Tjiploek Tjiploek hahahahaahahahaha kamu membuat saya tertawa “

” Ya udah kalau begitu saya mau pamit pulang ” Tjiploek menjadi salah tingkah. Sementara Dara terdiam mendengar ucapan Tjiploektapi sesekali melirik Tjiploek.

” Lho kok pamit pulang. Kamu grogi ya Ploek “

” Ya Pak saya grogi maka itu saya merasa malu “

” Bagaimana Dara? Mas Tjiploek sudah mengungkapkan perasaannya tuh. Mumpung Tjiplok masih disini, cepetan kamu bicara. Nanti kamu malah menyesal hehehe ” ujar Pak Umar sambil tersenyum menahan tawa.

” Ihhh Bapak ngomongnya begitu sich. Dara malu nich “

” Ya udah kamu bicara sekarang. Mas Tjiploek sudah dengan jujurnya bicara kalau dia cinta sama kamu. Bagaimana dengan kamu ? Jujur ya dan jangan main-main “

Dara hanya terdiam malu dan mengangguk tanda setuju.

” Lho kok hanya mengangguk sich. Ayo bicara “

” Saya juga cinta ama Mas Tjiploek “

” Kok bisa cinta sama Tjiploek ? ” tanya Pak Umar dengan wajah menahan tawa.

” Mas Tjiploek orangnya jujur banget Pak dan polos kadang nyebelin dengan tingkah polosnya itu “

” Tapi kamu suka khan. Nah tuh Ploek, kamu sudah tahu sendiri khan kalau puteri saya ternyata suka dan cinta dengan kamu “

” Ya Pak tapi … “

” Tapi apa lagi….. “

” Pak Umar menyetujui atau tidak ??? tanya Tjiploek

” Hahahahahahahahahahahahahahahaha Tjiploek Tjiploek jawab aja sendiri. Ungkapan cinta yang aneh malam ini. Sudah ya saya mau nonton televisi lagi. Saya tinggal berdua ya hahahahahahaha “

Tjiploek dengan wajah polosnya terheran-heran melihat kelakuan Pak Umar. Sementara di hadapannya ada seorang wanita cantik dengan malu-malunya memberikan tanda ungkapan cinta. Malam yang aneh dan lucu dalam sebuah kehidupan manusia untuk mengungkapkan rasa dan perasaan cintanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s