Apakah Romantisme Bercinta Adalah Sebuah Candu ?

Love Addiction (midliferocksblog.com/2009/06/)

Journal of Neurophysiology edisi bulan Juli 2010  merilis sebuah studi yang pertama kali  memeriksa otak manusia yang baru patah hati dan mengalami kesulitan melepaskan hubungan mereka.

Untuk pria dan wanita patah hati, para peneliti menemukan bahwa  dengan diperlihatkannya foto-foto dari mantan pasangan dapat mengaktifkan daerah otak tertentu yang berhubungan dengan penghargaan, kecanduan cinta , pengendalian emosi, perasaan dan penderitaan fisik.

Hasil memberikan pemahaman tentang mengapa bagi sebagian orang sulit untuk melupakan perpisahannya dengan mantan pasangannya. Dalam beberapa kasus, orang terdorong untuk melakukan perilaku yang ekstrim, seperti mengintai dan membunuh pasangannya setelah kehilangan cinta.

Helen E. Fisher, seorang antropolog biologi di Rutgers University  mengatakan cinta yang romantis adalah candu yang mempunyai efek  ketergantungan yang luar biasa kuatnya.

Sirkuit otak untuk romantisme bercinta  telah berevolusi jutaan tahun lalu, sehingga memungkinkan nenek moyang kita untuk memfokuskan energi mereka untuk nikah hanya pada satu orang dalam  suatu waktu. Sistem otak ini  menjadi aktif untuk membantu manusia merebut kembali cinta pasangannya.

Fisher dan rekan-rekannya melakukan  scan otak terhadap 15 relawan  mahasiswa perguruan tinggi (10 perempuan dan 5  pria) yang baru saja mengalami patah hati, tapi masih mencintai orang yang telah menolaknya. Panjang rata-rata hubungan cinta mereka sekitar 2 tahun dan hubungan cinta mereka baru berakhir  sekitar 2 bulan.

Semua relawan diukur skornya  dengan Passionate Love Scale yang digunakan untuk mengukur intensitas perasaan romantis. Para relawan menghabiskan lebih dari 85 persen dari waktu bangun untuk memikirkan orang-orang yang telak menolak cinta mereka.

Dalam percobaan, subyek diperlihatkan   foto mantan pasangan dan diminta untuk berpikir tentang peristiwa yang terjadi dengannya. Subyek juga diperlihatkan  gambar orang-orang  yang akrab dengan subyek seperti teman sekelas atau teman dari teman. Pada paruh pertama percobaan, peserta  diteliti perasaan romantisnya dengan melakukan permainan  matematika  dan dilihat hasilnya pada saat melihat foto-foto orang yang menolak cintanya dibandingkan dengan melihat foto-foto teman-teman akrabnya.

Hasil temuannya adalah :

* Bagi mereka yang melihat  mantan kekasihnya maka  wilayah otak yang disebut area tegmental perut terangsang untuk bekerja aktif  sehingga memotivasi harapan subyek agar  bisa kembali kepada mantannya tersebut bahkan mencapai tahap tergila-gila.
* Daerah otak yang dikenal sebagai nucleus accumbens dan orbitofrontal / korteks prefrontal turut aktif juga.   Daerah otak ini juga terkait dengan kecanduan kokain  dan kecanduan rokok.
* Ada juga peningkatan aktivitas pada korteks otak dan cingulated anterior, daerah yang terkait dengan rasa sakit fisik dan marabahaya.

Berita baiknya, para peneliti menemukan cara penyembuhan yang efektif yaitu waktu. Semakin banyak waktu yang berlalu sejak perpisahan itu, maka ada pengurangan kegiatan daerah otak yang disebut di atas. Daerah otak yang terlibat dalam regulasi emosi, pengambilan keputusan dan evaluasi juga  turut aktif saat peserta diperlihatkan foto-foto orang yang menolak  mereka. Ini menunjukkan peserta belajar dari pengalaman romantisme masa lalu mereka, mengevaluasi keuntungan dan kerugian serta mencari tahu bagaimana menangani situasi.

Temuan ini menunjukkan adanya manfaat terapeutik bagi orang-orang yang sedang mabuk kepayang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s