Rapi, Makhluk Apaan Tuh ?

wira-broto.com

Rapi ? Wah kata rapi ini kadang-kadang membuat saya mengernyitkan dahi. Sebagai orang yang biasa berpetualang alias kerja di luaran sering kali kata rapi menjadi suatu yang menyeramkan. Bukan berarti saya tidak bisa rapi atau tidak menghormati orang tapi pengertian rapi dalam benak saya yaitu terlalu formil dengan menggunakan jas, berdasi, sepatu mengkilap dan sebagainya. Menurut saya, hal tersebut lebih menyeramkan daripada bertemu dengan makhluk gaib seperti kuntilanak, jin, genderuwo dan lain-lain hehehe

Terus terang kalau dalam berpakaian saya sekenanya saja. Kalau ada baju yang saya sukai maka baju itu saja yang selalu saya pakai sampai robek-robek. Beberapa teman mengatakan apakah saya hanya memiliki satu baju saya. Saya hanya bisa tertawa bila mendengarkan celotehan teman tersebut dan saya sering beralasan kalau orang yang suka pakai baju itu-itu saja tandanya orang tersebut setia kepada pasangannya hahahahaha (ngelesdotcom)

Serius !!! sebetulnya saya lebih banyak dibelikan pakaian oleh ibu tapi jarang dipakai bahkan ada yang sejak dibeli baru sampai sekarang belum pernah dikenakan. Kadang-kadang ibu marah-marah dan mengatakan kurang ajar hehehe. Maafkan anakmu ini tapi memang sudah kebiasaan kali ya.

Nah lucunya dan ini menjadi bahan perdebatan dengan ibu yaitu kebiasaan saya yang selalu buka baju dan hanya sarungan saja di rumah baik ada ataupun tidak ada tamu. Tahu sendirilah bagaimana panasnya kota Jakarta. Kalau orang jawa bilang sumuk alias kegerahan.  Kakak dan adik saya mengatakan kalau saya ini seperti semar atau pikulun bila sedang sarungan tanpa baju dengan mata mereka yang melototi perut saya segede gentong hahahaha.

Tapi saya tetap saja cuek alias masa bodo wong badan-badan saya kok situ yang ribut. Tetapi pada akhirnya saya terkena juga suatu hal yang namanya kepantasan. Ini baru baju belum lagi masalah jenggot yang jarang dicukur dan mandi sekenanya.

Bicara masalah kepantasan, baru-baru ini saya kena getahnya yaitu pada saat diundang untuk pembekalan bagi staf lokal KBRI di luar negeri. Ada pesan yang digaris bawahi oleh teman saya yang seorang diplomat pada saat sms saya yaitu “Cech harus berpakaian rapi lengkap dengan jas dan dasinya, rambut dan jenggot dicukur, jangan lupa pakai sepatu mengkilap dan intonasi bicaranya dijaga. Pokoknya klimis dan kinclong” Saya hanya menjawab hahahahahaha tapi saya menghormati pesan teman tersebut demi menjaga penampilan karena secara tidak langsung berhubungan juga dengan kepribadian bangsa Indonesia yang sopan dan santun.

Ya sudah kalau begitu maka beberapa hari ini mulailah saya melakukan persiapan yang arahnya tentang kekinclongan diri. Tapi saya melakukan ini bukan hanya sekedar menghormati teman tapi lebih kepada transformasi diri dari semau gue menjadi gue yang mau hahahaha (apa bedanya ya ).

Jadi teman-teman senasib dan seperjuangan yang tetap berpakaian seadanya dimana selalu menemani dan memaklumi diri saya maka saya hanya bisa mengatakan saatnya saya berubah dan selalu mengingat umur. Makin bertambah umur maka saya harus semakin baik bukan makin asal-asalan. Terima kasih kawan-kawan yang selama ini selalu mengingatkan saya untuk berpakaian rapi dan mengatakan sebenarnya saya ini ganteng lho kalau berpakaian rapi dan pantas biar lebih kelihatan aura kepemimpinannya hahahahaha

Aduh besok bagaimana ya ? Nah Lho hahahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s