Peta Baru: Peta Ketinggian Hutan Dunia

Global forest height map. Credit: Michael Lefsky

Baru-baru ini jurnal Geophysical Research Letters bulan Juli 2010 merilis sebuah peta baru yaitu Peta Ketinggian Hutan. Berdasarkan gambar peta di atas, ternyata hutan-hutan  tertinggi di dunia berada  di barat laut  Pacifik dan sebagiannya berada di  Asia Tenggara.

Peta ketinggian hutan dibuat berdasarkan data yang dikumpulkan oleh satelit NASA (lihat detail gambarnya disini). Dengan adanya peta ketinggian ini maka  dapat membantu para ilmuwan mengukur berapa banyak karbon tersimpan dalam hutan dunia,  seberapa cepat siklus karbon melalui ekosistem dan kembali ke atmosfir. Satelit NASA ini juga menemukan beberapa hutan yang tingginya lebih pendek dalam areal yang luas  di Kanada Utara dan Eurasia.

Selain ketinggian pohon, peneliti menganalisis tinggi kanopi pohon yang meliputi lebatnya daun pada lapisan paling atas hutan. Hutan-hutan  Konifer beriklim sangat lembab dan berisi pohon-pohon besar seperti cemara Douglas, hemlock barat, redwood dan sequoias  yang memiliki kanopi tertinggi sekitar 131 kaki (40 meter) dari  permukaan tanah. Sebaliknya hutan-hutan  Boreal (yang ditemukan di Kutub Utara dan sub-Arktik wilayah) didominasi oleh pohon cemara, pinus dan larch. Hutan Boreal biasanya memiliki tinggi kanopi  kurang dari 65 kaki (20 m) dari permukaan tanah.

Meskipun peta hutan kanopi skala lokal dan  regional sudah ada tapi peta baru seluruh dunia berdasarkan data satelit NASA ini sangat dibutuhkan. Namun Michael Lefsky, ilmuwan dari Colorado State University di Fort Collins yang juga pembuat peta tersebut mengatakan peta ketinggian hutan ini baru konsep dasar yang masih akan disempurnakan pada masa yang akan datang

Sebagai peta yang disempurnakan maka peta  ini akan membantu ilmuwan memperkirakan jumlah karbon yang diikat oleh hutan bumi dan akan membantu menjelaskan bagaimana peningkatan  hilangnya  2 miliar ton karbon setiap tahunnya.  Manusia menyumbang sekitar 7 miliar ton karbon per tahun yang sebagian besar dalam bentuk karbon dioksida yaitu 3 miliar ton berakhir di atmosfer dan 2 miliar ton di laut. Belum diketahui secara jelas kemana perginya 2 miliar ton sisanya.  Meskipun para ilmuwan menduga hutanlah yang menangkap dan banyak menyimpannya  sebagai biomassa (kayu dan daun) melalui proses fotosintesis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s