Tikus Terbesar Di Dunia Ditemukan Di Indonesia Timur

Beberapa ribu tahun yang lalu, tikus terbesar di dunia telah ditemukan dan  beratnya lebih dari rata-rata kucing rumah. Kerangka tikus terbesar di dunia itu berada di Asia Tenggara tepatnya Timor Timur. Penemuan ini  dipublikasikan oleh Buletin American Museum of Natural History bulan Juli dan ditulis oleh Kennet Aplin dan Kris Helgen dari Smithsonian Institution.

Here, the upper tooth rows of Timor's extinct giant rat (left), the biggest rat that ever lived, compared with the skull of a black rat (right), one of the most common rats, weighing some 5 ounces (150 grams). The skull of the black rat shown here is 35 mm long. Credit: Ken Aplin, CSIRO.

Para peneliti mengumumkan bahwa sisa-sisa kerangka binatang pengerat tersebut  ditemukan di sebuah gua.  Dari penggalian di dalam gua  juga 13 spesies  hewan pengerat lainnya. Ternyata   11 dari 13 spesies hewan pengerat tersebut adalah  spesies hewan pengerat baru  bagi ilmu pengetahuan. Selain itu  ada delapan tikus diperkirakan memiliki berat lebih dari 2 pon (1 kg).

Ketika hidup, berat tikus raksasa ini bisa mencapai 13,2 pon (6 kilogram). Sebagai perbandingan, berat rata-rata tikus rumah sekitar  5 ons (150 gram). Sementara itu berat  tikus  heftiest sekitar 4,4 pon (2 kg) dan tinggal di hutan hujan di Filipina dan New Guinea.

Berdasarkan Penanggalan Karbon (Carbon Dating), peneliti  telah menunjukkan tikus raksasa ini hidup hingga 1.000 sampai 2.000 tahun yang lalu bersama dengan sebagian besar tikus Timor lainnya yang ditemukan selama penggalian. Hanya satu spesies tikus terkecil yang ditemukan dan masih bertahan hidup di Timor.

Ken Aplin,  peneliti  CSIRO (badan pemerintah nasional untuk penelitian ilmiah di Australia) mengatakan manusia telah hidup di pulau Timor selama lebih dari 40.000 tahun dengan cara berburu dan makan tikus selama periode tersebut, namun kepunahan tidak terjadi sampai sekarang. kedatangan manusia ke daerah tersebut tidak  harus disamakan  dengan kepunahan. Pembukaan hutan secara besar-besaran untuk lahan pertanianlah yang menyebabkan terjadinya kepunahan. Ini berkaitan dengan mekanisasi pertanian.

Indonesia Timur adalah hotspot untuk evolusi tikus. Bahkan masing-masing pulau di Indonesia timur itu sendiri berkembang spesies tikus yang unik. Aplin juga telah menemukan enam spesies tikus baru dalam gua di pulau Flores. Meskipun sekarang sebagian besar Timor merupakan daerah  kering tetapi ada  daerah Timor  ditutupi oleh hutan hujan yang rimbun. Kurang dari 15 persen hutan rimbun asli Timor tetap ada dan  bagian pulau ini masih sangat hutan. Jadi siapa tahu ada kemungkinan sesuatu berada di sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s