Lepaskan Rasa

Hujan turun mencurahkan semuanya. Bersorak sorai tumbuhan dan hewan. Mereka telah lama menanti datangnya kucuran air dari langit. Cukup sudah kesengsaraan dalam kekeringan rasa, Beberapa ada yang menikmati dan yang lainnya bersyukur. Pupus sudah sumpah serapah yang diteriakkan. Semuanya bahagia dan malu untuk mengenang apa yang dikecamnya.

Di tempat yang lain. sekelompok anak muda berkumpul di emperan toko. Berbagai perasaan dikeluarkan. Sementara air tidak berhenti dalam waktu sekejap. Daerah pegunungan yang makin dingin dengan turunnya berkah dari langit tersebut.

” Gareng, kelihatannya kau tenang sekali “ujar anak muda sebelah kirinya.

” Iya kuperhatikan dari tadi kau menikmati cuaca hari ini ” celoteh anak muda sebelah kanannya.

” Padahal aku tahu kamu seringkali masuk angin kalau berada di dalam ruangan AC ” kata anak muda di sebelah belakang Gareng.

” Ahhhh, kalian tak tahu saja kalau Gareng sebentar lagi mukanya pucat tidak kuat menahan cuaca dingin dan hujan ini ” teriak anak muda di sebelah depan Gareng.

Gareng hanya tersenyum dan memperhatikan lingkungan sekitarnya.

” Reng… reng kenapa kau diam saja. Jangan-jangan kau sakit. Bikin repot saja ” sahut teman-temannya.

” Terima kasih atas perhatian kalian berempat. Aku tidak sakit dan tidak apa-apa kok ” ucap Gareng dengan nada kalem.

” Benar nich. Tapi aku heran kenapa kau tenang saja. Sementara kami berempat menggigil dan menahan cuaca dingin yang menusuk tulang kami. ” tanya anak muda sebelah depannya.

” Tahukah ? Mengapa aku biasa-biasa saja dan menikmati suasana hujan hari ini ? “

” Apa itu Reng ? ” tanya anak muda di sebelah kanannya.

” Aku sedang menemui Cinta dan melepaskan Rasa “

Keempatnya saling berpandangan dalam kebingungan.

” Sudahlah jangan begitu tatapan kalian kepadaku. Lihat tumbuhan di sudut sana dan hewan yang ada di kandang itu. Mereka menikmati suasana hari ini karena mereka sedang menemui Cinta dan melepaskan Rasa mereka. Sama seperti aku yang sedang menemui pemberian Kekasihku dengan cara melepaskan rasa Kemanusiaanku. Kalau tidak begitu aku akan seperti kalian. Kedinginan, kegelisahan, ketodak nyamanan, kegalauan dan sebagainya. Karena air yang mengucur hari ini adalah ciptaan Kekasihku yang harus aku syukuri “

http://www.greenprophet.com

Tak lama kemudian air hujan berhenti dengan ditandai datangnya pelangi. Indahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s