Mengungkap Kesuksesan Komunikasi Secara Ilmiah

Mind Meld (www.kejda.net/tag/literature-2/)

Beberapa orang tampak mengerti  apa yang dikatakan orang lain  tapi  ada juga yang tidak mengerti. Sebuah studi baru menunjukkan mengapa ketika kita melakukan percakapan dengan orang lain, otak dan cara berbicara kita saling berhubungan.

Jurnal Proceeding of National Academy of Sciences bulan Juli 2010  merilis sebuah hasil penelitian yang  menunjukkan bahwa suksesnya komunikasi verbal  karena otak menanggapi pembicara ibarat cermin  bagi  pendengar. Komunikasi pembicara dan pendengar terjadi pada lebih dari sekedar daerah otak yang hanya digunakan untuk pengolahan suara  tapi memperluas ke daerah otak yang terlibat dalam pemikiran yang lebih tinggi, seperti pengolahan makna bahasa.

Peneliti studi  Greg Stephens dari Princeton University mengatakan perasaan  yang dimiliki oleh manusia  itulah yang  membuat manusia dapat berinteraksi dengan manusia lain. Hasil studi menunjukkan bahwa sebenarnya perasaan  memiliki basis saraf yang nyata.

Subyek dari studi ini tidak benar-benar berbicara satu sama lain. Pembicara menceritakan sebuah kisah nyata kehidupannya dan pendengar hanya mendengar rekaman pembicaraan kisah nyata tersebut. Penelitian  imi mengkaji bagaimana otak seorang pembicara dan pendengar berinteraksi selama komunikasi.

Peneliti studi  Uri Hasson yang juga dari Princeton mengatakan kebanyakan penelitian sebelumnya berfokus hanya pada satu sisi percakapan. Kemungkinan para ilmuwan khawatir terhadap kompleksitas karena memahami bagaimana satu otak bekerja sudah kompleks, apalagi mencoba memahami bagaimana dua otak berinteraksi maka akan jauh lebih kompleks.

Peneliti menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk mempelajari  aktivitas otak para subjek . Peneliti mencatat aktivitas satu  otak  subjek pada saat menceritakan kisah nyata kehidupannya  layaknya bicara dengan seorang teman dalam posisi subjek berbaring di mesin fMRI. Selanjutnya  11 subyek mendengarkan cerita tersebut dan direkam aktivitas otak mereka.

Kemudian para peneliti menciptakan model statistik untuk melihat seberapa banyak aktivitas di otak pendengar dapat diprediksi oleh aktivitas di dalam otak pembicara. Dengan kata lain apakah ada kesamaan otak mereka selama percakapan ?

Dialog ekstensif  diamati oleh otak, termasuk daerah otak yang lebih tinggi seperti korteks prefrontal dorsal lateral dan striatum yaitu  daerah otak yang terlibat dalam memproduksi dan menafsirkan sebuah pembicaraan.

Pemahaman merupakan kunci bagi sebuah dialog. Ketika pembicara bercerita dalam bahasa Rusia dan penutur asli bahasa Inggris mendengarkannya maka dialog hanya diamati  di daerah otak yang digunakan untuk proses suara yang dianggap pengolahan tingkat rendah. Hal tersebut juga terjadi ketika para peneliti membandingkan otak pembicara dan pendengar yang telah berbicara dan mendengarkan cerita yang berbeda dimana tidak adanya kesinambungan sinyal otak diantara keduanya.

Ternyata sebagian besar tanggapan otak pendengar tertinggal sedikit di belakang pembicara. Hal ini  menunjukkan bahwa pendengar adalah pengolah informasi. Beberapa daerah otak pendengar mempunyai kemampuan beberapa derajat untuk menanggapi  dan mengantisipasi  apa yang dikatakan pembicara.

Pada akhir percobaan, para pendengar menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk melihat seberapa baik mereka memahami cerita. Keserasian  pembicara-pendengar timbul  bila pendengar mampu memahami sebuah cerita. Jadi  ada kesamaan pola di otak keduanya   selama komunikasi sehingga  bisa saling memahami.

Di masa depan para peneliti berharap studi  akan mengungkap lebih lanjut tentang bagaimana otak kita berinteraksi selama komunikasi termasuk dalam percakapan nyata. Peneliti dapat melihat apakah perbedaan jender dapat  mempengaruhi  pemahaman dalam komunikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s